Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Ingin kembali


__ADS_3

"Sekarang kita pulang aja ma," ucap Naoto.


"Tapi pa sidangnya akan ditentukan. Kalau pulang waktunya gak akan cukup."


"Bagaimana kalau bapak, ibu, Shizuka, dan Zeexsa tinggal di rumah saya saja? Kedua orang tua saya pasti setuju."


"Tidak-tidak. Aneh kamu Alfi. Gak mungkin kami nginap di rumahmu. Apa kata orang nanti?" Bantah Shizuka.


"Kalau begitu tinggal di hotel dekat sini saja mau?"


"Apa ada hotel dekat sini nak?" Tanya Pertiwi.


"Agak jauh sih tan. Jika memakai sepeda motor, maka akan sampai ke sana itu kira-kira dua jam tan.


"Berarti kalau naik mobil gak sampai selama itu. Dimana hotelnya nak?"


"Hotelnya di jalan Pinus Tan. Saya akan memberitahukan lokasinya kepada kalian."


"Eh tunggu dulu. Sebelum ke sana, Saya mau bertemu dengan Cika terlebih dahulu."


"Siapa Cika itu Shizuka?" Tanya Pertiwi.


"Dia adalah teman dekat saya Tante."


"Oke kalau begitu ayo kita ke tempat Cika," ucap Zeexsa.


"Rumahnya dimana?" Tanya Naoto melajukan mobilnya.


"Belok kiri ini om. Nanti lurus saja. Ketika ada simpang tiga, belok kiri lagi."


"Agak jauh ya?" Tanya Naoto memegang perutnya yang mulai bergemuruh.


"Kamu lapar pa?" Tanya Pertiwi mencari rumah makan terdekat.


"Sepertinya ma."


"Itu ada rumah makan Tabita pa!" Tunjuk Pertiwi ke kirinya.


"Entar dulu ma. Kita jalan lurus saja dulu sampai ketemu simpang tiga."


"Jangan ditahan om laparnya. Kita berhenti aja dulu om," ucap Zeexsa.


"Tanggung nak. Bentar lagi aja."


"Setelah nemu simpang tiga ke kiri atau ke kanan ni Shizuka?"


"Kiri om."


"Nah itu ada rumah makan pa. Di ujung jalan sana tu ada tulisan 'seafood', ucap Pertiwi menatap Pamflet dengan dekorasi hewan laut.


"Tajam banget penglihatan kamu ma," ujar Naoto tersenyum.


"Jauh lagi gak Shizuka?" Tanya Naoto lagi menghentikan mobilnya di depan rumah makan seafood.


"Gak om. Nanti tinggal lurus saja sampai ketemu Alfa Mart. Rumah Cika di depannya om."


"Oh tidak jauh lagi itu. Nanti kita lanjutkan lagi ya nak."


"Iya om."


"Kalian makan apa?" Tanya Pertiwi yang sudah menulis pesanannya lebih dulu.


"Saya gak makan Bu," jawab Alfi.


"Kenapa?" Gak usah khawatir Tante yang akan bayar. Kamu tinggal pesan saja."


"Makan gratis kok dilewatin. Rezeki jangan ditolak," ucap Zeexsa sambil membaca menu makanan.


"Siapa juga yang menolak rezeki?"


"Itu tadi," jawab Zeexsa.


"Udah jangan pada berdebat. Apa yang kamu pesan Zeexsa?" Tanya Pertiwi bersiap-siap mencatat pesanannya.


"Saya pesan nasi+ikan bakar," jawabnya serentak dengan Alfi.


"Kamu juga pesan yang sama dengan Zeexsa?"


"Gak jadi deh tante. Saya nasi+soto saja."


"Kalau mau ikan bakar gak usah malu," ledek Zeexsa.

__ADS_1


Alfi tak menghiraukannya dan hanya menatap Shizuka yang sedang membaca menu makanan.


"Kalau kamu pesan apa Shizuka?"


"Saya pesan nasi+sup ayam Tante dan untuk minumnya lemon tea."


