Shizuka Perempuan Tabah

Shizuka Perempuan Tabah
Melamar Pekerjaan


__ADS_3

"Zeexsa Tante dan om kapan ya pulang?"


"Katanya sebelum berangkat itu sih sekitar dua mingguan kak di sana. Kakak kenapa tanyain mereka kak?"


"Berarti seminggu lagi ya baru mereka kembali lagi. Kakak gak betah di sini Zeex. Kakak dan kamu harus pergi secepatnya dari sini."


"Kenapa kak? Mereka berdua kan gak keberatan sama sekali dengan keberadaan kita. Apa yang kakak khawatir kan?"


"Kamu gak ngerasa Zeexsa kalau kita ini membebani mereka. Kita tinggal di sini tanpa bayar uang makan, listrik, air, tempat tinggal juga gratis. Apa kamu gak susah melihat pandangan orang-orang kepada kita. Belum lagi jika Naoki pulang ke sini. Kan gak enak juga satu rumah dengan laki-laki lajang yang bukan siapa-siapa kita."


"Terus kita mau kemana lagi kak? Kita juga gak punya pekerjaan. Apa kakak sudah punya pekerjaan?"


"Belum sih Zeex. Kamu tahu sendiri kakak hanya bisa bekerja menyulam. Lainnya gak bisa. Kira-kira kita harus lamar kerja dimana ya?" Pikir Shizuka melihat jam dinding.


"Kakak mau gak kita kerja di warung makan? Pasti banyak yang membutuhkan tenaga kerja kak. Kita bagian bersih-bersih aja kak, seperti menyapu, mencuci piring, ngepel atau apapun itu yang penting kita bekerja."


"Kita cari kerja sekarang aja mumpung ini masih siang. Pasti ramai tu. Kita bisa cari sekitar sini aja," ujar Shizuka.


"Yaudah ayo kak. Kita akan cari uang agar kita bisa cari rumah kosan untuk kita tempati."


"Alfi jauh lagi gak? Pegal tahu jalan jauh. Apa gak ada angkutan umum ya di sini?"


"Rumahnya di lorong itu. Kamu cepat dong jalannya. Kapan sampainya kalau jalannya seperti siput."


"Kamu gak paham apa? Ini kaki udah seperti mau copot. Kamu duluan aja. Aku akan nyusul kamu."


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau berhenti sebentar. Aku gak kuat untuk jalan lagi. Kamu duluan aja. Nanti aku nyusul," ucap Cika memijat-mijat kedua kakinya.


"Aku duluan ya. Nanti kamu lurus aja."


"Lurus sampai masuk jurang?"


"Jika kamu mau ke jurang gak masalah," ujar Alfi berlari sambil tertawa.


"Eh jangan lari. Gimana aku mau nyusul jika kamu lari? Ngasih alamat pun gak jelas. Lurus aja. Hah alamat apaan tu. Bilang dekat apa kek atau nomor rumahnya berapa."


"Sebenarnya aku juga lupa rumahnya dimana. Tapi seingat ku sih lorongnya ini. Aku hanya perlu melihat rumah di sekitar sini. Mana tahu aku bisa ingat rumahnya."


"Itu Cika. Tapi laki-laki yang bersamanya tadi kemana ya? Terus Cika juga gak pergi nemui Shizuka. Apakah aku salah mengira bahwa mereka sebenarnya bukan mau bertemu Shizuka?" Gumam Haikal bersembunyi dari Cika.


"Kak kita ke warung sebelah mana ni? Ke arah jalan besar sana atau ke warung-warung yang berada di dekat sini?"


"Kita ke warung dekat sini aja. Jika nanti kita tak mendapatkan pekerjaan di sekitar sini, kita akan ke jalan besar sana," ucap Shizuka.


"Aduh lorongnya sangat panjang. Rumah Shizuka yang mana ya? Aku benar-benar lupa," ujar Alfi menggaruk kepalanya.


"Permisi Bu apakah ibu membutuhkan tenaga kerja?" Tanya Shizuka.


"Tidak nak!" Jawab ibu itu tersenyum.


"Terima kasih Bu!" Ucap Shizuka dan pergi ke warung yang di seberang jalan.

__ADS_1


"Zeexsa kamu yakinkah kita lamar ke warung itu?" Tatap Shizuka ke warung yang rata-rata pembelinya adalah laki-laki berumur.


"Ayo coba dulu kak!"


"Tunggu Zeexsa!"


"Om Saya dan kakak saya butuh pekerjaan. Apakah ada om pekerjaan untuk kami berdua?"


"Kenapa melamar kerja di warung dek? Kalian kan bisa melamar kerja di kantoran dan di toko-toko. Warung ini gak cocok untuk kalian adekku."


"Jika ada pekerjaan gak masalah om. Kami butuh banget soalnya," pinta Zeexsa.


"Ada apa Kamil?" Tanya pria sebaya om Naoto.


"Ini Tohir mereka ingin melamar kerja."


"Cari kerja ya? Warung ini rata-rata laki-laki nak pengunjungnya. Apakah kamu gak keberatan?"


"Tidak masalah pak!" Jawab Zeexsa menatap Shizuka yang hanya terdiam.


