
Happy Reading.
Serli terpaku memandangi Dian yang tengah tersenyum kepada Arie. Lalu dia beralih memandang mantan kekasih nya tersebut.
Apa maksudnya ini? kenapa Dian memanggil Arie dengan sebutan sayang??
Arie hanya tersenyum melihat kebingungan Serli. Kemudian dia menghampiri Dian dan merangkul pundak wanita itu. Dian terkejut dengan sikap Arie yang tiba-tiba merangkul nya. Serli masih dalam mode bingung.
"Hai Ser, apa kabar? kenalin ini Dian, kekasih gue," ucap Arie menjawab kebingungan mantannya itu. Serli terkejut dengan pengakuan Arie.
"Kalian saling kenal?" Dian balik bertanya.
"Tentu saja kita kenal, bahkan pernah sangat dekat," jawab Serli dengan tersenyum miris.
Sungguh dia tidak percaya jika Arie ternyata sudah menemukan penggantinya secepat ini.
Setelah itu dia pergi berlalu dari butik dan langsung masuk ke dalam mobil. Serli melajukan mobil nya kencang. Dia bahkan mencengkram setir dengan kuat.
"Ternyata Arie telah mendapatkan penggantiku, bahkan wanita itu sangat cantik. hatiku sakit tuhan!" Serli memukul dada nya yang sesak. Tidak bisa dipungkiri meskipun dia sudah memilih Aldo tetapi masih ada sedikit rasa untuk sang mantan.
"Apa benar kamu tidak pernah mencintaiku?" Serli menangis, air matanya tidak bisa ditahannya. Sungguh dia masih menyisakan rasa untuk Arie
Sedangkan di butik, Arie menjelaskan kepada Dian bahwa Serli itu adalah mantan kekasihnya.
"Pantas saja aku merasa gak asing dengan namanya, ternyata dia yang namanya Serli, mantan mu ... sangat cantik," ucap Dian sendu, dia tiba-tiba merasa tidak percaya diri karena mantan Arie secantik dan seimut itu.
Arie merangkul bahu Dian dan mendekapnya, "kamu melebihi apapun, sayang!"
"Kenapa kamu mutusin dia, Serli cantik sepertinya dia juga wanita baik-baik?" tanya Dian.
"Bukan aku yang mutusin, tapi dia. Kayaknya dia udah punya cowok lain, tapi aku memang udah gak ada rasa sama dia semenjak kamu hadir." Arie mengusap pipi Dian, kemudian dia mendaratkan bibir nya ke bibir pink itu.
Mereka masih berada di dalam mobil diparkiran butik. Berciuman mesra dan dalam, mudah-mudahan tidak ada yang melihat adegan itu
Setelah berciuman barulah Arie menancapkan gas dan mengantar Dian pulang. Dasar ya, cowok sekarang pasti nggak mampu menahan diri.
Dian menoleh ke arah Arie, "sayang, kamu beneran udah nggak ada rasa sama Serli?"
Arie seketika menoleh, dia menggenggam tangan kekasihnya itu dah mencium punggung tangan. "Aku nggak akan meminta kamu percaya atau enggak sayang, tapi jujur sebenarnya aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini untuk para mantan-mantanku, dan hanya sama kamu aku bisa merasakan perasaan seperti ini, jantung ku selalu berdetak tidak karuan, aku yakin jika benar-benar cinta sama kamu yank!"
Dian tersenyum dan mengangguk, "iya,, aku percaya!"
*****
Serli dan Aldo berada di sebuah restoran, mereka telah menghabiskan makan malam nya. Serli masih terlihat murung dengan kejadian sore tadi di butik tante Dea. Setelah beberapa bulan putus dari Arie, dia tidak menyangka bahwa masih ada perasaan yang menusuk dihatinya kala melihat mantannya merangkul wanita lain.
"Lo kenapa yank, kok dari tadi diem aja?" tanya Aldo membelai rambut Serli.
"Ehm gue gpp. Al.. loe tahu gak kalau Arie udah punya cewek?"
Aldo mengerutkan keningnya. Apa Serli udah tahu tentang Dian. Batin Aldo.
"Gue gak tahu, lagian sudah bukan urusan kita lagi kan kalau dia punya cewek atau enggak?" jawab Aldo sedikit berbohong.
