
Maaf masih berantakan dan banyak typo, baca besok aja ya biar nggak bingung 🙏
Happy reading.
Malam itu Arie menghubungi Bily mau menanyakan perihal kabar bahwa dia telah menghamili seorang wanita. Tetapi setelah berkali-kali di telpon selalu tidak diangkat.
"Lo dari tadi nelpon siapa sih rie?" tanya Tiya yang memang saat ini berada dikamar nya.
"Gue nelpon Bily, tapi dari tadi ga diangkat-angkat," jawab Arie.
"Yah mungkin lagi sibuk sama gebetan barunya kali,"
"Gak tau juga, gue penasaran aja, apa benar dia hamilin anak orang?" ucap Arie
"Whatt??! hamil? siapa yang di hamilin?" tanya Tiya terkejut.
"Kalau gue tahu, gak bakalan gue sepenasaran ini," jawab Arie.
Tiba-tiba pintu terbuka, Serli yang baru datang wajah nya cemberut karena tidak suka dengan adanya Tiya dikamar Arie. Ya meskipun tadi pintunya agak terbuka sedikit, dan masih terdengar dari luar ketika dari dalam berbicara.
"Sayaangg...!" serli memeluk Arie
"Ada apa ser, kok gak ngabarin kalau mau dateng?" tanya Arie sambil melepas pelukan Serli. Entah kenapa sekarang dia agak risih dengan perlakuan manja Serli.
Mungkin dia sedikit terpengaruh kata-kata mama nya tentang wanita itu.
"Dari tadi hp kamu sibuk terus, aku juga udah kirim pesan tapi gak kamu bales yank!" jawab Serli sambil bibirnya mengerucut.
"Alah lebay loe ser, gak usah digituin juga mulut lo, males," ucap Tiya memutar bola matanya.
"Eh, emang masalah buat lo? terserah gue donk, mulut gue..!" balas Serli gak terima.
"Tapi Arie gak suka lihat muka loe digituin, sok imut banget sih!"
"Emang gue imutt!" Serli berteriak.
"Kalian berdua keluar dari kamar gue!! " Arie yang dari tadi diam tak bisa menahan emosi, karena selalu saja Serli dan Tiya tidak pernah akur.
"Maaf yank, dia yang mulai duluan," tunjuk Serli kepada Tiya.
"Udah lo keluar aja, bikin ribut terus sih disini" ucap Tiya gak terima.
Arie yang masih kepikiran tentang Bily tiba-tiba dihadapkan dengan 2 cewek super cerewet, ahirnya dia lebih memilih keluar kamar dan sebelumnya mengambil kunci mobil di nakas.
Serli dan Tiya masih ribut seperti tom & Jery yang gak pernah akur. Mereka belum menyadari dengan keluarnya Arie dari kamar tersebut.
Arie melajukan mobil nya ke rumah Aldo, sebelum nya dia menelfon dan bertanya dimana keberadaan nya. Setelah memberi tahu kalau dia sedang dirumah, langsung Arie tancap gas menuju rumah aldo.
****
Hari ini adalah hari pernikahan Bily dan Desy.
Acara akad berada dikediaman mempelai wanita, dan hanya mengundang kerabat dan teman dekat kolega bisnis orang tua mereka.
Setelah mengucapkan ijab qobul dan para saksi mengatakan sah, Bily dan Desy resmi menjadi suami istri.
Tidak ada raut bahagia di wajah Bily entah dia harus mengekspresikan bagaimana, karena dia tidak menyangka akan menikah muda, memang saat ini usia nya baru 20 tahun dan sebentar lagi wisuda.
Tapi itulah resiko pacaran bebas, mungkin memang sudah menjadi karma karena telah melakukan perbuatan itu. Dan kehamilan desy adalah buah dari perbuatan mereka.
Dirumah tante Dea, Maya dan mama nya sedang berdebat. Maya yang tadi nya sepulang kuliah janji mau mengantarkan mama nya itu tiba-tiba mengatakan tidak bisa.
"Maya, kamu tuch gimana sih, katanya mau nganterin mama, kenapa tiba-tiba gak bisa, kamu batalin aja tuh rencana sama temanmu itu, mama kan gak enak sama jeng sinta kalau gak datang," ucap tante Dea
"Nggak bisa dibatalin Ma, gini aja mending mama suruh anterin Dian, pasti dia mau," ucap Maya.
"Huh kamu tuch nyusahin Dian aja, ya udah aku ke kamar dewi dulu, keburu gak sempet nie waktunya," jawab tante Dea berlalu dari kamar Maya.
Setelah tante Dea menyuruh Dian untuk mengantar kan nya ke acara teman nya itu.
Mereka ahirnya sampai didepan rumah gerbang putih yang ditunggu penjaga. Harus ada undangan khusus untuk masuk kerumah itu, karena memang tante Dea diundang langsung pemilik rumah, setelah memperlihatkan undangan online nya lewat hp, merekapun diperbolehkan masuk.
