
Happy Reading.
Dian telah selesai dengan kuliah nya, sampai saat ini Arie tidak menghubunginya. sebenarnya dia sangat merindukan Arie. Tapi dia masih kesal dengan kejadian waktu itu.
Maya mencolek lengan Dian yang sejak tadi sibuk dengan gawainya.
"Eh Di, lihat tuch ada cowok cakep, sepertinya dia mau jalan ke arah sini," ucap Maya melihat laki-laki tampan yang menghampiri mereka.
Dian langsung mendongak menatap seorang laki-laki yang sudah tidak asing lagi.
"Evan, ada apa?" tanya Dian melihat Evan yang saat ini ada di hadapan nya.
"Hai Dian, apa kabar?" tanya Evan basa basi.
"Ehemm, jadi kalian memang saling kenal?" tanya Maya.
"Dia Evan, kakaknya Arie, kak kenalin sepupu ku Maya, kakaknya Eva," ucap Dian mengenalkan Evan dengan Maya.
"Evan," cowok itu mengulurkan tangannya.
Dan disambut oleh Maya dengan senang hati. "Maya, kakak kenal sama Eva juga, aku kakaknya."
"Owh, salam kenal ya," ucap Evan tersenyum. Kemudian dia menatap Dian.
"Ada urusan apa kak?" tanya Dian to the poin.
"Aku kesini mau mengajak kamu makan siang, mau 'kan?" tanya Evan.
Pas sekali Dian juga tengah menahan lapar, "ehmm,, baiklah tapi sama Maya juga ya?"
Belum menjawab pertanyaan Dian tiba-tiba Reva datang.
"May, makan siang yuk?" Ajak Reva dengan senyuman di bibirnya.
Sedangkan Maya hanya diam, malas rasanya untuk ketemu sama Reva.
"May, aku makan siang sama kak Evan saja, tuch Reva udah datang," ucap Dian yang melihat kesungguhan Reva untu mengejar Maya kembali.
__ADS_1
"Eh, tapi Di.." belum sempat selesai ngomong Dian langsung menarik tangan Evan.
"Aku sama kak Evan pergi makan siang dulu ya May may, da-daaa," teriak Dian melambaikan tangan.
"Dian!! kok ninggalin aku sih!" kesal Maya melihat sepupunya itu pergi begitu saja.
"Udah, biarin aja, kita makan siang berdua saja ya?" ucap Reva yang menahan Maya pergi.
Maya hanya menghela nafas, diapun pasrah dengan mengikuti kemauan Reva.
****
Disudut restoran, Tiya sedang duduk sambil menyeruput minuman nya. Didepannya telah duduk seorang laki-laki yang memandang nya dengan tatapan tajam.
"Kita putus Enzi," ucap Tiya.
"Apa yang membuatmu ingin putus dariku?" Tanya laki-laki itu yang bernama Enzi itu.
"Aku ingin fokus kuliah," jawab Tiya mengaduk minumannya.
Laki-laki yang bernama Enzi itu hanya terdiam. Sebenarnya dia juga belum terlalu mencintai Tiya, mereka kenal memang belum terlalu lama kemudian berhubungan.
Maafkan aku Enzi, aku memang tidak mencintai kamu. Aku harus mendapatkan cintaku yang sebenarnya. Batin Tiya.
Enzi yang akan keluar dari restoran tiba-tiba dia menabrak seseorang yang akan masuk kedalam restoran itu.
"Aduh maaf-maaf," ucap Enzi memegang bahu seorang wanita.
"Gak apa-apa kok, untung hp ku gak jatuh, he," jawab seorang wanita yang tak lain adalah Dian.
Enzi menatap kagum pada seorang Gadis yang ada dihadapanya saat ini. Tapi kekaguman nya sirna ketika ada seorang laki-laki mendekat ke arah mereka.
Evan yang datang dari arah belakang memegang pundak Dian.
"Di, dia siapa?" tanya Evan menatap Enzi.
"Aku gak kenal," jawab Dian jujur.
__ADS_1
"Maaf aku tadi tidak sengaja menabrak kekasih anda," ucap Enzi yang mendapat tatapan melotot dari Dian.
"Kamu salah, kak Evan bukan kekasih saya," ucap Dian mengklarifikasi.
"Ayo Di, kita masuk aku sudah sangat lapar." Evan langsung mengajak Dian masuk. Tangan nya pun masih setia berada dipundak gadis itu. Dia merasa malas menjelaskan pada orang yang belum dikenal.
Sedangkan Enzi hanya tersenyum melihat kedua orang tadi masuk ke dalam restoran.
Lalu setelah itu dia pergi dari restoran tersebut.
Evan dan Dian telah duduk dan memesan makanan, sebenarnya Dian tidak enak jalan berdua sama Evan, tapi tidak apalah. Evan kan kakaknya Arie. Dia juga udah izin sama kekasihnya yang masih ngambek itu. Biar tambah ngambek sekalian.
Siapa suruh tidur dengan wanita lain, pakai acara gak memakai baju.
Tapi tiba-tiba mata Dian tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di pojokan.
"Itu Tiya 'kan? iya benar itu Tiya. Aku harus bertanya padanya langsung!" ucap Dian bangkit dari duduknya.
Evan yang melihat Dian akan pergi menemui Tiya telah ditahan tangannya.
"Kamu mau kemana?" tanya Evan.
"Kak, aku mau ketemu seseorang yang ada disana," tunjuk Dian kearah Tiya.
Sedangkan Tiya tidak tahu bahwa Dian dan Evan berada dalam restoran yang sama.
"Kamu makan dulu, baru kemudian kamu datengan tuh cewek."
Dian pun pasrah meskipun sebenarnya mulutnya sudah gatal ingin bertanya, tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang.
Tiya yang sudah merasa jenuh ahirnya berdiri untuk membayar makanannya. Setelah sampai kasir dia membayar dan akan melangkah pergi.
Tapi kemudian ada seseorang memanggilnya
"Tiya!!!"
DEG....
__ADS_1
Bersambung...
Halo kakak2 semuanya ... jangan lupa ya untuk like dan vote cerita iniππππ terima kasih.