Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Episode 85


__ADS_3

Happy Reading.


Maya terlihat kesal, Reva dari tadi tidak berhenti bicara. Membicarakan tentang kenangan dan tempat favorit mereka.


"May, kamu ingat gak tentang danau yang berada di desa x, aku ingin liburan semester kita berlibur kesana lagi," ucap Reva dengan terus menyunggingkan senyuman manis di bibirnya.


Dia berharap maya mengingat masa-masa indah mereka dulu. Reva akan terus berusaha mendapatkan hati Maya kembali. Meskipun dia yakin bahwa sebenarnya Maya juga masih mencintainya.


"Va, antarkan aku pulang, Dian pasti sudah menunggu ku, kita akan pergi ke butik siang ini," ucap Maya mengalihkan perhatian.


Maya langsung berdiri dan akan segera berjalan. Tapi Reva menahan dengan memegang tangan Maya.


Maya yang melihat itu menjadi geram.


"May please, kita kembali ya ... aku sangat mencintaimu," ucap Reva dengan sorot mata sendu.


"Va, bukankah kamu berjanji akan menjadi temanku? atau kamu sudah tidak mau berteman denganku lagi?" Tanya Maya dingin.


Reva yang mendengar Maya berbicara seperti itu langsung melepaskan pegangan tangan nya. Dia takut Maya marah lagi. Akhirnya dial pun pasra tapi dalam hatinya dia akan terus berusaha mendapatkan hati Maya kembali.


Reva mengantarkan Maya pulang. Di dalam mobil Reva masih saja berceloteh ria dan hanya sesekali di tanggapi oleh Maya. Sampai ahirnya mereka telah berada di depan rumah tante Dea.


Maya keluar dari mobil dan mengucapkan Terima kasih pada Reva. Reva tersenyum senang karena Maya masih mau berbicara dengan nya.


'May, aku yakin kamu pasti akan menjadi milik ku. Aku berjanji akan mendapatkan hatimu kembali.' Batin Reva yang sudah melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Maya.


****


Laura menatap putrinya dengan raut berbinar, melihat Tiya pulang sungguh membuatnya lega.

__ADS_1


"Nak, kamu pulang?"


"Tiya nggak lama, Ma,, cuma mau ambil barang-barang aja," jawab Tiya yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


Setelah dirasa cukup dengan barang yang di bawa, akhirnya Tiya kembali pergi dari rumahnya. Dia takut jika nanti Mama dan Papanya mencegahnya pergi, akhirnya Tiya mengendap-endap.


Tiya memutuskan untuk menyewa kos-kosan, dia juga tidak ingin kembali ke rumah tantenya karena ada Evan. Meskipun begitu dia tetap bertekad ingin mendapatkan hati Arie.


Tapi mungkin saat ini dia belum bisa mendekatinya karena kakak sepupunya Arie ada dirumah itu.


"Kalau Evan kembali ke Amerika aku akan kembali ke rumahmu lagi rie, aku merindukan mu," gumam Tiya yang saat ini berada di kamar kos nya.


Sedangkan Arie yang baru saja pulang kuliah langsung masuk kedalam kamarnya. Hari ini dia dipusingkan dengan skripsi yang ditolak oleh dosen nya.


Evan mengetuk pintu kamar Arie, lalu dia masuk dan mendapati Arie sedang memijit pelipisnya.


"Hai bro, ada apa? kenapa mukamu kusut sekali?" tanya Evan.


Dia sungguh tidak tahu kenapa jadi seperti ini, padahal Arie sangat yakin jika sebenar tugas skripsi nya itu sudah baik.


Evan merasa khawatir terhadap adik sepupunya itu. Dia yang tadinya ingin menanyakan perihal Tiya akhirnya di urungkan. Evan tidak ingin membebani adik sepupunya dengan masalah yang tidak penting.


"Baiklah, lebih baik kamu mandi dan terus makan siang, aku keluar dulu," ucap Evan yang langsung keluar dari kamar Arie.


Arie menghela nafas, dia harus benar-benar berhasil dan lulus dengan nilai terbaik, tapi sepertinya ada seseorang yang ingin dia tidak diluluskan tahun ini. 'Sial!' Batin Arie kesal sambil meninju udara.


Begitupun dengan Dian. Karena sebentar lagi ujian semester, dia juga akan belajar dengan giat.


Alhasil selama Dian ujian dia tidak pernah bertemu dengan Arie. Begitupun sebalik nya. mereka sama fokus dengan kuliah nya. Dian juga tidak ingin mengulang kembali kuliahnya karena mata pelajaran yang sulit dan sangat tidak disukai.

__ADS_1


Sedangkan Evan. Juga sudah mulai mengelola perusahaan Pamannya. kasus Tiya benar-benar sudah mereka lupakan.


Dua bulan kemudian ...


Selidik demi selidik memang ternyata dosen pembimbing Arie sengaja melakukan kecurangan dan Arie pun membuat dosen itu dipecat dari pekerjaannya.


2 hari lagi adalah wisuda untuk angkatan Arie dkk. Selama dua bulan ini dia tidak bertemu dengan kekasih nya. Mereka hanya komunikasi lewat telefon. Meskipun begitu Arie tidak pernah absen memberi kabar dan perhatian pada Dian.


Saat ini dia sudah berada di depan butik, Arie membawa sebuket bunga mawar putih kesukaan Dian.


Setelah itu dia masuk kedalam butik dan melihat kekasih nya sedang mengobrol dengan seseorang.


Arie memicingkan matanya, dia tidak suka melihat Dian mengobrol sangat dekat dengan seorang lelaki.


"Baiklah enzi, ini pesanan kamu dan Mama mu," ucap Dian menyodorkan dua buah paper bag kepada laki-laki itu yang ternyata adalah Enzi mantan kekasih Tiya.


"Terima kasih Di, aku harap kamu bisa datang ke acara wisudaku, tapi pasti tidak mungkin ya.hehe," ucap Enzi terkekeh.


Enzi dan Diab telah saling mengenal karena Mama Enzi yang membeli baju untuk anaknya wisuda di butik Dea's collection dan menjadi salah satu langganan di dibutik tersebut.


Dian terlihat kaget ketika mendapati kekasihnya sedang duduk di sofa yang sedang menatap nya tajam.


"Baiklah Enzi, aku masih ada urusan," Dian berpamitan karena melihat kedatangan Arie.


"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya?" Ujar Enzi dan mendapat anggukan dari Dian.


Arie menatap tajam laki-laki yang berjalan melewatinya itu, Enzi hanya melirik dan tersenyum kepada Arie.


Bersambung.

__ADS_1


Maaf ya kalau feelnya gak dapat, othor agak pusing ini 🥺😭


__ADS_2