Rumah dengan 3 lantai itu sungguh sangat megah dan indah, bahkan 2x lebih besar dari rumah tante Dea. Merekapun masuk kedalam dan di tuntun seorang wanita berpakaian seperti pelayan untuk langsung menuju taman belakang.
Ternyata disana telah ramai oleh para tamu undangan yang hadir, Dian yang melihatnya sungguh sangat kagum dengan dekorasi taman tersebut.
'sepertinya ini acara resepsi pernikahan, sungguh indah sekali dan sepertinya didepan itu pengantin nya, mereka berdua sungguh serasi. Batin Dian.
Tiba-tiba mata Dian beradu pandang dengan mata milik seseorang yaitu mempelai pria. Yup, benar, acara itu adalah acara resepsi pernikahan Bily dan Desy.
Deg!
Baik Dian maupun Bily sama-sama terkejut.
Ternyata ini pernikahan Bily dengan gadis yang mengatakan hamil anak nya itu. wah kabar bagus, kenapa Bily gak ngasih tahu teman2 nya ya, Arie pun sampai gak tahu. batin Dian.
Kok Dian ada disini, gawat banget, gak nyangka kenapa dia selalu tahu duluan tentang hal-hal yang harus aku tutupi ini. padahal aku menginginkanmu Di, batin Bily.
Desy yang dari tadi melihat ke arah pandangan Bily mengepalkan tangan nya.
Riki yang dari tadi tidak berkedip memandang seorang wanita yang tidak jauh dari panggung itu.
Bukankah itu wanita yang bersama Bily di restoran, apa sebenarnya hubungan mereka. batin Desy.
Dian naik ke atas panggung untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.
Bily dengan canggung hanya tersenyum dan membalas salaman Dian.
Apakah memang kamu bukan takdirku Di, aku berusaha untuk menyembunyikan pernikahan ini tapi kamu malah tahu segalanya. Belum sampai kita jalan tetapi takdir sudah tidak memperbolehkan. Batin Bily terus menatap Dian.
Dian berusaha melepaskan jabatan mereka dengan menarik tangannya. Bily yang tersadar dari lamunan nya lalu melepaskan tangan Dian
Dian beralih melanyami Desy.
"Hai, aku Dian, temen nya Bily, kita belum lama jadi teman sebenarnya. tapi aku merasa senang bisa hadir di acara pernikahan kalian, Selamat ya" ucap Dian tulus.
"Terimakasih, aku Desy istrinya riki. kita pernah bertemu sebelum nya," ucap Desy tersenyum
Setelah Acara yang berlangsung sampai jam 5 sore itu Dian dan tante Dea pulang. Tante dea benar-benar tidak menyangka kalau ternyata itu pernikahan Bily dan putri dari teman nya yang bernama Sinta. Tante Dea memang mengenal Bily karena orang tua mereka bersahabat.
Dian pun menceritakan kalau Desy telah hamil duluan, dan mereka sepertinya mengadakan acarnya mendadak karena tidak ingin kehamilan deay diketahui banyak orang.
****
Arie menelfon Dian, entah kenapa sekarang dia jadi selalu ingin mendengar suara gadis itu. Tadi siang mama nya menanyakan tentang tantangan pada waktu itu, apakah dia tertarik sama Dian atau tidak, kalau tertarik dia harus memutuskan Serli, tapi kalau tidak tertarik dia tidak boleh mendekati Dian, dan diperbolehkan meneruskan hubungan nya dengan Serli.
Malam ini dia memang mau memantapkan hati nya, sepertinya perasaan pada Dian memang berbeda, tidak seperti dengan Serli. Jantung selalu berdetak kencang bila berdekatan dengannya.
"Halo rie, ada apa?"
"Ehmm, gak papa, cuma pengen dengar suara kamu aja."
"Gombal banget sih!"
"Beneran Di,, emang itu yang aku rasakan. aku gak pernah gombal orang nya, selalu berkata dengan sesuai isi hati."
"Iya-iya percaya, sebenarnya ada apa kamu telfon?
"Aku mau tanya sama kamu, kamu sebenernya udah punya pacar belum?" Tanya Arie deg-degan.
"Aku udah putus rie, udah jomblo." Jawab Dian diseberang telepon.
"kalau gitu kamu mau gak punya hubungan serius sama aku?"
"Hubungan serius yang gimana?"
"Menjalin hubungan sepasang kekasih. aku suka dan cinta sama kamu Di, aku jujur dari hatiku?"
Dian benar-benar kaget dan tidak percaya. secepat itukah Arie mengungkapkan perasaan nya. apa ini tidak terlalu cepat.
"Di, kamu mau kan serius sama aku, soalnya ada seseorang yang mau ngajak aku serius, dia mau nikah sama aku dan aku pengen berkomitmen sama kamu, pengen jalanin hubungan serius sama kamu, kamu mau kan Di? kamu harus jawab sekarang juga"
memang nya siapa yang ngajak Arie berhubungan serius, apa itu pacar nya. tapi kenapa dia malah mau ngajak aku berkomitmen dan serius. batin dian.
"aku.. aku....." Ujar Dian terbata.
****
"aku.... aku... aku belum bisa jawab rie, ini terlalu mendadak.. kasih aku waktu ya?
