
Happy reading.
Maya sedang memandang dua sejoli yang berada di depan nya. Hari ini dia benar-benar kesal dengan mahluk yang nama nya laki-laki. Tadi Reva dan sekarang ada Arie di depannya.
"May, apa kamu mau berdiri terus di depan pintu?" tanya Dian yang melihat sepupunya itu diam saja.
"Hei, kenapa ada mahluk itu di ruanganku?" ucap Maya menunjuk Arie.
"Kamu kenapa Maya? tajam banget tatapan nya, hehe." Arie hanya nyengir.
Maya melengos dan duduk di sofa sambil bibirnya manyun.
"Aku udah menjelaskan semuanya sama Dian. jadi kamu gak berhak marah sama aku," ucap Arie yang tahu kalau Maya sedang emosi.
"Apa maksud nya Di?" tanya Maya ke Dian.
"Arie dijebak sama Tiya, dia diberi minuman yang sudah dimasukan obat katanya," jawab Dian mandang ke Arie.
"Sumpah, aku gak ngelakuin apapun malam itu sama Tiya." Arie mengangkat jarinya membentuk huruf V menandakan bahwa dia berani bersumpah.
"Lalu apa motif dia sebenarnya?" tanya Maya.
"Dia cuma bilang kalau selama ini dia suka sama aku, dan pengen miliki aku," jawab Arie membuka Maya melongo.
"Dasar cewek aneh, kalian kan saudara, apa yang dia udah gila?" Maya terlihat emosi lagi.
"Entahlah, aku udah gak mau lihat muka dia lagi, kelakuan nya membuat ku jijik dan yang terpenting Dian percaya sama aku," ucap Arie tersenyum ke arah kekasih nya.
"Eit.. tapi aku masih marah sama kamu ya!" ucap Dian.
"Loh yank, kan aku udah jelasin semuanya, kenapa masih marah?" Rajuk Arie. Dian berdiri dan menunjuk kekasihnya itu.
"Kamu harus mandi kembang 7 rupa dari 7 sumur yang berbeda, karena tubuh kamu udah dipeluk sama wanita lain apalagi keadaan kalian sama-sama telanj*ng ! aku gak mau di sentuh kamu dulu!!"
Wah, Arie tentu saja keberatan dengan ancaman Dian
"Tapi yank...?"
"Huss sana pergi nyari kembang terus mandi selama 5 jam!"
"Bisa mati kedinginan aku yank kalau harus mandi 5 jam," ujar Arie dengan bibir mencebik ke bawah.
"Aku gak peduli, sekarang kamu keluar!" usir Dian akhirnya. Dian memang ingin Arie meresapi kesalahannya.
Maya hanya tertawa melihat Dian yang memberi syarat yang aneh kepada Arie.
Akhirnya Arie keluar dengan pasrah. Dia tidak mau kekasih nya marah lagi sama dia. Yang penting Dian mau menerima penjelasannya.
Setelah kepergian Arie, maya terlihat murung.
" Di, tadi aku ketemu Reva dan mamanya " ucap Maya.
"What? Terus gimana?"
"Mama Reva ingin aku makan malam dirumah nya nanti malam." Jawab Maya lesu.
"Kamu terima?" tanya Dian penasaran.
"Aku bingung mau nolak nya gimana, soalnya Mama nya Reva kayak seneng banget gitu sama aku. Apa Reva belum memperkenalkan Ana pada mamanya ya?"
"Memang nya Reva masih berhubungan sama Ana?"
"Mungkin, bukankan malam itu dia mau dinner, berarti hubungan mereka masih lanjut donk," jawab Maya mengedikkan bahunya. "Yang paling aku tidak suka adalah Reva memperkenalkan aku ke Mama nya sebagai pacarnya, jelas-jelas kita sudah putus!" lanjutnya.
"Mungkin Reva masih mencintai kamu May," ucap Dian.
"Kalau dia cinta sama aku, dia gak seharusnya khianati aku dengan selingkuh dan balik lagi ke mantan SMA nya dulu lah!"
"Ya makanya kamu harus terima tawaran mama Reva buat makan malam nanti. Gak ada salahnya kan kita berteman baik dengan orang tua mantan pacar kita?" ucap Dian.
