Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Bagaimana Kabarmu?


__ADS_3

"Aku gak mau bekerja dengan mereka lagi. Aku takut. Aku dibohongi. Katanya menyuruhku ke pasar. Tapi mereka berdua malah membawa ku ke tempat itu. Aku sangat takut. Melihat penampilan orang-orang sana saja, aku tak biasa. Aku takut menjadi sama seperti mereka," gumam Shizuka menangis di kamarnya.


"Apapun yang aku kerjakan, selalu saja ada masalahnya. Beberapa bulan lalu aku bekerja buka usaha sendiri. Pekerjaan itu sudah hampir sukses, namun ada aja orang yang membenci ku. Kemudian saat toko ku sudah ramai dikunjungi orang, ibunya Haikal dan Debi malah memfitnah ku. Sekarang saat aku bekerja di warung orang lain, malah diriku kena tipu. Kenapa mereka selalu saja menganggap aku begitu rendah? Kenapa mereka gak mau menerima ku seperti kerabat atau pun teman mereka? Aku takut sekali berhadapan dengan banyak orang. Mereka mencemooh ku dan anggap remeh dengan diriku. Aku malu. Aku gak berani untuk bertemu dengan orang baru atau pun orang di masa lalu ku," gumam Shizuka lagi tersendat-sendat.


"Apa yang harus aku lakukan untuk keluar dari pikiran ku yang kacau? Aku harus cerita kepada siapa? Apakah aku harus bercerita kepada Zeexsa? Tapi sekarang Zeexsa sudah bekerja di toko Alfi. Dia nginap di sana dan mungkin di rumah Cika. Aku harus bagaimana? Aku gak mau bekerja di kantor Haikal. Pasti kedua temannya itu akan mengejek ku lagi."


"Shizuka, Tante dan om ke kantor kepala desa dulu ya. Kamu di rumah aja. Jangan kemana-mana. Pintunya di kunci aja. Entar maling atau penjahat masuk pula ke rumah kita," ucap Pertiwi yang telah rapi.


"Oh ya Shizuka satu lagi, jangan sembarangan buka pintu atau percaya sama orang lain ya. Kamu harus hati-hati. Ini kunci rumah dan pagar nak. Tante pergi dulu ya. Om kamu sudah menunggu di depan."


Shizuka mengangguk tanpa menatap wajah Pertiwi. Ia mengantarkan Pertiwi hingga ke halaman rumah. Setelah itu ia mengunci pagar dan rumah sesuai permintaan Pertiwi. Lalu ia kembali masuk ke kamar. Sekarang ia makin kesepian karena tak ada siapa pun di rumah. Ia juga makin menangis karena perasaannya sudah begitu memar dan berdarah. Ia terus menangis. Menangis dan menangis.


"Ponsel pun aku tak punya. Aku tak tahu harus berbagi cerita kepada siapa. Ya Allah kapan aku bisa mendapatkan teman yang pengertian?" Ungkapnya dengan mata terpejam dan wajahnya sudah dibanjiri air mata tiada henti mengalir.


...****************...


"Haikal dipanggil Pak Faiz!" Ucap Ian yang melihat Haikal baru tiba ke kantor.


Haikal menatap Ian sekilas. Lalu pergi ke ruang Faiz. Di sana ia melihat Kartika duduk. Kartika menatapnya dan meminta Haikal duduk di sebelahnya. Haikal tak mempedulikannya. Ia fokus kepada Faiz. Kemudian ia menanyakan alasan dia dipanggil. Faiz memintanya duduk terlebih dahulu. Haikal pun menurutinya. Lalu Faiz memulai pembicaraannya. Faiz mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Shizuka. Akibat dari musibah yang menimpa Haikal, Faiz menunda untuk menanyai tentang niatnya yang ingin merekrut Shizuka kembali ke perusahaan. Mendengar hal itu, Haikal baru teringat kepada Shizuka. Selama ini ia sibuk dengan masalah pribadinya. Baik itu tentang ayahnya, ibunya, dan adiknya. Jadi ia pun meminta maaf kepada Faiz karena melupakan hal itu. Ia pun meminta Faiz untuk sabar menanti kedatangan Shizuka karena sebelumnya ia telah meminta Shizuka untuk datang ke perusahaan Elvis Presley. "Namun entah mengapa Shizuka belum juga datang," ucap Haikal dengan wajah kebingungan.


"Kenapa Pak Faiz jadi setuju dengan usulan si Haikal? Jika Shizuka kembali kemari, maka dia akan dekat dengan Haikal. Aku gak suka melihatnya kembali ke sini," gumam Kartika menekan bibir bawahnya.