Itulah jawaban dari Dian. Sebenarnya dia memang dari awal menyukai Arie. Tapi bukankah ini semua terlalu mendadak. Arie menyatakan perasaan nya dan meminta Dian menjadi kekasihnya.
Sebenarnya apa mau nya Arie
Seminggu setelah kejadian itu, mereka semua sama-sama tidak saling bertemu, Arie benar-benar sibuk merampungkan tugasnya.
Dian sibuk dengan tugas-tugas kuliah nya juga, Bily dan desy baru pulang dari honeymoon. Mungkin Bily sudah bisa menerima takdirnya yang harus menjadi suami dan calon ayah muda.
Serli dan Aldo pun semakin menjadi. semenjak Arie selalu sibuk, serli selalu mendatangi Aldo dirumahnya, bahkan terkadang sampai menginap dirumahnya.
Pada suatu ketika dian berada di kampus, dia sedang berjalan menuju kantin bersama Maya, tiba-tiba ada seseorang memanggilnya dan ternyata itu adalah Arie.
'pantas saja dari tadi banyak mahasiswi yang histeris, ternyata sang idola datang ke sini.
batin dian tersenyum.
jujur seminggu ini gak ketemu bikin dia kangen. Maya yang melihat Arie memanggil dian dia semakin bingung.
"Hai, ada apa?" tanya Dian
"Aku mau ngajak kamu makan siang," ucap Arie
"Kamu kenal sama Dian rie?" tanya Maya.
" tentu saja, sama calon sendiri masa gak kenal" jawab Arie enteng.
Maya semakin cengo mendengar ucapan Arie. dian hanya menepuk jidatnya.
Setelah itu dian pun pamit Untuk makan siang bersama Arie. maya pun mengiyakan setelah dewi berjanji akan menceritakan hal yang ada didepan matanya saat ini.
Arie mengajak dian kesebuah restoran bintang lima. dewi merasa tidak enak karena pasti sangat mahal makanan yang ada disitu.
Tapi setelah Arie memaksa ahirnya dian memesan makanan yang sama dengan Arie.
setelah selesa makan Arie menanyakan lagi maksud kedatangan nya itu.
"Di, apa kamu masih belum bisa menjawab ?" tanya Arie menatap Dian.
"Sebenarnya aku mau tanya, apakah sekarang kamu sudah punya kekasih?" ucap Dian yang malah balik bertanya.
Arie pun mengerti dengan pertanyaan Dian meskipun dia punya kekasih tetapi Arie sudah tidak menyayanginya lagi dan lagipula Andara Arie ingin anak nya segera putus darinya.
"Sebenarnya aku memang mempunyai kekasih Di tapi," sebelum Arie menjelaskan tiba-tiba mood Dian berubah dan menyela ucapannya.
" lalu kenapa kamu menginginkan aku menjadi kekasihmu apabila kamu sudah punya kekasih rie, kamu anggap aku wanita apa?" tanya Dian dengan mata yang sudah berkaca.
__ADS_1
sesak sekali mendengar pengakuan Arie itu.
"Sayang, tunggu penjelasan aku dulu, aku tidak pernah mencintai nya, bahkan sebelum aku kenal denganmu, tapi setelah aku kenal kamu, perasaan ku ini sangat berbeda, aku sudah mencintai mu bahkan sebelum aku bertemu langsung dengan mu, aku akan memutuskan serli setelah ini. aku bener-bener ingin menjadikanmu milikku. Aku mencintaimu Di. maukah kamu menikah denganku setelah aku wisuda?" jelas Arie.
"Kamu ini benar-benar aneh rie, aku gak mau menjadi orang ketiga diantara kalian! selesai kan dulu urusanmu itu baru setelah itu aku akan memantapkan hati ku," jawab Dian tersenyum.
Setelah perdebatan panjang mereka, ahirnya Dian memutuskan pulang kerena harus ke butik membantu tantenya.
***
Aldo pergi menemui Arie dirumah nya, setelah mengantar sely ke kampus nya.
dia mendapatkan telefon dari arie untuk segera datang, setelah sampai dia langsung masuk ke kamar.
Hari itu arie sungguh bingung, karena harus memutuskan Serli secepatnya. diapun menceritakan semua kepada Aldo.
Aldo yang mendengar nya pun sungguh terkejut, sejak kapan dia dan Dian dekat. Pantas saja Serli selalu bersamanya dan mengatakan kalau Arie selalu sibuk dan tidak bisa diganggu. Batin aldo
"Gue harus gimana Al, bantu gue buat bilang ke serli, bukakan kalian berdua teman dekat dari dulu?" tanya Arie
"Aku juga bingung rie, kenapa kamu bisa menyukai Dian dan melupakan Serli begitu saja?"
"Entahlah, dari dulu aku memang tak pernah serius dengan nya, dia selalu memaksaku untuk menikahinya, tetapi aku benar2 tidak ingin menikah dengan dia. Bahkan sebelum aku kenal sama Dian, bantu gue Al."
