
Happy Reading.
Andara nampak menatap semua makanan yang tersedia di atas meja, semua adalah makanan favoritnya, Axelo ternyata sudah menyuruh koki handal untuk masak dan semua masakan itu adalah masakan kesukaan Andara.
"Aku tidak tahu kalau kamu tahu semua makanan favorit ku, mas?" ucap Andara berbinar.
"Apakah kamu suka, sayang? Tentu saja aku tahu segalanya tentangmu, kamu adalah istri ku, wanita yang sangat kucintai," jawab Axelo tersenyum.
"Terima kasih, sayang, kalau begitu ayo makan!! Aku sudah sangat lapar!" Andara langsung mengambil udang goreng tepung dan saos pedasnya.
Axelo tersenyum bahagia melihat sang istri makan begitu lahap, sungguh dia tidak pernah menyangka akan bisa makan berdua dengan wanita yang sangat di cintai nya itu. Rasanya seperti mimpi, dulu dia mengira akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan hati Andara karena masa lalu yang kelam wanita itu.
Selamanya Axelo tidak akan pernah berpaling dari wanita di hadapannya ini, dia sudah begitu jatuh cinta sedalam-dalamnya dengan Andara. Axel mengamati wajah cantik istrinya, wajah yang tidak pernah bosan dia pandang.
"Kenapa tidak makan? Apa mas tidak suka?" tanya Andara ketika melihat Axelo yang malah diam saja tanpa menyentuh sendok nya.
"Hanya dengan melihat mu saja aku sudah merasa kenyang, sayang! Ini seperti mimpi bagiku karena hari ini aku benar-benar memilikimu seutuhnya," jawab Axelo tersenyum.
Andara mendengus mendengar ucapan suaminya itu, entah kenapa sekarang Axelo pintar sekali menggombal.
Andara mengambil udang goreng lagi lalu disodorkan pada sang suami. "Gombalnya di tunda dulu, sekarang makan yang banyak, kamu pasti lelah kan semalaman udah menggempur ku habis-habisan," ujar Andara.
Axelo terkekeh, "duh manisnya kalau lagi kayak gini! jadi gemes deh!" Andara memutar bola matanya malas. Sekarang Axelo benar-benar semakin konyol, Andara ingin mual mendengar gombalannya yang benar-benar garing itu.
"Istriku cantik banget sih!"
"Mas! Makan dulu, gak usah gombal-gombal lagi karena kamu nggak pantes, mending sekarang cepat makan, kalau kamu tidak segera makan aku juga nggak mau makan!" Andara merajuk meletakkan sendok makannya.
Axelo yang melihat hal itu langsung mengambil udang goreng dan meletakkan nya di atas piring karena tidak mau istrinya marah.
"Nah gitu, sekarang kita makan," Andara tersenyum melihat suaminya menurut, kemudian mereka pun melanjutkan acara makan siang dengan lahap dan juga hati keduanya diliputi oleh perasaan yang bahagia.
*****
Axel benar-benar merasa bahagia. Hari ini dia akan mengajak Andara berlibur ke Bali. Dia masih belum masuk kerja dan sekalian ambil cuti terakhir Axel mengajak istrinya refreshing sekaligus bulan madu ke Pulau Dewata.
Andara yang belum pernah sekalipun ke Bali tentu saja begitu bahagia dan antusias. Siang itu mereka langsung terbang menggunakan pesawat pribadi ke Bali.
"Jadi ini pertama kalinya kamu ke Bali?" Andara mengangguk.
"Aku mana pernah pergi jauh, hanya sekitaran Jakarta dan Bandung saja," jawab Andara menatap keluar kaca jendela.
Hanya awan-awan yang menjadi penghias luar sana, sungguh Andara begitu bahagia, ternyata memiliki suami seindah itu.
Axelo merangkul bahu istrinya, dikecup kepalanya lama. Axelo suka sekali membau wangi sampo sang istri.
"Aku nggak akan nunda momongan, aku ingin langsung punya anak, apa kamu siap sayang?" Andara menoleh, wajahnya berhadapan dengan wajah sang suami.
"Tentu saja, aku tidak akan menunda juga, usiaku sudah dua puluh delapan tahun, sudah terlalu tua. Kata orang-orang usia segini itu bagus untuk mengandung dan melahirkan, jadi aku siap, mas!" Axelo mencium bibir Andara. Dia senang jika istrinya itu sama seperti dirinya yang ingin segera memiliki anak.
Sungguh tidak pernah bisa dibayangkan bagaimana rasanya memiliki anak, Axelo sudah tidak sabar. Semoga Tuhan segera mengabulkan keinginan mereka.
Setelah menempuh perjalanan udara satu jam lebih, akhirnya mereka sampai di Bandara dan langsung meluncur menuju Ubud.
Axelo telah memesan Vila yang ada di Ubud, Vila milik salah satu temannya, dia akan memanjakan istrinya di sana.
