Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Episode 87


__ADS_3

Sebelumnya maaf jika masih banyak typo 🙏🙏


Happy Reading.


"Hai sayang, kenapa tidak mengabari kalau mau datang kesini?" tanya Dian yang sudah duduk disamping kekasihnya itu.


"Cowok tadi siapa yank? kenapa kalian tampak akrab dan sepertinya aku pernah melihatnya?" tanya Arie yang masih melirik ke arah pintu keluar.


"Tentu saja kamu pernah melihatnya, dia satu universitas dengan mu, tapi beda jurusan. nama nya Enzi, Mamanya pelanggan dibutik ini dan dia mengambil pesanan baju untuk nya dan mamanya," jawab Dian panjang lebar.


" Aku gak suka lihat kamu akrab banget sama dia ya," ucap Arie merasa cemburu.


" Emang kenapa yank? aku juga gak begitu akrab kok sama dia," ucap Dian bingung


" Tapi tatapan nya itu yank, dia suka sama kamu, aku lihat tadi dia menatapmu dengan perasaan," jawan Arie cemberut.


"Hahaha, kamu ini ada-ada aja, yang pentingkan aku gak suka sama dia. Eh itu apa yang kamu bawa?" tunjuk Dian pada buket bunga yang di bawa kekasihnya.


"Ini bunga untuk kamu," ucap Arie menyerahkan bunga mawar putihnya.


"Terima kasih," jawab Dian tersenyum senang. Dia menghirup bunga yang menjadi favoritnya itu.


"Aku juga mau memilihkan baju yang bagus untuk acara wisuda buat kamu, karena kamu harus datang ke wisuda ku yank, Bunda sama Ayah tidak bisa datang karena masih di Amerika," ucap Arie.


" Aku sudah punya kebaya yang bagus kok, nanti aku akan datang, kamu tenang aja ya," jawab Dian.


" Ah padahal aku ingin memilihkan nya untuk mu, tapi tidak apa-apa kalau kamu memang punya pilihan sendiri."


"Setelah butik tutup ayo kita jalan-jalan, sudah lama gak jalan bareng," pinta Dian.

__ADS_1


"Tadinya aku memang mau mengajak kamu keluar, ya sudah sana siap-siap dulu. Bentar lagi butik juga tutup kan?" Dian mengangguk.


"Ya sudah, aku ke atas dulu ya, siap-siap," ucap Dian. Kemudian dia berlalu menuju tangga untuk naik ke lantai atas.


Arie masih setia menunggu di sofa. Dia sudah tidak sabar ingin bersama sang kekasih.


****


Malam ini Arie dan Dian sedang berada di taman, mereka baru saja makan malam dipinggir jalan dengan tempat lesehan.


"Yank, aku mau tanya sesuatu?" Dian ingin menanyakan hal yang selama ini mengusik hatinya.


"Mau tanya apa?" tanya Arie yang dari tadi memegang tangan Dian dan tidak melepaskan nya sama sekali.


"Soal Tiya," jawab Dian.


" Kenapa kamu bahas dia lagi, bukan kah sudah tidak ada yang perlu dibicarakan. Dia sudah mengakui semuanya di depan ku. lagian semenjak saat itu dia sudah tidak tinggal dirumahku lagi, aku pun sudah tidak peduli..!!" jawab Arie yang menjadi dingin.


"Beberapa bulan yang lalu aku bertemu dengan nya. Dia mengatakan hal yang sebaliknya," ucap Dian yang sama-sama menjadi dingin.


"Dia ngomong apa yank? dia mengakui perbuatanya kan kalau dia hanya menjebak ku?" tanya Arie penasaran.


" Tiya mengatakan kalau kalian sering making love, karena kalian serumah dan kamu bahkan sering mengajaknya tiap malam," jawab Dian dengan sedikit bergetar.


Rasanya sakit sekali mengatakan itu, tapi dia harus mendapat jawaban nya dari Arie.


"Brengsekk, dia telah menfitnahku!! akan aku beri pelajaran dia..!!" teriak Arie tidak terima karena telah di tuduh yang tidak-tidak.


"Yank, tenang dulu! aku hanya butuh kejujuran mu!" ucap Dian dengan memegang lengan Arie. Memberikan ketenangan agar emosi Arie redam.

__ADS_1


"Apa kamu tidak percaya padaku yank?? apa kamu lebih percaya dengan si brengsekk itu??"


"Tentu saja aku percaya padamu, tapi dengan kenyataan bahwa aku pernah melihat kamu tidur dengan nya...."


"Cukup yank ... ! aku akan bawa Tiya ke hadapan mu, dia harus mengatakan hal yang sebenarnya. Karena dia telah memfitnahku..!"


Dian hanya menghela nafas kasar. Dia juga sebenarnya tidak terlalu percaya dengan ucapan Tiya.


"Baiklah, aku percaya padamu. Lebih baik kita pulang sekarang," Dian beranjak karena tidak mau berdebat dengan Arie. Cukup Arie berkata jujur saja itu sudah membuat nya bahagia.


"Kamu memang harus percaya padaku karena aku tidak pernah melakukan semua itu yank, sumpah demi apapun, aku belum pernah berhubungan intim dengan siapapun yank, aku hanya akan menyerahkan perjaka ku hanya untuk istri ku, yaitu kamu," ucap Arie sambil membawa Dian ke pelukan nya.


Dian bersemu merah mendengar Arie mengatakan hal yang sungguh mes*m menurutnya.


"Dasar gombal!" Dian memukul dada Arie.


"Beneran sumpah yank!"


"Udah Ah, anterin aku pulang sekarang."


"Cium dulu," ucap Arie memoyongkan bibirnya.


"Apaan sih yank..! dasar mesuumm"


Arie berhasil menyambar bibir kekasih nya itu. Dia sedikit lega karena Dian percaya padanya. Tapi dia berjanji akan membuat perhitungan dengan Tiya. Lihat saja!


Bersambung.....


Jangan lupa dukungan nya ya kakak2 sayang 😍 😘 like dan vote nya biar aku makin semangat 😊 😍 💞 Terimakasih 😘

__ADS_1


__ADS_2