Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
BAB 61


__ADS_3

Happy Reading.


Axelo sangat bahagia ketika melihat sang istri datang ke kantornya dan membawakan bekal makanan dari rumah.


Padahal tadi dia sudah panik luar biasa saat Andara mengatakan jika istrinya mau peluk orang lain. Tapi ternyata Andara hanya membuat kejutan saja.


"Ya Allah, sayang, ku kira tadi kamu beneran...!"


"Mas, maaf!" Andara nyengir tidak enak hati.


Axelo langsung memeluk istrinya sebentar, karena mereka ada diluar perusahaan jadi tidak enak dilihat kalau pelukannya lama-lama.


"Ayo ikut mas masuk, nanti kamu tunggu diruangan ya, mas mau rapat dewan direksi dulu," ujar Axelo mengelus rambut istrinya.


Andara mengangguk dan tersenyum. Disepanjang perjalanan banyak yang menyapa Andara, kebanyakan dar mereka adalah sahabatnya waktu masih bekerja di perusahaan suaminya dulu.


Sungguh Andara tidak pernah menyangka jika dia akan menjadi istri seorang Axelo.


Setelah keluar dari lift, akhirnya Axelo mengajak Andara masuk ke dalam ruangannya.


"Kenapa sekarang jadi suka keluyuran?" Tanya Axelo meletakkan paper bag berisi makanan yang dibawa istrinya itu.


"Sekarang kan aku pengangguran mas, jadi ya mending jalan-jalan, lagian udah mendingan kok, habis makan sop ayam buatan Bik Sum jadi seger bugar lagi," jawab Andara terkekeh.


Axelo mendekati sang istri, menatap wajah cantik Andara yang tidak pernah bosan dipandang.


Semenjak hamil Andara terlihat semakin cantik dan bersinar, apalagi dengan dress yang ia kenakan hari ini. Biasanya Dara lebih suka memakai kemeja dan celana kain panjang, tapi setelah menikah dia sering memakai dress ala-ala Korea.

__ADS_1


"Sayang, apa hanya aku yang merasa semakin hari kamu semakin terlihat cantik, bahkan sangat cantik," ucap Axelo menarik pinggang sang istri dan mengecup bibirnya dua kali.


"Masa sih cuma menurut mas aja? Apa mas sedang gombal lagi?"


"Ssttt..! Ini serius loh, kok di katain gombal, sih? Istriku ini memang semakin cantik, coba aku tanya ke Farel, ya biar kamu percaya?"


"Eh, gak perlu, iya aku percaya, lebih baik sekarang mas rapat dulu, nanti terlambat." Axelo hampir saja lupa jika dia harus rapat segera.


Akhirnya Axelo segera keluar ruangan menuju tempat rapat setelah mencium perut dan bibir Andara.


******


Axelo menyesuaikan rapatnya dengan cepat, dia juga tidak banyak mengeluarkan argumen dan hanya menyetujui ide-ide yang di kembangkan oleh para dewan petinggi saja. Jefri ternyata tidak jadi datang, tapi Axelo memakluminya.


Setelah selesai rapat akhirnya Axelo langsung berjalan cepat menuju ruangannya karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri. Dia juga takut istrinya bosan jika sendirian disana.


"Sayang," Axelo senang melihat Andara yang tiduran di sofa. Karena di ruangan Axelo memang ada sofa besar muat untuk tiduran.


"Iya udah, mas laper sayang," ujar Axelo dengan nada manja.


"Yukk makan," Andara sudah mengeluarkan isi bekal yang dia bawa di taruh di atas meja dan tinggal menuangkan ke atas piring.


"Suapin, ya?" rengek Axelo manja.


"Kenapa mas jadi manja gini sih? Manjanya kebangetan, gak ingat umur apa udah tua loh," ucap Andara menyendok kan nasi dan mengarahkan ke mulut sang suami.


"Mumpung masih bisa, kalau besok baby udah keluar nggak bisa minta suap lagi," jawab Axelo sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


Andara hanya tersenyum saja melihat tingkah suaminya itu.


"Nanti kita periksa ke dokter kandungan, kemarin pas USG dedeknya malu, jadi disembunyikan jenis kelaminnya," ujar Andara yang diangguki antusias oleh Axelo.


"Iya sayang, nggak sabar lihatnya, cowok apa cewek ya, anaknya Arsya cewek lagi, dia nggak jago bikin anak cowok, hahaha!" Andara yang mendengar ucapan Axelo langsung mencubit lengannya.


"Huss, jangan ngomong gitu, nggak boleh!"


"Iya-iya sayang, tadi mas keceplosan!"


Akhirnya keduanya menghabiskan makanannya dengan saling berbagi canda tawa.


****


Beberapa bulan kemudian.


"Aduh, capek banget ya mbak!" ujar Andara sambil menyandarkan tubuhnya di sofa, di susul dengan Laura yang juga ikut duduk di sampingnya.


"Iya, Ra. Hamil anak kedua aku juga sering lelah. Mungkin karena udah tua ya?" ujar Laura terkekeh. Sekarang kandungannya sudah memasuki 8 bulan dan Andara 5 bulan.


"Mbak itu belum tua, mungkin karena usia kandungannya juga sudah masuk trimester ketiga jadi sering capek," jawab Andara.


Sementara Axelo dan Arsya baru masuk ke rumah dan melihat istri-istri mereka sedang duduk di sofa raung tengah. Mereka berada di rumah Arsya. Sedangkan Putri sudah berlari ke kamar diikuti pengurusnya karena tidak sabar mau bermain dengan mainan barunya.


Kedua pria itu hanya geleng-geleng kepala melihat para istri yang baru saja merengek manja dengan mengajak para suami belanja untuk keperluan dedek bayi.


Kedua perut wanita itu sudah sama-sama buncit, badan mereka juga sudah tidak seseksi saat belum hamil. Andara dan Laura tidak sabar menyambut kelahiran bayi mereka yang sangat sehat.

__ADS_1


Ya, Dara dan Laura tidak terlihat seperti wanita hamil pada umumnya yang ketika usia kandungannya sudah besar, mereka biasanya akan malas untuk pergi keluar sekedar jalan-jalan. Tapi lihatlah kedua bumil tersebut, hoby mereka selain makan adalah shoping, menghabiskan uang suami dan berfoya-foya.


Sungguh tidak ada rasa lelah ataupun kaki bengkak, ibu dan janin sangat sehat dan tentunya bahagia.


__ADS_2