Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
BAB 55


__ADS_3

Happy Reading.


Andara menatap pantulan dirinya di depan cermin, dengan memakai gaun pengantin yang sangat indah, gadis itu terlihat semakin menawan dan cantik.


"Wah,, kakak cantik sekali! Selamat ya!" Aninda memeluk kakaknya, dia begitu bahagia melihat sang kakak akhirnya melepas masa lajangnya di usia yang hampir 28 tahun.


"Terima kasih, sayangkuh!" Andara rasanya ingin menangis karena berhasil merubah hati dan pikirannya. Ibu dan Adiknya juga merasa sangat bahagia bisa melihat Andara menikah dengan lelaki yang baik.


"Kak, jangan sampai kecewakan suamimu, aku berharap kakak tidak menunda-nunda untuk memberikan hak pada Pak Axel," bisik Aninda.


"Apaan sih, udah deh, jangan buat aku semakin gugup," ujar Andara menahan malu.


Sebenarnya sedari tadi wanita itu sangat gugup, Andara hanya bisa meremas jemarinya untuk mengurangi rasa gugup itu. Dia benar-benar ingin bisa tampil sempurna hari ini.


Sebentar lagi Andara akan menjadi salah satu keluarga Airlangga, detik-detik menuju janji ikrar ijab qobul dan sah menjadi istri dari Axelo Airlangga.


Tidak pernah dia bayangkan sama sekali, jika akhirnya Andara bisa meraih kebahagiaan nya, bukan hanya melihat orang lain bahagia. Ternyata Tuhan masih peduli padanya. Semuanya sudah siap dan telah di tata sempurna.


Keluarga Airlangga telah mempersiapkan segalanya, dengan memanggil para wedding organizer terbaik di kota itu dalam waktu semalam rumah utama di sulap menjadi sangat cantik bak sebuah kerajaan di zaman modern.


Acara pernikahan Axelo dan Andara memang di lakukan dadakan karena hanya berselang sebulan setelah Ayah Adam merestui mereka, bahkan hanya keluarga besar saja yang di undang, tapi yang namanya Adam Airlangga, siapa yang tidak tahu beliau. Satu orang tahu berita besar itu maka para koleganya pun langsung berhambur datang memberi selamat.


Di ruang tamu sudah di penuhi oleh para sahabat dan keluarga yang ingin menyaksikan acara sakral tersebut. Arsya dan Laura tampil serasi dengan warna pakaian yang senada dengan Adam. Begitu juga Mama Siska, Aninda serta anak dan suaminya.


Axelo merasa sangat gugup, sedari tadi tangannya basah mengeluarkan keringat dingin. Tapi Axelo berusaha baik-baik saja, meskipun gugup setengah mati.


"Tenanglah Axel, tidak perlu gugup seperti itu, nanti bisa-bisa kamu malah menggagalkan acara mu sendiri," bisik Kenzo sahabat sekaligus rekan bisnis Axelo.


"Gak tau kenapa aku bisa gugup seperti ini, rasanya kaki ku lemas dan gemetar," Kenzo tertawa lirih.


"Siapa yang ngebet pengen nikah?" Ejek Kenzo.


"Wah lihat pengantin wanita sudah datang," seru salah seorang tamu wanita.


"Axel!! lihatlah calon pengantin mu sudah datang, wow, dia memang cantik!!" ucap Kenzo yang terkenal dengan sang pemain wanita itu.


"Jangan di lirik! dia calon istriku!" ucap Axelo.


"Tenang-tenang, aku sudah punya wanitaku sendiri," jawab Kenzo.

__ADS_1


Semua menatap haru dan bahagia, tidak ada yang berani mengatakan bahwa calon menantu Adam Airlangga adalah orang biasa karena mereka tahu bagaimana sifat Adam sebagai Ayah Axelo yang memang tidak pernah membedakan hal itu.


Acara ijab qobul itu berlangsung dengan khidmat, semua orang menyaksikan pengikatan kedua mempelai dengan haru. Yang menjadi wali Andara adalah Ayahnya sendiri.


"Saya terima nikah dan kawinnya Andara Soetomo binti Bapak Bagus Soetomo dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 1 triliun rupiah di bayar tunai!"


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillah!"


Axelo menatap haru pengantin nya sangat cantik itu. Pria itu mengambil cincin dan langsung disematkan di jari manis Andara. Begitu juga dengan Andara yang menyematkan cincin di jari manis Axelo. Kemudian Andara mencium punggung tangan Andara dan Axelo mencium kening istrinya.