Axelo merangkul pinggang istrinya untuk masuk ke Vila itu. Andara mengedarkan pandangannya dan begitu mengagumi interior yang ada di salam Vila itu.
"Bagaimana sayang, apa kau senang?" Tanya Axelo saat masuk ke dalam kamar yang pemandangan nya mengarah langsung ke hamparan laut yang luas.
"Senang sekali," jawab Andara berjalan ke arah balkon dan melihat pemandangan yang sangat cantik itu.
"Nanti kita akan mengelilingi Bali, kalau kamu mau, soalnya disini banyak sekali tempat-tempat wisata yang indah," ujar Axelo mendekap tubuh Andara dari belakang.
"Mas, makasih ya,, aku sangat ingin ke Bali sebenarnya, tapi belum ada waktu," jawab Andara menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
Kedua sejoli yang sedang kasmaran itu menikmati semilir angin dan hangatnya pancaran cahaya matahari sore hari.
"Istirahat dulu, nanti malam aku ajak berkeliling sekitar pantai," Andara mengangguk dan berjalan menuju ranjang.
__ADS_1
Memang dia begitu lelah, Andara langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size itu disusul Axelo. Tanpa menunggu waktu lama keduanya pun terlelap.
Sementara di Jakarta.
Laura melihat Putri tengah bermain di taman, wanita cantik itu tersenyum sambil mengelus perutnya.
"Akhirnya aku berhasil hamil, aku harap dengan kehamilan ini Mas Arsya jadi semakin sayang sama aku," gumam wanita cantik itu.
Laura memang belum memeriksakan kehamilannya, dia hanya melakukan tes dengan alat test pack. Dah hasilnya dua garis. Dia memang memiliki rencana untuk menambah momongan.
Tidak lama setelah itu, terdengar deru suara mobil suaminya. Laura langsung berjalan sedikit cepat untuk segera bertemu sang suami.
"Mas," Laura mencium punggung tangan suaminya. Dia selalu berdoa setiap kecupannya agar senantiasa di berikan umur panjang dan hubungan yang langgeng dengan sang suami.
"Putri mana?" Tanya Arsya sambil berjalan ke dalam rumah.
"Putri di taman belakang, lagi main," jawab Laura. Arsya kemudian memanggil sang putri san melihat putrinya berlari ke arahnya.
Laura tersenyum bahagia melihat keluarga kecilnya yang sempat berada di ujung tanduk kini berhasil utuh kembali.
"Mas, ayo ke kamar, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu," ujar Laura.
Arsya juga mengekori sang istri sambil menggendong Putri.
Setelah masuk ke dalam kamar, Laura berjalan ke arah meja rias dan mengambil sesuatu dari dalam laci.
"Mas Arsya, coba lihat ini," Laura memperlihatkan test pack itu pada sang suami. Mata Arsya membelalak sempurna.
"Kamu hamil sayang?" Laura mengangguk.
"Iya mas."
"Terima kasih sayang, terima kasih karena telah memberikan ku seorang malaikat kecil lagi," Arsya memeluk istrinya bersama dengan Putri yang ada dalam gendongannya.
Tentu saja hal tersebut sangat membahagiakan untuk Arsya dan Laura.
***
Ternyata rasanya luar biasa, Axelo tidak pernah menyangka akan senikmat ini, dia bersyukur bisa melakukan semua ini dengan wanita yang sangat di cintainya.
Penantian panjangnya terbayar sudah dengan menyemburkan amunisi di rahim Andara berkali-kali.
Hingga suara erangan di sertai suara indah Andara meluluh lantakan seluruh otak dan tubuhnya.
Ini sudah yang ke tiga kalinya Axelo menanam bibit unggulnya. Berharap bisa segera hadir calon baby yang tidak akan mereka tunda.
Akhirnya malam itu kedua pasangan suami istri baru itu tidak jadi jalan-jalan dan menikmati liburannya di dalam kamar saja.
****
Keesokan harinya.
Andara dan Axelo memutuskan untuk berkeliling ke pantai, setelah puas bermain di pantai, Axelo mengajak Andara berkeliling tempat dengan mengendarai mobil.
Melihat senyum merekah sang istri membuat Axelo bahagia. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika tidak bertemu dengan Andara. Yang pasti hidupnya masih terus akan menjadi orang bodoh yang hanya akan terobsesi terhadap kakak iparnya.
Setelah hampir setengah hari mengelilingi kota dan melihat keindahan kota itu, Axelo mengajak Andara berhenti di sebuah restoran mewah bintang lima. "Kenapa kita berhenti di sini, mas?" tanya Andara bingung.
"Kita makan siang dulu, aku sudah sangat lapar, sayang, nanti setelah itu kita lanjutkan jalan-jalannya lagi," jawab Axelo.