"Entahlah Di, aku masih bingung. Aku sudah mau melupakan Reva Di,, merelakan dia apabila masih mencintai Ana pacar SMA nya itu, tapi kenapa dia masih selalu menggangguku?"
Maya benar-benar bingung menghadapi mantan kekasih nya itu. Disisi lain dia ingin menghormati mama Reva, tapi disisi lain dia juga ingin menghindari mantan nya yang edan .
Apa sebaik nya aku terima dulu ajakan mama Reva dan menjelaskan padanya bahwa sebenarnya aku dan Reva sudah putus. Batin Maya.
__ADS_1
*****
Reva begitu senang mendapatkan pesan dari Maya bahwa dia bersedia datang ke rumahnya atas undangan Mama nya itu.
Malam ini Maya izin pada orangtuanya dan mengatakan bahwa dia akan makan malam di rumah Reva. Tentu sekarang Maya berani dan tidak sembunyi-sembunyi lagi karena dia dan Reva sudah tidak ada hubungan.
Maya menjelaskan kalau dia di undang makan malam oleh ibu dari sahabat nya. Toh Maya tidak bohong kan.
Reva menjemput Maya di depan rumah. Dia minta izin kepada tante Dea dan om Roni. sangat gentle ternyata. Batin Maya.
Orang tua maya yang melihat Reva pun mengizinkan.
"Sepertinya dia laki-laki yang baik," ucap tante Dea setelah kepergian anak nya itu.
"Iya Ma, mungkin Tiya memang sudah saat nya mempunyai hubungan dengan laki-laki, karena Dian juga sudah kita izin kan," jawab om Roni.
Tante Dea hanya mengangguk, lalu setelah itu mereka masuk ke dalam rumah.
... ....... ....
Malam itu juga Dian sedang bersama Eva adiknya Maya, telah berada di sebuah kafe. dian hanya ingin melepaskan beban dipikiran nya karena masalah Arie dan Tiya.
mereka berdua makan dengan sesekali bercanda. Dan tidak sadar bahwa mereka telah di perhatikan oleh seseorang.
laki-laki itu mendekati meja Dian dan Eva.
"Hai, apakah kita pernah bertemu?" tanya laki-laki itu to the poin ke Dian
Dian dan Eva mendongak dan melihat laki-laki tampan sedang berbicara dengan nya.
"maaf, anda siapa ?" tanya Eva.
"Owh maaf telah menggangu kalian, sebenarnya aku merasa pernah melihat anda," tunjuk nya ke Dian.
Dian mengerutkan kening nya, karena dia juga tidak asing dengan wajah itu.
"Apa ini milik kamu?" lelaki itu menyodorkan sebuah anting kecil.
Dian memegang telinga nya, dan benar anting nya tidak ada disebelah telinga yang kanan.
"He'em, ini aku kembalikan," ucap laki-lak itu yang tak lain adalah kakak sepupu Arie.
Eva hanya bengong melihat dua orang dihadapan nya itu.
"Namaku Evan," dia memperkenalkan diri kepada Dian dan Eva
"Dian."
"Eva!"
Mereka membalas dengan menyalami Evan, setelah itu Evan pun ikut bergabung bersama Dian dan Eva.
Drrrtttt...
Ponsel Dian bergetar.
Dian melihat Arie menelfonnya.
"halo"
"Yank, aku udah mandi 5 jam dengan kembang 7 rupa, apakah sekarang kita bisa bertemu?"
"Besok saja, aku ngantuk mau tidur!"
"Aahhh baiklah. Selamat malam dan selamat tidur, mimpiin aku ya.. muaachh!"
" hemm"
tut..
" seperti nya kamu malas bertemu dengan orang yang menelfon mu ?" tanya Evan.
" hemm," jawab Dian dengan deheman karena dia memang masih malas sama kekasihnya.
Evan terkekeh melihat Dian yang sedikit jutek.
__ADS_1
dia memang belum tahu kalau Dian adalah kekasih adik nya. tiba-tiba dia mengirim sebuah pesan kepasa Arie untuk datang ke kafe tersebut.
"Datang lah ke kafe xx. aku tunggu disini"
Lau dia tersenyum setelah mengirim pesan itu.
Di rumah Reva.
" wah, tante senang sekali akhirnya kamu datang juga maya " ucap mama revan
" iya tante, saya juga merasa tersanjung atas undangan ini."
