Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Merek Elvis Presley


__ADS_3

Kamu kemana aja seharian kemarin Alfi?" Tanya Mina.


"Aku dari acara sidangnya Vikram."


"Seharian emang acaranya? Mama aja waktu sidang dahulu, tidak sampai selama itu."


"Ya Allah mama. Kalau sidangnya itu gak lama. Perayaannya yang lama. Kami nongkrong di kafe Angkasa, terus jalan-jalan berkeliling desa Unicorn."


"Pantasan lama. Mama pikir kamu nunggu sidangnya seharian. Oh ya nak kenapa kamu gak datang ke tempat papa mu bekerja. Dia nungguin kamu. Sampai rumah papa mu marah pada mama."


"Terus kemana papa sekarang?"


"Papamu sudah di kantor desa sekarang. Apakah kamu sudah ke toko?"


"Udah ma. Oh ya si Cika gak macam-macam kan di toko kita? Apalagi banyak pembeli ma yang datang ketika aku di sana tadi."


"Ya tidaklah. Kamu tahu sendirilah semenjak Zeexsa ambil ahli toko, toko mu banjir omzet. Keuntungan toko mu sangat banyak nak. Banyak pembeli yang datang dari berbagai desa. Terus rata-rata mereka mengincar merek Elvis Presley."


"Alhamdulillah ma. Kalau gitu aku mau ke kamar dulu."


"Eh Alfi. Segera kamu stok banyak pakaian, celana, dari perusahaan Elvis Presley. Toko kamu akan banyak pengunjung dan pelanggan," ujar Mina tersenyum.


"Perusahaan Elvis Presley milik si Haikal itu? Sorry ma aku gak mau stok dari sana lagi. Siapa sih yang stok barang dari perusahaan itu? Selama ini paling satu- saja yang ada di toko merek itu. Ini kok sudah meningkat. Apakah itu ulah mama?"


"Tidak. Itu kerjaan Zeexsa. Katanya perusahaan Elvis Presley adalah perusahaan terkenal. Style berpakaiannya pun sudah sesuai dengan daerah atau pun negara kita. Ada juga mereka memadukan pakaiannya dengan tampilan budaya barat. Sensasinya bukan main. Pakaiannya sangat berkualitas dan nyaman dipakai."


"Hm aku akan membicarakannya kepada Zeexsa."


"Bicarakan apa? Pokoknya kamu jangan batalkan kerja sama dengan perusahaan Elvis Presley."


"Entahlah ma!" Jawab Alfi kembali menuruni tangga dan pergi menuju mototrnya.


"Lah kok kamu pergi lagi? Alfi!" Teriak Mina yang berdiri di depan pintu.


"Bagaimana bisa mama memuji-muji produk dari cowok yang merebut Shizuka dari ku. Jika produknya semakin banyak di toko ku, pasti cowok itu bangga banget karena Shizuka akan menyukainya. Secara produk nya terjual di seluruh toko Unicorn. Gak peduli apapun yang terjadi. Aku harus mengembalikan produk itu atau membuangnya saja jika mereka tak menerimanya," ucap Alfi sambil melajukan motornya.


"Zeexsa aku rindu sama Shizuka. Apakah dia gak datang kemari?" Tanya Cika sedang menyusun-nyusun baju yang berserak di meja kasir.

__ADS_1


"Sepengetahuan aku sih kak Shizuka pasti kemari. Tapi kenapa gak datang juga ya? Barang-barang ini semua juga dikirim dari orang lain. Semestinya kak Shizuka ikut. Apakah terjadi sesuatu pada kakak?"


"Kenapa kamu berpikir begitu Zeexsa?" Tanya Cika yang telah selesai merapikan baju-baju di rak belakang kasir.


"Zeexsa!" Teriak Pertiwi sambil berlari menemui Zeexsa.


"Papa cepat kemari!" Pinta Pertiwi melihat Naoto yang berjalan seperti kura-kura.


"Tante, om, kok kalian ke sini? Apakah semua baik-baik saja Tante?"


"Tante dan om ke sini mau nanya. Apakah kamu melihat Shizuka? Apakah dia datang kemari?"


"Gak Tante. Kak Shizuka sudah dua hari ini gak ke sini. Aku juga bingung kenapa kak Shizuka tidak datang kemari. Tapi kenapa Tante nyari sampai ke sini? Apakah kak Shizuka hilang?"


