Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Pengakuan yang Menyakitkan


__ADS_3

Perempuan yang bernama Nona Kelly duduk di kursi dengan gaunnya yang terjuntai ke tanah. Dirinya menghadap ke pepohonan yang berhias lampu-lampu kecil. Cahaya lampunya tak begitu terang. Kerlap-kerlipnya memperindah taman itu. Ia tetap duduk membelakangi Kamil dan Zeexsa. Seorang pengawalnya bernama Hadi membisikkan sesuatu kepadanya. Ia mengangguk dan meminta pengawalnya untuk meninggalkannya bersama tamunya.


Zeexsa melangkah maju beberapa langkah dari Kamil. Ia takjub menatap punggung Kelly dengan rambutnya yang tergerai. Kelly yang tak sabar lagi memulai pembicaraan, langsung berbicara. Ia menyapa mereka berdua dengan suaranya yang lembut. Zeexsa makin penasaran dengan wajah Kelly karena suaranya juga tampak merdu dan enak di dengar.


"Nona Kelly kedatangan kami ke sini bukan untuk berbincang-bincang denganmu. Kami ke sini mau bertemu Shizuka. Mana dia?"


"Shizuka? Kalian siapanya? Apakah dia penting untuk kalian hingga kalian tak khawatir datang kemari?"


"Hm saya adiknya!" Jawab Zeexsa grogi.


"Adik?" Tanyanya ragu.


"Gak usah bertele-tele lagi Kelly. Cepat bawa Shizuka kemari!" Perintah Kamil.


"Kenapa terburu-buru sekali ingin bertemu dengan Shizuka? Kita berbincang dulu! Apalagi kalian baru ini kan kemari. Hm siapa namamu?" Tanya Kelly menoleh kepada Zeexsa.


"Wah wajahnya sangat cantik!" Gumam Zeexsa.


"Kamu adiknya Shizuka? Kelihatannya kamu juga cocok sebagai primadona di istana ku!" ucap Kelly membelai wajah Zeexsa.


"Oh ti-dak, ti-dak!" ujar Zeexsa menghindarinya.


"Ada apa? Kamu tahu kan perempuan cantik seperti kita ditempatkan di level teratas. Lihatlah aku! Banyak orang memuji ku karena diriku yang mempesona. Kelebihan lainnya juga tak kalah membuat kaum Adam meleleh. Ya emang beginilah kalau terlahir cantik. Kita akan terus dikejar oleh kaum Adam yang tajir, harta melimpah, brondong, dan laki-laki dari berbagai negeri juga melirik ku," ucapnya centil.


"Mana kak Shizuka?" Tanya Zeexsa mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar cantik! Kamu gak mau mendengarkan ku yang hendak berbagi kisah pribadiku?"


"Hm Saya sedang tak tertarik!" ucap Zeexsa ketus.


"Kecantikan itu bisa saja lenyap. Kau tahu Kiyoko. Dia lenyap karena banyak yang cemburu padanya. Kau mengenal mereka kan? Dia cantik. Model yang sangat cantik. Tapi sayang dia harus tiada akibat sihir dari Nami. Kisahnya diabadikan dalam sebuah novel 'Mirror Ghost' yang ditulis oleh Thara Seoyun."


"Iya anggap saja kau memiliki kisah sama sepertinya. Kau akan dikirim ke neraka karena kau telah menjebloskan puluhan atau bahkan ratusan laki-laki ke lembah hitam. Kau akan sama dengan Nami yang akan dikutuk karena sihirnya sendiri," ungkap Kamil menatapnya dengan amarah.


"Wah hebat pak tua! Kau juga penggemar novel 'Mirror Ghost'. Mari kita lihat kisah yang sangat dramatis sekarang! Ayo-ayo kalian pasti suka!" Ucapnya bertepuk tangan dua kali sebagai isyarat kepada pengawalnya.


"Apa maksudnya?" Gumam Zeexsa tak memahami kode yang ia berikan.


"Zeexsa!" Sapa Shizuka.


"Wah kakak! Kakak cantik sekali!" Puji Zeexsa mendekati Shizuka.