"Sepertinya akan sulit memutuskan nya, loe tau sendiri dia cinta mati sama elo rie, mungki loe harus berbuat sesuatu agar sely mutusin loe duluan." ide Aldo
"Ahh, baiklah aku punya ide bagus!" tiba-tiba Arie mempunyai sebuah ide yang mungkin bisa membuat serli memutuskan nya.
Yang pasti dia gak akan melibatkan Dian didalam nya.
Setelah itu Aldo dan Arie meneruskan pembahasan mereka dengan membuka laptop dan merampungkan tugas kuliah mereka.
Maya kali ini benar-benar menginterogasi Dian.
Dian menceritakan semuanya, bahkan dia cerita kalau arie ingin menjadikan dia kekasih meskipun sudah punya.
"Memang setahuku kekasih Arie itu nama nya Serli, mereka bahkan menjadi pasangan serasi di kampusnya." ucap Maya.
"Kalau memang begitu, mending aku mundur alon-alon!" ucap Dian cemberut.
Maya yang melihat Dian pun jadi tidak enak. dewi memang sudah menceritakan bahwa sebenarnya dia juga menyukai Arie.
"Sorry Di, aku gak bermaksud, kalau memang Arie serius sama kamu pasti dia memilihmu," ucap maya menyesal
"Iya-iya Maya zeyeng, aku tahu kok. udah ah gak usah dipikirin lagi, sekarang kita keluar untuk melayani tamu-tamu di butik. Di luar agak rame kelihatanya," ucap Dian.
"Baiklah ayo," jawab Maya.
Maya dan Dian pun melanjutkan urusan mereka.
Setelah beberapa jam kemudian waktu menunjukan jam 5 sore, butik pun tutup.
maya bergegas melajukan mobil nya pulang kerumah. begitupun dengan Dian yang sudah sangat lelah.
Beberapa minggu kemudian.
Serli hari ini harus ketemu sama Arie, dia sudah benar-benar tidak tahan dengan kelakuan kekasihnya yang mendiam kan nya hampir 1 bulan lamanya. Serli butuh penjelasan, meskipun setiap ditelfon jawabam Arie selalu sama, sibuk dengan tugas kuliah.
Dia mencari keberadaan arie yang berada di kantin kampus. setelah diberitahukan oleh Bily, dia melihat Arie bersama Bily sedang selesai makan dan Arie sedang menelfon seseorang.
Serli langsung duduk dihadapan Arie dan Bily seketika Arie langsung berpamitan dan menutup telfonnya.
"Oh jadi ini yang katanya sibuk! sibuk telfonan sama seseorang!" cibir Serli.
"Ada apa ser, gue lagi sibuk," ucap Arie.
"Yank, loe kenapa sih, akhir-akhir ini menghindar dari gue, malah sekarang asik-asikan telfon, padahal setiap aku telfon gak pernah diangkat, misal diangkat selalu bilang sibuk, tapi apa yang aku lihat sekarang, hah!!"
"Ya gue emang sibuk," jawab Arie enteng sambil melihat hape dan senyum-senyum sendiri.
serli yang melihat Arie lagi berbalas chat itu sangat kesal, ini sudah keterlaluan. Batin Serli.
Dia berusaha merebut hape milik arie, tapi arie menahan nya. itu malah semakin membuat sely curiga.
"Apa loe udah ada yang lain rie?! jawab!!" serli berteriak. kali dia tidak memanggil arie dengan sebutan sayang.
Arie tersenyum sinis. usahanya berhasil. dia membuat serl mencurigainya. dia memang ingin sely yang memutuskan nya. jadi dia tidak akan merasa bersalah.
"Mana ada sell.." jawab Arie
"Kalau gitu lihat hape kamu," ucap serli mengadahkan tangan nya minta hape Arie
"Gak boleh," jawab arir singkat. dia bahkan masih sibuk membalas chat dari Dian.
itu semakin membuat serli curiga. Apa bener Arie udah punya yang lain. Serli semakin marah. Bily yang dari tadi sibuk mendengarkan perdebatan mereka ahirnya memilih pergi.
"Ya udah kalau gitu antar gue ke mall yank, aku mau shoping," ajak Serli tidak mau melanjutkan perdebatan nya.
"Gak bisa sell, gue ada urusan. gue pergi dulu ya. " pamit arie meminggalkan Serli sendiri di kantin itu.
mata serli berkaca-kaca, hatinya sakit melihat kelakuan arie yang mengabaikan nya. selama sebulan ini itulah perlakuan yang dia dapat dari arie. bahkan sekarang dia tidak mau mengantarkan serli pulang.
padahal dulu arie selalu menurutinya. tapi sekarang dihubungi saja sangat susah. Arie sudah berubah. dan itu membuat Serli semakin menjadi pribadi yang buruk, sering ke klub malam mabuk dan tidur dengan Aldo.
bahkan meskipun aldo mengetahui sikap arie yang berubah dikarenakan dewi, tetapi dia tidak mungkin menceritakan pada Serli meskipun sely sering curhat. dia tidak mau dicap sahabat yang menusuk dari belakang.