"Baiklah, aku juga sudah lapar, di Bali menu makanannya enak-enak dan itu membuat ku lapar," ucap Andara membuat Axelo tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita keluar dan masuk ke dalam restoran, di sini banyak menu yang pasti kamu suka, ini Restoran khas Bali," ucap Axelo membuka seatbelt-nya.
Setelah masuk restoran akhirnya Andara dan Axelo memilih tempat duduk yang berada di dekat dengan jendela
Keduanya memesan makanan dan menikmati makanan nya dengan lahap.
****
__ADS_1
Tiga bulan kemudian.
Andara masih bekerja meskipun suaminya tidak memperbolehkan. Dia tidak enak dengan Arsya karena baru beberapa bulan bekerja. Sore ini Andara memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Entah kenapa kondisinya sangat lemah dan gampang capek.
Setelah mengendarai mobil kurang lebih salam empat puluh menit, akhirnya Andara sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamar, rasanya ingin segera mandi karena seharian ini merasa sangat gerah. Setelah selesai mandi Andara langsung memakai baju santainya.
Wanita itu duduk di depan cermin, menatap wajahnya yang kian bersinar saja. Itu menurut nya loh, tapi memang setelah menikah dengan Axelo, Andara semakin suka merawat diri.
Wanita itu memakai lotion di tangan kaki dan moisturizer di wajahnya yang putih bersih itu.
Andara juga melakukan perawatan ke salon setiap seminggu sekali.
Jam masih menunjukkan pukul 5 sore. Satu jam lagi suaminya pulang dari kantor dan kali ini dia ingin memasak untuk Axel. Meskipun dirumah sudah ada asisten rumah tangga, tapi terkadang Andara juga ingin memasak untuk suaminya.
Andara berjalan menuju dapur, wajah nya nampak berseri-seri.
"Aku mau bikin omlet sayur, pasti mas Axel suka," gumam Andara mengambil beberapa sayuran seperti wortel, kentang, daun bawang dan juga seledri di dalam kulkas.
"Nyonya mau masak apa? Biar Bibik yang siapin," ucap Bik Sum ketika melihat majikan wanitanya itu meletakkan sayuran di wastafel.
Biasanya Bik Sum memang hanya membantu kalau Andara ingin masak sendiri.
"Tolong cuci semua sayuran itu kemudian langsung di potong kecil-kecil ya, Bik," ujar Andara.
"Baik, Nyonya!"
Andara mengambil empat butir telur ayam dari dalam kulkas, kemudian mengocok telur tersebut di dalam wadah. Andara tadi merasa capek, tapi sekarang dia sudah baik-baik.
Namun, tiba-tiba Andara merasakan perutnya mual. Rasanya seperti diaduk-aduk.
"Hoek!"
Andara memegang mulutnya, kemudian berjalan ke wastafel dan muntah kembali.
"Hoek!"
"Eh, Nyonya kenapa?" Bik Sum langsung memijat tengkuk Andara saat melihat majikannya itu tiba-tiba muntah.
"Gak apa-apa bik, tolong ambilkan air putih hangat," ujar Andara.
Bik Sum langsung cepat tanggap mengambilkan air putih hangat untuk Andara dan langsung menyerahkan nya pada sang majikan.
"Nyonya gak usah masak dulu, sepertinya Nyonya kecapekan atau mungkin masuk angin," ucap Bik Sum.
Andara menggeleng lemah. "Aku tidak masuk angin, Bik, mungkin sedikit kelelahan," jawab Andara yang merasa dirinya memang tidak masuk angin.
Andara tahu bagaimana kondisi tubuhnya saat ini. Bisa jadi dia kurang istirahat atau sedang banyak pikiran. Andara memutuskan naik ke lantai atas untuk istirahat sebentar.
Dia pun menyuruh Bik Sum untuk meneruskan membuat omlet sayur.
"Sepertinya udah telat seminggu, kalau menurut siklus haid pada waktu melakukan itu pas kebetulan aku baru selesai haid, jadi bisa di katakan saat itu masa subur," gumam Andara menutup mulutnya sendiri tidak percaya.
"Apa mungkin aku hamil?" wanita itu masih menerka.
"Sepertinya aku harus cek dulu, tapi aku tidak sedia tes pack di sini!" gumam Andara.
Akhirnya wanita itu memutuskan untuk pergi ke apotik terdekat untuk membeli alat tes kehamilan, toh waktunya masih sedikit lama saat kepulangan sang suami.
Andara tentu saja berharap jika dia benar-benar hamil, selama tiga bulan ini dia dan Axelo menunggu kabar baik itu. Tentu saja dia ingin seperti Laura yang sudah hamil 4 bulan anak keduanya.
'Ya Allah, mudah-mudahan engkau menitipkan calon bayi di perut hamba!'
Bersambung.
Apakah Andara hamil?
Atau cuma masuk angin?
Nanti up lagi kalau banyak yang komen dan kasih lika😘🥰
__ADS_1