
"Aku merindukan toko di ujung jalan itu."
"Sejak toko itu ditutup banyak warga yang membeli baju jadi di pasar-pasar. Bajunya tak semenarik yang dibuat oleh Shizuka."
"Karla, Ulvi coba lihat di sana!" Ujar Devita menunjuk mobil mewah yang baru tiba di depan toko Shizuka.
"Mereka siapa ya?" Tanya Ulvi menatap mobil mewah itu.
"Hah itu kan Shizuka!" Ucap Karla kaget.
"Dia telah kembali. Panjang umur banget Shizuka. Baru diomongin sudah datang," ujar Ulvi.
Mereka berlari mengejar Shizuka yang berdiri di depan tokonya.
"Nak Shizuka!" Sapa Karla dengan memegang kedua tangan Shizuka.
"Kamu dari mana saja nak. Kamu juga Zeexsa kenapa tidak membawa kakakmu pulang? Desa ini sepi tanpa mu nak. Terlebih setelah toko ini ditutup. Kami kesulitan memilih baju yang indah karena tak ada yang seindah jahitan tanganmu."
"Ah ibu bisa saja. Saya hanya penjahit biasa kok Bu," ucap Shizuka merendah.
"Oh ya kalian siapa ya?" Tanya Ulvi.
Alfi menjawab, " Ini pak Naoto dan istrinya Bu Mina.
"Kalian yang di stasiun kereta api itu kan?" Tanya Mina menatap Karla dan Ulvi.
Karla dan Ulvi terdiam.
"Bu Karla sejak kepergian saya apakah di desa ini tidak ada kehebohan lagi?"
"Kata siapa tidak ada nak. Desa ini telah kacau. Si Herlina sekarang telah di penjara. Sudah hampir 3 hari kalau tidak salah."
"Kenapa Bu?"
"Itu karena menyebar berita hoax nak."
"Dia pantas menerima itu Shizuka," ucap Alfi.
"Ini pasti karena saya."
"Jangan merasa bersalah begitu kak. Itu bukan salah kakak."
"Lebih baik kita sekarang ke rumah kamu Alfi. Biar kita bisa bicara dengan kedua orang tuamu."
"Iya kalian mending ke rumah Alfi saja. Mereka akan menceritakan dengan jelas masalah ini dan kami Shizuka tetap semangat ya. Jangan sedih dan gak boleh sakit karena masalah ini," ucap Karla.
"Iya nak. Masalah ini pasti akan selesai kok," ucap Ulvi.
"Ya sudah kami permisi dulu ya!" Ucap Naoto.
"Terima kasih ya Bu Karla dan Bu Ulvi. Saya permisi dulu."
Karla dan Ulvi mengangguk dan tersenyum.
Mereka masuk ke mobil. Pertiwi mulai berbicara soal kejadian di stasiun yang ia lihat adalah Karla dan Ulvi. Shizuka mencoba membuatnya melupakan kejadian itu. Pertiwi menuruti permintaan Shizuka dan ikut lega karena Shizuka tidak memiliki jiwa pendendam.
"Ma, Naoki akan pergi melanjutkan S2 di Nosae. Jadi papa harap mama bisa dampingi dia selama sebulan di sana."
"Naoki itu anaknya bapak?"
"Iya Alfi. Dia sebaya kamu juga."
"Tapi saya gak pernah bertemu dengannya."
"Iya nak. Dia tinggal dengan neneknya. Semenjak kakeknya meninggal, dia sering menginap di sana. Tapi dua hari lagi dia pulang kok."
"Pa Nosae itu kan jauh. Apakah tidak apa membiarkannya kuliah di sana?"
"Zaman sekarang itu serba gampang ma. Pesawat kan ada."
"Iya sih pa. Mama akan selesaikan dulu masalah Shizuka."
"Tidak usah repot-repot Tante. Tante gak perlu menanti masalah saya kelar."
"Udah kamu tenang saja. Naoki itu anak pemberani dan mandiri."
"Iya Shizuka," balas Naoto setuju.
"Tante akan temani Naoki setelah masalah kamu kelar. Naoki juga akan senang kalau kamu pun senang karena dia sudah meminta Tante untuk membantu kamu."
"Naoki sudah bertemu dengan Shizuka juga Bu?" Tanya Alfi.
