Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Berusaha


__ADS_3

"Kak Shizuka mana om, tan? Kenapa kalian tidak menjawab?"


"Naoto, Pertiwi!" Teriak Roci hingga masuk begitu saja ke rumah.


"Kalian sudah nonton tv kah?" Tanyanya lagi melihat Tv masih belum menyala.


"Ada apa memangnya Roci? Bukankah kamu gak suka nonton tv?" Tanya Pertiwi bingung.


"Kalian pasti belum lihat berita hari ini. Kalian pasti mencari Shizuka kan hari ini?"


"I-ya Bu. Apakah ibu melihat kakak saya?"


"Iya. Dia dalam keadaan bahaya. Kamu sebagai adiknya kok bisa tak tahu keberadaan kakak mu."


"Kok kamu tahu Roci? Kamu tahu Shizuka ada di mana sekarang?" Tanya Pertiwi lagi melihat Naoto masuk ke kamarnya.


"Tonton aja sampai selesai!" Jawab Roci dan pamit pulang.


Zeexsa menonton siaran TV bersama Pertiwi. Mereka masih bertanya-tanya tentang Roci yang menyuruh mereka menonton tv. Pertiwi dan Zeexsa menanti iklan tv itu sambil mengatakan, "Apa hubungan Shizuka dengan tv?" Tanya Pertiwi.


"Iya tan. Aku juga gak paham maksudnya."


Setelah itu Naoto kembali dan berkata, "Aku akan mencari Shizuka di sekitar sini."


"Pa lihat!"


Naoto menoleh kepadanya dengan berkata, "Ada apa ma?"


"Shizuka!" Tunjuk Pertiwi.


"Hah itu kan rumah sakit Sehati? Kenapa dia di sana?"


"Iya pa! Rumah sakit itu sedang di datangi para penjahat. Shizuka ada di sana. Kita harus menolongnya!"


"Kak Shizuka, Haikal, Bu Mones dan Bu Herlina kenapa bisa bertemu di sana? Apa yang terjadi?

__ADS_1


Seorang gadis bernama Shizuka diculik oleh beberapa preman. Preman-preman itu dikenal sebagai mafia kejam di desa Momoki. Mereka melancarkan aksinya kepada gadis itu di rumah sakit Sehati. Namun pacar gadis itu menyelamatkannya. Kini pacarnya sedang terluka, begitu pun ibu dari laki-laki itu. Sekarang mereka telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan polisi masih berusaha menangkap para preman itu. Diduga gadis bernama Shizuka telah hilang karena ia berhasil kabur dari para preman itu.


Kami akan terus mencari Shizuka, "Guna kasus yang masih teka-teki ini bisa diselesaikan," ucap polisi yang bernama Adi.


"Saya juga berpikir barangkali Shizuka disembunyikan oleh para preman itu karena mengetahui bahwa polisi telah datang," ujar suster rumah sakit yang berhasil lolos dari maut.


"Kak Shizuka om, tan, dia dalam masalah. Kenapa kita bisa sampai lalai lagi?"


"Iya ini kesalahan kita. Sekarang Shizuka ada dimana?"


"Ma, Zeex, kita pergi ke rumah sakit Sehati saja sekarang. Siapa tahu kita dapat petunjuk."


"Tapi om kak Shizuka itu pasti membutuhkan kita. Dia pasti ingin sekali menghubungi kita, tapi kakak gak punya ponsel."


"Kalau Shizuka sudah kita temukan. Om akan membelikannya dan juga kamu ponsel ya!"


"Maaf om saya bukan meminta ponsel. Maksud saya kak Shizuka gak bisa mengatakan apapun pada kita karena kita bertiga sibuk bekerja."


"Sudahlah Zeex. Sekarang kita cari Shizuka saja dulu. Ayo cepat!" Ucap Pertiwi mematikan tv.


"Iya tan. Kita gak boleh terlambat. Kak Shizuka pasti sendirian."


Zeexsa membantu Pertiwi naik. Mereka bertiga mengatakan secara bergantian kepada tukang delman untuk cepat karena Shizuka sedang membutuhkan pertolongan mereka. Tukang delman itu pun membawa dengan cepat. Ia bertanya juga tentang Shizuka.


"Apakah kalian keluarganya?"


"Iya pak! Dia kakak saya. Saya adiknya dan mereka adalah om dan tante kami."


