
Happy Reading.
'Aku hamill anak kamu Bil!" Kata seorang wanita cantik yang baru saja datang itu.
Mata Bily terbelalak sempurna ketika melihat siapa yang datang.
"Des-desy..!" ucap Bily terbata.
Wanita itu bernama Desy, dia adalah mantan pacar Bily yang diputusnya satu bulan yang lalu.
Wanita yang dulu juga disukai oleh Aldo, tetapi Bily malah mendekati Desy dengan berbagai rayuan yang menggoda, sehingga membuat Desy bisa takluk dalam pesona seorang Bily si player sejati.
Mereka berpacaran selama 3 bulan. Setelah 2 bulan akhirnya Desy menyerahkan kesuciannya kepada Bily karena wanita itu sungguh mencintainya.
"Iya sayang, aku kangen banget sama kamu. kenapa kamu ninggalin aku, tapi sekarang kamu gak kan bisa pergi lagi, karena aku hamil anak kamu," ucap Desy percaya diri.
Dian yang melihat hal itu tentu daja tekejut.
'Nie cewek gila apa bodoh sih,, kelihatanya dia seneng banget bisa hamil. Malah senyum-senyum gitu, seharusnya kan dia malu dan marah, terus jambak rambut Bily karena gak tanggung jawab." Batin Dian menatap Desy dengan miris.
"Ehmm sebaiknya aku balik lagi ke butik deh Bil, seperti nya kalian butuh waktu berdua," ucap Dian berpamitan kepada Bily dan langsung berdiri dari duduknya.
Dia merasa tidak nyaman dalam situasi itu.
Bily yang dari tadi diam akhirnya berbicara.
"Kamu jangan pergi Di, aku masih pengen sama kamu."
'Nie anak juga aneh, bukan nya nanggepin cewek itu malah mau nahan aku disini! enak aja, aku gak mau ikut campur dengan urusan kalian! Dian menggerutu dalam hati.
"Sebaiknya kamu memang harus pergi, karena aku butuh privasi sama Bily, ucap Desy menatap tidak suka terhadap wanita teman Bily itu.
Dian pun tanpa menjawab langsung mengambil tas diatas meja dan berlalu begitu saja meninggalkan dua orang aneh itu.
Bily yang mau mengejar Dian tangan nya di tahan oleh Desy. Akhirnya Bily pasrah dan duduk kembali.
"Kamu harus tanggung jawab dan nikahin aku secepatnya Bil, aku gak mau bikin orang tuaku malu karena tahu anaknya hamil diluar nikah!" tiba-tiba Desy berkata serius dan menatap tajam Bily.
GLEK!
Bily menelan ludah nya, dia benar-benar bingung harus bagaimana. Mana mungkin dia menikah dengan Desy, sementara dia sangat menyukai Dian sekarang.
"Gugurin aja kandungan itu!" ucap Bily datar.
Desy langsung berdiri dan menampar pipi kanan Bily.
Plak!
"Kamu keterlaluan Bil, kamu tega mau bunuh anak kamu sendiri!!! sampai kapanpun aku gak kan pernah gugurin kandunganku, ujar Desy sambil berlinang air mata.
Dia tidak menyangka lelaki yang sangat di cintainya ini dengan tega mengatakan itu.
"Mending aku bunuh diri dan mati bersama anak mu sekalian dari pada aku harus membunuh dia, sedangkan kita masih hidup!!"
Desy yang masih berdiri sambil terus menangis mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya, sebuah amplop putih. Lalu melemparkan dimeja tepat dihadapan Bily.
"Aku tunggu tanggung jawabmu sampai lusa, kalau kamu memang tidak mau tanggung jawab, aku akan datang ke rumah mu dengan tubuhku saja yang tanpa nyawa!!" ucap Desy yang kemudian pergi dari hadapan Bily.
"Aargg!! Sial!"
Bily menjambak rambut nya frustasi, karena tidak menyangka Desy akan hamil. Dia yang biasanya bermain aman, tapi pada malam itu karena pengaruh alkohol dia sampai lupa memakai pengaman. Bily masih ingat itu dan karena itupun dia memutuskan Desy, takut kalau hal ini terjadi dan dia pergi seperti pecundang.