"Shizuka apakah kamu siap bertemu dengan pelanggan-pelanggan istana ku?"


"Kelly apa yang kau lakukan? Kenapa kau mendandaninya seperti dirimu?" Bentak Kamil.


"Jangan marah-marah dulu pak tua. Nanti darahmu bisa naik. Kau tak mau kan mati karena belum sempat melihat kisah drama yang mengharukan ini?"


"Apa maksudnya pak?"


"Sudah jangan dengarkan perkataannya. Ayo kita pergi dari sini."


"Shizuka apakah kau akan pergi tanpa silahturahmi kepada pelanggan istana? Kau telah berubah menjadi Cinderella sekejap mata. Apakah kau tak ingin membantuku dengan melayani pelanggan kita? Sini cantik! Kemarilah!"


"Maaf Kelly! Aku ingin pulang bersama mereka."


"Kau akan menang Lotre gadis cantik. Kemarilah! Ini jackpot untuk mu! Wah kamu benar-benar cantik malam ini."


"Tidak Kelly dia tak akan melakukan apa yang kamu perintahkan."

__ADS_1


"Hadi urus mereka! Saya mau menjumpai tamu-tamu spesial kita dulu. Sampai jumpa di bad room sayang!" Ucap Kelly menatap Shizuka dengan senyuman menggoda.


"Ayo Shizuka! Ikut dengan saya!" Ucap Hadi memberikan tangan kanannya untuk digenggam Shizuka.


Shizuka terheran. Ia hanya menatap telapak tangan Hadi. Telapak tangannya persis mengingatkannya kepada seseorang. Laki-laki yang agak cuek. Namun berhati lembut. Shizuka membayangkan sosok laki-laki yang sudah berapa hari ini tidak ia lihat. Ia menatap wajah Hadi dengan sangat lama. Ia tersenyum tiba-tiba karena wajah Hadi juga persis mirip Haikal. Ia memandanginya terus hingga jantungnya berdebar-debar.


"Ayo Shizuka!" Ucapnya lagi dengan tangan yang masih dia ulurkan.


Shizuka menggenggam tangan Hadi. Kamil dan Zeexsa tertegun. Mereka tak percaya dengan yang baru saja mereka lihat. Shizuka pergi bersama Hadi meninggalkan mereka berdua di taman. Zeexsa menatap Shizuka sambil berjalan mengikuti mereka. Kemudian Kamil berteriak memanggil nama Shizuka. Ia berlari dan meninggalkan Zeexsa seorang diri yang masih terheran-heran.


"Shizuka. Nak kamu jangan ikuti perkataan Kelly. Dia akan menyesatkan mu nak. Tolong percayalah pada ku nak!"


"Pak Kamil!" Ucap Shizuka melepaskan tangannya dari Hadi.


"Ayo kita pergi Shizuka. Pelanggan mu sudah menunggu."


"Tidak nak. Jangan dengarkan dia. Kamu dimanfaatkan nak. Ayo kita pulang sekarang."


"Tidak Shizuka. Kamu hanya akan menyapa pelanggan kita saja. Tugas kamu malam ini adalah berkenalan dengan para tamu kita hingga dalam waktu tiga hari ini."


"Ya setelah itu kalian akan mendorongnya ke liang lahat kan?" Ujar Kamil menarik tangan Shizuka.


"Kakak! Kakak ayo kita pergi dari sini!"


"Iya Zeexsa. Ayo pak!"


"Shizuka! Nona Kelly akan murka karena penghianatan mu. Selagi dia masih bersikap manis padamu, tolong kembalilah!" Pinta Hadi menatap Shizuka yang terus berlari bersama Kamil dan Zeexsa.


...****************...


"Mark! Rahasia apa yang masih kamu sembunyikan dariku?" Tanya Zoya melipat kedua tangannya.


"Maafkan aku Zoya. Selama ini aku tak menceritakannya padamu."


"Aku gak pernah berbohong padamu Zoya. Jika kamu merasa aku menyembunyikan sesuatu darimu, itu karena aku tak ingin melihatmu makin menjauhiku."


"Sama saja kamu itu berbohong."


"Ini bu, pak, pesanannya! Ucap seorang pelayan wanita menaruh dua gelas minuman.


