Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
BAB 48


__ADS_3

Happy Reading.


Andara berjalan menuju resepsionis dan mengatakan jika dia sudah ada janji dengan bapak Arsya Airlangga.


"Namanya siapa ya Bu?" Tanya resep resepsionis yang berhijab.


"Saya Andara Soetomo," jawab Andara.


Wanita yang ber tage name Widia itu mengangguk, kemudian menyuruh Andara menunggu di ruang tunggu, karena Arsya belum datang.


Andara duduk di sofa ruang tunggu, ruangan itu hanya dibatasi kaca dan terlihat dari arah pintu depan. Sambil menunggu Arsya Andara melihat ponselnya dan mendapati pesan dari Axelo.


'Di perusahaan jangan macam-macam ya sayang, nanti kalau pulang aku jemput kamu. Love you my lovely.'


Andara tersenyum geli melihat pesan dari Axelo itu. Sekarang pria itu benar-benar narsis dan terang-terangan menggodanya seperti ini.


'Iya.'


Sesingkat itu balasan Andara, dia bingung mau menjawab apa. Karena baru kali ini Axelo mengirim pesan sampai mengatakan kata-kata yang membuat dadanya berdesir.


Andara memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas karena Axelo tidak membalas. Mungkin pria itu masih berada di perjalanan ke kantor.


Sepuluh menit kemudian Arsya masuk ke dalam perusahaan, terlihat semua orang menunduk dan menyapa. Di belakangnya seorang pria paruh baya mengikutinya. Badannya tegap dan dia juga terlihat garang. Mungkin dia yang bernama Bito, sekretaris Bapak Adam yang akan Andara gantikan.


Sepertinya memang Arsya sudah mengambil jabatan presdir itu karena para karyawan sudah mengenalnya.


Andara berdiri dan berlari mengejar Arsya yang sudah akan masuk ke dalam lift.


"Pak Arsya! Tunggu!"


Arsya yang mendengar namanya dipanggil langsung menghentikan langkahnya, kemudian dia pun berbalik dan melihat Andara yang sudah di depannya sambil berusaha mengontrol nafas.


"Andara, kamu sudah sampai, kalau begitu mari ikut sayang ke ruangan," ujar Arsya tersenyum.

__ADS_1


"Baik Pak," akhirnya Andara mengikuti langkah Arsya dan Bito masuk ke dalam lift yang diperuntukkan untuk petinggi perusahaan saja.


"Jadi nanti kamu pelajari semua yang diberikan oleh Bito padamu, karena saya juga baru saja bekerja di sini jadi masih harus beradaptasi begitupun juga kamu, jadi kita sama-sama saling membantu dan bekerja sama agar perusahaan lebih stabil dan berkembang," ujar Arsya saat mereka sudah berada di dalam ruangan Presdir.


"Baik pak, saya mengerti," jawab Andara.


Kemudian wanita itu mempelajari apa saja jadwal sang presdir dan juga kapan atasannya itu melakukan rapat dan juga meeting yang sudah dijadwalkan dalam seminggu ke depan.


Andara tidak pernah menyangka jika dia akan menjadi sekretaris, posisi ini sungguh sangat dihindari karena dia memang tidak suka menjadi sekretaris. Menurutnya jabatan itu seperti seorang kacung yang hanya bisa disuruh-suruh seenaknya.


Tapi sepertinya pekerjaan ini tidak seperti yang ia bayangkan, tidak sesulit yang ia kira.


"Bagaimana Dara, apa kamu sudah mengerti?" Tanya Bito.


"Iya Pak, saya akan pelajari lagi, dan saya juga akan menghafal jadwal Pak Arsya untuk seminggu ke depan," jawab Andara.


Akhirnya hari itu Andara resmi menjadi sekretaris Arsya di AR Corporation. Perusahaan milik Arsya sendiri yang memang sudah diperuntukkan untuk pria itu. Sedangkan perusahaan yang di pimpin oleh Axelo juga sudah di wariskan kepada anak kedua dari Adam Airlangga itu.


AA Grup masih dibawah naungan AR Corporation, meskipun begitu kedua perusahaan tersebut sudah semakin berkembang pesat sekarang.