Diapun mengambil dan membuka amplop putih itu, yang didalam nya ada surat keterangan dokter tantang kehamilan yang positive dan foto USG berusia 5 minggu.
"Aaaagggrrkkk! brengsek!!! Sialan!"
Bily memaki dan menendang meja, untung restoran belum cukup ramai karena hari masih pagi.
Setelah itu dia naik ke lantai atas restoran itu dan membanting pintu kamar yang berada si lantai dua tersebut.
*****
Sementara di butik.
"Gila, edan tuch anak, masa hamilin anak orang!" omel Maya yang mendengarkan cerita Dian tentang Bily.
"Gue juga terkejut, tapi anehnya cewek itu gak marah sama Bily, dia kayak seneng gitu bisa hamil anak Bily,' ujar Dian.
"Ya mungkin aja dia mantan Bily yang cinta mati, kalau hamil anak nya kan dia bisa nikah sama Bily, secara Bily kan kaya, tajir dan tampan," jawab Maya.
Dian mengedikkan bahunya.
"Untung gue belum terlalu dekat sama dia,, lo juga sih May, ngapain mau deketin gue sama cowok begituan, mending gue blokir nomer dia aja," ucap Dian.
"Yah kan gue gak tau, dia itu bisa kaya gitu, berarti nanti malam gak jadi pergi malam mingguan deh," ucap Maya sedih.
'Nanti malam ya? ah gue kan nanti sore janjian sama Arie, ehhmm apa gue malam mingguan sama Arie aja ya, biar bisa bantu Maya dapat izin.. tapi apa Arie mau?'
"Nanti malam gue minta izin sama Om dan tante deh buat keluar, lo bisa pergi sama cowok lo kalau mau," ucap Dian.
Maya tersenyum senang, "wah, beneran Di? makasih ya.. eh tapi kalau gue pergi sama cowok gue, terus lo sama siapa jalan nya?" tanya Maya
"Lo tenang aja, gue mau jalan-jalan keliling kota, tapi nanti kalau mau pulang chat gue dulu ya?" ucap Dian dan langsung diangguki oleh Maya.
"Oke deh, sayangkuh ... makasih yah udah bantuin," ujar Maya sambil memeluk Dian.
*****
Setelah pulang dari kampus, Dian yang tidak sabar ingin cepat bertemu Arie langsung menghubunginya, dia pun menelfon Arie untuk memastikan pertemuan mereka. jam sudah menunjukan pukul 3 sore. Dian pun mengatakan kalau dia akan naik taksi dan tidak mau dijemput Arie. Akhirnya mereka sepakat untuk ketemu di cafe saja.
Setelah sampai di cafe, Dian langsung masuk dan mencari tempat duduk. Dia datang duluan karena kafe tersebut letak nya tidak jauh dari kampus. Hanya perlu waktu 15 menit saja.
Dian mengirim pesan kepada Arie mengatakan bahwa dia telah sampai.
[Aku pakai kemeja putih, duduk dekat jendela]
Dian memberi tahu warna bajunya karena Arie memang belum pernah ketemu dia sama sekali.
[Oke, ini aku udah on the way]
Setelah mengemudikan mobilnya, akhirnya Arie sampai di cafe tersebut.
Entah kenapa dia merasa gugup, tidak biasanya dia seperti itu. Biasanya kalau ketemuan sama cewek, Arie selalu biasa saja.
tapi kali ini dia merasa deg deg kan.
Setelah keluar dari mobil dia pun langsung masuk kedalam cafe. matanya berkeliling mencari ciri-ciri yang disebutkan Dian.
Deg!
Arie melihat Dian yang duduk disamping jendela dengan memakai headset.
Cantik banget! batin Arie terkagum-kagum.
Dian yang belum tahu Arie datang, dia memandang ke arah luar cafe sedang menunggu lelaki pujaannya itu.
__ADS_1
"Ehmm," Arie berdehem setelah mendatangi tempat duduk Dian.
Dian pun langsung menoleh dan tersenyum.