"Terima kasih ya mbak!" Ucap Zoya mengaduk lemon tea miliknya.


"Zoya Jessi dan Jelita mana?" Tanya Mark.


"Mereka sedang di pusat permainan anak-anak. Di Mall Surya."


"Kamu ninggalin mereka di sana sendirian?"


"Tidak. Mereka bersama Astri. Sekarang kamu katakan saja yang sebenarnya Mark. Jangan kamu sembunyikan apapun lagi."


"Bagaimana ya Zoya? Aku takut kamu nanti kecewa dan marah padaku. Sudah beberapa bulan ini kan kamu juga telah mengabaikan ku. Aku gak mau kamu makin menjauhi aku Zoya," ucap Mark enggan mengungkapkan rahasianya.


"Sudahlah Mark. Kamu jangan membuat ku makin membenci mu lagi. Jika kamu tetap bungkam. Jangankan untuk bicara denganku lagi, kamu juga gak akan bisa melihat ku lagi. Meskipun di lubang semut sekali pun," Ucap Zoya menghabiskan minumannya dan pergi meninggalkan Mark.


"Baiklah. Baiklah Zoya Aku akan mengatakan segalanya padamu. Tapi kamu janji pada ku ya. Jangan menghindari ku lagi."


"Katakan sekarang!" Zoya kembali duduk dan menaruh tasnya di meja dekat gelas kosongnya.


"Tapi kamu jangan berubah ya setelah mengetahui ini semua!" Pinta Mark.

__ADS_1


"Cepat katakan. Aku tak banyak waktu."


"Hm Zoya saat aku dan kamu sudah berpacaran, aku dikenalkan oleh temanku seorang perempuan. Ia mengenalkan ku perempuan yang memiliki banyak tanah. Dia cantik, baik, dan juga memahami ku. Aku awalnya sih hanya menganggapnya sebagai teman. Tak lebih Zoya. Temanku yang mengenalkan ku pada perempuan itu adalah abangnya. Dia ingin aku menjalin hubungan serius pada adiknya itu karena katanya kami sangat serasi. Aku sih tak mengambil hati ucapannya. Aku hanya tertawa saja. Namun lama-kelamaan perempuan itu makin sangat intim padaku. Dia juga mengatakan padaku bahwa aku adalah cinta pertamanya. Jadi dia pun memintaku untuk menikahinya. Aku agak risih akan sikapnya itu. Tapi ku pikir bahwa ia juga telah sangat akrab dengan ku bahkan aku telah mengenalkannya pada keluargaku. Beberapa bulan setelah kedekatan kami, aku bimbang. Aku mencintai mu Zoya. Tapi perempuan itu sangat mencintai ku. Abangnya pun marah padaku ketika ku katakan aku tak ingin melanjutkan hubungan lagi pada adiknya karena aku memilihmu."


"Kenapa kamu mau akrab dengannya? Kamu tahukan kita sudah lebih dulu saling mengenal ketimbang kamu dengannya."


"Tapi Zoya ketika itu kamu sibuk dengan bisnismu. Kamu mengabaikan ku. Ditambah lagi aku juga punya pekerjaan yang sangat banyak. Aku adalah CEO di Delta Winarto Group. Aku gak bisa mengatur waktu dengan mu karena kesibukan kita. Tapi perempuan itu, dia selalu meluangkan waktu untuk ku. Dia mengajak ku nonton di bioskop, Travelling ke beberapa kota wisata terbaik di Indonesia, mengingatkan ku untuk makan dan beribadah, dan menjaga kesehatan ku. Sampai pada akhirnya hatiku terjerat oleh cintanya."


"Kamu selingkuh?" Tanya Zoya dengan kedua tangannya yang sudah gemetar.


"Maafkan aku Zoya. Temanku mengenalkan perempuan itu karena dia tahu aku gak punya waktu mengurus diriku dan dia juga mengira aku ini jomblo ketika itu. Kamu jangan marah dulu Zoya. Kamu jangan marah ya aku mohon!"


"Lanjutkan ceritamu!"


"A-ku, A-ku gak mau melanjutkannya jika kamu sendiri marah dan sedih Zoya."