"Cewek nya namanya Dian, gue belum pernah lihat dia. Baru tadi sore gue kenalan sama dia di butik tante Dea dan ternyata dia adalah kekasih Arie." Cerita Serli.
Aldo meremas jemari Serli, dia menguatkan kekasihnya tersebut. Serli yang diperlakukan seperti itu tiba-tiba sadar dengan kelakuannya.
Memang tidak seharusnya dia bersikap seperti itu. Tangan Serli yang satunya meraih tangan Aldo. Dia genggam tangan itu dengan lembut.
"Maaf Al, gue gak bermaksud..."
"Ssttt sudah gak usah dijelasin, aku paham dengan situasi nya," kata Aldo dengan menaruh telunjuk nya dibibir gadis itu.
Serli jadi semakin merasa tidak enak, padahal ada Aldo lelaki yang pada saat dia terpuruk selalu ada untuk nya.
"Terimakasih Al," ucap Serli lembut dan tersenyum.
"Iya gak apa-apa, aku tahu kamu masih terkejut dan merasa ada sedikit sakit tentunya, tapi ingat Ser selalu ada gue Buat loe bersandar," ucap Aldo.
Mata Serli sudah berkaca-kaca. Aldo memang lelaki yang baik dan selalu memberi kenyamanan pada saat dia membutuhkan. Dia memutuskan untuk mencintai laki-laki di depan nya ini.
Serli tidak perlu mencari pria lain diluar sana karena sudah ada Aldo yang selalu setia menemaninya. Kebimbangan dan kesediaan Serli menguap begitu saja saat melihat senyum tulus Aldo.
"Al, gue sayang elo." Ujar Serli.
Aldo tahu bagaimana perasaan Serli, tapi dia akan tegaskan jika dirinya adalah pria yang cocok untuk Serli.
"Gue juga sayang lo Ser," balas Aldo tersenyum.
Akhirnya mereka berdua tersenyum dengan jari masih saling ditautkan.
Setelah itu mereka memutuskan untuk segera pulang. Pada saat mereka akan memasuki mobil, Serli melihat orang yang dikenal turun dari dalam sebuah mobil tidak jauh dari situ.
Seorang wanita yang berjalan merangkul lengan seorang pria yang pergi menuju restoran tersebut. Namun pria yang bersamanya sama sekali tidak dia kenal.
__ADS_1
"Bukankah itu Tiya? dia bersama dengan siapa?" Gumam Serli.
Aldo mengikuti arah pandang kekasihnya itu dan melihat punggung Tiya dan pria asing.
"Entahlah, mungkin kekasih nya. Itu bukan urusan kita sayang, sebaik nya kita pulang," jawab Aldo membuka pintu mobil untuk Serli.
Serli hanya mengangguk kemudian masuk, dia masih ingat dengan Tiya, wanita yang selalu berdebat dengan nya ketika masih menjadi kekasih Arie. Aldo masuk mobil dan langsung menghidupkan nya.
setelah itu mobil pun melaju meninggalkan parkiran restoran tersebut.
****
Beberapa hari kemudian.
Malam ini adalah malam yang di nanti Aldo dan Serli. Disebuah ballroom hotel yang sudah disulap menjadi sebuah party ala anak muda mereka mengadakan pesta.
Semua telah datang dengan pasangan masing-masing, begitu juga Dian dan Arie. mereka berjalan beriringan dengan semua mata yang melihat ke arah mereka.
Arie sang idola kampus menggandeng lengan seorang wanita yang sangat cantik. Rencananya memang malam ini, Arie dan Dian akan mengumumkan hubungan mereka.
"Siapa wanita itu. cantik banget..."
"Pantes arie berpaling..."
"Pasangan yang serasi!"
Berbagai bisikan menghampiri telinga mereka. Bily sangat terkejut melihat siapa yang datang bersama Arie.
'Dian!' batin Bily.
Sungguh sudah lama dia tidak melihat wajah cantik itu, dan sekarang kenapa Dian bersama Arie?
"Hai, Bil,, kenalin ini kekasih gue, namanya Dian," ucap Arie memperkenalkan Dian, meskipun sebetulnya mereka sudah saling kenal.