"Zeexsa dan Alfi minum apa?"


"Saya minum teh dingin aja Tan," ucap Zeexsa


"Saya kopi susu Tante."


"Papa juga kopi susu ma sama dengan Alfi."


"Makannya pa?"


"Nasi+rendang ayam."


"Ok deh," ucap Pertiwi selesai mencatat semua pesanan.


"Mbak!" Panggil Alfi ke perempuan yang sedang membersihkan meja.


Perempuan itu menghampiri Alfi.


"Ini pesanan kami nak!" Kata Pertiwi memberikan selembar kertas berisi pesanan mereka.


"Pa itukan anaknya si Herlina. Lihat pa dia menuju rumah kita," ucap Mina mengintip dari jendela.


"Terus kenapa ma?"


"Tumbenan aja gitu pa dia datang kemari."


"Mungkin dia mau bahas mengenai ibunya."


"Kenapa kemari bahas masalah ibunya?"


"Aduh mama ini lupa ya. Papa kan kepala desa."


"Assalamu'alaikum!"


"Waalaikumsalam! Kamu anak Herlina kan?"


"Silahkan masuk. Saya buatin minum dulu."


"Gak usah repot-repot bu. Saya gak lama kok. Saya hanya mau ketemu pak Kades."


"Gak apa-apa kok. Tunggu di ruang tamu ya. Ibu akan panggil bapak kades dulu. Masuk aja nak. Jangan malu-malu."


"Papa itu anak Herlina mau ketemu sama papa. Dia di ruang tamu," ucap Mina.


"Pak Kades!" Salam Haikal.


"Ada apa nak?"


"Saya mau bertanya pak. Apakah bapak tahu siapa yang melaporkan ibu saya ke kantor polisi?"


"Tidak nak. Kamu sudah tanya ke kantor polisi tentang siapa pelapornya?"


"Belum sih. Tapi pak saya mau tanya lagi. Apakah Shizuka itu memang sumber dari masalah ibu saya?"


"Tidak juga nak. Sebenarnya ibu kamu terlalu dendam dengan Shizuka hingga toko Shizuka ditutup. Itu semua karena keegoisan ibu mu."


"Bapak membela Shizuka? Apakah Shizuka itu emang perempuan nggak benar ya pak?" Ujar Haikal berbicara menggebu-gebu.


"Selama bapak kenal dia anaknya baik nak. Tapi semenjak ia kenal dengan orang kaya mendadak sifatnya berubah drastis."


"Jadi sebenarnya bapak memihak siapa?"


"Kami tidak memihak siapa-siapa. Kami ini hanya menilai dari sudut pandang kami dan berdasarkan fakta," sambung Mina yang terlihat kesal.


"Pak, Bu saya tak ingin membuat kalian itu ngerasa tidak dihargai. Oleh karena itu saya sangat memohon agar kalian dapat mencari atau membuktikan bahwa ibu saya itu tidak bersalah. Tolong cari siapa yang melaporkan kasus ini ke polisi. Meskipun ini juga tanggung jawab saya, namun kalian juga penyebab ibu saya ditangkap polisi. Saya permisi," ucap Haikal tegas.


"Dia sangat menyayangi ibunya hingga tak sopan kepada kita," kata Mina jengkel.


"Ayo cepat masuk ke mobil. Kita akan ke rumah Cika."


"Sabar pa. Mama gak bisa jalan cepat karena kekenyangan."


"Iya ma!" Jawab Naoto tersenyum.


Setelah melewati beberapa rumah, mereka pun sampai di rumah Cika. Shizuka berlari mengetuk rumah Cika. Pintu dibuka oleh neneknya Cika. Mereka semua dipersilahkan masuk. Cika yang mendengar suara Shizuka, langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Sudah lama sekali kita tak bertemu. Aku merindukanmu Shizuka."


"Aku juga Cika," balas Shizuka.


"Bagaimana denganku?"


"Kamu juga Zeexsa."


