
"Tak biasanya si Alfi gak angkat telponku. Sebentar ya Renata aku hubungi dia lagi."
Renata memilih pergi tanpa mengatakan apapun kepada Radit. Ia pergi ketika Radit membelakanginya. Radit tak menoleh selama Renata pergi. Ia naik delman dan menatap Radit dengan tatapan kecewa.
"Please deh! Angkat dong Alfi! Renata di sini. Bikin malu aja ni anak. Gak mungkin kan aku nembak dia dulu. Dulu waktu SMA aku saingan sama si Alfi. Ni giliran aku ngalah, dianya susah dihubungi," celoteh Radit.
"Hah sepertinya ini adalah rezeki bagiku. Ya sudah Alfi. Jangan salahkan jika aku jadian dengan Renata. Awas saja jika kamu ganggu hubungan kami," gumamnya berbalik ke meja makannya.
"Ayo kita pesan makanan dulu Re-na-ta!" Ujar Radit tercengang.
"Kemana si Renata? Apakah dia diculik si Alfi! Oh tidak mungkin. Alfi curang ni!" Ujarnya tertawa.
"Mones, kita tanya ke polisi itu!" Ujar George.
Mereka berlari ke arah polisi yang sedang bicara dengan seorang temannya yang juga polisi. George menyapanya dengan ramah. Polisi itu mengenalnya. Ia turut berduka atas masalah yang menimpa teman karib George. George tampak sedih. Tetapi kembali tersenyum lagi mengingat Shizuka. Ia memulai pertanyaannya.
"Apakah kamu melihat Shizuka?"
"Tidak George. Di sini tadi yang ada seorang pemuda dan ibunya."
"Mereka di bawa kemana pak?" Tanya Mones khawatir.
__ADS_1
"Mereka di bawa ke rumah sakit terdekat. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Semoga mereka baik-baik saja.
"Tapi kita cari Shizuka dulu Mones. Oh ya Idris jaga dirimu! Kami mencari Shizuka dulu," ucap George membaca namanya.
"Jangan ke sana George! Para penjahat itu sedang berada di sana. Kamu dan temanmu bisa tertangkap nanti."
"Terus bagaimana dengan Shizuka. Dia dalam keadaan bahaya!" Ucap Mones memaksa masuk.
George ikut menyusulnya sambil meminta maaf kepada Idris.
"Anak kecil yang lucu. Sini nak jangan lari-lari nanti kamu jatuh," ucap Eman.
Eman masih bersama anak kecil itu. Ia tak mengetahui bahwa keadaan diluar sedang membahayakannya. Anak kecil itu terus berlari hingga Eman kehilangan jejaknya. Eman terus mencarinya. Hingga ia melihat anggotanya dua orang sedang bersantai. Eman membentak mereka. Ia sangat marah karena mereka tidak mencari Shizuka. Ia melempar kursi pelastik ke arah mereka. Temannya itu menghindar sambil minta maaf.
"Maaf bos. Shizuka berhasil lolos. Sementara teman kita sedang di bawah menanti kami kembali."
"Apa? Shizuka lolos? Menanti?"
"Maafkan kami bos!" Ucap mereka serentak.
"Pergi dan cari Shizuka," ucap Eman melotot dan menendang kaki mereka.
__ADS_1
Mereka berdua mengangguk dan berlari untuk mencari Shizuka.
Eman kemudian mencari anak kecil itu. Ia sangat khawatir anak itu kenapa-kenapa. Ia terus mencari bahkan tak membantu mencari Shizuka. Ia sangat mementingkan keadaan anak kecil itu. Sampai terjatuh pun ia masih tetap berlari ke setiap ruangan mencari anak kecil itu. Ternyata anak kecil itu berada tidak jauh darinya. Ia berada di ruang dokter gigi. Di sana ia tertawa karena melihat kerangka gigi. Ia mencoba mendekati kerangka gigi yang ada di meja dokter gigi. Ia merangkak dengan cepat untuk mendapatkan kerangka gigi itu. Lalu berdiri sambil memegang kaki meja. ia menjinjit untuk bisa meraih kerangka gigi itu. Tapi ia tak mendapatkannya karena mejanya sangat tinggi dari tubuhnya yang sangat mungil.
"Pak! Saya pamannya Shizuka."
"Saya adiknya. Dimana kakak saya?" Tanya Zeexsa kepada polisi yang sedang bicara dengan wartawan.
"Kamu adiknya? Kenapa kamu bisa datang terlambat? Kakakmu dalam masa sulit. Kenapa kamu bisa membiarkan kakakmu menghadapi semuanya sendiri?"
"Tolong maafkan saya. Beri tahu kepada saya dimana kakak saya?"
"Dia sudah hilang. Kamu seharusnya selalu ada untuk kakakmu," tambah wartawan itu lagi dengan kesal.
"Tenang Zeexsa!" Ujar Pertiwi.
"Pak! Shizuka adalah keluarga kami. Tolong selamatkan Shizuka!" Pinta Naoto.
"Saya akan berusaha pak. Tapi Shizuka dia tidak di sini. Dia sudah hilang pak," ucap polisi bernama Sulfat.
"Apa? Kenapa kakak saya bisa hilang? Tolong temukan kakak saya pak."
__ADS_1
"Begini saja pak, izinkan kami masuk agar kami bisa mencari Shizuka di dalam sana!"
"Maaf pak saya tidak bisa memenuhi permintaan bapak. Bapak tunggu saja di sini. Biar kami selaku petugas polisi yang menangani kasus ini."