"Kalian duduk dulu ya, makan malam nya baru akan disiapkan," ucap mama Reva berlalu meninggal kan Maya dan putranya itu
" may, maafin aku ya, aku mau kita balikan lagi, kasih aku kesempatan kedua!" ucap Reva yang duduk disebelah Maya
" maaf Va, aku gak mau jadi orang ketiga, " jawab Maya datar.
" kamu bukan orang ketiga May, aku sama Ana gak ada hubungan apa-apa lagi." Reva terlihat menyesal dan berusaha memegang tangan Maya.
tapi Maya menghindarinya.
"Va kamu dan Ana saling mencintai, aku tahu cerita kalian dulu. bahkan Ana sudah menceritakan seperti apa hubungan kalian sekarang."
" enggak may, aku udah nolak dia. cuma kamu yang aku cinta."
" aku memang bersalah telah menerima dia dan jalan sama dia sebulan ini, tapi ternyata perasaan ku sudah berubah. cinta ini hanya milikmu may," ucap Reva sungguh-sungguh.
Maya menatap Reva dalam dan melihat cinta dimatanya. tapi Maya sudah tidak mau kembali lagi bersamanya.
"Va, kamu bilang gak cinta dia tapi mencium dan nyuapin dia dengan sangat romantis penuh dengan perasaan, lalu apa itu nama nya?"
Reva kaget mendengar perkataan Maya. ternyata Maya memang sudah melihat semuanya. dia mengakui pada saat itu dia memang salah, tapi setelah Maya memutuskan nya dia baru sadar dan tidak ingin kehilangan Maya.
"May, aku mengaku salah, aku khilaf, aku mohon Maya kembalilah. Aku sudah memutuskan Ana dan aku sadar bahwa kamulah yang aku cintai May bukan dia." Jelas Reva.
Maya hanya tersenyum sinis.
" jadi kamu baru sadar setelah aku mutusin kamu karena selingkuh? berarti kalau aku tidak tahu pengkhianatan mu, kamu bakal terus jalan sama Ana kan ?! aku bukan orang bodoh va!" tegas maya.
dia benar2 sakit hati atas kelakuan revan yang seperti itu.
" enggak may, itu gak benar. aku memang sudah ingin mengahiri nya. Ana lah yang ngejar2 aku may."
" sudahlah VA, aku sudah terlanjur sakit hati, sebaiknya sekarang kita berteman saja, dan jalani kehidupan masing-masing," jawab Maya tersenyum
Reva merasa sakit melihat senyum Maya. dia tahu telah melukai gadis yang sangat di cintai nya ini. Reva sudah bingung harus menjelaskan bagaimana lagi.
yang jelas dia tetap akan memperjuangkan maya, dia tahu kalau maya masih mencintai nya.
" ayo anak2 makan malam sudah siap " mama Reva datang dari arah dapur dan mengajak ke duanya untuk segera makan.
Maya berdiri dan kemudian berjalan menghampiri mama Reva.
Reva hanya bisa pasrah melihat punggung gadis yang dicintainya itu.
maafkan aku may, tapi aku benar-benar gak mau kehilangan kamu. hatiku juga sakit May, akan aku buktikan bahwa cintaku ini hanya untuk kamu seorang sayang .... batin Reva yang hampir menangis.
****
Arie melangkah masuk kedalam kafe tempat dimana Evan menyuruh dia menemuinya. dia memang belum saling tegur sapa dengan kakak nya yang telah kembali dari amerika.
setelah mengedarkan pandangan nya, diapun melihat Evan sedang duduk bersama dua gadia cantik. tapi tiba-tiba dia sangat kaget karena melihat seseorang yang sangat dirindukan nya.
" Dian, bukan kah kamu bilang akan segera tidur? lalu apa ini yang aku lihat?!" Arie melihat Dian tengan tatapan marah. ternyata kelasih nya itu telah membohongi nya.
Dian sangat kaget dengan kehadiran Arie di kafe itu.
" Arie...."
bersambung.
Aku mau tanya sama akak-akak semuanya, kalau kalian udah saling pamitan ditelepon mau tidur, tapi tiba-tiba ketemu di kafe, apa yang akan akak-akak katakan terhadap pasangan??
mohon dukungan nya ya kakak2 sayangπ jangan lupa like dan vote nyaπ Terimakasih π π π
__ADS_1