
Happy Reading.
Mata Axelo melebar sempurna ketika mendengar ucapan sang Ayah, bahkan mulutnya sampai menganga lebar.
Arsya dan Laura juga terkejut dengan keputusan Adam yang akan menarik Andara menjadi sekretaris Arsya di perusahaannya. Laura ingin protes, kenapa tidak sekretaris Ayah mertuanya yang kemarin saja yang menjadi sekretaris Arsya, kenapa harus di ganti dengan Andara. Entah kenapa Laura tidak suka dengan keputusan sang Ayah.
"Hahaha, Ayah jangan bercanda, Andara sudah tidak ku perbolehkan bekerja karena kami akan menikah," Axelo tergelak. Berusaha untuk tidak percaya gurauan Ayahnya.
Bukankah Arsya masih punya sekretaris, Bito namanya. Bito juga sudah lama bekerja dengan Ayahnya sejak beberapa tahun lalu. Jadi Bito sudah tahu seluk beluk pekerjaan yang akan dia handle untuk Arsya, apalagi Arsya baru menggantikan sang Ayah. Tentu dia sangat membutuhkan Bito sebagai sekretaris yang sudah sang hafal dengan perusahaan AR corporation. Apakah Ayahnya akan menggantikan Bito begitu saja.
"Axel, sudah Ayah katakan jika kalian tidak bisa menikah, hubungan kalian hanya pura-pura, dan meskipun sekarang kau memiliki perasaan untuk Andara, lalu bagaimana dengan dia? Apakah Dara juga sudah menyukai mu? Lihat saja apa yang ada di dalam isi perjanjian kontrak mu itu, Andara bahkan meminta gaji 150 juta dan kalian tidak boleh saling jatuh cinta, Right? Itu artinya Andara tidak akan pernah jatuh cinta padamu! Jadi sebaiknya kau mengerti, akhiri sandiwara kalian, dan mulai besok Bito sudah tidak bekerja di AR Grup lagi, jadi keputusan tepat untuk menjadikan Andara sekretaris Arsya!"
Axelo menggeleng tidak terima.
__ADS_1
"Arsya, please!" Kali ini Axelo menatap kakaknya, agar menolak keinginan Adam. Axel tidak mau Andara menjadi sekretaris kakaknya.
Ada rasa tidak rela di dalam hatinya, dia juga akan berusaha membuat Andara mencintainya, sama seperti Axelo mencintai Andara. Axel akan melakukan apapun agar sang Ayah merestui mereka.
"Maaf Axel, aku harus menerima keputusan Ayah," jawab Arsya.
Laura langsung menatap suaminya, sungguh dia tidak mau jika Arsya memiliki sekretaris perempuan, Laura tidak terima. Entah kenapa, tapi Laura tidak suka saja
Apakah Laura takut jika Arsya akan tertarik pada Andara, secara Andara itu gadis luar biasa menurut Laura. Tidak hanya cantik, Andara juga smart dan kompeten. Dia akan bekerja sangat baik jika diberi tanggung jawab.
Tentu saja wanita itu sudah mencari tahu tentang identitas Andara waktu Axelo mengenalkan dia sebagai kekasihnya. Waktu itu Laura memang masih menginginkan adik iparnya tersebut, sehingga dia ingin memastikan jika wanita yang dipilih oleh Axelo itu lebih baik dari dirinya.
"Mulai sekarang, kamu Axelo akan berada di bawah pengawasan Ayah! Dan jangan melakukan hal yang tidak Ayah suka, mengerti?"
__ADS_1
Axelo mengangguk lemah, dia sudah pasrah. Tidak bisa melawan kehendak Ayahnya. "Tapi aku tetap akan mengejar Dara Ayah, jangan halangi aku!" Ujar Axelo.
Laura tersenyum tipis mendengar ucapan Axelo, dia merasa sedikit lega mengetahui jika adik iparnya itu masih berjuang untuk mendapatkan Andara.
Jujur, hati Laura takut jika nanti Arsya akan kepincut pada Andara.
"Tapi Ayah tidak akan setuju kalau kau memaksa Andara, seperti kemarin!"
****
Andara baru saja menerima panggilan dari Arsya, ya Arsya kakak Axelo. Pria itu mengatakan jika anda besok harus datang ke AR Corporation yang setahu Andara berada di bawah naungan Bapak Adam Airlangga.
Tapi tadi Arsya mengatakan jika dia harus membawa CV tengah dirinya dan akan langsung diangkat sebagai sekretaris Arsya.
__ADS_1
"Jadi Pak Arsya sekarang sudah mengambil alih jabatan presiden direktur di perusahaan itu?" Gumam Andara.