Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
BAB 50


__ADS_3

Happy Reading.


Axelo berjalan cepat ke arah Andara dan langsung merangkul bahu wanita itu. Seakan mengatakan pada semua orang jika Andara adalah miliknya.


Leonardo langsung menelan ludah kasar saat melihat betapa posesif nya Axelo terhadap Andara.


"Mas," Andara melirik ke kanan dan ke kiri, merasa tidak enak menjadi tontonan para karyawan yang masih ada di tempat itu.


"Sayang, apa aku terlambat?" Tanya Axelo sambil berjalan dan tangannya masih tersampir dipundak Andara.


"Nggak kok, tapi Mas gak perlu rangkul bahuku seperti ini, malu tahu!" lirih Andara.


"Aku nggak mau kamu deket-deket sama cowok lain, lagian kamu udah janji nggak akan dekat-dekat sama cowok tapi nyatanya apa? Baru sehari udah ngobrol seru gitu!" Sewot Axelo.


Andara menghela nafas, ternyata sifat Axelo yang seperti ini benar-benar ngeselin. "Dia itu teman kuliahku mas, tadi pas di bawah itu ketemunya, lagian mas nggak perlu takut, aku disini udah seperti artis terkenal, semua pada tahu kalau aku ini kekasih mas Axel, padahal kenyataannya kan kita belum ada hubungan apa-apa," ujar Andara masuk ke dalam mobil setelah dibukakan pintu oleh Axelo.


Pria itu kemudian berlari memutari mobil dan masuk ke dalam bagian kemudi. Axelo langsung menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dari area kantor Arsya.


"Jadi selama ini kamu menganggap hubungan kita nggak spesial? Padahal kamu tahu kalau aku cinta sama kamu, Dara! Aku ingin kamu, aku ingin nikah sama kamu, aku harus bisa mendapatkan restu Ayah, kamu juga harus bantu aku untuk mendapatkan restunya," ujar Axelo.


Dia berasa cinta sendiri, berjuang sendiri. Sedangkan Andara sama sekali tidak memperdulikan perasaannya. Apakah kisah cinta nya memang begitu tragis, selalu mencintai wanita yang salah. Apakah dia juga tidak akan bisa mendapatkan cinta dari Andara.


Axelo benar-benar merasa sakit jika mengetahui jika Andara sama sekali tidak bisa mencintainya. Padahal dia benar-benar sepenuh hati mencintai wanita itu. Andara bisa membuat Axel melupakan perasaan obsesi terhadap Laura, Andara juga bisa membuat Axel takluk oleh pesonanya.


Wanita biasa yang bukan dari kalangan artis maupun anak pejabat kaya raya, tapi wanita itu mampu membuat Axelo berpaling.


"Mas, nggak semudah itu untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari Pak Adam," jawab Andara.

__ADS_1


Tentu saja Andara merasa malu karena perjanjian kontrak itu. Bagaimana Andara bisa berhadapan dengan Adam ketika pria itu mengetahuinya jika dia ternyata hanya wanita yang gila harta saja.


Padahal sebenarnya bukan cuma harta alasan Andara menerima perjanjian konyol dari Axelo. Tapi dia ingin menghindari perjodohan yang dilakukan oleh Mamanya dengan para pria yang tak Andara kenal.


Jadi sebenarnya Andara juga menjadikan Axelo sebagai tameng. Kalau Adam hanya menyalahkan Axelo, sebenarnya dia juga patut disalahkan karena itu mereka sama-sama bersalah.


Axelo menahan sesak di dadanya, dia jadi salah tanggap dengan ucapan Andara.


"Jadi kamu benar-benar nggak mau nikah sama aku?" Axelo menepi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang luas. "Kamu nggak sayang sama aku? Kenapa Dara? Apa kamu nggak merasakan perasaan yang sama saat bersamaku?" Axel mengambil tangan Andara dan meletakkannya di dada kirinya.


"Dara, rasakan dan dengarkan! Jantungku selalu berdetak dua kali lipat saat berada di dekatmu, tubuhku rasanya lemas jika bersentuhan dengan kulitmu, apa kamu nggak merasakan semua itu?" Andara memang bisa merasakan detak jantung Axelo yang sangat kuat.


