Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
BAB 65 ( Season 2 )


__ADS_3

Happy Reading.


"Dian, tadi siapa cewek yang lo tabrak itu? Sombong amat!" Gadis yang bernama Dian hanya mengedikkan kedua bahunya.


"Mungkin dia kesal karena gue tabrak, biarin aja lah," ujar Dian. "Oh ya May, nanti sore gue ke butik ya," lanjutnya.


"Oke deh, bareng Eva sekalian!"


Akhirnya kedua gadis itu berjalan keluar dari kampus sambil bercengkerama.


Sore ini Dian, Maya dan Eva sedang berada di Butik Dea's Collection. Butik milik Ibunya Maya dan Eva yang berada di jalan yang terkenal di kota, sebuah kawasan yang cukup ramai.


Dian memang berencana bekerja di butik tersebut. Selain membantu Tante nya, dikarenakan butik milik Tante Dea itu memang membutuhkan tenaga baru.


Butik tersebut sekarang sedang ramai dan banyak pelanggan yang meminta pesanan baju-baju yang berkualitas.


Karena butik Tante Dea termasuk butik yang menjual pakaian bagus dan berkualitas tinggi di kota itu. Butik itu ada 4 karyawan, Maya dan Eva memang sering ke butik itu untuk membantu.


Saat ini mereka berada di lantai dua, disitu ada dua ruangan dan sebuah sofa untuk mereka beristirahat.


"Guys, gue laper nie," ucap Maya


"Iya, gue juga. Beli makanan yukk," ajak Eva yang di angguki oleh Dian.


Ahirnya mereka memutuskan untuk membeli makanan direstoran sebrang jalan. Karena lokasi yang tidak jauh juga makanan yang enak dan tentunya murah.


"Lo mau pesen apa Di?" tanya Maya setelah mereka berada didalam restoran itu.


"Samain kalian aja deh, gue gak pilih-pilih kok soal makanan," jawab Dian.


"Oke deh, lo sama kan Va?"


"Iyes, samain sama minumannya sekalian."


Akhirnya setelah memesan makanan. Dian minta izin untuk pergi ke toilet.


Dia memang sudah nahan dari tadi. Setelah menyelesaikan tugasnya di toilet, akhirnya Dian keluar dari dalam toilet.


Bruukkk, klotekk!


"Aduh, maaf saya tidak sengaja," ucap Dian merasa tidak enak karena menubruk seseorang sampai Handphone milik orang itu terjatuh.


Dian pun berjongkok mengambil Handphone milik seorang lelaki tersebut. Tetapi pada saat bersamaan lelaki itu juga mau mengambil hp miliknya. Alhasil tangan mereka pun bersentuhan.


"Eh maaf," ucap lelaki itu karena tidak sengaja menyentuh tangan Dian.


"Eh,, enggak apa-apa, seharusnya aku yang meminta maaf karena udah nabrak kamu sampai Handphone kamu jatuh, tapi Handphone nya gak apa-apa kan? kalau ada yang rusak aku mau tanggung jawab kok." Jawab Dian panjang lebar karena merasa tidak enak pada lelaki itu.


Lelaki tersebut tersenyum sambil terus memandang wajah khawatir Dian karena merasa bersalah. Padahal Handphone nya tidak ada yang rusak.


'Cantik banget sih!'


"Ehemmm, kalau gitu aku mau kamu tanggung jawab," ucap lelaki itu tersenyum.


'Sebaiknya gue manfaatin situasi ini, gue harus bisa dapetin nomer gadis ini'


Dian sedikit terkejut, tapi akhirnya dua mengangguk karena merasa bersalah.


"Baiklah, aku akan mengganti Handphone kamu itu, atau aku kasih kamu uang aja gimana?" tawar Dian.


"Emmm boleh aku pinjam Handphone kamu?" Tanya lelaki itu sambil tersenyum.


"Owh iya silahkan," jawab Dian mengambil Handphone di saku celananya dan menyerahkan pada lelaki itu.


"Minta sidik jarinya donk! Buat buka layarnya!"

__ADS_1


'Aduh dia mau apain ponselku, sih!' batin Dian.


Akhirnya dia membuka ponselnya dengan menggunakan sidik jarinya.


Setelah layar ponsel Dian terbuka, dengan cekatan lelaki itu mendial nomer nya di ponsel milik Dian, dan seketika ponsel miliknya berdering.