"Kalau begitu kalian harus segera menolongnya. Penjahat itu sangatlah menakutkan karena mereka jumlahnya banyak dan dikenal sangat membahayakan. Oh ya pak Naoto, saya ikut prihatin atas keponakan bapak. Maaf saya gak bisa membantu. Oh ya kalian hati-hati ya di sana!"


"Terima kasih pak! Kami juga sudah merasa terbantu karena bapak mengantarkan kami ke sana. Berita ini baru saja kami ketahui," ucap Naoto.


"Berita itu sudah meluas pak. Beritanya itu-itu saja ditayangkan di TV mulai tadi pagi. Saya heran kepada mereka yang tak pernah jera juga menangkap gadis-gadis."


"Apakah mereka sudah sering seperti itu pak?" Tanya Zeexsa.

__ADS_1


"Iya nak. Mereka adalah tangan kanan Nona Kelly. Mereka bekerja dengan Nona Kelly sudah sangat lama. Tak pernah para preman itu bisa tertangkap polisi. Entah apa taktik mereka dalam meloloskan diri dari polisi itu."


"Jadi mereka itu suruannya si Nona Kelly itu? Pantas saja kak Shizuka menghilang. Pasti dia mencuri kakak di rumah ketika kita tak di rumah," ucap Zeexsa melihat Naoto dan Pertiwi.


"Kamu benar. Berarti Shizuka gak bisa sendirian. Tapi kan kawasan kita tu keamanannya terjaga ya kan pa."


"Mereka itu kan cerdik Bu! Mereka pasti sudah mensiasati semuanya."


"Hm bagaimana kita akan menyelamatkan kakak jika preman itu sangat cerdik?"


Pertiwi dan Naoto terdiam.


"Kita berdoa saja nak agar ada solusi untuk masalah ini," ucap tukang delman berbelok.


"Ya pak. Tan, om kita harus semangat agar kita bisa menyelamatkan kak Shizuka."


"Aduh pak tolong saya!" Ucap Shizuka memohon ketika telah diminta turun di desa Momola.


"Ada apa ini pak?" Tanya ibu-ibu yang sedang menggendong anak kecil.


"Ini bu. Di tiketnya tertulis bahwa tujuannya adalah Momola. Tapi dia ingin ke desa Momoki."


"Itu mungkin kesalahan dari sana pak. Saya mengatakan desa Momoki. Tolong saya pak!"


"Ya sudah nak kamu turun di sini saja. Di stasiun Momola juga ada tujuan ke Momoki."


"Tapi Bu saya tidak punya uang lagi," ucap Shizuka tertunduk lesu.


"Ini nak pakai saja untuk membeli tiket ke desa Momoki."


"Saya tidak bisa Bu. Ibu pasti membutuhkannya."


"Kamu yang lebih butuh nak. Ambillah. Saya ikhlas kok membantu kamu."


"Terima kasih Bu!" Ucap Shizuka berlari ke pembelian tiket.

__ADS_1


Ibu itu dan petugas kereta api tersenyum. Lalu setelah itu kereta apinya berjalan. Mereka berdua mengatakan bahwa dia adalah gadis yang tampak baik hati sehingga pantas untuk dibantu. Petugas itu juga menyesal karena tak membantu Shizuka. Ia mengira Shizuka tidak mau turun di Momola karena alasan lain. Ternyata karena ia tak punya uang lagi, makanya ia memohon belas kasih petugas itu untuk mengantarkannya ke desa Momoki.


Shizuka meneteskan air mata setelah mendapatkan tiket ke desa Momoki. Ia masih mengingat kebaikan ibu yang menolongnya. Ia berucap dalam hati agar ibu itu selamat sampai ke tujuannya dan dilancarkan rezekinya. Lalu ia masuk ke kereta api. Ia duduk menanti kereta api itu berjalan sambil membaca berulang kali tujuannya berangkat yang tertulis di tiketnya. Agar tidak mendapatkan kesalahan yang sama lagi. Senyumannya makin melebar karena tidak ada kesalahan lagi. Ia membaca jadwal keberangkatan kereta api itu ke desa Momoki. Ia terdiam karena keberangkatan akan berlangsung setengah jam lagi. Shizuka menekan bibir bawahnya. Ia sangat sedih dan khawatir akan keadaan Haikal dan ibunya. Namun ia tak bisa berbuat apapun untuk membantu karena sekarang ia harus tabah dengan situasinya yang sangat kacau.


__ADS_2