"Kamu temui saja dia Haikal. Sekarang pergilah ke rumahnya dan buat dia agar setuju kembali lagi."


"Kenapa terburu-buru sekali pak?" Tanya Kartika menghentikan langkah Haikal yang baru saja bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Kartika?" Tanya Faiz tak mengerti dengan maksud Kartika.


"Maksudnya saya pak, Shizuka pasti masih berpikir tentang pendapat kalian. Dia pasti mempertimbangkan untuk bergabung dengan perusahaan kita ini. Secara kan dia itu sudah membuat rapat yang lalu kacau. Keterampilan dia di bidang desain juga telah diragukan banyak orang. Mungkin dia sadar bahwa dia gak pantas bekerja di sini karena dirinya gak punya skill di bidang desain. Apalagi perusahaan kita adalah perusahaan besar."


"Kita beri dia kesempatan mencoba dulu. Dia kan belum menunjukkan keterampilannya di perusahaan kita," ucap Faiz.


"Kamu jangan menyudutkan seseorang begitu. Lebih baik kamu itu bersikap merangkul untuk rekan kerjamu. Anggap Shizuka seperti Salwa juga. Perlakukan dia seperti teman karib mu. Saya permisi dulu pak. Saya akan membawa Shizuka kemari," ucap Haikal sepenuh hati.


"Dia begitu kekeh. Semoga Shizuka tidak mendengarkan perintahnya untuk kembali bekerja kemari," gumam Kartika menatap Haikal hingga keluar ruangan Faiz.


"Kartika tolong kamu selesaikan tugasmu. Saya mau keluar sebentar. Jika ada hal penting hubungi saya," ucap Faiz yang juga keluar dari ruangannya dengan langkahnya yang berwibawa.


"Hah ini membuatku gila! Aku belum bisa mendekati Haikal. Eh dia sekarang membawa perempuan itu. Makin susah kan akrab dengannya. Shizuka itu pasti menempel padanya nanti seperti prangko. Aku bingung harus gimana," ujarnya yang baru sadar bahwa dirinya tinggal sendirian di ruangan Faiz.


"Kenapa tu anak berlari bagaikan tupai. Cepat amat larinya pula. Giliran aku panggil, dia lambat datangnya. Dasar cewek aneh," ucap Ian menatap Kartika yang menuju ruang Salwa.


"Ada apa dengan mu Kartika? Lari seperti dikejar hantu."


"Ya Salwa bentar lagi hantu itu akan datang. Ia akan membuatku susah tidur dan kehilangan nafsu makan."


"Apa ada hantu?" Teriak Alda yang berada di depan Salwa.


"Beginilah kalau ruangan hanya pakai sekatnya yang gak setinggi gunung," sindir Kartika.


"Jawab dulu! Benaran hantu mau kemari?" Tanya Alda ketakutan.

__ADS_1


"Iya dia akan mencekik mu lebih dulu karena kamu terus ribut. Sana kembali ke ruangmu," bentak Kartika.


"Tidak. Aku takut sendirian. Tolong lindungi aku!" Pinta Alda seraya menggenggam tangan Kartika.


"Kamu serius akan ada hantu yang datang ke perusahaan kita Kartika?" Tanya Salwa lagi mengulangi pertanyaan Alda.


"Intinya aku mau kalian berdua harus kabur jika melihatnya. Aku gak suka padanya."


"Emang ada yang suka hantu?" Tanya Salwa heran.


"Aduh polos banget ya kalian dua. Maksud aku tu Shizuka. Dia akan kembali bekerja kemari."


"Apa? Dia kembali ke sini?" Sahut Salwa terheran lagi.


"Ini maksudnya gimana sih? Jadi maksud kamu itu tentang hantu itu gak ada?" Tanya Alda juga bingung.


"Ya ada. Hantunya itu Shizuka. Dia akan menerkam mu!" Ujar Kartika menakuti Alda.


"Shizuka bukan hantu. Manusia kok dikatain hantu. Dia perempuan baik, cantik, dan enak diajak ngobrol. Bilang kek dari tadi kalau kamu hanya bercanda. Buang waktu ku aja," omel Alda manyun.


"Salah sendiri gampang percaya," jawab Kartika mencibir kepada Alda.


"Udahlah Kartika. Kenapa kamu terlalu ambil pusing sih atas kedatangan Shizuka itu?" Ucap Salwa sambil mengetik di laptop.


"Jika dia kembali aku bakal stres. Dia akan mengambil Haikal dari aku," ucap Kartika dengan wajah berkerut.

__ADS_1


__ADS_2