Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Taring Nona Kelly


__ADS_3

"Siapa dia Namira?" Tanya Laura yang menyaksikan teman-temannya di cekik oleh Eman.


"Dia itu adalah Eman. Kamu tak akan percaya padaku. Jika kamu tahu kehebatannya."


"Apa emangnya kehebatannya selain ketampanannya?"


"Dia adalah petarung terhebat. Tak ada yang bisa mengalahkannya. Shizuka gak akan selamat kali ini. Ia harus memilih ikut bersama Eman kembali ke rumah ini dan keempat ajudan payah itu akan mendapatkan hukuman dari Eman."


"Apa? Shizuka bakal kemari lagi?"


"Jika kamu gak yakin soal ini, kamu tanyakan saja pada si Eman selagi dia masih di sini."


"Tidak. Aku khawatir tentangnya. Apakah dia akan bertemu dengan Eman? Semoga saja Shizuka bisa melarikan diri darinya," ucap Laura.


"Kamu berkata apa barusan? Kamu ingin Shizuka tidak kembali ke sini lagi?"

__ADS_1


"Apaan sih kamu Namira?"


"Jangan-jangan kamu berpihak padanya ya?"


"Kamu salah dengar aja tadi. Aku bilang semoga Shizuka bisa ditemukan. Ya sudah aku mau keluar dulu. Gerah tahu di rumah ini mulu."


"Laura mencurigakan. Awas saja jika ia berkhianat. Aku orang pertama yang akan menghukumnya."


Eman mendapatkan kabar bahwa Shizuka berada di rumah sakit yang sama dengan Hadi. Ia terlihat sangat senang karena kabar itu cepat sampai padanya. Kemudian ketiga ajudan Nona Kelly juga telah ia temukan keberadaannya yang tak jauh dari lokasi rumah sakit itu. Ia makin tersenyum dan melajukan mobilnya dengan santai menuju rumah sakit Sisingamangaraja. Sesampai di sana, para pasukannya membentuk barisan memanjang. Semua orang melihat dengan keheranan. Tapi Eman tak menggubris tatapan atau bisikan orang-orang tentangnya karena baginya itu tak masalah selama tak menghambat jalannya.


"Bagaimana pak? Apakah keluarga Shizuka bisa kami temui?"


"Baiklah pak. Tolong kembalilah dengan cepat ya pak agar pasien bisa ditangani dengan cepat."


"Baik sus!" Jawab Haikal berjalan keluar ruang Shizuka.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Eman dan pasukannya sudah berada di depan kamar Shizuka. Saat itu Haikal masih berada di sekitar rumah sakit. Perasaannya tidak karuan memikirkan tentang Shizuka. Tiba-tiba saja ia merasakan cemas berlebihan. Ia menoleh ke RS Sisingamangaraja. Membayangkan Shizuka yang dalam bahaya.


"A-ku tak bisa meninggalkannya sendirian bersama suster. Kalau penculik itu datang lagi bagaimana?" Gumamnya seraya menghubungi Ian.


"Halo Ian. Kamu segeralah ke desa Momoki. Temui aku di RS Sisingamangaraja. Sekarang ya!" Ucapnya menutup telpon tanpa mendengarkan jawaban Ian.


"Haikal di rumah sakit? Apakah dia kecelakaan ketika menjemput Shizuka?" Pikir Ian yang berbicara keras hingga Kartika pun jadi menanyainya dengan perasaan khawatir.


"Aku harap Shizuka tidak kenapa-kenapa. Kenapa aku meninggalkannya. Padahal Ian bisa membantu ku menemui keluarganya," ucap Haikal masuk kembali ke RS Sisingamangaraja.


"Apa yang terjadi Ian? Tanya Kartika.


"Haikal masuk RS Sisingamangaraja. Aku akan ke sana sekarang."


"Aku ikut!" ucap Kartika berjalan seiring dengan Ian.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Haikal sampai di ruangan Shizuka. Ia terkejut melihat ruangannya kosong. Shizuka tidak ada lagi di sana. Haikal mencari ke seluruh sisi ruangan dan sekitar ruangan, tetapi Shizuka tak ia temukan. Ia berlari menemui bagian Resepsionis beserta satpam, tapi mereka pun tak tahu apapun. Haikal dan para satpam berbagi arah. Mereka berpencar mencari Shizuka. Haikal ditemani dua orang Satpam mencari ke halaman belakang RS Sisingamangaraja, di sana mereka tak melihat siapapun. Halaman itu kosong. Tak seorang pun di sana. Haikal menjerit memanggil nama Shizuka. Eman yang tak jauh darinya mendengan jeritan Haikal.


Ia mempercepat langkahnya dan memasukkan Shizuka ke mobil putih yang terparkir di dekat halaman belakang rumah sakit itu. Sebagian pasukannya membawa Hadi. Eman tersenyum di saat masuk ke mobilnya. Ia menatap Haikal yang berada di sisi kiri mobilnya yang sedang mencari-cari Shizuka. Lalu ia melajukan mobilnya tanpa diperhatikan oleh Haikal.


__ADS_2