Sepertinya acara pernikahan dadakan ini berhasil tanpa ada kendala.


"Selamat ya Pak Adam, akhirnya putra kedua anda menikah juga," ujar salah satu kolega


"Terima kasih Pak Andra, semuanya sudah diatur yang diatas," jawab Adam tersenyum.


"Terima kasih sayang karena bersedia menikah dengan ku," ucap Axelo menatap mata Andara dalam.


"Terima kasih juga karena telah mencintai ku," jawab Andara tersenyum.


Mereka akan memulai lembaran baru di kehidupan mereka. Masa lalu hanya akan mereka jadikan pengalaman yang berharga, karena sekarang Axelo mengalami kepuasan yang luar biasa di hidupnya setelah mengenal Andara.


Begitu pun dengan Andara, yang juga merasa sangat bahagia dengan takdir hidupnya yang berakhir indah.


****


Malam ini Axelo dan Andara sudah selesai membersihkan diri. Acara pesta pernikahan mereka telah usai, tentu saja mereka pasti kelelahan dan para keluarga sudah pulang dirumah mereka masing-masing, tapi tidak untuk Axelo yang sudah siap untuk malam pertama mereka.


Andara keluar dari dalam kamar mandi memakai lingerie yang sangat seksi.


Glek!


Axelo menelan salivanya susah payah, mataya sampai tidak berkedip menatap Andara. Menyaksikan pemandangan indah tubuh istrinya yang hanya berbalut gaun tipis itu.

__ADS_1


"Cantik dan mulus," bisik Axelo.


Hal tersebut membuat Andara menjadi salah tingkah dan langsung bersemu merah. Dia memang tidak akan malu mengakui jika dia telah mempersiapkan lingerie itu untuk malam pertama nya.


Andara juga bukan gadis muda yang malu-malu dan belum paham bagaimana menyenangkan suaminya di malam pertamanya.


"Jangan di tatap seperti itu terus donk, mas! kalau ditatap seperti itu aku jadi malu," ucap Andara menutup wajahnya, Axelo benar-benar seperti hewan yang tengah kelaparan sedang menemukan mangsa, apalagi tubuhnya benar-benar tercetak sempurna karena lingerie nya transparan.


Axelo terkekeh mendengar ucapan Andara. Dia pun berjalan ke arah sang istri dan merengkuh nya ke dalam pelukan. "Kamu cantik dan aku sangat mencintaimu," Axelo mencium bibir Andara lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu, mas," balas Andara di sela ciuman mereka.


Kini Axelo bebas menyentuh Andara dimana saja tanpa takut mendapatkan kemarahannya dari siapapun karena mereka kini sudah halal.


"Malam ini kamu tidak akan bisa lari sayang," bisik Axelo di telinga Andara.


Andara memalingkan wajahnya malu ketika mata Axelo menatapnya dengan tatapan lapar. Tapi dia sudah berjanji tidak akan menolak apapun yang di inginkan Axelo di malam pengantin mereka, maka dari itu dia juga sudah mempersiapkan semuanya.


"Baiklah sayang, mulai malam ini aku adalah milikmu!" Jawab Andara.


Axelo sangat bahagia mendengar Andara yang berkata seperti itu. Sungguh hatinya tidak pernah merasa sebahagia ini.


"Aakkk, Mas jangan!" Pekik Andara ketika Axelo mengangkat nya.


"Diam sayang, nanti kamu jatuh," Axelo langsung menggendong Andara ala bride style dan langsung merebahkan nya di atas ranjang.


Axelo langsung mengukung Andara dan mencium bibirnya lembut, Andara yang sudah semakin pengalaman membuka bibirnya agar Axelo bisa lebih mudah mengeksplor di dalamnya.


Ciuman itu semakin panas, mereka saling memagut dan melilitkan lidah menari-nari di dalam sana. Axelo mencium leher jenjang Andara dan memberi tanda merah di sana.


Adik Axelo sudah menegang, Andara bisa merasakan benda keras itu mengenai perutnya. Andara semakin menggila merasakan ciuman dari Axelo yang semakin panas.


"Aku sangat mencintaimu sayang," bisik Axelo di telinga sang istri.


"Aku juga sangat mencintai mu, suamiku," Axelo menyentuh tiap inci dari tubuh indah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering dengan keras dan hal itu membuat kedua orang yang sudah sama-sama turn on itu pun terkejut.


Bersambung.

__ADS_1


Siapa yang ganggu?


__ADS_2