
Happy Reading.
Laura sudah siap dengan makan siangnya, dia akan mengantarkan makanan untuk suaminya untuk yang pertama kali. Arsya sudah tiga hari aktif bekerja di perusahaan dan sudah resmi menggantikan jabatan sang Ayah.
Laura pergi ke perusahaan di antar oleh sopir, Putri sedang berada di sekolah jadi Laura hanya sendiri ke kantor. Sebagai pengalamannya menjadi sekretaris, Laura sudah mengirim pesan pada Andara dan menanyakan apakah suaminya sedang sibuk. Andara mengatakan jika Arsya tidak sibuk.
Laura tidak mau jika dikatakan sebagai istri posesif, tapi entah kenapa semenjak Arsya memutuskan untuk bekerja di kantor, dia merasa sedikit was-was jika Arsya akan kepincut dengan wanita diluar sana. Jika dulu saat menjadi Pilot Laura tidak ada kepikiran tentang suaminya sama sekali, sejak dia melakukan perselingkuhan dengan Axelo, entah kenapa Laura takut jika Arsya melakukan hal yang sama.
Padahal jelas-jelas jika Arsya tidak mungkin melakukan itu. Laura saja yang menjadi negatif thinking karena menyadari jika suaminya itu memiliki pesona luar biasa.
"Halo, Mas aku sudah diperjalanan dan hampir sampai di kantor, tunggu aku ya?"
"Iya sayang, mas tunggu."
"Apa mas lagi sama Dara?"
"Nggak, Dara lagi istirahat makan siang, aku sendiri di ruangan, nungguin kamu."
Laura mengusap dadanya lega, dia ingat waktu menjadi sekretaris Axelo pasti selalu makan siang diruang adik iparnya itu, karena Axelo memaksa.
Lagi-lagi Laura berpikir hal-hal yang tidak mungkin terjadi karena Arsya bukan Axelo dan Andara bukan dirinya.
"Baik mas, ini aku udah sampai, aku tutup teleponnya dulu, ya?"
Berpikir negatif itu tidak baik, pasti akan menjadi momok untuk dirinya sendiri. Apalagi ketika dia teringat akan kesalahannya, Laura takut jika dia akan mendapatkan karma karena telah menyakiti suatu.
_Aku yakin jika mas Arsya dan Andara tidak mungkin melakukan hal-hal seperti itu, semuanya memang hanya pikiranku saja!_
Arsya tersenyum saat melihat istri yang benar-benar datang membawakan makan siang. Arsya senang melihat Laura yang sudah berubah menjadi istri yang patuh seperti dulu lagi.
Mungkin memang faktor dirinya juga yang membuat Laura melakukan kesalahan itu. Jika sejak dulu dia sudah meninggalkan dunia penerbangan, pasti Laura tidak akan kekurangan kasih sayang darinya.
__ADS_1
Ah, sebenarnya dia tidak mengurangi rasa cinta dan sayangnya sama sekali, tapi Arsya hanya mengurangi jatah untuk kumpul bersama karena pekerjaannya.
"Mas, semua ini makanan kesukaan mu, ayo dicoba," Laura menyodorkan sendok ke arah mulut Arsya dah pria itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar.
"Hmm,, enak banget sayang, kamu emang jago masak!"
Sungguh Arysa hanya ingin menjadikan masalah dimasa lalu untuk menjadikan nya pelajaran.
Sementara di sisi lain.
Axelo baru saja keluar dari salah satu perusahaan milik koleganya, saat dia sudah berada di depan pintu keluar untuk menunggu mobilnya yang sedang diambil oleh supirnya di parkiran, tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggil.
"Pak Axel, maaf ada yang tertinggal punya Bapak," ujar wanita yang setahu Axelo adalah kekasih dari koleganya tadi.
"Ini pasti punya Bapak kan? Tadi tertinggal di meja," Axelo melihat tangan wanita itu menyodorkan sebuah ponsel, dan benar itu adalah ponselnya.
"Ah, iya ini ponsel saya, terima kasih, kenapa tidak menyuruh orang saja untuk mengembalikan," wanita itu menggeleng.
Axelo hanya mengangguk, tidak mau tahu apa yang dimaksud pekerjaan oleh wanita yang sepertinya sedikit kampungan itu, karena Axelo kenal siapa teman koleganya yang sudah terkenal dengan julukan Casanova nya, Kenzo Dimitri.