Seperti sekarang ini, Serli langsung melajukan mobil nya ke rumah aldo. dia benar-benar tidak tahan dan menangis sejadi-jadinya di pelukan sahabat kekasihnya itu.
Sebenarnya Aldo merasa sangat kasihan, tapi diapun tidak ingim ikut campur dalam urusan mereka. biarlah mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.
Entah kenapa Serli merasa tenang diperlakukan seperti itu.
"Gue harus gimana Al, gue gak mau kehilangam Arie. Tapi gue juga sakit melihat kelakuan nya ke gue. gue gak tahan Al, ucap Serli terisak dipelukan aldo.
"udah gak usah nangis, sini gue hibur," Aldo mengusap air mata sely dengan ibu jarinya. dia lalu mendekat kan wajahnya lalu.
cup, cup, cup.
Aldo menciumi wajah serli dan itu berhasil membuat serli tertawa.
Aldo merasa senang bisa membuat Serli tertawa dan tidak menangis lagi.
"udah jangan nangis lagi, yuk gue anterin loe ke Mall," ucap aldo
"Beneran al? wah makasih, ayo kita berangkat " ucap Serli kemudian.
Aldo mengacak rambut serli gemas. entah apa yang dirasakan kedua nya. semenjak kedekatan mereka, aldo maupun sely selalu bergantung dan bisa melengkapi kesedihan satu sama lain. dan itu membuat mereka nyaman.
siang itu sehabis dari kampus, Dian diantarkan maya ke butik. setelah maya pergi Dian masuk ke dalam. salah satu karyawan disitu yang bernama lani menghampiri nya.
" mbak Dian tadi ada kiriman paket, tapi tidak ada nama pengirim" ucap lani sambil menyodorkan paket itu
" owh makasih mbk, tapi dari siapa ya? tidak ada alamat pengirim juga" gumam Dian
" gak tau juga mbk, ya udah permisi dulu ya mbak.." pamit lani
Sementara dian melihat2 kotak tersebut, dia langsung menuju sebuah ruangan yang dikhususkan untuk istirahat. tak berselang lama dia membuka kotak itu.
Dian terkejut ternyata kotak berwana navy itu isinya sebuah kalung cantik. ada sebuah kertas kecil terselip didalam nya. dian pun membuka dan membacanya.
hai Di, apa kabar? kemarin aku berlibur kesuatu tempat. aku melihat kalung itu, dan aku jadi teringat kamu, aku mohon terimalah hadiahku ini, mungkin ini untuk yang pertama dan terakhir aku memberinya. mudah2an kamu suka.
from B
Dian benar2 kaget, mungkinkah itu Bily kenapa dia memberinya kalung berlian yang lumayan cukup mahal dilihat dari desainya.
"Bil, aku tidak bisa menerima nya, seharusnya ini untuk istrimu, bukan untuk ku, mudah2an kalian sakinah, mawadah, warohmah, meskipun harus terjadi kecelakan dahulu. aku selalu mendoakan yang terbaik untumu" gumam dian
Dian menutup kotak tersebut lalu memasukan kedalam tas nya. dia merasa tidak enak harus menerimanya. mungkin lain waktu dia harus mengembalikan hadiah itu.
tidak mau terlarut lagi, Dian memutuskan. keluar dan melayani para pelanggan dibutik tantenya itu.
***
Jam menunjukan pukul 5 sore, hari itu Arie sengaja datang menjemput dewi, dia mau mengajak dian makan bersama.
setelah beberapa menit menuggu didalam mobil ahirnya dia melihat gadis pujaan nya keluar dari butik. Arie keluar dari mobil dan melangkah menuju ke arah dian
" hai sayang, sudah mau pulang ya ? aku mau ajak kamu makan, mau ya ya?" ucap Arie
dian yang melihat arie pun kaget. lalu kemudian dia tersenyum
" manggilnya itu loe, sayang2.. ntar ada yang marah " jawab dian sambil mengerucut kan bibirnya.
" ih gemess deh kalau kaya gitu " Arie terkekeh sambil mencubit hidung dian
" Arie.. sakit tau.."
" Abisnya kamu ngegemesin, yuk.. ntar aku antar pulang. sekarang ikut aku dulu" Arie menarik tangan Dian pelan menuju mobilnya.
Dia membuka pintu mobil untuk dian
" duh romantisnya " celetuk dian
" Aku romantis cuma sama kamu aja yank " jawab Arie sambil menutup pintu mobil.
dian masih mengerucut bibirnya. dia sudah terbiasa digombalin sama Arie.
Lalu Arie beralari memutar dan masuk ke dalam dan duduk di kemudi, setelah itu tidak lama langsung mepedal gas dan keluar dari parkiran.
Arie melajukan mobilnya ke Mall yang pernah mereka datangi. setelah memarkirkan mobil kemudian mereka keluar. Tapi sebelum makan Arie mengajak dewi untuk ber belanja.
" kenapa kita masuk kesini?" tanya dian yang heran melihat arie menarik nya ke sebuah toko perhiasan.