'Ya tuhan, akhirnya dia datang!' batin Dian senang.
Arie yang memakai kaos putih berleher V dan memakai jaket biru gelap terlihat sangat tampan dimata Dian dan tentunya di mata semua orang.
"Arie kan? silahkan duduk," ucap Dian menyalami Arie.
"Maaf ya, udah bikin kamu menunggu," ucap Arie sambil duduk.
"Eh gak apa-apa kok, aku juga barusan sampai, kita langsung pesan makanan ya ... kebetulan aku belum makan siang," ucap Dian.
"Oke deh," jawab Arie.
Setelah itu Arie memanggil pelayan Cafe setelah pelayan datang mereka memesan makanan favorit yang ada di cafe tersebut.
"Kamu sepupunya Maya ya? emang kamu berasal dari mana?" tanya Arie memecah obrolan.
"Iya, aku asli dari Jogja," jawab Dian.
Arie memandang Dian lekat, entah kenapa rasanya tidak bosan melihat wajah Dian yang ayu.
Dian pun menjadi salah tingkah dipandang Arie terus menerus.
Kok dia bisa cantik banget sih? bener kata Aldo emang senyum nya nyenengin banget. batin Arie.
"Apa ada yang salah dengan pakaian ku ya? kenapa kamu melihat ku terus?" tanya Dian merasa malu dengan tatapan Arie.
Pria itu langsung menggeleng cepat.
"Eh gak kok, gak ada yang salah, hanya saja," ucap Arie tidak menerus kan kata-katanya.
"Hanya saja apa?" tanya Dian penasaran
Dia takut kalau dirinya terlihat tidak menarik dihadapan Arie.
"Hanya saja ... kamu terlalu cantik, jadi aku gak bisa untuk tidak memandang kamu lama-lama," jawab Arie yang berhasil membuat pipi Dian memerah karena malu.
Entah kenapa Arie ber-Aku kamu sama Dian, padahal Arie biasanya memanggil teman-temannya, wanitanya atau Serli, kekasihnya pun dengan sebutan Gue Elo.
"Ah Arie, kamu pintar gombal ya ternyata," ucap Dian menahan senyum karena sebenarnya dia merasa senang dengan pujian itu.
"Eh, beneran kok, aku gak gombal, kamu memang cantik, pantas saja Bily begitu tergila-gila sama kamu," jawab Arie jujur.
Karena dia merasa tidak gombal dengan pernyataan nya. Arie memang tipe cowok yang gak suka merayu ataupun menggombal. Dia tidak pintar dalam hal itu. Berbeda dengan Bily yang selalu melakukan jurus andalan nya untuk merayu cewek. Jadi bisa dipastikan Arie selalu jujur terhadap memuji seorang wanita.
"Udah deh Rie, kamu gak usah gitu. Aku kan jadi malu, masa bilang Bily juga tergila-gila sama aku, ya gak gitu juga. Lagian kita juga baru kenal, kenapa kamu bisa menyimpul kan begitu," ucap Dian yang tidak suka dipuji.
"Ya emang Bily tergila-gila sama kamu, dia selalu cerita tentang kamu, ya yang pastinya dia memang suka sama kamu Di, tapi kalau boleh aku juga pengen deket sama kamu," jawab Arie panjang lebar dengan masih memandang Dian lekat.
Apa-apa tadi yang dia bilang. Dia mau deket sama aku, apa aku gak salah denger? batin Dian girang.
Belum sempat Dian menjawab, akhirnya pesanan mereka datang.
Setelah itu mereka pun makan dengan di iringi canda tawa, entah mengapa sepertinya mereka cepat akrab dan saling mengagumi satu sama lain.
Wah wah ingat Arie, kamu sudah punya Serli yang sangat posesif. (Kata Mak othor)
****
Bily benar-benar tidak bisa terima bahwa Desy meminta pertanggung jawaban. Dia semakin frustasi karena nomer kontak nya juga telah diblokir oleh Dian.
"Sialan! kenapa wanita itu hamil segala!! apa lagi Dian mengetahui segalanya.. Arrgghhh!!" Bily berteriak sambil membanting kursi di depan nya.