Dia juga merasakan hal yang sama, apalagi saat tangan mereka bersentuhan, rasanya ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutnya.


"Apa aku kena karma? Apa yang ku lakukan hingga aku selalu sial dalam hal percintaan, benar kata Edo, kalau aku selalu sukses dalam pekerjaan, tapi tidak dengan percintaan!" Ujar Axelo dengan mata berkaca-kaca.


Andara menangkup wajah Axel, mengusap setitik air mata yang mengalir disudut matanya. Melihat Axelo yang seperti ini rasanya hati Andara nyeri.


"Mas, kamu jangan ngomong gitu, aku-aku juga sayang sama kamu, aku juga merasakan perasaan yang sama, lihat dan dengar!" Andara menarik tangan Axelo dan akan meletakkan di atas dadanya tapi tidak jadi. Tangan itu akhirnya di bawa Andara ke pipinya. "Aku juga selalu bergetar jika dekat sama Mas, jantungku rasanya seperti ingin melompat saja, jadi aku simpulkan jika aku juga jatuh cinta sama kamu, mas," ujar Andara tersenyum.


Kali Axelo merasakan perasaannya meletup seperti kembang api saja, dia sangat bahagia. Ternyata cintanya bersambut, sungguh kali ini dia benar-benar merasakan perasaan yang berbeda dengan perasaan nya terhadap Laura.


"Terima kasih sayang, terima kasih, aku sayang banget sama kamu, aku cinta kamu!" Axelo langsung menarik Andara ke pelukannya. Dia tidak akan melepaskan Andara dari hidupnya. Wanita ini bisa membuat hidup Axelo lebih berwarna.


Axelo benar-benar bersyukur bisa mendapatkan cinta dari Andara, wanita yang baginya begitu laur biasa itu


"Sama-sama mas, aku juga berterima kasih karena kamu berhasil membuka hatiku, selama ini ku jaga hati ini agar tidak terjerumus ke dalam perasaan yang namanya cinta, mungkin karena rasa trauma ku terhadap Papa yang menyakiti Mama dan kami, tapi setelah semua yang telah ku lalui, ternyata aku sudah begitu nyaman sama kamu, aku tahu jika perasaan ini tidak bisa berbohong jika aku sudah jatuh cinta sama seorang Axelo Airlangga, pria hebat dan luar biasa ini," ujar Andara panjang lebar.

__ADS_1


"Aku bukan pria hebat, pria ini akan menjadi hebat jika seorang Andara Soetomo yang mendampinginya, berjalan di sisinya."


"Insya Allah, mas!" Andara tersenyum.


Senyum yang selalu membuat Axelo kepincut dan bikin berdebar-debar.


"Aku boleh cium?" Pinta pria itu.


Pipi Andara langsung bersemu merah ketika Axelo meminta izin untuk menciumnya.


"Bukankah dulu mas gak pernah minta izin ya," Andara mengalihkan pandangannya ke samping. Merasa malu karena ditatap seperti itu oleh Axelo.


"Jadi aku nggak perlu minta izin kan kalau mau nyium kamu?" Goda Axelo yang langsung mendapatkan cubitan ditangannya.


"Aww, sakit sayang," Andara mengelus tangan Axelo, takut jika memang cubitannya terasa sakit.


"Masa gitu aja sakit mas?"


"Nggak kok, cuma bercanda!" Axelo meringis, memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Jadi sekarang rencana kita adalah memberikan kepercayaan pada Ayah kalau kita berdua sama-sama saling mencintai, dan aku juga nggak mau lama-lama menunda pernikahan kita, karena aku takut kalau kamu nanti di ambil orang lain,"


"Memangnya siapa yang mau ambil aku dari kamu? Memangnya mereka berani?" Andara terkekeh. Menurutnya, dia itu tidak cantik. Jadi mana ada yang suka sama dia.


Padahal itu hanya persepsi Andara sendiri karena sejatinya Andara memang secantik itu hingga membuat Axelo klepek-klepek.


Bersambung.

__ADS_1


Mau dikasih konflik apa lagi ya??


__ADS_2