Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Andre


__ADS_3

Happy Reading.


Jam istirahat selalu digunakan Andara dan Wila untuk makan dikantin. Seperti saat ini, Wila sudah menggandeng tangan Andara untuk menyeret wanita itu makan siang di kantin kantor seperti biasanya.


"Nggak perlu gandeng-gandeng juga kali, lepasin nggak!" Ujar Andara dengan mata melotot ke arah sahabatnya itu.


Dia bukannya risih tetapi takutnya ada gosip yang nggak-nggak tentang mereka. Kan sekarang lagi marak ya?


"Iya iya, nggak usah galak-galak gitu napa?" Wila nyengir kuda.


"Ntar ada gosip tentang kita, lu mau?"


"Gosip apa?" Tanya Wila polos.


Ingin sekali Andara memukul kepala wanita sok tidak tahu ini, yang pura-pura tidak mengerti kalau keduanya pernah digosipin penyuka sesama. Saking tidak pernah ada pria yang jalan bareng mereka, sedang Andara dan Wila selalu bersama tiap waktu.


Mungkin karena itu juga sang Mama ingin Andara segera menikah, takut kalau ternyata benar putrinya belok haluan. Padahal Andara itu benar-benar normal, hanya saja dia memang belum pernah memikirkan lelaki atau mencari jodoh.


Meskipun selama beberapa bulan ini dia selalu dipusingkan dengan sang Mama yang selalu meminta nya untuk mengikuti kencan buta.

__ADS_1


Akhirnya keduanya berjalan bersesihan keluar dari ruangan mereka. Namun saat tiba di pintu tiba-tiba Andre memanggil Andara.


"Dara, mau makan siang bareng saya?" Andara dan Wila mengerutkan keningnya.


"Saya mau makan siang sama Wila, Pak. Ini kita udah mau on the way ke kantin," jawab Andara.


Andre mengusap belakang rambutnya, "oh kalau gitu saya juga mau ikut kalian ke kantin," sebenarnya Andara dan Wila merasa aneh dengan atasannya ini. Tidak biasanya dia mau gabung makan siang dikantin kantor.


Entah kemana Andre biasanya makan siang, mungkin pesan delivery atau makan di restoran dekat kantor. Jadi menurut Andara dan Wila sedikit aneh kalau Andre ikut mereka makan siang di kantin kantor.


Tanpa berpikir tidak enak, Andara dan Wila meng-iyakan ucapan Andre.


"Pak, maaf nih saya mau tanya, kok Bapak mau ikut makan bersama kami?" Tanya Wila pada Andre yang sejak tadi tidak melepaskan pandangan nya dari Andara yang sedang antri memesan.


Kan, Wila jadi berpikir jika Andre ini naksir sama Andara, tapi nggak mungkin kan? Wila menggeleng cepat.


"Memangnya kenapa? Nggak boleh?"


"Eh, bukannya gitu pak, aneh aja liat Pak Andre membaur sama bawahannya," ujar Wila di blak-blakan dan hal itu sukses membuat Andre melototkan matanya.

__ADS_1


'Duh, baru tahu kalau Wila anaknya kepo banget!' batin Andre.


Padahal Andre mendapatkan tugas dari Axelo untuk memperhatikan Andara dan menyampaikan apa saja tentang wanita itu kerjakan hari ini, sejenis mata-mata bukan sih.


Awalnya Andre terkejut mendengar permintaan sepupunya tersebut, tapi setelah mengatakan alasannya, baru Andre mengiyakan permintaan Axelo.


'Kenapa lo mau gue buat memperhatikan Andara?'


'Gue naksir sama bawahan lo, jawaban itu cukupkan buat lo tutup mulut!'


'Astaga! sejak kapan lo naksir sama karyawan lo sendiri?'


'Ck, bukan urusan lo, yang penting gue cinta sama dia!'


Andre ingin tertawa ketika mendengar jawaban Axelo yang ketus ketika mengatakan jika dia cinta dengan seorang wanita.


Siapa yang tidak tahu dengan kiprah Axelo dengan wanita, lelaki itu hampir tidak pernah jalan bersama seorang wanita sejak dulu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2