" ya beli perhiasan, masak beli sayuran " jawab Arie enteng
" kamu mau beliin untuk kekasih mu?" tanya dian lagi
Arie hanya diam dan masih membawa dian kesebuah etalase yang didalam nya terdapat banyak cincin yang sangat cantik
" mbak tolong lihat desain cicin couple yang paking bagus" ucap Arie kepada pegawai toko
Setelah beberapa saat pegawai itu mengambilkan sepuluh desain cincin couple yang paling bagus di toko itu.
" ini desain terbaik ditoko ini kak" kata pegawai tersebut
" sayang, kamu suka yang mana ?" tanya Arie pada dian
" bagus semua sih, emang kamu mau couple lan sama sely ?"
" ya Ampun yank, kenapa ngomongin orang lain sih, ya ini buat kita lah " jawab Arie sedikit ketus
" ya kan kekasih kamu dia, " ucap dian lagi2 sambil mengerucut.
Arie sangat suka melihat dian yang ngambek, rasanya ingin mencium dan memangut bibir pink itu.
__ADS_1
" Ya aku udah nganggap kamu kekasih ku, gak ada Serli lagi. " ucap Arie mencubit pipi Dian
" ihh main cubit2, emang kalian udah putus?" tanya dewi masih kesal.
" udah gak usah dibahas, kalau kamu gak mau milih biar aku yang memilih. mbak aku mau yang itu " tunjuk arie ke salah satu cincin couple yang elegan sederhana namun sangat cantik.
Dian hanya diam saja, tidak berkomentar apapun, dia masih sangat kesal dengan Arie yang memutuskan begitu saja tanpa meminta pendapat nya.
Arie kemudian mengambil tangan kanan dian dan memasukan cicin wanita ke jari manis nya. sangat pas sekali, sepertinya cincin itu memang terlihat didesain untuk ukuran jarinya.
" ini untuk mu, dengan ini aku mengikat kamu sebagai milikku" ucap arie sambil mencium punggung tangan Dian.
" kamu kenapa lakuin ini rie, aku gak mau jadi orang ketiga" ucap Dian
" ssttt kamu bukan orang ketiga, aku dan serli udah selesai. oke.. kamu gak usah khawatir lagi" Arie membawa dian ke dalam pelukan nya. dia mencium kening dan mengelus rambut dian
pegawai toko memutar bola matanya malas melihat adegan para remaja tersebut.
hai2 kalian gak tau tempat, main mesra2an segala. dasar para bucin.
Batin pegawai toko perhiasan itu.
Dian melepas pelukan mereka setelah itu dia memasangkan cicin couple pria ke jari manis Arie. mereka berdua tersenyum bahagia. bunga2 cinta bermekaran. serasa dunia milik berdua. setelah Arie membayar cincin yang harganya selangit itu dia mengajak dewi ke sebuah restoran jepang.
Pada saat yang sama Aldo dan serli keluar dari lift, mereka habis menonton film di bioskop.
Saat Arie akan memasuki restoran itu dia melihat 2 orang yang sangat dia kenal. yap Aldo dan serli sedang berjalan mesra saling merangkul. mereka tidak sadar bahwa ada sepasang mata melihat kearah mereka.
Tiba2 mata Arie membelalak, melihat 2 manusia itu berciuman ditempat umum.
jujur Arie tidak merasakan sakit hati. dia hanya shock melihat kejadian itu, terlebih itu adalah kekasih dan sahabatnya sendiri.
benar2 tidak tahu tempat. batin Arie
Dia memang sama sekali tidak cemburu, perasaannya pada Serli benar2 hilang. atau mungkin juga dia memang tidak mencintainya. karena dia merasakan perasaan yang berbeda ketika dengan Dian.
" rie, arie..!! ayo katanya mau makan, kok malah diem. kamu lihat apaan sih ??" tanya dian penasaran karena arie diam saja melihat kesuatu tempat dan tidak jadi masuk ke dalam restoran.
"eh, gak kok. gak lihat apa2. ayo masuk aku sudah sangat lapar" Arie mendorong bahu Dian masuk. dia tidak ingin dian melihat apa yang dia lihat.
" kamu aneh sih, kaya mergokin pacarnya yang lagi selingkuh aja" celetuk dian sambil duduk dikursi dan meja yang kosong
" mana ada, pacar aku kan kamu " jawab arie santai
" masa sih? gak ada yang lain?"
" ya enggaklah yank, emangnya aku playboy kaya Bily" jawab arie
" eh ngomong2 soal Bily, kalian tidak diundang ke acara dia ya?" tanya Dian mengingat nama itu.
" acara apaan yank? emang Bily ngadain acara apa?" tanya arie penasaran
" beneran gak tahu nie, Bily kan udah hampir 2 bulan menikah sama cewek yang hamil itu ." tegas Dian
Arie yang mendengar nya pun sontak kaget.