"Terima kasih sekali lagi," jawab Axelo yang kemudian langsung masuk ke dalam mobil karena mobilnya sudah datang.
"Huh, udah kangen sama Dara! Mau telepon tapi takut dia ilfeel sama aku kalau terus-terusan neror," gumam Axelo.
Sebenarnya Axelo ingin sekali menghubungi Andara, tapi setelah hanya mendapatkan balasan-balasan yang singkat dari Andara, Axelo takut jika Andara tidak akan suka jika dia menghubungi terus-menerus.
"Yang penting nanti sore ketemu lagi!" Axelo langsung mengembalikan ponselnya ke dalam saku.
Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Andara, padahal dulu dia tidak akan pernah melirik ke arah perempuan lain selain Laura. Tapi ternyata sekarang dia lebih parah bucin-nya.
Sepertinya jatuh cinta dengan Andara terasa lebih bisa mengekspresikan dirinya sendiri, dia bebas mengutarakan perasaannya.
__ADS_1
*****
Andara membereskan pekerjaan nya dan akan segera beranjak pulang. Tadi Arsya sudah mengatakan jika akan lembur sebentar dan dia boleh pulang dulu. Wanita itu melihat ponsel dan ternyata belum ada pesan apapun dari Axelo.
"Tumben, biasanya dia selalu ngirim chat duluan, tapi kok ini belum ada pesan apapun," gumam Andara.
Ingin dia mengirim pesan duluan, tapi rasanya kok sungkan. Akhirnya Andara memutuskan untuk langsung turun ke lantai dasar dan menunggu disana.
Setelah keluar dari dalam lift, Andara langsung berjalan ke pintu keluar. Banyak orang yang menyapanya, padahal dia orang baru dan belum terlalu kenal dengan orang-orangnya.
"Dara, lo kerja di sini?" Andara menghentikan langkahnya ketika mendengar namanya di panggil.
Kening Andara mengkerut, sebelum akhirnya dia melebarkan matanya saat melihat cowok yang ada dihadapan. "Leo? Lo Leonardo kan?" Andara jadi ingat teman kampusnya yang sedikit cupu itu, kini sekarang berubah menjadi sedikit macho.
"Ah, jadi bener gosip itu ya, awalnya gue ngira Andara itu Andara yang lain, soalnya gosip yang beredar katanya sekretaris Pak Presdir baru itu dia kekasihnya Pak Axel, ya mana gue tahu kalau lo sekarang jadi kekasih orang besar," ujar cowok yang bernama Leonardo itu.
Andara mencebik, apa benar jika rumor dia kekasih Axelo benar-benar menyebar. Padahal dia sendiri bingung dengan status hubungan nya dengan Axelo sekarang. Baru juga 1 bulan, dia juga belum bayaran 150 juta, tapi semuanya terbongkar begitu saja dan sekarang masalah kontrak itu sama sekali tidak ada kepastian.
"Kata siapa kalau gue kekasih pak Arsya?"
"Kata banyak orang, pada ngegosipin lo yang di antar ke kantor sama Pak Axel, lagian siapa sih yang nggak kenal Pak Axel, dia lebih terkenal dari Pak Arsya, tapi selama ini tidak pernah ada yang tahu siapa kekasihnya, Pak Axel juga tidak pernah dekat sama wanita manapun, tau-tau dia nganterin cewek ke sini, namanya Andara, sekretaris Pak Arsya yang menggantikan Pak Bito, ehhh, ternyata elo ... Ck, kan gue nggak nyangka jika seorang Andara, cewek yang nggak pernah pacaran dan nggak suka pacaran, tiba-tiba jadi pacar orang hebat, salut gue!" Ujar Leonardo panjang kali lebar.
"Eh, diem nggak lo, nggak usah nyebar gosip aneh-aneh deh!"
Leo berjalan mendampingi Andara, terlihat seseorang dari luar sudah melihat adegan itu, wajahnya langsung memerah menahan cemburu.
"Sayang!" Andara terkejut saat melihat Axelo ada di hadapan.
Leonardo yang tadinya berdiri bersisian langsung beranjak menjauh ketika melihat raut wajah Axelo dengan rahang yang mengeras.
Mudah-mudahan gak akan ada drama lagi!! Batin Andara.
__ADS_1