"Nih ponselnya ku balikin, kamu tanggung jawab nya dengan nomer kamu aja udah cukup kok, nama gue Bily, nama lo siapa?" Tanya lelaki itu yang ternyata Bily sahabat dari Arie sambil menyerahkan ponsel Dian kembali.


"Owh,, namaku Dian," jawab gadis itu masih nge-blank karena belum paham dengan situasi yang terjadi.


"Save nomerku ya, nanti aku call," ucap Bily sambil berlalu dari hadapan Dian dengan tersenyum senang.


"Orang itu apaan sih, gaje banget!"


Setelah itu Dian kembali ke meja dimana Maya dan Eva sedang menunggu pesanan makan.


"Kak Dian lama banget sih, tadi lo bicara sama siapa kak?" Tanya Eva yang melihat kejadian Dian ngobrol dengan seorang cowok. Karena memang kejadian itu tidak jauh dari meja mereka.


"Ow itu, gue tadi gak sengaja nabrak seseorang sampai ponselnya jatuh, terus dia minta nomer gue sebagai ganti tanggung jawab, aneh kan?" jawab Dian.


"Bukan kah itu tadi Bily ya, cowok yang terkenal playboy itu, dia anak dari pemilik restoran ini," kata Maya yang ternyata mengenal Bily.


Sebelum Dian berucap tiba tiba pesanan mereka datang. Akhirnya mereka segera makan karena sudah menahan lapar dari tadi.


Disisi lain.


Bily masih melihat kearah Dian, entah apa yang dipikirkan lelaki tersebut. Hanya saja Bily tertarik dengan gadis cantik yang bernama Dian itu.


****


"Aduh kenyang banget, makanan disini memang terkenal enak dan murah," ujar Eva yang telah selesai menghabiskan makanannya. Dian dan Maya pun telah selesai makan.


"Ho oh, emang disini tuh enak-enak makanannya."


"Memang kenapa dengan Bily May?" tanya Dian yang mulai penasaran.


"Bily itu tampan dan terkenal banyak cewek nya, gue rasa dia mau jadiin lo target selanjutnya deh Di," jawab Maya.


"Target apaan sih?" Gerutu Dian.


"Apa kak Bily suka sama kak Dian, secara kak Dian kan cantik." Ucap Eva yang langsung mendapat lirikan dari Dian.


"Kalian ini bicara apa sih, ketemu juga barusan masa udah suka begitu," jawab Dian yang merasa aneh dengan ucapan Eva dan Maya.


"Ya mungkin saja Bily mau menjadikan Dian pacar selanjutnya, kalau menurut gue sih gak apa-apa Di, kalau ternyata dia tertarik sama lo. Dia kan termasuk cowok terkenal dan juga kaya," ucap Maya sambil tergelak.


"Kalian berdua ngomong aneh deh. Udah mendingan kita bayar makanannya, terus pulang yuk, gue capek pengen istirahat. Lagian gue mulai kerja di butik kalian kan besok," jawab Dian sambil berjalan ke arah kasir untuk membayar makanannya.


"Eh Dian, biar gue yang bayar," ujar Maya mengejar Dian ke kasir.


Setelah tiba di kasir ternyata makanan yg mereka pesan sudah di bayarkan oleh seseorang. Kata pegawai kasir ada orang yang telah membayarkan makanan mereka. Tapi petugas kasir itu tidak mau mengatakan siapa yang telah membayarnya.


Alhasil mereka pun pulang dengan berbagai pertanyaan di kepala mereka. Setelah sampai di depan butik, Maya langsung mengambil mobil nya di parkiran. Setelah itu mereka bertiga pulang menuju rumahnya.


*****


Axelo bertemu sahabat lamanya semasa kuliah dulu, mereka menghadiri acara pesta pernikahan salah satu koleganya.


"Wah, Axelo Airlangga, ternyata semakin tua seorang Axel ini semakin tampan saja," ujar pria plontos itu.


"Johan Setiawan, kenapa kamu semakin tua semakin habis rambutnya!" Kedua orang dewasa mendekati tua itu tertawa bersama.


