Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Harus Bisa Menahan Diri


__ADS_3

Happy Reading


Rumit, ruwet itulah yang Axelo rasakan saat ini. Andara tidak mau pulang ke rumah dan ingin menginap di hotel saja, tapi langsung Axelo larang. Tentu saja Axelo tidak terima jika Andara harus menginap di hotel. Mending menginap di apartemennya saja, itung-itung juga belajar peran jadi suami isteri.


"Mas, aku mau nelpon Anin, dia ni udah tahu belum ya kalau Papa kembali?" ujar Andara menyusul Axel diruang kerjanya.


"Duduk sini deh, sayang!" Axel menepuk pahanya agar Andara duduk di sana.


"Ah, enggak! Kamu pasti modus!"


"Ya Allah sayang, modus sama calon istri gak apa-apa kan? Lagian aku mana pernah modusin kamu," Axelo bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri wanita yang semakin cantik setiap harinya itu, kemudian menarik pinggang Andara.


Tubuh mereka saling menempel, hingga jarak diantara mereka semakin menipis. Sungguh jantung Andara sudah jumpalitan mau lompat, Andara takut jika jantungnya itu bermasalah, apalagi dengan perasaan menggelitik diperutnya itu. Sensasinya sungguh diluar dugaan. Jujur Andara belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Sebuah ketertarikan terhadap lawan jenis hingga membuat intinya berdenyut hanya karena di peluk seperti ini oleh Axelo.


Andara senang diperlukannya seperti ini, tapi tentu saja dia tahu diri untuk menjaga dirinya sendiri agar tidak kebablasan. Andara bukan orang polos, lugu yang tidak tahu jika Axelo begitu berhasrat terhadapnya. Tapi Andara juga tahu jika pria itu berusaha menahan nya.

__ADS_1


Jangan ditanya bagaimana perasaan Axelo ketika mendekap Andara seperti ini, ingin sekali dia terkam langsung bibir pink itu, merekah merah dihadapannya, sungguh itu sangat menggoda, kalau boleh dicicipi sedikit saja seperti waktu di kantor itu. Tapi satu sisi hatinya mengatakan jika dia harus menjaga Andara sampai berlabel halal baru nanti Axelo siap untuk memakan istrinya.


"Coba telepon adik kamu, kasih tahu dia kalau misal belum tahu tentang Papa Bagus," bisik Axelo membuat bulu roma Andara merinding. Akhirnya dia berhasil mengalihkan atensinya pada bibir Andara.


"Mas Axel jangan dekat-dekat, kita ini hanya berdua loh, takut nanti ketiganya setan," ujar Andara agar Axelo melepaskan nya.


Pria itu menurut dan melepaskan lilitan tangan nya pada pinggang Andara. Akhirnya setelah bebas Andara menghubungi Aninda yang saat ini ikut suaminya di Lombok dan menetap di sana.


Axelo memilih duduk di kursinya dan melihat perkembangan data perusahaan yang ia alihkan pada asisten pribadinya.


"Jadi apa rencana mu sayang?"


"Entahlah, aku akan kembali ke rumah besok, aku juga tidak mau berlama-lama tinggal disini, nanti mau ngomong sama Mama dan gimana enaknya, jujur aku harus mengikhlaskan keputusan Mama meskipun itu sangat susah!"


Keesokan harinya.

__ADS_1


Hari ini Axelo dan Andara sudah kembali ke perusahaan, sepertinya Axelo harus secepatnya mencari posisi sekretaris karena Laura sudah benar resign dari kantor.


Pekerjaannya kali ini sangat padat dan Axel membutuhkan sekretaris yang bisa menghandle pekerjaan nya saat ini.


"Ayolah sayang, aku mau kamu jadi sekretaris, aku akan bilang sama Lidia dan Andre kalau anak buah mereka aku culik satu!" Ujar Axelo dihadapan para peserta rapat pagi ini.


'Sial, kenapa Mas Axel pakai manggil sayang sih! Jujur gue malu banget!'


"Iya nggak apa-apa Dara, mamu bisa langsung naik jabatan tanpa dipromosikan loh," seru Andre yang mendukung keputusan sepupunya itu.


"Tapi Pak, saya tidak bisa ... Masa harus jadi sekretaris pak Axel, padahal dirumah nanti juga bakalan jadi asisten pribadi kan, masa di rumah dan di kantor harus bareng terus sih!" Tuh rasakan, Andara langsung menyerang Axelo dengan mode manjanya.


Apalagi kalimat nya yang frontal sekali membuat suasananya jadi langsung riuh seketika.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2