"Sudah Alfi. Mereka bertemu pertama kali di stasiun dan di rumah juga. Naoki sempat nginap di rumah agak beberapa hari.
__ADS_1
"Oh begitu ya Bu!" Ucap Alfi lesu.
"Tenang saja nak. Naoki itu belum punya pikiran untuk menikah cepat-cepat kok," Ujar Naoto memperhatikan ekspresi Alfi yang lesu.
Alfi malu dan tingkahnya tak karuan karena Naoto menebak isi hatinya yang tak bisa kehilangan Shizuka.
"Itu rumah saya pak. Kita parkir di depan saja," ucap Alfi duluan turun saat mobil baru terhenti.
"Dia malu!" ucap Naoto tersenyum menatap kekonyolannya.
"Saya di sini saja om, Tan," ucap Shizuka diam di mobil.
"Saya juga," kata Zeexsa juga mengikuti kakaknya.
"Kenapa kalian kompak sekali? Jika kalian seperti ini kami juga gak turun dari mobil. Iya kan papa Naoki?"
"Benar ma. Mending kita pulang."
"Ya sudah kita pulang aja Tan, om," tutur Zeexsa.
"Itu ma!" Tunjuk Alfi dari dalam rumahnya.
"Hm sepertinya kita akan dipanggil masuk ke dalam. Kalian lihat anak itu. Dia membawa Mina kemari," ucap Naoto membuka pintu mobil.
"Naoto. Kok malah duduk di mobil saja. Ayo masuk."
"Ayo ma, Shizuka, Zeexsa!" Panggil Naoto seraya berjalan bergandengan dengan Alfi.
"Hai!" Sapa Pertiwi.
"Dia istrinya Naoto. Bagaimana ini? Dia pasti telah menceritakan semua kejadian itu pada Naoto. Shizuka dan Zeexsa juga masih bersamanya," gumam Mina dengan wajah pucat.
"Apakah kami bisa masuk?"
"Oh iya tentu saja," ucap Mina belepotan.
"Kau baik-baik saja? Kenapa kamu terlihat pucat?"
"Oh tidak ini saya hanya kebanyakan memikirkan kesehatan Alfi. Akhir-akhir ini saya sering gak enak badan. Itu karena kondisi Alfi yang makin memburuk. Ayo kita berbicara di dalam saja," pintanya dengan hormat kepada Pertiwi.
Pertiwi menggandeng Shizuka dan Zeexsa.
"Mana Yoman Mina?" Tanya Naoto.
"Kamu masih ingat saya?" Tanya Pertiwi.
"Oh iya saya tentu ingat. Kamu adalah istri Pak Naoto," jawab Mina tertawa.
"Dia sama saja dengan kedua ibu tadi. Penuh drama," gumam Pertiwi.
"Ada apa dengannya? Sepertinya dia mengingat pertemuan beberapa waktu yang lalu," gumam Mina menatap Yoman yang sedang mengetuk pintu.
"Assalamu'alaikum!"
"Waalaikumsalam!" Jawab Mina dan yang lainnya serentak.
"Alfi! Papa kangen kamu nak. Kamu kemana saja. Papa dan mama mu khawatir."
"Dia aman kok Yoman. Aku melihatnya di jalanan tanpa tujuan. Setelah ku ajak ngobrol, ternyata dia sedang mencari alamat seseorang. Ini kebetulan juga yang dia cari itu ada di rumahku."
"Siapa yang kamu cari ada di rumah Pak Naoto nak? Kamu mencari Naoki?"
"Buat apa?"
"Dia mencari Shizuka," Ucap Naoto melirik Shizuka.
"Segitunya kamu nak mencintai Shizuka," ucap Yoman simpati.
"Maaf pak Naoto, Bu Pertiwi kok kalian bisa menerima Shizuka dan Zeexsa di rumah kalian?" Tanya Mina.
"Oh itu karena peristiwa yang di stasiun itu Bu. Saya gak tega membiarkan mereka terlunta-lunta di jalanan. Terlebih kedua orang tua mereka tidak ada lagi."
"Ma tolong ambilkan minuman untuk mereka semua."
Mina pergi ke dapur.
"Yoman benarkah yang saya dengar. Kamu itu tidak mencari kebenaran?"