Andara mengambil ponselnya dan melihat dua pesan dari Axelo. Andara merasa jika pria itu sekarang benar-benar menunjukkan perasaannya.


'Sayang, kalau udah istirahat jangan lupa untuk makan siang, ya. Love you ❤️


'Tapi ingat! Jangan sampai lirik sana sini, nggak usah deket-deket cowok disana!'


Andara menghela nafas, memangnya siapa yang mau dekat sama cowok lain.


'Iya, kamu juga jangan telat makan siangnya, mas. Aku mau ke kantin buat nyari makan sambil lihat-lihat kantor yang baru.'


Setelah membalas pesan dari Axel, Andara memutuskan untuk turun ke lantai bawah. Wanita itu keluar dari lift dan mencari di mana kantinnya berada.


"Mbaknya sekretaris Pak Presdir yang baru ya?" Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang memegang bahunya.

__ADS_1


Andara menoleh dan melihat seorang wanita cantik tersenyum ke arahnya.


"Iya, saya sekretaris pak Arsya, nama saya Dara," Andara menyodorkan tangannya.


Wanita itu menerima uluran tangan Andara menyalaminya.


"Saya Silvi, manager bagian akuntansi, Mbak Dara mau kemana? Ke kantin?"


"Iya, gak usah terlalu formal ya, sepertinya kita seumuran," ujar Andara terkekeh.


"Eh, masa? Aku kira mbak Dara udah hampir tiga puluhan lo, aku masih dua lima tahun mbak," Andara hampir menjatuhkan rahangnya.


Apa tadi yang Silvi bilang, usianya hampir tiga puluh tahun? Apa wajahnya sudah setua itu. Padahal umurnya baru dua puluh tujuh tahun, hampir dua puluh delapan. Tapi memang sih, usianya mendekati tiga puluh tahun, tapi itu masih lama. Rutuk Andara dalam hati.


"Ya, nggak apa-apa, anggap aja kita seumuran, jadi nggak usah terlalu formal," ucap Andara sedikit kesal.


"Kalau begitu yuk ikut aku ke kantin, jalannya ke arah sana," Silvi menunjuk arah kanan.


Andara mengangguk dan berjalan mengikuti Silvi. Akhirnya mereka memesan makanan yang ada di Kantin itu. Banyak orang-orang yang tiba-tiba ingin berkenalan dengan Andara. Bahkan Andara seperti menjadi artis saja.


"Dara ini apanya Pak Axel ya? Tadi di grup gosip kantor ada yang share foto Dara di antar oleh Pak Axel," ujar salah satu karyawan yang tadi memperkenalkan dirinya sebagai Aca.


Andara tentu saja terkejut, memangnya siapa yang memotretnya dan Axelo. Apakah para karyawan di sini juga mengenal Axelo?


"Emmm, aku sama Pak Axel memang saling kenal, dulu aku kerja di kantornya, dan sekarang atas saran dari Pak Adam jadi aku ditarik kesini," jawab Andara.


Semuanya tersentak ketika Andara mengatakan hal itu. Tadi Andara mengatakan Pak Adam bukan? Siapa yang tidak kenal dengan Adam Airlangga. Pendiri AR Corporation dan AA Grup. Pria hebat yang memiliki dua putra tampan yang kuga sama hebatnya dengan beliau.


"Kamu kenal sama Pak Adam?"


Andara mengangguk, tentu saja dia kenal. Andara juga pernah ke rumahnya untuk makan malam. Bahkan sudah hampir menjadi Ayah mertuanya.


"Kamu kok bisa kenal Pak Adam? Beliau itu sulit banget untuk ditemui lo padahal, kita-kita aja yang karyawannya bertahun-tahun tidak pernah bisa bicara langsung sama beliau," ujar Rega.

__ADS_1


"Kalian nggak usah iri gitu, mungkin aja Dara itu memang bukan orang biasa, buktinya tadi ke sini diantar oleh Pak Axel salah satu CEO dari AA group dan anak bungsu dari Pak Adam, jadi ya tidak heran kalau kenal sama Beliau," sahut wanita yang bernama Mira.


Duh, Andara jadi pusing sendiri. Dia tidak pernah membayangkan jika di kantor barunya akan menjadi seterkenal ini.


__ADS_2