" kamu jangan bercanda yank, kapan dan dimana Bily menikah, kita2 aja yang sahabat nya tidak tahu apa2". ucap Arie
" jadi kalian bener2 gak tahu, pantesan aku gak lihat kalian diacara resepsi pernikahan nya. "
" kamu di undang yank ?". tanya Arie
" sebenarnya aku gak diundang, cuma nganterin tanteku yang kebetulan adalah teman mamanya Bily " jelas dian
Sebelum Arie bertanya lagi tiba-tiba pelayan datang dan menyodorkan buku menu. Ahirnya mereka pun memilih menu dan menunggu beberapa saat.
" wah wah, ini gak bisa dibiarin yank, bily udah nutupin semua dari kita-kita, aku harus minta penjelasan !" ucap arie sungguh-sungguh.
Dia benar2 kecewa dengan Bily yang tidak memberitahukan hal yang penting seperti itu.
Dian hanya mengedikan bahunya, tapi dia cemas sebenarnya ingin memberitahu soal pemberian kalung itu dari orang yang berinisial B siapa lagi kalau bukan Bily karena dia tidak mempunyai teman yang berinisial tersebut.
Setelah beberapa menit ahirnya makanan telah dihidangkan. ada sushi, yakiniku, takoyaki dan ramen. dian dan arie pun langsung menyantapnya dengan lahap.
dan setelah itu mereka memutuskan untuk menonton film. setelah dian izin pada tantenya akan pulang telat dan di Izinkan asal tidak larut.
.... ........ ....
Disisi lain. Aldo dan serli sedang berada didalam mobil. mereka memutuskan untuk langsung pulang.
Aldo yang sedang mengemudi memikirkan sesuatu, dia mengingat kejadian tadi di dalam Mall..
Flashback on...
Aldo dan Serli yang sudah selesai menonton memutuskan untuk makan di restoran jepang yang ada di lantai 1. tapi pada saat hampir sampai Aldo tidak sengaja melihat Arie dan Dian sedang mau masuk ke dalam restoran tersebut. Aldo melihat Arie sekilas yang sedang menatap mereka. tiba2 aldo menarik Serli dan mencim bibirnya. dia ingin melihat reaksi teman nya tersebut.
Disisi lain dia juga menghindarkan pandangan Serli kearah berdirinya arie dan Dian. dia tidak ingin cewek itu melihat kekasihnya yang sedang jalan sama cewek lain.
Entah apa yang ada dipikiran aldo, dia hanya ingin melindungi Serli dan tidak mau membuat dia sakit hati.
" Aldo,, kamu ini gak tahu tempat banget sih, malu2in. " celetuk Serli kesal karena Aldo mencium nya dengan tiba-tiba.
" hehehe, maaf, aku sayang kamu " gombal Aldo
Yang mana malah ditanggapi serius oleh Serli
" hemm, jadi gak nie kita makan, atau kita makan dirumah aja. aku yang masak."
" ya udah ayok. aku udah gak sabar ngerasain masakan kamu. " aldo menarik serli keluar Mall dan pulang kerumah nya.
flashback off...
Loe kayaknya emang udah gak sayang sama serli ya rie, gue gak lihat kecemburuan, kekecewaan atau sakit hati di mata loe. yang gue lihat hanya sebuah tatapan yang terkejut biasa. apa sebaiknya gue bantu Serli buat ngelupain loe.
Batin Aldo...
Pagi itu di kampus. dian terlihat gelisah. sejak dari tadi masuk kelas sampai sekarang jam kuliah pertama sudah selesai seperti ada seseorang yang mengawasi. tapi dian juga agak cuek. toh yang penting tidak ada yang menyerang atau memukulnya.
Pukul 11 siang jam kedua pun sudah selesai. siang ini dian dan maya memutuskan mengisi perut mereka di kantin.
sedang asyik menunggu pesanan tiba-tiba datang seseorang yang tiba-tiba langsung duduk di meja mereka.
" hai Di, apa kabar? masih ingat gie gak?" sapa laki-laki itu.
" eh, kamu itu si Aldo bukan?" tanya Dian kaget
" iya Di dia Aldo temennya arie dan Bily" maya yang menjawab
" iya gue Aldo, masa gak ingat sama cowok seganteng gue..ha" aldo tergelak yang mendapatkan cibiran dari maya
" kabar baik Al, ada apa?". tanya dian to the point
" gak ada, cuma tadi lihat kalian disini jadi ya gue ikutan gabung".
" kampus kamu kan disebelah, ngapain juga keluyuran sampai sini" ucap maya jutek.
" ya elah may, jutek amat. emang gak boleh kalau gue kesini, gue mau gabung makan sama kalian ?"
" gak boleh, ganggu!" ketus maya. dia tidak suka makan siang mereka diganggu seseorang yang sama sekali tidak akrab
" udah lah may, gak apa2 kok, gabung aja Al, kita udah pesen. kamu mau pesen apa?". kali ini dian menengahi.
" baik banget sih kamu Di,, udah ada cowok belum?" ucap Aldo cengengesan.
" modus!" maya masih ketus
pesanan mereka pun datang. setelah itu Aldo juga ikut memesan tapi dia pesan bakso biar cepat katanya.
Setelah menghabiskan makanan nya, aldo masih ingin bicara sama Dian dia ingin memastikan perasaan gadis itu kepada sahabat nya. dia tidak ingin Arie hanya di manfaatkan atau tidak tulus.