"Lanjutkan Mark!" Teriak Zoya membuat semua orang menatapnya.


"Iya baiklah Zoya. Ketika itu temanku mau menikahkan ku dengan adiknya itu. Tapi sebelumnya aku mengatakan padanya bahwa aku masih belum mencintai adiknya. Dia tak mempermasalahkan itu. Menurutnya cinta bisa datang saat pernikahan telah terjadi. Lalu aku pun menikah dengan perempuan itu. Aku terpaksa menikahinya karena kamu tak ada kabar waktu itu. Nomor mu juga tak aktif. Beberapa tahun kemudian kami dikaruniai seorang anak laki-laki."


"Apakah dia Haikal?"


"Iya Zoya. Namanya Haikal. Pemuda yang menjadi partner bisnis mu."


Zoya menangis.


"Maafkan aku Zoya. Tapi saat Haikal masih SD. Usianya sekitar tujuh tahun. Aku meninggalkan perempuan itu dan anak ku. Padahal waktu itu kami juga telah mempunyai anak kedua yang bernama Debi. Usianya sekitar tiga tahun."


"Kenapa kamu meninggalkan mereka?"


"Itu karena perempuan itu telah berbeda. Dia tak peduli dengan penampilannya, dia malas mengurus rumah, anak-anak kamu, bahkan tak acuh padaku. Aku juga waktu itu mendengar kabar bahwa kamu juga ditinggal mati suamimu."


"Maafkan aku Mark. Aku tak mengatakan bahwa aku telah menikah dengan Razab. Aku memilihnya karena dia saat itu sedang sakit parah."


"Itulah kamu Zoya. Kamu menikahi seorang pemakai narkoba. Kamu tersesat karena cintamu. Akibat cinta mu itu, temanmu jadi korbannya."


"Kamu sendiri juga terlibat. Kamu terus bersimpati kepada temanku. Kamu juga rela menghabiskan waktu di penjara hanya untuk menghiburnya."


"Itu ku lakukan karena dialah yang menyelamatkan Rajab. Dia mengatakan bahwa dia pelaku sebenarnya. Rajab tak bersalah. Tapi saat itu kamu juga mendukung aksinya kan. Kamu dan temanmu berinisiatif untuk menyelamatkan Rajab agar tidak ditangkap polisi dan kamu bisa menikah dengannya tanpa ada polisi yang terus mengejarnya. Padahal waktu itu jelas buktinya bahwa narkoba itu di temukan di blazer Rajab. Tapi perempuan malang itu terpaksa mengaku bahwa itu miliknya karena dia tak ingin kamu sedih. Padahal dia gak mau dipenjara."


"Sudahlah Mark. Aku sudah membuatnya menjadi orang terpenting di hidupku. Aku berutang Budi padanya. Tapi kamu tahu berita ini dari mana?"


"Aku tahu dari temanmu itu. Dia yang menceritakannya padaku. Kemudian di TV juga berita tentang kasus narkoba juga heboh. Apalagi pelakunya adalah Rajab. Tetapi Rajab beruntung. Narkoba itu bisa hilang dan berada di rumah teman mu itu."


"Aku juga bingung. Tapi yang jelas itu membuatku terbantu."


"Siapa nama temanmu itu? Aku kurang ingat. Tapi karena kedekatan kami, istriku sempat agak curiga akan kedekatan ku dengannya. Akibat rasa cemburunya yang berlebihan, aku pun pergi meninggalkannya."


"Dan kembali merajut cinta bersama ku."


"Iya kamu benar Zoya. Aku terus mengejar mu. Usaha ku pun tak sia-sia karena kita dipertemukan di hotel Sasaki."


"Jadi kamu meninggalkan istri dan kedua anak-anakmu demi aku?"


"Salah satunya itu lah alasan ku Zoya."


"Siapa nama istrimu?"


"Namanya Herlina."

__ADS_1


"Kamu belum jawab pertanyaan ku tadi. Siapa nama temanmu yang sangat baik itu?"


"Namanya Narumi!" Ucap Zoya teringat dengan wajah sahabat dekatnya itu.


__ADS_2