"Tapi warung ini cuma membutuhkan satu orang pekerja nak."


"Bagaimana ya? Apakah gak boleh berdua pak?"


"Gak boleh nak. Kami hanya butuh satu saja."


"Zeexsa sudahlah. Kita cari di tempat lain saja," bisik Shizuka.


"Kalian pertimbangkan aja dulu kalau gak. Nanti jika kalian sudah setuju, salah satu dari kalian bisa kerja di sini," ucap Kamil.


"Mereka itu orang baru sepertinya di desa ini," ucap Kamil memperhatikan jalan mereka.


"Sepertinya begitu. Mereka gak tahu tempat ini adalah warung judi. Perempuan di sini bekerja hanya sebagai pelayan pria. Jika salah satu mereka mau bekerja di sini, menguntungkan buat kita," ucap Tohir memegang jenggot panjangnya.


"Zeexsa kakak gak mau kerja di sana. Kenapa kamu maksa sekali mau melamar ke sana?"


"Cari pekerjaan itu susah kak. Kita gak boleh milih-milih. Jika kita tidak mendapatkan pekerjaan yang lainnya, terpaksa deh aku aja yang melamar kerja di warung yang barusan kita datangi itu."


"Menurut kakak tempat itu gak bagus Zeex. Kamu jangan datang ke sana lagi. Mungkin kita bisa melamar pekerjaan di tempat lain. Semoga saja kita diterima."


"Iya kak. Kak coba lihat deh laki-laki itu."


"Iya kenapa Zeex?"


"Itu sepertinya Alfi kak?"


"Ngapain dia mondar-mandir di lorong rumah kita ya?"


"Ayo kita samperin kak!" Usul Zeexsa seraya berlari menghampiri Alfi.


"Itu Shizuka! Aku gak salah lihat?" Ujar Alfi yang terus menggosok-gosok kedua matanya.


"Ngapain kamu di sini Alfi?" Tanya Shizuka.

__ADS_1


"Kamu ke sini mau ketemu dengan kak Shizuka ya?" Tebak Zeexsa.


"Iya benar katamu Zeexsa," ucap Alfi malu-malu.


"Hei Alfi! Tega banget ninggalin aku sendirian."


"Cika? Cika kamu di sini juga?" Shizuka terheran.


"Akhirnya aku menemukanmu Shizuka," ujar Haikal keluar dari persembunyiannya.


"Katakan padaku Shizuka. Apakah kamu gak merindukan teman mu ini?" Tanya Cika terbahak-bahak.


"Tentu aku rindu kamulah."


"Lebay amat sih kamu Cika. Udah macam sepasang kekasih aja," ejek Alfi.


"Bilang aja kamu juga mau aku rindukan," ujar Cika hendak merangkul Alfi.


Alfi langsung berlari ke sebelah Shizuka. Jantungnya berdebar saat tak sengaja menyenggol badan Shizuka yang ramping. Shizuka hanya tertawa melihat tingkah laku Cika dan Alfi. Sedangkan Zeexsa ikutan meledek Alfi dengan berkata, "Kalian kan udah sering ketemu. Mana mungkin ada rindu lagi."


"Shizuka lihat adikmu. Dia juga ikut meledek ku," ucap Alfi meminta pembelaan.


"Ya Alfi kamu ini kurang apa waktunya bersama Cika?" Tanya Shizuka yang masih tertawa.


"Tawamu begitu mempesona. Kamu makin cantik Shizuka!" Gumam Alfi melihat Shizuka dengan tatapan cinta.


"Sampai kapan kita terus berdiri di sini? Entar orang mikirnya kita gak waras karena tertawa di jalanan," ucap Cika mulai berhenti tertawa.


"Kamu aja kali yang gak waras," sambung Alfi.


"Lo kok aku sih. Kamu kan juga ikut tertawa tadi," sanggah Cika.


"Halo semuanya!" Sapa Haikal yang baru saja hadir diantara mereka semua.


"Kok kamu di sini? Apakah kamu juga datang kemari bersama Alfi dan juga Cika?" Tanya Shizuka menatap Alfi dan Cika.


"Gaklah. Kami ke sini berdua," tegas Alfi.


"Saya ke sini sendirian Shizuka," jawab Haikal.


"Tapi kenapa kamu bisa kemari? Kamu ngikuti kami ya?" Tanya Alfi curiga.


"Gaklah. Saya ke sini emang ingin menjumpai Shizuka."


"Tapi kok kamu tahu keberadaan Shizuka di sini?" Tanya Alfi lagi merasa aneh.


"Sudahlah. Kamu terlalu banyak mengintrogasi Haikal. Biar ajalah dia juga di sini. Apakah kamu keberatan dia menemui Shizuka?" Ujar Cika sinis.


"Ye ada yang cemburu!" Sahut Zeexsa.


"Ayo kita ke rumah aja dulu!" Ajak Shizuka.


Alfi menatap Haikal dengan wajah curiga.

__ADS_1


"Semua orang bisa aja dia bohongi. Tidak untuk aku. Lihat aja jika dia berani membuat Shizuka berpaling dari aku," gumam Alfi yang berjalan di belakang Haikal beberapa jarak.


__ADS_2