Semua pegawai nya menjadi takut dan tidak ada yang berani mendekati ruangan itu.
'Aku gak mau nikah sama Desy, aku hanya mau menikah dengan Dian, karena aku sudah jatuh cinta sama dia, aku harus bagaimana.'
Bily menjambak rambutnya frustasi.
Tapi bagaimanapun dia memang harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
****
Arie dan Dian sudah menghabiskan makanan mereka. Sekarang mereka sedang menikmati es capuccino yang mereka pesan. Dian masih saja senam jantung. Dia benar-benar tidak menyangka bisa makan berdua dengan cowok di depannya.
Dulu waktu pertama kali melihat Arie, dia langsung terpana akan paras sempurna yang dimiliki nya. Dan ternyata setelah mengenalnya pun Dian tambah terkagum-kagum akan sosoknya yang baik, dan sopan. Tapi suka gombal menurut Dian.
Tak berbeda jauh dari Dian, Arie pun merasakan yang sama, terpesona akan sosok Dian yang cantik rupawan. Entah kenapa dia bisa begitu cantik menurut Arie. Pria itu pun sudah tidak ingat lagi dengan Serli kekasih nya. Entah lah dia memang selalu melupakan Serli, meskipun Arie menyayangi kekasih nya itu, tapi sekarang sosok wanita di depan nya ini seakan-akan menghapus nama Serly dalam hatinya.
Karena memang nama Serly hanya tertulis samar di hati Arie. Hari ini Serli tidak menghubungi Arie karena ada tambahan mata kuliah, tapi nanti malam serli telah berencana pergi dengan Arie menghabiskan waktu malam minggu bersama.
Ngomong-ngomong soal malam minggu, tiba-tiba Dian ingat tentang keinginan nya mengajak Arie untuk jalan berkeliling. Disela obrolannya Dian ingin menanyakan hal ini.
"Rie, kamu nanti malam ada acara gak?" tanya Dian.
Arie masih bingung mau menjawab apa, sejujurnya dia telah berjanji kepada Serli bahwa mereka akan makan dan nonton. setelah meragu akhirnya dia pun menjawab..
"Eehm, kayak nya aku gak ada acara Di, emang kenapa?" jawab Arie berbohong.
Entah kenapa jawaban dia seperti itu, kenapa dia tidak menjawab saja kalau memang udah ada janji. Apakah ini sudah timbul bibit-bibit selingkuh. Sedangkan Dian sama sekali tidak tahu jika cowok dihadapan punya kekasih.
"Mau gak kamu temani aku jalan-jalan, soalnya dari sampai ke sini aku belum pernah keluar," ucap Dian sedikit menunduk.
Dia malu sekali karena telah mengajak jalan cowok yang baru ditemuinya ini, seperti sekarang ini mereka bertemu, itu pun atas permintaan Dian.
'Dian, bodoh banget sih kamu, gara-gara Maya kamu jadi gak punya harga diri dihadapan cowok, apalagi itu Arie. Pasti dia mikir aku bukan cewek baik-baik,' rutuk Dian dalam hati.
"Aku ...!"
"Eh kalau kamu gak bisa gak apa-apa kok, aku bisa jalan-jalan sama temen lain," sebelum Arie menjawab, Dian telah menyela duluan.
"Kata siapa aku gak bisa, sebuah penghargaan bagiku bisa diajak dan menemani gadis cantik sepertimu," jawab Arie tersenyum.
Entah apa yang akan dipakai alasan kepada Serli untuk membatalkan janjinya. Ah itu urusan nanti, yang penting saat ini Arie senang sekali bisa di ajak jalan oleh gadis yang sedang dipujanya ini.
"Maaf ya aku merepotkan mu, kalau gitu sebaiknya kita pulang saja, aku mau minta izin sama Om dan tanteku dulu," ucap Dian tersenyum tipis.
"Baiklah, kalau gitu aku akan mengantarkan mu pulang."
"Eh, gak usah, aku pakai taksi aja, nanti malam ketemu di taman deket rumahnya Maya aja ya, aku tunggu kamu disitu," ucap Dian menolak ajakan Arie.