"Hai Bil, apa kabar?" sapa Dian.
"Eh ka-kabar ku baik," jawab Bily gugup. Jantungnya masih berdebar-debar saat melihat Dian.
"Hai, kamu istri nya Bily kan, masih ingat aku, yang datang di acara pernikahan kalian?" ucap Dian pada Desy.
"Tentu saja aku ingat," jawab Desy sambil menyalami Dian.
Mereka sedikit bercengkrama dan menceritakan bagaimana kisah perjalanan cinta mereka.
Dian melihat Aldo dan Serli berjalan ke arah mereka. "Ayo kita sapa tuan rumah dulu," ujar Dian menarik lengan Arie. Mereka mendekati Aldo dan Serli yang nampak serasi malam ini.
Serli tersenyum ke Arah Aldo. Dia memastikan bahwa hatinya sudah baik-baik saja melihat Arie dengan kekasihnya yang baru. Wanita yang menggantikan posisi dirinya di hati Arie.
Meskipun menurut Serli, perlakuan Arie sedikit berbeda, nampak tulus dan sayang.
Arie dan Dian menghampiri ke dua pasangan tersebut.
"Hai Al, Selamat ulang tahun ya. Semoga sehat selalu," Dian menyerahkan hadiah untuk Aldo.
"Terima kasih Dian, kok repot-repot sih," ujar Aldo mengambil kado tersebut. "Nggak repot kok."
"Ini juga hadiah dari gue bro, Selamat ulang tahun ya," ucap Arie.
Serli merasa bingung karena Aldo ternyata sudah mengenal Dian.
"Apa aku melewatkan sesuatu, kenapa semuanya kenal sama Dian? kamu juga ternyata udah kenal yank, padahal aku baru mau ngenalin teman baru aku ini sama kamu, tapi ternyata kalian sudah saling mengenal." ucap Serli cemberut.
"Iya ser, bahkan aku lebih kenal Aldo duluan dari pada Arie. Tapi kita cuma pernah menyapa sekali," jawab Dian.
"Tuch kan bener, aku melewatkan sesuatu." ucap Serli mengerucutkan bibirnya.
Bily dan Desy menghampiri mereka.
"Wah,, wah,, sepertinya kita bertiga sudah punya pasangan masing-masing ya?" ucap Bily merangkul istrinya.
"Iya, betul!" Jawab Aldo dan Arie kompak.
"Nanti ng-date bareng bertiga gimana?"
"Boleh juga, terus kita bertukar pasangan!' ujar Bily yang langsung mendapat tonyoran di kepalanya oleh Aldo dan Arie.
Mereka semua tertawa bersama, sepertinya semua nya sudah move on dan mendapat penggati masing-masing.
Tapi dari sudut ruangan ada seorang wanita yang melihat semuanya dengan geram. Dia mengepalkan kedua tangan nya menahan marah.
"Lihat saja kebahagiaan kalian tidak akan lama lagi!" batin wanita tersebut.
Ya, dia adalah Tiya, semakin mendekati hari di mana dia akan membuat segalanya berubah. Kemudian tidak lama setelah itu acara inti pun dimulai. Potong kue dan tiup lilin juga sudah. lalu selanjutnya Aldo memperkenalkan Serli sebagai kekasih sekaligus calon tunangan nya.
"Aku dan Serli akan melangsungkan pernikahan setelah selesai kuliah, jadi mohon doanya agar hubungan kami langgeng sampai ke jenjang pernikahan!" Ujar Aldo.
__ADS_1
Semua yang berada disitu bersorak senang dan mengucapkan selamat kepada pasangan tersebut. Tidak lupa meng-Aamini keinginan kedua pasangan tersebut.
Selanjutnya acara makan-makan yang sudah disediakan secara prasmanan, tersedia berbagai macam makanan dan minuman mahal yang dihidangkan oleh koki terkenal.
Arie dan Dian juga sedang menikmati makanan nya. Keduanya bahkan tidak malu suap-suapan di depan umum.
Banyak yang mengidolakan pasangan ini dan berharap agar segera sampai ke jenjang pernikahan.
Setelah selesai acara makan-makan mereka semua mengadakan dansa dan joget-joget dengan alunan musik DJ yang hadir.
