Skandal Sang CEO

Skandal Sang CEO
Sang Papa


__ADS_3

Happy Reading.


Axelo dan Andara memutuskan untuk pulang setelah makan siang berdua. Ya, hanya berdua karena Arsya, Laura dan Putri masih berada di ruang privat Arsya yang ada di Cafe itu.


"Kamu mau pulang?" Tanya Axelo menatap Andara sebentar kemudian fokus kembali ke depan.


"Entahlah, aku masih malas pulang kalau dirumah ada lelaki itu, tapi sebenarnya aku juga ingin melindungi Mama dari orang buruk seperti dia," jawab Andara lirih, tapi masih bisa didengar oleh Axelo.


"Dara, orang yang kamu katakan buruk itu adalah Ayahmu, apa kamu tidak mau memberinya kesempatan kedua, bukankah kalau kita nikah nanti kamu butuh beliau sebagai wali?"


"Mas yakin banget mau nikah sama aku?"


"Iya dong, kan mas cinta sama kamu, mas tuh beneran serius sama kamu Dara, apa perlu mas lamar kamu di depan Papamu? Nama beliau Bagus Soetomo bukan?"

__ADS_1


Andara tidak menjawab, dia hanya diam saja menatap keluar jendela. Hatinya masih kacau kalau mengingat sang Ayah, tapi dia juga kasihan pada ibunya. Andara takut jika Ayahnya kembali dengan niat jelek.


"Dara, apa perlu aku cari tahu masa lalu Ayahmu dan juga apa motifnya sampai dia muncul lagi?" Tanya Axelo saat Andara diam saja.


Tentu Axelo juga ingin tahu seluk beluk kisah calon ayah mertuanya sewaktu pergi meninggalkan istri dan anak-anaknya sebelas tahun lalu itu.


"Apa menurut Mas itu penting?" Kali ini Andara berhasil menoleh pada Axelo.


"Ya, tentu saja penting, ini menyangkut masa depan mu dan juga Mama, aku tidak ingin Mama terlalu mengharapkan Papa, jika memang benar Papa ada niat jahat pada kalian, tapi entah kenapa feeling ku mengatakan jika sebenarnya Papa Bagus memang sudah menyesali perbuatannya dan benar-benar ingin kembali pada Mama Siska, " ujar Axelo.


"Karena aku sudah menyelidiki nya Dara, aku baru saja mendapatkan informasi dari anak buah ku pagi ini, mereka mengatakan jika Papa Bagus menjual rumahnya di Bali dan kembali ke Jakarta dua tahun yang lalu, dia mendirikan sebuah rumah makan di pusat kota, anak tirinya yang berusia 15 tahun mencarinya karena menginginkan uang untuk menebus Ibunya yang masuk penjara, tapi sepertinya Papa Bagus tidak mau memberinya uang karena memang Papa Bagus yang menjebloskan mantan istrinya itu ke penjara," ujar Axelo panjang lebar.


"Hah? Maksud mu anak dari wanita itu?" Axelo mengangguk. "Jadi benar jika Papa kena pelet bertahun-tahun?"

__ADS_1


"Entahlah kalau itu, apakah memang pelet atau itu hanya alasan Papa, aku tidak tahu, yang jelas mereka memang sudah bercerai hampir 4 tahun. Saat itu Papa Bagus memang sangat bangkrut karena istrinya menghabiskan uangnya, mungkin ketika itu dia baru ingat padamu dan Mama di Jakarta, dia melaporkan istrinya karena menipu dirinya dengan memakai identitas Papa Bagus untuk menjual seluruh asetnya, Papa Bagus akhirnya hanya memiliki satu rumah itu dan dia jual untuk kembali ke Jakarta, membangun rumah makan, dan sebagian lagi uangnya mungkin dia sisihkan untuk Mama Siska dan kamu," Andara tercengang mendengar cerita Axelo.


"Jadi, kamu benar-benar sudah menyelidiki nya?"


"Sebenarnya aku hanya menyuruh anak buahku, hehe!" Andara memukul lengan Axelo.


"Sama aja itu mah, tapi meskipun gitu, tetap saja aku nggak akan menerima dia gitu aja, bayangkan loh, hampir 11 tahun dia pergi ninggalin kita tanpa kabar, nafkah dan tiba-tiba dia datang minta maaf dan ingin kembali?? Oh Big No! Aku nggak mau!"


Axelo tersenyum melihat Andara yang terlihat menggebu-gebu seperti ini, mungkin perasaan Andara memang susah untuk melupakan semuanya terhadap apa yang telah dilakukan oleh sang Ayah. Tapi Axelo akan berusaha membuat Andara mau memaafkan Ayahnya walau pun tidak harus kembali bersama sang Ibu.


"Tapi sepertinya Papa sudah cerita semuanya sama Mama, pasti Mama lagi bersimpati sama Papa, mereka sayang-sayangan terus baikan deh!" ucap Axel memanasi hati Andara.


"Pokoknya aku nggak setuju, kalau memang Mama ingin kembali sama Papa, biar aku yang pergi!"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2