Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Menghadapi Ayah


__ADS_3

Happy Reading.


Andara menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, dia harus menguatkan hati dan juga jiwanya saat akan masuk ke dalam rumahnya. Andara tahu jika Ayahnya masih ada di dalam dan sepertinya keputusan ibunya adalah kembali rujuk. Andara tahu jika selama ini sang ibu sangat merindukan ayahnya, bahkan mungkin masih menunggu Ayahnya kembali. Sekarang keinginan ibunya terwujud, ibunya begitu senang sekaligus sedih.


Apakah seperti itu kekuatan cinta, bisa membuat orang yang telah dikecewakan begitu dalam kembali luluh hanya karena rasa itu masih tersisa.


Sungguh Andara tidak tahu harus bagaimana lagi, dia sudah berusaha untuk ikhlas dengan keinginan ibunya, tapi entah kenapa dia begitu sulit untuk memaafkan sang Ayah.


Mungkin wajar jika cinta Ibunya tidak bisa hilang, buktinya sang ibu masih menyendiri hingga sekarang. Wanita paruh baya yang masih cantik di usianya yang tidak muda lagi itu tidak pernah mau dekat dengan laki-laki lain.


Jadi apakah benar jika ibunya menunggu sang Ayah kembali? Kenapa tiba-tiba rasanya Andara ingin menangis mengingat perjalanan kisah cinta sang ibu yang begitu tragis. Ternyata memang ada orang yang menjaga cintanya mungkin sampai mati jika cinta itu tidak kembali.


Andara menggeleng cepat, rasanya dadanya penuh dan sesak, dia tidak bisa egois, tapi dia juga tidak siap jika harus menerima kembali sang Ayah.

__ADS_1


Sebuah tangan besar menggenggam tangannya yang terasa dingin. Andara menoleh ke arah samping dan melihat Axelo yang tersenyum ke arahnya.


"Ayo, ada aku, jangan takut," bisik Axelo.


"Aku tidak takut, tapi malas untuk masuk ke dalam!" Jawab Andara ketus.


Sejak siang tadi wanita itu memang terlihat galak, apalagi saat tahu jika Axelo memecatnya secara tiba-tiba. Dan itu beneran bukan hanya bercanda. Axelo memang tidak main-main dengan ucapannya, Andara hanya harus memilih menjadi sekretaris nya ataukah di pecat saat itu juga.


"Kamu lagi Pms ya? Dari tadi marah-marah mulu," ujar Axelo mencubit pipi Andara.


"Eits,, tunggu! Tadi kamu janji akan pulang dan meminta penjelasan dari Papa, kamu janji akan mendengarkan alasan Papa yang sebenarnya," Axelo menarik Andara hingga tubuh Andara berada di dalam dekapannya.


"Tahan emosi, kamu harus bisa menghadapi ini, aku yakin hidup kamu tidak akan tenang kalau belum menyelesaikan masalah dengan Papa, sayang. Aku yakin Papa pasti sudah merasakan penyesalan," ujar Axelo.

__ADS_1


Andara menunduk, menghirup nafas dalam-dalam. Benar apa yang dikatakan oleh Axelo jika dia harus menyelesaikan masalah dengan ibu dan Ayahnya, maka Andara harus siap ketemu dan mendengarkan apa yang diinginkan oleh keduanya.


"Baiklah, ayo kita masuk!" Andara menarik tangan Axelo dan berjalan masuk ke dalam rumahnya. Andara membuka pintu perlahan, dia akan mengucapkan salam tapi dia urungkan saat mendengar suara tangisan Ibunya dari dalam rumah.


Axelo juga bisa mendengar dengan sangat jelas jika calon mertuanya itu sedang menangis.


"Aku tahu kamu masih cinta sama aku, aku bisa melihat tatapan mata mu sayang, aku juga masih sangat mencintai mu dan ayo kita kembali!"


"Mas,, maafkan aku, aku nggak bisa kembali sama kamu, aku nggak mau mengorbankan perasaan Dara, dia yang selalu menemani aku saat kamu pergi, Dara yang selalu ada menguatkan ku, aku nggak mau Dara pergi meninggalkan aku hanya karena keegoisan kita!" Andara dan Axelo terkejut saat mendengar suara ibunya yang ternyata tengah membicarakan Andara serta perasaannya.


"Aku tahu, mungkin aku memang egois, aku kira mudah bisa kembali dan mendapatkan maaf dari putriku, tapi ternyata luka yang ku torehkan terlalu dalam, aku tahu aku salah dan pasti tidak akan mudah mendapatkan maaf dari putriku sendiri, Siska, aku adalah Papa yang jahat!" Terdengar suara Bagus juga menangis.


Sepertinya Andara harus segera meminta penjelasan Ayahnya, kenapa dia kembali dan apa motifnya. Mungkin dengan begitu dia juga bisa merasakan lega dihatinya.

__ADS_1


****


__ADS_2