"Perkenalkan ini istriku tercinta, namanya Andara, dan sayang, dia ini Johan, teman masa kuliah di Aussie dulu, kami sama-sama dari Indonesia dan sempat tinggal satu apartemen karena Ayah memblokir kartuku," ujar Axelo terkekeh.


"Andara," ujar Andara memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Johan, sahabat baiknya Axel," ketiganya berbincang dan para pria menceritakan masa lalu mereka.


"Jadi anakku kuliah di sini dan dia tinggal bersama pamannya, namanya Dian, dia pindahan dari Jogja," ujar Johan.


"Putraku juga masih kuliah, mungkin usia mereka sama, kapan-kapan kita saling makan dan berkumpul, gimana?" Ujar Axelo.


"Tapi sepertinya aku tidak akan lama di sini, aku harus kembali ke Jogja, kebunku tidak bisa ditinggal lama-lama," jawab Johan tertawa.


Setelah sedikit bercakap-cakap akhirnya Axelo dan Andara memutuskan untuk pulang. Axel tidak kembali ke perusahaan karena semua sudah dia limpahkan pada Farel, yang kini semakin menjadi orang kepercayaan Axelo.


"Mas, apa mas nggak merasa jika Tiya sedikit bertingkah aneh pada Arie?" Tanya Andara.


"Bertingkah aneh gimana sayang?"


"Ya, tingkahnya itu seperti orang suka sama seorang pria dan bukan rasa sayang terhadap sepupunya," Axelo terkekeh mendengar ucapan dari istrinya itu.


"Jangan sampai terjadi lagi masalah seperti masalah yang ku buat dulu, cukup skandal itu dan jangan sampai ada lagi, tapi menurutku Arie tidak mungkin seperti itu, bukankah dia sudah memiliki kekasih?"


"Iya, namanya Serli, tapi entah kenapa aku tidak terlalu suka saka dia mas," ujar Andara.


"Kalau kamu nggak suka sama kekasih Arie, pasti ada alasannya kan?" Tanya Axelo.


"Entahlah mas, Arie pasti tahu mana yang baik untuknya dan bukan."


****


Sementara di sisi lain.


Dian sampai dirumah Maya dan Eva. Btw Maya adalah kakaknya Eva, anak dari Dea dan Anan. Adik dari Johan Setiawan.


Ketiga cewek ini masih berdebat tentang siapa yang membayarkan makanan di restoran tadi.


"Mungkin saja yang membayar makanan kita tadi Bily deh, kayaknya beneran suka sama lo Di," ucap Maya yang telah tiba diruang tamu sambil duduk di sofa.


"Entahlah, gue juga gak tau, aneh aja kan baru pertama lihat masa langsung suka." Jawab Dian sambil ikut duduk disebelah Maya.


Drrtt!


Tiba-tiba ponsel Dian berbunyi, ada nomer tidak dikenal menelpon.


Dian yang tidak merasa curiga akhirnya menelepon.


"Halo!"


"Hai, ini gue Bily, lo sudah sampai rumah ya? jangan lupa save nomer gue ya?" Jawab seorang di seberang telepon yang ternyata itu adalah Bily.


Dian sedikit terkejut sebenarnya, karena cowok itu cepat sekali menghubungi.


"Oh hai, iya gue udah dirumah. Baiklah nanti gue save nomer lo." Jawab Dian dengan bahasa yang tidak formal.


"Simpan nya sekarang ya, jangan nanti."


"Ehmm ... baiklah, ya udah gue mau istirahat dulu, bye!"


Dian mematikan telepon nya sepihak. Maya dan Eva menatap Dian dengan mata yang memicing.


"Tuh kan, si Bily emang mengincar lo Di, gue dukung deh, jangan lupa pajak jadian nya nanti," ucap Maya sambil berlari meninggalkan Dian diruang sofa menuju kelantai atas. Sedangkan Eva sudah masuk kamar dari tadi.


'Siapa juga yang mau jadi pacarnya Bily, dasar Maya sok-sok nyomblangin. Padahal gak tau juga si Bily beneran suka apa gak.' Batin Dian.


Kemudian Dian langsung masuk ke kamarnya untuk mandi. Karena cuaca Jakarta yang lumayan panas membuatnya gerah seharian dan hari pun sudah beranjak petang.


Bersambung.


Dari sini sudah ada yang paham belum siapa yang nanti jadi pasangan Arie??

__ADS_1


__ADS_2