Pramusaji mengeluarkan nampan yang diatasnya ada berbagai macam minuman. sementara itu Serli mengajak Dian dan Desy mengobrol.
Ternyata mereka mempunyai kecocokan satu sama lain. Jadi tidak sulit untuk membuat mereka akrab, bahkan hobi Dian dan Desy sama yaitu suka dengan Drakor.
Sedangkan di sisi lain, Tiya membawa 2 gelas minuman dan menghampiri Arie.
Diapun memberikan satu gelas kepada sepupunya itu. Arie yang sedang ikut mengobrol pun seketika kaget dengan kehadiran Tiya.
"Ini minuman buat lo Rie."
"Eh makasih Tiya, tapi tadi gue udah minum, gak mau banyak-banyak karena nanti nyetir," jawab Arie menolak gelas yang disodorkan untuknya
"Lo gak hargai banget sih, cuma segelas ini gak kan bikin Lo mabuk." Tiya memaksa.
"Okeh deh, gue minum," jawab Arie sambil mengambil minuman itu
"Oh ya rie, nanti gue nebeng ya, soalnya tadi mobil gue di bengkel, kesini aja naik taxi," ucap Tiya dengan memohon.
"Oke deh, lagian kita juga serumah," jawab Arie.
Tidak lama setelah itu Arie merasakan sesuatu yang aneh di tubuh nya. tiba-tiba kepalanya pusing dan sangat berat.
Tiya yang mengetahui situasinya pun langsung menggandeng lengan Arie dan membawa nya keluar dari tempat itu.
Sedangkan yang lain tidak mengetahuinya karena suasana yang riuh, dentum musik yang keras dan ditambah lampu yang berkedip temaram, tempat itu benar-benar disulap menjadi sebuah diskotik dadakan, untung ruangan nya kedap suara.
Dian merasa sudah cukup larut malam, dia mencari keberadaan kekasih nya, tetapi tidak menemukan. Setelah di telfon pun nomer Arie tidak aktif. Dian bertanya kepada teman-teman nya tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaan Arie.
Aldo dan Bily pun tidak tahu, terakhir mereka melihat Arie bersama tiya.
"Coba lo telfon tiya Di," ucap Bily.
"Tapi aku gak tahu nomer telfon nya," jawab Dian resah.
"Gue punya nomer Tiya, lo telfon aja pake no gue," Aldo memberikan telfon nya kepada Dian
Dian menerimanya dan setelah itu dewi menekan tombol memanggil. 2 kali panggilan tidak di jawab, belum menyerah dipanggilan ke 3 ahirnya tiya mengangkat telfonya.
"hallo.."
"hallo Tiya, ini Dian. kamu lihat Arie gak?"
"Owh arie udah pulang bareng gue, tadi dia bilang kepala nya sakit terus suruh gue anterin pulang karena kebetulan gue juga gak bawa mobil"
"Apa!! pulang?? kok gak bilang sama aku sih"
"Nggak tahu, dia juga mabuk berat."
Dian terdiam sebentar.
"Owh ya dah kalau gitu."
"Oke!"
tutt
Dian mematikan telfonnya, lalu dia mengembalikan hp milik Aldo.
"Tiya bilang kalau tadi Arie udah pulang bareng dia," ucap Dian dengan wajah murung.
"Apa?? Arie udah pulang? masa dia ninggalin lo Di!" Aldo berteriak
"Iya gak mungkin kayak nya kalau gak ada apa-apa sely menimpali.
"Seperti nya ada yang gak beres deh," ucap Bily
"Maksud kalian apa?" tanya Dian penasaran.
Mereka bertiga saling berpandangan. sedangkan Dian dan Desy hanya diam bingung tidak tahu apa-apa. Yang jelas Dian sedikit kecewa karena Arie meninggalkan dirinya tanpa berpamitan.
'Apa segitu penting nya Tiya itu buat mu rie, kamu selalu ngutamain dia dari pada aku..
apa aku salah kalau aku sidikit curiga?'
bersambung....
__ADS_1
minta dukungan nya kakak-kakak sayang. jangan lupa like dan vote nya ya. Terimakasih 😘 😍😊