"Tidak nak. Hanya saja ketika kami berdua kembali ke rumah Shizuka tidak ada lagi. Kami sudah lapor polisi dan mencarinya kemana-mana tapi Shizuka belum juga ditemukan.


"Itu kan benar filing ku. Kak Shizuka dalam bahaya," ucap Zeexsa menatap Cika.


"Sabar Zeexsa. Kamu jangan khawatir ya. Barangkali dia pergi sebentar," ucap Cika menenangkannya.


"Berarti kak Shizuka hilang ya Tante. Kak Shizuka di mana Tan?" Tanya Zeexsa mulai gelisah.


Alfi baru tiba. Ia melihat Naoto dan Pertiwi di tokonya. Lalu ia masuk dan berkata, selamat siang om, Tante, ada yang bisa saya bantu? Kalian mau membeli apa?" Tanya Alfi sambil menunjukkan baju-baju baru.


"Eh Cika! Kenapa semua baju ini merek Elvis Presley? Apakah kamu gak mikir bahwa pelanggan kita juga butuh merek-merek baru dan terkenal juga. Cepat kamu taruh semuanya ke kotak dan taruh kotaknya di depan. Agar cepat ku antar ke perusahaan itu.


"Tapi Alfi. Merek ini sangat disukai oleh pembeli. Bahkan mereka ingin kita menambah modelnya lagi."


"Sudahlah jangan dengar kan mereka. Ini toko ku. Ini juga hak ku untuk memilih baju mana yang bisa dipajang."


"Baiklah Alfi."


"Dasar cowok bodoh. Dia gak tahu apa, orang kemari tu rata-rata membeli pakaian dari Elvis Presley. Gak tahu strategi marketing!" ucap Cika menatap Alfi tajam.


"Kenapa? Kenapa menatapku begitu? Cepat kerjakan tugas mu."


"Nak Alfi kami pergi dulu ya!" Ucap Pertiwi pamit.

__ADS_1


"Kok cepat banget Bu. Pilihlah baju yang ibu inginkan. Kami banyak merek terkenal dan baju baru. Dijamin ibu suka."


"Tidak dulu ya nak. Maaf ya!"


"Hah ada apa ini? Kenapa mereka cepat banget pulangnya Zeexsa?" Tanya Alfi heran sembari menatap mereka yang telah naik delman.


"Apa yang terjadi? Kelihatannya mereka dalam masalah ya?" Tanya Alfi lagi menatap Zeexsa yang masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Shizuka hilang Alfi!" Sambung Cika yang sedang membawa kotak.


"Apa? Kok bisa? Jadi bagaimana sekarang? Kenapa kalian tidak mengatakannya kepadaku dari tadi?" Berjalan menuju Cika yang sedang mengambil semua baju merek Elvis Presley.


"Bagaimana mau cerita? Kamu tak memberikan kami waktu untuk bercerita. Kamu hanya sibuk dengan merek Elvis Presley saja."


"Ya semestinya kamu bilang ketika aku sampai tadi. Bagaimana sekarang? Ayo kita cari Shizuka!"


"Toko mu bagaimana?" Tanya Cika dengan wajah datar.


"Kita tutup dulu."


"Nanti mama mu marah kepada kami. Lebih baik kita di sini saja. Pembeli juga banyak yang datang. Tu lihat sepuluh orang menuju kemari," ucap Cika pergi menyimpan kotak berisi baju-baju merek Elvis Presley.


"Ada yang bisa saya bantu kak?" Tanya Cika yang baru saja menghampiri pembeli yang berdiri di depan pintu masuk.


"Ini kak anak laki-laki saya sedang mencari celana warna hitam, merek Elvis Presley, modelnya gak ketat gitu kak, seperti celana kantoran gitu kak."


"Sebentar saya cari dulu ya kak!"


"Baik kak."


"Kenapa mereka mencari merek Elvis Presley juga? Hai Cika!"


"Iya Alfi. Kamu pajang kembali yang di kotak itu cepatan."


"Hm tadi gak mau pajang. Baru percaya kan kalau merek itu bisa memajukan toko ini?"


"Sana, sana! Cepatan ambil pesanan mereka!"

__ADS_1


"Iya Alfi. Sabar!"


__ADS_2