Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
BAB 57


__ADS_3

Happy Reading.


Malam itu, setelah sekian malam mereka sah menjadi suami istri, akhirnya akan terjadi sebuah tragedi ranjang bergoyang.


Terdengar suara deru nafas yang saling bersahutan. Axelo dan Andara masih saling berciuman dengan hasrat yang semakin menggebu.


Axelo menurunkan wajahnya, menelusuri leher jenjang istrinya yang beraroma vanila. Axelo langsung menggigit dan memberi tanda merah di sana.


Andara hanya bisa menggeliat dan mendes*h lirih kala Axelo memainkan lidahnya di sana sambil menggigit kecil telinganya.


Permainan Axelo benar-benar membuat Andara semakin terbuai, meskipun Axelo belum pernah melakukan ini sebelumnya dengan wanita lain, tapi naluri kelakiannya langsung bisa dengan mudah mengikuti insting, di tempat mana saja letak sensitif tubuh sang istri.


Jangan tanya apakah Axelo pernah melakukan make out dengan Laura? Jawabannya Tidak.


Andara meremas sprei dengan kuat ketika Axelo sudah mulai bermain di area dadanya. Tangan pria itu meremat lembut kedua benda kenyal yang sejak lama sudah menjadi benda favoritnya meskipun Axelo hanya bisa memandang. Pernah menyentuh tapi sedikit. Kemarin-kemarin meski tidur seranjang tetapi mereka hanya sekedar tidur tanpa ada adegan dewasa karena suasana juga masih berkabung.


Sekarang Axelo bisa menyentuhnya dengan leluasa karena Andara juga sudah merelakan dirinya untuk sang suami.


Meskipun tidak di pungkiri ada rasa takut dan gugup yang menyelimuti nya, tetapi rasa nikmat dan nyaman dirasakan oleh Andara pada setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya.


Perlahan namun pasti, tangan Axelo menelusup ke dalam baju istrinya. Membuka pengait di bagian punggung Andara dengan mudah.


Bahkan secepat kilat Axelo sudah membuka baju Andara dan bagian tubuh atasnya sudah tidak tertutupi oleh sehelai benangpun. Axelo memandang penuh damba dengan benda indah itu. Pria itu mendekat kan wajahnya tangannya langsung menangkup kedua benda itu dan memberi rematan lembut.


Suara merdu Andara mengalun indah, membuat Axelo semakin gencar memainkan lidahnya pada pucuk pink yang sudah mengeras minta di hisap.


Andara ikut menekan kepala Axelo dengan tangan nya ketika suaminya sedang menikmati dua buah yang membuat Andara semakin melayang.


"I love you, my wife," bisik Axelo di sela aktivitas nya, mengatakan bahwa ia sangat mencintai Andara dengan sepenuh hati.


Andara hanya bisa tersenyum sambil menutup matanya karena saat ini Axelo sudah membuka pakaian bagian bawahnya, tanpa menyisakan CD sekalipun, karena Axel sudah tidak tahan, sang adik sudah meronta sejak tadi.


Axelo melepas semua kain yang menempel di tubuhnya. Andara yang baru pertama kali melihat bentuk tubuh pria secara nyata di hadapannya langsung refleks menutup mata.


"Kenapa di tutup matanya, hemm?" tanya Axelo dengan suara berat.


"Aku, malu," jawab Andara.


Axelo mencium kedua mata Andara yang tertutup, beralih ke pipi kanan dan kiri, kemudian berakhir di bibir. Axelo mencium bibir Andara dengan lembut menuntut.

__ADS_1


Andara semakin terbuai dengan permainan suaminya, tangan Axelo juga tidak lepas dari pucuk pink di atas dada Andara.


Meremat, memilin dengan gemas, kemudian Axelo menurunkan wajahnya kearah gundukan kenyal itu. Bermain di sana dengan menyusu seperti bayi yang sedang kelaparan.


Tentu saja hal itu membuat Andara semakin merasa kenikmatan dan menginginkan hal lebih.


Axelo mengangkat wajahnya. "Aku mulai, ya?"


Andara hanya mengangguk pasrah, karena dia juga sudah tidak tahan dengan segala kenikmatan yang lebih.


Axelo menegakkan tubuhnya, di arahkan pusakanya yang sudah mengeras sejak tadi ke arah gua di bawah sana.


Andara menutup matanya kembali saat merasakan gesekan benda asing di miliknya. Sesuatu yang keras tapi lembut itu mendorongnya sedikit demi sedikit.


"Aku akan pelan-pelan, tahanlah, pasti akan sakit, tapi hanya sementara," bisik Axelo di telinga sang istri. Kemudian dia mencium bibir Andara dan mendorong tubuhnya lebih ke dalam lagi.


Sulit dan sempit saat Axelo berusaha menerobos dinding yang ada di dalam sana.


