Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Keputusan Siska


__ADS_3

Happy Reading.


Andara menangis tersedu di pelukan ibunya, dia tidak menyangka jika sang ibu akhirnya memilih untuk melepaskan Ayahnya dan telah mendaftar gugatan cerai ke pengadilan. Mereka saat ini sudah berada di dalam kamar Andara.


"Ma, maafin Dara ya, gara-gara Dara nggak mau menerima Papa kembali sama Mama, membuat Mama mengambil keputusan ini," lirih Andara.


Siska melepaskan pelukannya dan menggeleng cepat, "tidak sayang, bukan karena kamu Mama mengambil keputusan ini, memang ini sudah menjadi keputusan Mama karena Mama sendiri yang tidak bisa menerima Papa kembali, meskipun masih ada cinta untuk Papa, tapi rasa kecewa ini sudah begitu dalam dan tidak akan pernah bisa disembuhkan. Mama tidak bisa memberikan kesempatan pada Papamu karena apa yang telah dilakukan oleh Papa nak, mungkin Mama memaafkan Papa, tapi kalau untuk kembali, Mama rasa tidak bisa, hati Mama bukan terbuat dari batu yang tidak akan pernah rapuh. Hati Mama pasti menyimpan rasa sakit dan kehancuran luar biasa ketika dikhianati oleh orang yang kita cintai, Mama rasa itu sudah cukup adil untuk Papa karena dia sudah mendapatkan maaf dari kita."


Ya, akhirnya Siska memang tidak akan pernah kembali pada Bagus, bahkan kini wanita paruh baya itu telah mendaftarkan gugatan cerainya ke pengadilan agar statusnya di hukum sah menjadi janda.

__ADS_1


Selama belasan tahun dia sudah di jandakan oleh janda lain dan tentu Bagus yang masih menjadi suaminya tidak pernah memberikan nafkah terhadap mereka. Itu berarti sama saja jika Siska sudah bercerai secara apa yang dilakukan Bagus tidak memberikan nafkah selama belasan tahun tanpa ada kabar dan menghilang begitu saja.


"Kita sudah terbiasa tanpa Papa mu, dan kita pasti bisa menghadapi semua ini dengan baik, adikmu Aninda juga menyerahkan semuanya pada Mama dan dia juga menyetujui apapun pilihan Mama, dan sekarang yang Mama inginkan adalah kebahagiaan kamu, Mama ingin bisa melihat pernikahan kamu dengan Axel, kapan kalian akan nikah, ini sudah hampir sebulan loh, katanya mau nikah sebentar lagi?" Tanya Siska pada Andara.


Andara menggeser posisi duduknya untuk bisa menghadap sang ibu, Andara menggenggam tangan ibunya. "Ma, apa Mama yakin jika mas Axel adalah pria yang tepat untuk Dara? Dara masih trauma menjalin hubungan serius kalau mengingat bagaimana kelakuan Papa pada kita, Dara mau tahu bagaimana pendapat Mama tentang mas Axel," ujar Andara menatap ke dalam bola mata sang ibu.


Siska tersenyum dan mengelus punggung tangan sang anak. "Mama rasa nak Axel adalah laki-laki baik, Mama rasa dia tidak akan pernah mengecewakan mu, dia terlihat begitu menyayangi mu, Dara." Jawaban Siska membuat Andara tersenyum kecut.


Meskipun Axelo berkali-kali mengatakan jika dulu dia memang brengsek tapi itu sebelum bertemu dengan Andara. Sekarang Axelo sudah mencintai Andara tapi bagaimana dengan hatinya? Apakah dia sudah berhasil membawa nama Axelo dan menyelipkan di hatinya.

__ADS_1


Andara sendiri masih meraba bagaimana perasaan nya sesungguhnya terhadap Axelo, dia merasakan perasaan aneh ketika bersama dengan pria itu. Jantung nya kerap keli berdetak tidak menentu saat Axelo memperlakukannya dengan begitu manis.


Andara sungguh belum pernah merasakan jatuh cinta, dia masih meraba apakah rasa dijatuhkan untuk Axelo adalah cinta.


"Masa sih Ma? Apa yang membuat Mama berpikir jika Axel adalah pria baik untuk Dara, apakah Mama yakin sekali dengan apa yang Mama pikirkan tentang laki-laki itu?"


Siska tersenyum menatap sang putri. "Nak, jangan sampai hanya karena Papa mu dan rasa trauma itu membuat mu mengira jika semua lelaki sama. Tidak nak, tidak semua lelaki di dunia ini sama, yang jelas kamu pasti bisa membedakan sendiri, kita manusia di beri akan dan pikiran, kalau lelaki yang suka bermain api dengan wanita lain dibelakang istrinya, itu artinya lelaki itu brengsek karena sudah melukai hati seorang ibu, jadi Mama yakin jika nak Axel bukan lelaki seperti itu asal kamu juga harus bisa menaruh kepercayaan terhadap suami mu kelak, kalau sampai dia melakukan kesalahan, kasih pelajaran aja!" Andara tertawa kecil mendengar ucapan terakhir dari Ibunya.


Apakah itu artinya Andara harus semakin menyelami perasaannya sendiri untuk Axelo.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2