"Oh ya kenalin ini om Naoto dan tante Pertiwi yang menyelamatkan kami dan mau memberi tumpangan tempat tinggal untuk kami," ujar Shizuka.


"Mereka sangat baik dan kami gak tahu harus membalas jasa mereka gimana," tambah Zeexsa.


"Tidak usah begitu nak. Kami ikhlas membantu kalian. Kalian sudah seperti anak kami," ucap Pertiwi menggandeng tangan Zeexsa.


"Alhamdulillah masih ada orang baik yang melindungi kalian ya Shizuka dan Zeexsa. Oh ya Alfi kamu kok di sini juga?"


"Kenapa emangnya. Saya juga membantu mereka."


"Benarkah?" Tanya Cika menatap Shizuka dan Zeexsa.


"Iya Cika. Dia membantu kami untuk mencari penginapan di desa Unicorn."


"Buat apa? kan kalian bisa tinggal di rumahku. Gak perlu nginap lagi."


"Gak apa-apa Cika. Kami kan ramai. Ada aku, Zeexsa, om dan tanteku."


"Iya nak. Kami juga ikut menginap dengan Shizuka dan Zeexsa untuk menanti jadwal sidang," kata Mina.


"Sidang apa Shizuka?"


"Sidang keputusan perkara Bu Herlina."


"Jadi perkara itu akan berlanjut hingga acara sidang?"


"Kau belum tahu?"


"Belum Shizuka."


"Silahkan diminum teh nya nak!" ucap neneknya Cika.


Semua tersenyum sambil meminum teh buatan nenek Cika.


"Emang sih aku yang melaporkan ke polisi bahwa Bu Herlina itu biang masalah. Tapi kok aku belum dapat kabar dari polisi mengenai sidangnya ya?"


"Jadi kamu yang melaporkannya?" Tanya Alfi terpukau.


"Ya. Ada apa?"


"Pantas saja Bu Herlina di penjara. Kami pikir siapa yang melaporkannya. Ternyata kamu Cika. Kenapa kamu lakuin ini? Padahal masalah ini seharusnya jangan sampai ke polisi."


"Kok gitu Shizuka. Dia kan sudah menyebar fitnah di desa Unicorn. Kamu dan Zeexsa juga telah menahan cacian mereka semua akibat ulahnya."


"Jadi kamu mau membalas sakit hati kami?"


"Iyalah. Toko mu juga ditutup. Rumah mu di sita dan kalian diusir dari desa ini. Apakah itu tidak menyakitkan bagi mu?"


"Iya aku emang marah dan sedih. Tapi aku mau ini diselesaikan secara kekeluargaan saja. Tanpa melibatkan polisi Cika."


"Wah hati Shizuka memang sangat lembut dan penyayang," gumam Alfi menatap Shizuka dalam-dalam.


"Benar kata Shizuka nak Cika. Ini akan makin besar masalahnya jika dibawa ke polisi. Lagi pula jika Herlina ditahan di kantor polisi, maka dendam dan sakit hatinya pada Shizuka beserta keluarganya akan melebar. Bahkan akan terus membekas di hatinya.


"Jadi maksud kalian sekarang aku harus mencabut laporan ku?"


"Iya Cika. Tolong cabut saja. Sebelum jadwal sidangnya ditentukan."


"Iya nak. Kamu cabut aja laporan mu," bujuk neneknya.


"Jika kamu mencabut laporan mu, aku berjanji akan kembali lagi ke sini," ucap Shizuka.


"Kau yakin Shizuka?" Tanya Cika.


"Kalau kau kembali ke desa ini Shizuka, aku akan membuat semua orang menerimamu lagi. Tak akan ku biarkan mereka memperlakukanmu seperti dulu lagi," janji Alfi.


"Kakak yakin kak?"


"Kalian bertiga pasti senang ya aku kembali ke sini lagi?"


"Jelas dong," ujar Cika dan Zeexsa serentak.


Naoto, Pertiwi, neneknya Cika, dan Alfi juga ikut tertawa.

__ADS_1


__ADS_2