Satu kali, dua kali dan dalam hentakan yang ketiga akhirnya pusaka itu bisa masuk meskipun belum seluruhnya.


"Aaakkk, sakit!" rintih Andara kala miliknya benar-benar penuh dengan milik Axelo. Setetes cairan merah hangat keluar dari dalam sana. Axelo bisa melihat darah kesucian sang istri yang mengalir dan hal itu membuat Axel sangat bangga.


Axelo diam sebentar agar milik Andara merasa terbiasa dengan miliknya yang lumayan ukurannya.


Dan setelah beberapa saat, Andara merasa sedikit rileks. Rasa sakit yang tadi di rasakan berubah menjadi nikmat.


Akhirnya malam itu, Axel dan Andara melakukan malam pertama setelah lebih seminggu mereka menikah.


Bahkan malam itu mereka tidak hanya melakukan nya sekali.


"Terima kasih, sayang," ucap Axelo setelah melakukan pelepasannya yang terakhir. Kedua sejoli itu sama-sama merasakan lelah dan akhirnya terlelap.


******


Axelo membuka matanya perlahan, menatap wanita yang tengah terlelap dalam pelukannya yang tidak lain adalah istri tercintanya.


Sungguh tidak pernah dia bayangkan bahwa malam tadi benar-benar membuatnya melayang merasakan nikmat yang selama ini dia tahan.


Akhirnya keperjakaan nya diserahkan untuk istrinya sendiri. Untung belum jajan sana sini.

__ADS_1


Banyak macam godaan yang datang silih berganti. Bahkan tidak sedikit wanita yang dengan terang-terangan mengajaknya tidur dengan cuma-cuma. Bahkan mereka sudah melepaskan seluruh pakaiannya di depan Axelo, tetapi tentu saja hal itu sama sekali tidak akan bisa menggoyahkan hatinya.


"Eumm,," terdengar suara lenguhan Andara yang masih berada di pelukannya.


Pergerakan Andara membuat Axelo refleks menutup matanya kembali. Berpura-pura masih tertidur padahal dia sudah bangun sejak tadi, bahkan tadi Axelo puas memandangi wajah sang istri dalam tidurnya.


Andara membuka matanya dan merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya. "Sayang, bangun! Jam berapa ini?" Andara menggoyangkan tubuh Axelo agar cepat bangun.


"Eumm!" Axelo semakin mengeratkan pelukannya membuat Andara berdecak.


"Mas, bangun! Subuhan dulu, ini jam berapa? Ayo cepat bangun!" Axelo membuka kedua matanya.


"Ini masih jam 3 pagi, nanti subuhnya masih satu jam lagi, ayo tidur, aku masih mengantuk," ucap Axelo kembali menarik selimut dan memeluk istrinya.


Andara hanya bisa menggelengkan kepalanya, Axelo sangat susah untuk bangun subuh. Andara tahu setelah mereka menikah dan ternyata membangunkan Axelo benar-benar harus ektra sabar.


Andara bangun dari tidurnya dan mengambil pakaiannya satu persatu yang tercecer di atas lantai dan memakainya kembali.


"Auwch!" seru Andara meringis merasakan nyeri di bagian intinya saat melangkah, ternyata rasanya sesakit itu dan Andara benar-benar hampir tidak bisa berjalan.


Apalagi setelah melihat banyak tanda merah yang di buat oleh suaminya, membuat Andara kembali meringis mengingat kejadian tadi malam.


"Ya Allah, ternyata mas Axel ganas juga," gerutu Andara melirik sang suami yang masih terlelap.


Kemudian melanjutkan berjalan kembali ke arah kamar mandi, tapi ketika baru dua langkah Andara meringis kembali dan kali ini sedikit menjerit karena merasakan area sensitifnya yang sangat perih.


"Aww!! Kenapa sakit sekali?"


Axelo merasa mendengar rintihan sang istri, pria itu membuka matanya dan melihat bahwa istrinya seperti kesakitan.


Axelo langsung bergegas turun dari tempat tidur ketika melihat Andara yang meringis.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja, ayo aku gendong kalau tidak kuat berjalan," ucap Axelo berjalan ke arah Andara.


"Aakk! Mas,, kenapa tidak memakai baju?" seru Andara ketika melihat Axelo yang tidak memakai apapun berjalan mendekat.


"Sayang, aku suamimu dan artinya kita halal untuk saling melihat, jadi tidak perlu takut. Nanti lama-lama juga terbiasa," ucap Axelo tersenyum menggoda.


Andara memalingkan wajahnya ke sembarang arah agar tidak melihat bentuk tubuh suaminya yang berdiri di depannya tanpa menggunakan sehelai benangpun.

__ADS_1


"Ayo, aku gendong, sayang!" Axelo langsung menggendong Andara dan membawanya ke kamar mandi.


Akhirnya kedua pasangan suami istri itu melakukan aktivitas mandi bersama.


__ADS_2