"Kebenaran apa Naoto?"
"Tentang Shizuka dan Zeexsa."
Yoman menatap Alfi, Shizuka dan Zeexsa.
__ADS_1
"Kamu sudah tahu masalah ini Naoto?"
"Iya. Kenapa kamu tidak menceritakan masalah besar ini kepadaku? Aku kan bisa membantumu."
"Pak Yoman!" Ada polisi," ujar Wiryo yang muncul tiba-tiba dan berbisik pada Yoman.
"Polisi?"
Semua orang menatap ke petugas kepolisian yang berdiri di pintu.
"Kami mendapat informasi bahwa Shizuka dan Zeexsa ada di sini. Jadi kami ke sini untuk meminta Zeexsa datang ke kantor polisi sekarang."
"Untuk apa pak?"
"Anda akan bersaksi atas tuduhan pencemaran nama baik kakak dan ibu anda khususnya."
"Tapi pak mereka baru saja kembali," ucap Pertiwi.
"Tidak apa-apa Tan. Saya boleh kok bersaksi sekarang," ucap Zeexsa.
"Ayo ikut kami!"
"Saya pergi dulu ya kak, Tante, om!"
"Hati-hati ya Zeexsa!" Ujar Shizuka.
"Kami permisi dulu Bu, pak!" Ujar kedua polisi itu.
"Kenapa kalian semua berkumpul di depan pintu?" Tanya Mina seraya memegang nampan.
"Tante saya ke kantor polisi dulu!"
"Aku temani kamu ya Shizuka!"
"Apa kalian mau ke kantor polisi? Ada apa ini Alfi?" Tanya Alfi.
"Tante dan om juga nemani kamu ya Shizuka?"
"Iya baiklah Tante."
"Kami pergi dulu ya Yoman!" Ucap Naoto bergegas ke mobilnya.
"Alfi pergi dulu pa, ma!" Ucap Alfi menyalam kedua orang tuanya.
"Iya nak. Kamu hati-hati ya."
"Iya pa."
"Alfi kamu gak usah pergi. Kamu di sini saja nak"
"Sudahlah ma. Kamu jangan melarang-larang Alfi. Kamu lihat dia sudah kembali semangat sejak bertemu dengan Shizuka. Lagian Alfi juga gak akan kena masalah karena masalah ini tidak ada hubungannya dengan dia. Alfi akan baik-baik saja," ucap Yoman melihat Alfi yang sudah pergi.
Mina hanya terdiam.
"Zeexsa kamu adalah saudara Shizuka. Maaf nak sebelumnya, Apakah kamu tahu bahwa kakakmu itu bekerja secara tidak halal?"
"Jangan berkata seperti itu pak. Saya memang saudaranya. Tapi kakak saya itu tak pernah menutupi suatu hal. Apapun itu termasuk mengenai pekerjaannya. Dia jujur pak. Kakak saya hanya penyulam biasa."
"Oke. Apakah kakak mu baru merintis usaha itu?"
"Iya pak."
"Apakah dia merintis usaha itu sendiri?"
"Tidak pak. Kami berdua bekerja sama dalam membangun usaha kecil itu."
"Baiklah sampai di sini saja dulu yang saya tanyakan. Selebihnya anda bisa hadir dalam sidang ibu Herlina. Kami akan mengabari anda saat sidangnya digelar."
"Baik pak."
"Terima kasih atas kerja samanya."
"Sama-sama pak."
"Zeexsa!" Sapa Shizuka berlari menghampiri Zeexsa yang baru saja selesai di interogasi.
"Apa kamu sudah selesai bersaksi nak?" Tanya Naoto.
"Oh ya Shizuka, kamu juga akan kami kabari nanti untuk hadir dalam persidangan," ucap polisi itu pergi meninggalkan mereka.
"Apa maksudnya?" Tanya Pertiwi.
"Maksud polisi itu Tan, Akan dilakukan sidang dalam kasus kak Shizuka dan Bu Herlina. Jadwalnya akan ditetapkan dan kita akan undang untuk hadir. Mereka akan mengirimkan undangannya pada kita nanti atau menghubungi kita."
__ADS_1
"Kasusnya makin melebar," ucap Pertiwi menatap Shizuka dan Zeexsa.