Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
BAB 51


__ADS_3

Happy Reading.


Axelo mengantarkan Andara pulang ke rumah dan di sambut oleh Mama dan Adiknya, Aninda. Andara tidak tahu kapan Aninda sampai di Jakarta karena adiknya itu sama sekali tidak mengabari kalau akan pulang.


"Loh, Evan mana, Nin?" Tanya Andara setelah berpelukan melepas rindu dengan adik satu-satunya itu.


"Di dalam Kak, sedang tidur sama Ayahnya, kami belum lama nyampe kok," jawab Aninda.


"Raka juga ikut ke sini?"


"Iya, dia libur ambil cuti, sebenarnya aku khawatirkan kondisi mama jadi menyempatkan untuk pulang ke Jakarta," ujar Aninda menatap mamanya.


"Mama baik-baik saja sayang, ada kakak kamu yang nemenin mama dan selalu menghibur mama, jadi nggak usah terlalu kepikiran," ujar Siska menatap haru kedua putrinya.


Sungguh dia begitu bersyukur ketika diberi dua bidadari yang bisa membuat kehidupannya bahagia. Siska juga bertahan hidup dari sakitnya ditinggal oleh suami karena Andara dan Aninda. Kedua putrinya yang kini sudah sama-sama dewasa itu adalah penguat hidup dan bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan selama belasan tahun ini.


Siska selalu mendoakan kebahagiaan kedua putrinya ini. Sekarang dia juga sudah merasa lega karena Andara sudah memiliki calon suami. Dulu Siska begitu takut jika Andara tidak mau menikah karena sang ayah. Namun ternyata Tuhan masih mengijabah doanya dengan menghadirkan jodoh yang baik untuk Andara, Putri sulungnya yang sejak dulu selalu menjadi gada terdepan ketika semua orang mengejeknya.


"Kak Dara memang the best, Ma!"


"Iya, kakak kamu ini akan selalu mendukung keputusan Mama, nak! Kamu juga Anin, kalian berdua adalah permata Mama!" Ketiga wanita itu berpelukan.


Axelo menatap haru dengan diperlihatkan nya keluarga kecil ini. Dari keluarga Andara, banyak sekali pelajaran yang bisa dia unduh. Contohnya adalah kesetiaan, kepercayaan dan pengabdian seorang anak terhadap ibunya.


Axel bisa belajar bagaimana caranya menjaga hati orang yang kita cintai agar kita bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang akan membuatnya menyesal di kemudian hari.

__ADS_1


"Eh, nak Axel,, Maaf ya dari tadi dicuekin, ayo silakan masuk!" Ujar Mama Siska.


"Tidak Bu Siska, saya mau langsung pulang, tadi ke sini cuma mau nganterin, Dara," ujar Axel tersenyum sopan.


"Kak, Siapa dia?" Tanya Aninda menyenggol dengan kakaknya. Matanya mengedip ke arah Andara.


"Saya calon suaminya Dara, kamu pasti adiknya Andara ya? kalian berdua mirip," jawab Axelo.


"Wah,, jadi kakakku ini sudah menemukan tambatan hatinya?" Goda Aninda.


Wanita itu sangat tahu bagaimana perjalanan kisah kasih Andara. Karena kakaknya itu tidak pernah jatuh cinta terhadap lawan jenis.


"Doakan saja ya, semoga kakakmu bisa mau di ajak cepat nikah," lagi, Axel yang menjawab.


"Wah, di usir nih,," ucap Axelo


"Iya, udah hampir magrib, besok pagi kesini lagi kan?" Ucap Andara yang di angguki oleh pria itu.


"Ya udah, aku pamit dulu ya," Axel menyodorkan tangannya pada Andara. Entah dapat ide darimana, tapi semenjak mereka mendeklarasikan hubungan secara resmi, Axelo sudah bersimulasi menjadi suami istri dengan Andara.


"Eh, iya mas!" Andara yang paham maksud Axel langsung mengambil tangan pria itu untuk dicium punggung tangannya.


"Besok aku jemput!" Bisik Axel kemudian beralih menyalami Mama Siska dan Aninda.


Setelah itu Axel langsung pergi meninggalkan rumah Andara dan memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen.

__ADS_1


"Kak, keren loh,, calon suaminya seorang CEO ya?"


"Dari mana kamu tahu?" Tanya Andara mengerutkan keningnya.


"Dari Mama, katanya sekarang kak Dara udah punya cowok, seorang CEO di perusahaan tempat kakak bekerja, wihh keren loh," ucap Aninda berbinar.


Andara tersenyum simpul, "minta doanya aja, ya? Mudah-mudahan lancar, jodoh yang benar-benar berjodoh, karena kita tidak tahu siapa yang bakal menjadi jodoh kita."


Tidak lama setelah mengobrol, Evan dan Raka keluar dari dalam kamar dan bergabung dengan mereka.


****


Dua hari ini Arsya harus pergi ke luar kota untuk mengurus proyek yang sedang di jalankan. Tentunya kepergiannya itu bersama dengan Andara. Andara ditugaskan sebagai asisten pribadinya sekaligus sekretaris yang mengatur jadwalnya selama di kota b tersebut.


Dalam 2 hari ini Arsya dan Andara sama-sama sibuk dan tidak sempat membuka ponsel mereka. Terkadang Andara dan Arsya sampai hotel sudah begitu lelah meskipun belum terlalu malam. Maklum tempat yang mereka datangi kali ini sedikit berada di pelosok, rencananya Arsya membangun sebuah hotel dan villa di tempat itu karena salah satu perusahaan besar juga sedang membangun area wisata di sana. Tempatnya memang cukup jauh dari kota karena berada di pesisir pantai dan jauh dari area pemukiman warga.


Jarak tempuh hotel ke lokasi proyek itu ditempuh sekitar 1 jam perjalanan, sehingga pasti membuat keduanya merasa sangat lelah karena dua hari ini tenaga mereka sudah diforsir untuk memantau proyek seharian penuh.


Andara melihat beberapa panggilan dari Axelo, dia baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut sambil membalas pesan dari Axelo. Dua hari pria itu uring-uringan tidak menentu, dia seolah kehilangan istri saja sampai meneror Andara.


Tok, tok, tok.


Suara pintu di ketuk.


Andara meletakkan ponselnya di atas ranjang dan berjalan ke arah pintu. Saat pintu terbuka, dia terkejut saat melihat siapa yang ada dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2