"Di, gimana kamu sama arie ?" tanya aldo lagi2 to the point
" eh, kamu kok tahu ?" dian kaget. apa mungkin arie sudah cerita juga sama Aldo.
" Ya kan gue sahabatnya, loe tahu Serli kan. dia ingin arie mendapat gadis yang terbaik buat penggantinya..haha,"Aldo tergelak
Dewi mengerutkan dahi, dia berfikir sejenak kemudian mengungkapkan sesuatu.
" aku sudah suka sama arie sejak sebelum arie kenal sama aku, bahkan semenjak dekat rasa suka ini semakin menjadi sayang dan cinta. kamu yakinkan ke Serli bahwa aku juga tidak main2 dengan perasaanku terhadap arie, bukan nya aku egois. aku juga mengerti dengan perasaan serli, tapi arie telah memilihku. maaf Al, aku mencintai arie." jawab dian panjang lebar.
seperti nya ini yang dari tadi menjadi kegelisahan nya, Aldo telah membuntuti dian sejak pagi. mungkin dia ingin memastikan dian seperti apa. apakah pantas untuk Arie atau tidak. yang pasti sekarang dengan cincin yang disematkan dijari manisnya, dia juga harus memantapkan hatinya.
" oke Di, gue percaya sama loe. tenang aja sely ntar gue kasih tahu. biar dia juga tenang nglepasin arie ke elo. dan sepertinya loe cewek baik2, gue permisi dulu mau balik ke kampus." pamit Aldo setelah mendapat kan jawaban yang bikin lega.
Mungkin memang benar dia harus bisa bikin Serli merelakan Arie. cinta memang tidak bisa dipaksakan. terlihat dari sorot mata Dian yang menjelaskan perasaan nya bahwa dia memang benar2 tulus mencintai arie.
Begitupun dengan sahabatnya itu, memang cinta Arie hanya untuk Dian
....... ......... .....
Serli sedang badmood, dari tadi Arie selalu cuek. dia masih berusaha mendapatkan perhatian dari Arie. cintanya masih begitu besar. tapi yang dari tadi ditunggu masih tidak menghiraukan.
" yank, please deh jangan cuekin aku terus !" sely merajuk.
"kenapa kamu gak nyari Aldo aja ser, gue sibuk!" ketus arie
deg...
kenapa tiba2 arie bicara seperti itu, apa dia mengetahui sesuatu. batin Serli.
"Kamu tuch kenapa sih yank, kamu maunya apa? apa salahku, kenapa kamu berubah ? apa kamu udah gak sayang sama aku, atau ada cewek lain??!!" teriak Serli yang sudah sangat emosi dengan kelakuan arie.
"aku gak berubah ser, aku cuma sibuk".
"sibuk chatingan sama cewek lain!" kali Serli merebut hape ditangan arie.
Dia benar2 penasaran dengan hape itu, entah kenapa selalu saja alasan sibuk tugas. padahal mungkin sibuk chating sama wanita lain.
Arie masih mempertahankan hp nya, dia masih kuat memegang hp itu. Serli bener-bener emosi.
"Kenapa aku gak boleh lihat hp kamu kalau memang kamu gak selingkuh??!" teriak Serli masih dengan sekuat tenaga merebut hp arie.
Tiba-tiba karena masih saling berebut membuat hp itu terjatuh dan terpental kebelakang Arie.
Serli terkejut, matanya sudah berair. dia benar2 tidak tahu kesalahan apa yang dia buat sehingga membuat arie berubah. Air matanya sudah lolos membasahi pipi cuby nya. kali ini kesabaran nya telah habis.
"Gue bener2 kecewa sama kamu rie, gue gak tahu apa salah gue, gue minta putus dari elo!!" ucap Serli datar masih dengan berderaian air mata.
"Gue juga kecewa sama elo ser, bukan nya yang selingkuh elo, seharusnya loe sadar dengan kelakuan loe dibelakang gue. oke mulai hari ini kita putus!" ucap Arie dingin.
Dia mengambil hp nya yang mati dan pergi meninggalkan Serli sendiri. yah inilah yang di inginkan arie, inilah rencananya. dia memang tidak memutuskan Serli, tapi membuat Serli kecewa dan memutuskan nya.
Meskipun memang benar yang dikatakan Serli bahwa dia selingkuh tapi Serli juga melakukan itu dengan sahabat nya sendiri. kali ini mungkin dia akan menyerahkan semuanya kepada Aldo. karena sepertinya sahabatnya itu memang ada rasa untuk Serli.
Serli duduk dilantai. wajahnya ditutupi kedua telapak tangan nya. dia menangis sejadinya merasakan sesak dan sakit hati yang menyayat. dia tidak menyangka akan mengatakan putus dari arie. bahkan dia tidak menginginkan nya. tapi karena dirinya emosi karena telah dituduh selingkuh diapun kalap mengatakan hal itu. memang benar dia menjalin affair besama Aldo, tapi mereka tidak saling mencintai.
__ADS_1
bersambung.