Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Keputusan Arsya


__ADS_3

Happy Reading.


Apakah Arsya juga sudah begitu keterlaluan karena menuruti egonya yang begitu menyukai dunia penerbangan sehingga membuat waktunya untuk keluarga banyak tersita?


Tentu Laura mungkin sudah tidak tahan lagi dengannya hingga melakukan perselingkuhan. Bukannya sebenarnya sejak lama Laura memintanya berhenti dari pilot? Tapi Arsya selalu mengabaikannya dan tidak mau mendengar kan keinginan istrinya itu.


"Laura, jika kamu tidak bahagia denganku, aku akan membebaskan mu, aku memang bukan suami yang baik, aku tidak selalu ada untukmu dan Putri, aku akan segera mengurus surat perceraian kita," ujar Arsya dengan tatapan serius.


Laura tentu saja terkejut dengan ucapan Arsya, sungguh dia tidak pernah menyangka jika Arsya ingin menceraikannya. Apakah boleh Laura meminta kesempatan kedua pada suaminya itu.


"Mas, maaf ,,, sejujurnya aku tidak ingin bercerai darimu, aku menyesal mas, aku ingin minta kesempatan kedua untuk mu," lirih Laura.


Mungkin banyak orang yang mengatakan jika dia tidak tahu malu, seharusnya Laura melepaskan Arsya agar suaminya bisa hidup tenang dan tidak bersama dengannya lagi tentunya, tapi entah kenapa rasanya Laura tidak rela jika Arsya menyerah begitu saja terhadap hubungan ini.

__ADS_1


"Mas, bisakan kita kembali? Aku cinta sama kamu mas, aku nggak mau pisah sama kamu, beri aku kesempatan kedua, mas!" Lagi, Laura meminta pada Arsya, biarkanlah jika semua orang menganggapnya tidak tahu malu. Tapi itulah keinginan Laura saat ini.


Laura mengakui semua kekhilafan nya, Laura tahu dia sangat salah. Sejujurnya rasa cinta untuk suaminya masih begitu besar.


"Mama!! Lihat Ma, bulu mata Barbie nya rontok, katanya kalau bulu mata kita ada yang rontok itu tandanya ada yang kangen, siapa yang kangen Putri ya Ma?"


"Sepertinya yang kangen Putri itu Mama, kan udah berhari-hari Putri pergi sama papa tinggalin Mama di rumah sendiri, tapi sekarang kangen mama udah terobati Mama bahagia banget bisa ketemu sama Putri," ujar Laura membelai wajah sang anak.


"Putri juga kangen banget sama mama, besok kalau kita liburan Mama harus ikut ya? masa cuman Putri sama papa sendiri? nggak asik ma, Papa juga kalau mau liburan harus ngajak mama jangan ditinggal-tinggal ya?"


Apakah aku masih punya harapan untuk bisa membahagiakan putri dengan mas Arsya sebagai istri dan ibu yang baik?


Arsya menghela nafas panjang, dia melihat Putri dan Laura yang tengah bercengkrama. Sungguh hatinya tidak bisa untuk tidak bersedih ketika melihat dua orang yang sangat disayanginya itu jika memang perpisahan adalah jalan terbaiknya.

__ADS_1


"Laura?"


"Iya mas?"


"Apa kamu masih mau menerima kekurangan ku, Laura? Apa kamu masih mau memiliki suami seperti ku?" Laura sedikit tersentak dengan ucapan sang suami.


Apakah ini berarti dia masih memiliki kesempatan kedua?


Laura menatap Arsya dengan tatapan sendu, "mas, akulah yang banyak kekurangannya, aku berjanji tidak akan mengulangi lagi, aku akan lebih perhatian padamu, juga pada Putri, tolong mas! Jangan pernah ada kata pisah yang keluar dari mulutmu," ujar Laura masih berusaha untuk membujuk Arsya.


Arsya bisa melihat tatapan penyesalan dari wanita yang sudah melukai hatinya itu.


"Baiklah, aku akan memberikan kesempatan kedua padamu Laura, aku juga merasa jika kita ini harus memiliki waktu quality time yang banyak," ujar Arsya lagi-lagi membuat Laura tercengang.

__ADS_1


Bersambung.


maaf hanya 1 Bab, matanya udah ngantuk banget


__ADS_2