
Happy Reading
"Jadi Pak Arsya sekarang sudah mengambil alih jabatan presiden direktur di perusahaan itu?" Gumam Andara.
Setahunya dulu AR Corporation adalah perusahaan utama yang menaungi perusahaan AA Grup. Jadi sekarang Arsya sudah tidak menjadi pilot lagi dan lebih memilih fokus terhadap perusahaan ayahnya itu.
Andara juga tidak paham kenapa Arsya memintanya datang ke kantor dan akan mempekerjakan sebagai sekretarisnya.
Tidak lama setelah itu tiba-tiba ponsel Andara berdering, wanita itu melihat nama Axelo berada di layar.
Tidak menunggu lama Andara mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Assalamualaikum?"
"Wa'alaikumsalam, Dara kamu sudah tidur belum?"
"Belum, ada apa mas?"
"Kamu sudah diberitahu Arsya jika besok kamu akan menjadi sekretarisnya?"
"Ya, baru saja Pak Arsya telepon, kok bisa tiba-tiba aku jadi sekretaris Pak Arsya? Apa Mas yang merekomendasikan ya?"
Di sebrang sana Axelo menggerutu.
"Ayah tahu surat perjanjian kontrak itu, dia minta kita akhiri semua sandiwara ini dan Ayah minta kamu jadi sekretaris Arsya, katanya aku nggak boleh deket sama kamu lagi, padahal memang aku sudah jatuh cinta sama kamu, 'kan? Seharusnya Ayah tidak perlu memisahkan kita!"
Andara tertegun mendengar ucapan Axelo.
__ADS_1
"Jadi Pak Adam sudah tahu? Lalu bagaimana tanggapan beliau tentang aku?"
Andara takut jika Adam akan menganggap nya cewek matre karena minta gaji dengan nominal yang tidak sedikit.
"Ayah minta kita pisah, menghentikan sandiwara itu dan aku tidak mau, aku masih berusaha meminta pada ayah agar kita bisa bersama, kamu mau 'kan nikah sama aku?"
Andara bergeming mendengar pertanyaan Axelo, dia saja masih meraba hatinya untuk pria itu. Kalau di ajak nikah beneran, tentu dia belum siap.
"Entahlah mas, aku masih belum siap kalau nikah, hubungan itu masih membuatku trauma."
*****
Laura menatap suaminya yang tengah mematut penampilan di depan cermin. Arsya memakai setelan jas berwarna abu denim. Terlihat tampan sekali.
"Mas, nanti aku ke kantor ya? Aku ingin lihat kantor mu," ujar Laura.
"Kenapa tiba-tiba kamu mau ke kantor, hemm?"
"Aku ingin mengantarkan makan siang, terus kita makan siang bersama, aku ingin seperti di film-film itu, seorang istri Presdir yang di sayang suaminya, lalu sang istri mengantarkan makan siang untuk sang suami, pasti terlihat romantis," jawab Laura berbinar.
Arsya mencubit hidung Laura gemas, "tapi mas nanti sibuk banget, gak tau bisa makan siang bareng atau nggak, tapi kalau misalkan mas sibuk dan nggak bisa balik ke kantor, nanti mas akan menghubungimu," ujar Arsya.
"Iya deh, tapi mas harus janji, hubungi aku ya?" Dan jangan aneh-aneh. Lanjut Luara dalam hati.
Tentu dia tidak berani jika mengucapkan hal itu, apa Laura nanti tidak malu jika di balik ucapannya sama Arsya. Bukankah Laura aneh-aneh saat menjadi sekretaris Axelo. Laura jadi cemas sendiri, dia takut jika Arsya akan kepincut dengan Andara. Axelo saja bisa langsung beralih ada Andara.
"Iya sayang, nanti mas hubungi, sekarang kita sarapan dulu," Arsya merangkul bahu Laura kemudian berjalan kea arah pintu dan keluarga dari dalam kamar.
__ADS_1
Di sisi lain. Axelo pagi-pagi sudah berada di depan rumah Andara, hari ini dia akan mengantarkan Andara ke kantor Arsya yang letaknya lumayan jauh.
"Mas, jadi kamu beneran jemput aku?" tanya Andara saat melihat mobil Axelo berada di depan rumahnya.
"Iya, kamu tidak mungkin pakai motor matic mu itu untuk pergi ke kantor nya Arsya, lumayan jauh loh dari sini," jawab Axelo.
"Tapi gimana pekerjaan kamu?"
"Kamu tenang aja, yang penting aku bisa ketemu kamu sebelum kerja, nanti pulangnya aku jemput!"
Andara mengangguk, akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam mobil Axelo dan tidak mau berdebat lagi.
Axelo senang melihat Andara yang menurut, akhirnya dia melajukan mobilnya dengan semangat 45.
Axelo yakin jika dia pasti akan mendapatkan hati Andara dengan caranya sendiri. Selama perjalanan Axelo mengeluarkan jurus merayu dan menggoda, sesekali pria itu melakukan skinshop namun langsung dipelototi oleh Andara.
Axelo memastikan jika Ayahnya pasti akan merestui hubungan mereka, asalkan di sini tidak ada pemaksaan.
Axelo tahu mendapatkan hati Andara begitu sulit karena wanita itu mengalami trauma untuk menjamin ikatan tali pernikahan. Tapi dia yakin jika usahanya pasti akan membuahkan hasil.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya mobil SUV itu berhenti di depan perumahan AR Grup. Tidak lupa Axelo mencium kening Andara saat wanita itu turun dari mobil.
Meskipun kesal tetapi Andara hanya bisa diam, maklum dia tidak akan membuat keributan di saat hari pertamanya kerja di AR Grup ini.
Andara berjalan masuk ke dalam gedung, banyak pasang mata yang melihatnya, apalagi saat tahu wanita itu keluar dari dalam mobil seorang Axelo Airlangga. Tentu saja desas-desus siapa Andara mulai keluar.
'Huh, inilah yang nggak gue suka! tatapan para wanita yang suka julid!'
__ADS_1
Bersambung.