Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Episode 81


__ADS_3

Happy reading.


"Arie...!" bola mata Dian membulat sempurna


"Dian, apa yang aku lihat ini?!" Arie mendekati meja Dian. Dia juga melihat Evan dan Eva berada di meja yang sama.


"Aku... aku lagi makan sama Eva .." jawab Dian tebata.


"Makan?! bukankah tadi kamu bilang mau tidur?!" ucap Arie tersenyum miris.


Dia tidak menyangka kekasih nya itu membohongi nya. Padahal jelas-jelas setengah jam yang lalu dia menelpon Dian dan Dian mengatakan kalau akan tidur karena sudah mengantuk.


"Dan apa ini? kenapa kamu bersama dengan kakak ku?" ucap Arie yang kini lebih tenang.


"Kakakmu?"


"Iya, Evan adalah kakak ku!" ucap Arie sambil menunjuk ke arah Evan.


"Tenang Ar, aku tadi gak sengaja lihat Dian sama Eva, terus aku mau balikin anting Dian yang terjatuh saat menabrak ku di depan rumah tadi pagi, dia menangis dan terburu-buru pergi," jelas Evan.


Dian hanya terdiam, sedangkan Arie melihat kekasih nya itu dengan perasaan kecewa karena telah dibohongi tapi juga sedih karena salah paham.


"Ehm yank, bisa kita bicara?" Tanya Arie.


"Baiklah," jawab Dian yang kemudian bangun dari duduk nya dan berjalan mengikuti Arie.


Setelah mereka agak jauh dan memilih tempat duduk lain, Arie menghadap Dian dan menatap wajah kekasihnya dengan tatapan kecewa.


"Kenapa kamu berbohong padaku?" tanya Arie menatap tajam ke arah Dian.


"Aku... aku hanya sedang tidak ingin kita bertemu, aku masih kesal dengan kejadian tadi pagi," jawab Dian.


Arie menggenggam tangan kekasih nya itu, Dian hanya menundukan kepala.


"Yank, tatap mataku!"


Dian mengangkat kepala dan melihat Arie.


"Apa kamu masih tidak mempercayaiku?" tanya Arie sambil terus menatap manik mata kekasihnya.


"Entahlah, aku masih pusing dan tidak percaya dengan yang aku lihat," jawab Dian

__ADS_1


"Percaya padaku yank, aku dan Maya tidak melakukan apapun," ucap Arie yang tahu kesedihan Dian.


Sebenarnya dia juga merasa marah pada dirinya sendiri karena kecerobohan nya.


dia paham dengan perasaan gadisnya itu.


Mungkin kalau Arie ada diposisi Dian dia juga melakukan hal yang sama, sangat sakit pastinya melihat kekasihnya tidur dengan perempuan lain dengan tanpa pakaian.


Yang pasti, siapa yang melihat akan berpikiran macam-macam. Apalagi tidak ada bukti untuk menyangkalnya. Meskipun Tiya telah mengaku pada Arie, tapi belum sama Dian.


"Aku sayang kamu di, please... percayalah padaku !" ucap Arie sendu.


"Hemm, aku percaya..tapi saat ini aku masih tidak ingin bertemu dengan mu." ucap Dian


Arie terlihat pasrah, dia menghembuskan nafasnya kasar.


"Baiklah, yang pasti kamu percaya padaku, itu sudah cukup. Jangan sampai hubungan kita menjadi renggang gara-gara salah paham ini" ucap Arie meremat tangan Dian pelan.


"Beri aku waktu, setelah keadaan hatiku membaik dan aku akan menemui mu. " ucap dian kemudian berlalu dari hadapan arie.


Arie mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar marah kepada Tiya. Yang dengan sengaja menjebak nya seperti itu.


Tiya...!! aku akan membalasmu..!!!


Reva dan Maya telah berada di mobil, setelah makan malam di rumah Reva, Maya langsung pamit karena tidak enak dengan kedua orang tuanya.


Di dalam perjalanan mereka hanya diam. Reva melirik ke arah mantan kekasihnya itu. sedangkan Maya hanya memandang ke jendela mobil melihat ke arah luar.


"May, gimana caranya aku membuktikan kalau aku sangat mencintaimu?" tanya Reva memecah keheningan.


Maya hanya mengedikan bahunya tanpa melihat Reva. Dia tidak ingin berdebat lagi. rencana yang dipikirkan pun untuk memberitahu kepada mama Reva bahwa mereka tidak pacaran sudah sirna.


"May, lihat aku?"


Maya membalikan wajah menatap Reva.


"Aku tahu kamu masih mencintai ku, dan begitupun aku May, aku sangat mencintai kamu. Bisakah kita kembali seperti dulu?" ucap Reva yang sambil melirik kearah Maya.


"Va, aku masih sakit hati dan trauma dengan hubungan ini, aku yang sangat tulus padamu tapi malah kamu khianati. Tolong berpikirlah kalau kamu berada diposisiku bagaimana?"


Reva merasakan hatinya ikut sesak karena telah mempermainkan perasaan tulus dari Maya.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu, tapi setidaknya bisakah kita berteman? aku akan menjadi teman dan sahabat yang baik untuk mu May?" Akhirnya Reva mengalah.


Dia tidak mau egois karana memaksa kehendak dari mantan kekasihnya tersebut.


Maya melirik Reva yang sedang fokus mengemudi. Dia menarik nafas kemudian menghembuskan pelan.


"Baiklah Va, kita berteman saja. Aku juga belum menginginkan menjalani suatu hubungan komitmen dengan siapapun, tapi kalau untuk berteman tidak apa-apa," jawab maya panjang lebar.


Reva tersenyum senang, setidaknya dia masih bisa berteman dengan maya dan bisa dekat dengan wanita cantik itu lagi.


" Terima kasih may, aku bahagia sekali bisa menjadi teman mu, dan aku akan menjadi sahabat yang selalu ada untukmu, jangan sungkan kalau kamu meminta bantuan apapun," ucap Reva semangat.


Maya hanya tersenyum melihat mantan kekasihnya tersebut.


.... ........ ....


Arie masuk ke rumah setelah pulang dari kafe bersama Evan. Dia bergegas mancari keberadaan Tiya. Dengan langkah lebar Arie menarik gagang pintu kamar Tiya. Tapi setelah pintu terbuka lebar Tiya tidak ada di dalam.


"Tiya!! Tiya!!" teriak Arie.


Bibi terlihat dari arah dapur dengan berlari menuju suara Arie yang berada di lantai atas.


"Tiya!! lo dimana brengsek!! keluar lo!!" Arie semakin emosi karena tidak mendapatkan Tiya.


"Den Arie, tadi sore non Tiya pergi dan belum kembali sampai saat ini," jelas Bibi.


"Dia pergi kemana bi?!"


"Non Tiya tidak pernah pamit mau kemana den," jawab bibi takut melihat tuan mudanya itu yang terlihat sangat marah.


"Baiklah bi, kalau Tiya pulang bibi beri tahu aku ya," ucap Arie belalu masuk ke dalam kamarnya.


Sedang kan di balik ruangan itu, seseorang mendengarkan Arie yang berteriak marah.


"Hemmm sepertinya ini menarik... ada sebuah kesalah pahaman antara Dian dan Arie, itu penyebabnya adalah Tiya. Berani sekali dia."


Dian.... batin Evan.


Bersambung......


Mohon dukungan nya ya kakak readers😍 jangan lupa like dan vote cerita ini kalau kalian suka di pencet tanda ❀ juga biar selalu bisa mengikuti up nya setiap hari. Terimakasih 😍

__ADS_1


salam cium Jauh dari 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2