"Ya udah kalau gitu, aku bayar dulu makanan nya," ucap Arie, dia jug tidak mau memaksa Dian, takutnya Dian tidak enak kalau dipaksa. Bisa jalan berdua sama Dian saja sudah membuat Arie bahagia.
Setelah membayar, mereka pun keluar dari restoran.
"Di, atas permintaan aku tadi kamu mau kan?" tiba-tiba Arie bertanya
"Eehm permintaan yang mana?" Tanya Dian mengerutkan dahinya.
"Aku pengen bisa lebih dekat dengan mu," jawab Arie sambil memandang lekat ke arah Dian.
Eh?
__ADS_1
"Tentu saja, aku juga ingin mengenalmu lebih jauh," balas Dian tersenyum.
"Terima kasih ya," ucap Arie senang.
Entah apa yang dirasakan arie, yang terpenting dia benar-benar tertarik dengan gadis didepan nya ini. Setelah menunggu taksi yang dipesan Dian datang, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
****
Setelah sampai dirumah, Arie masuk kedalam kamar, didalam kamarnya ternyata sudah ada Serli yang menunggu.
"Hai sayang, kamu dari mana? aku chat kok gak di bales sih?" tanya Serli melihat kekasih nya datang, dia langsung memeluk Arie dan mencium bibir nya.
"Ehmmm udah Ser, gue mau mandi dulu, gerah banget nih," Arie melepaskan tangan Serli yang melingkar di pinggang nya.
Membuat cewek itu cemberut melihat tingkah Arie yang akhir-akhir ini terlihat berbeda. Tidak biasanya dia tidak membalas pelukan dan ciuman darinya.
'Mungkin dia sedang capek, harus positif thinking,' batin Serli
Setelah itu Arie masuk ke kamar mandi membawa pakaian nya. Serli duduk di sofa dengan kesal sambil menyalakan televisi.
20 menit kemudian Arie keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. Serli tiba-tiba memeluk Arie dari belakang.
"Aku kangen yank," manja Serli manja.
"Ser, gue mau ngomong sama elo," ucap Arie membalik badanya menghadap Serli.
"Tapi cium dulu!"
cup
Ciuman sekilas di bibir, Serli benar-benar kesal. Dia menginginkan lebih, tapi Arie malah melepas pelukan Serli dan berjalan ke arah sofa.
"Nanti malam gue gak bisa jalan dulu Ser, hari ini mau bertemu pak ilham, dosen gue untuk membahas tugas," ucap Arie kemudian.
Dia harus memberi alasan yang tepat untuk bisa jalan bersama Dian.
"Kok malam-malam sih yank, kenapa gak besok aja sih," ucap Serli cemberut. Akhir-akhir ini Arie selalu menolak Serli, tapi cewek itu masih berfikir positif.
"Ya karna pak ilham yang meminta gue untuk kerumahnya malam ini, udahlah jangan cemberut gitu," ucap Arie tanpa menatap kekasihnya.
"Kenapa sih yank, akhir-akhir ini kamu sedikit beda?" tanya Serli duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya di bahu Arie.
'Sorry Serli, gue juga gak tahu kenapa sekarang perasaan gue hambar ke elo.'
"Gak ada yang beda, mungkin pikiran Lo aja kali, ya udah sekarang gue antar Lo pulang ya?" jawab Arie kemudian dia beranjak dari duduk nya
Pikiran Arie saat ini hanya tertuju kepada Dian saja. Entah kenapa rasanya begitu berbeda saat berada di dekat Dian, jantung nya berasa berdetak lebih cepat.
Serli sungguh tidak menyangka Arie malah akan mengantar nya pulang, padahal dia masih pengen berlama-lama dengan Arie.
Arie yang sudah keluar dari kamar lalu turun menuruni anak tangga, di ikuti dengan sely yang berjalan lesu dibelakangnya.
Diruang tamu, Andara sedang mengobrol dengan Tiya. Dia melihat putranya yang kelihatan mau pergi bersama kekasihnya.
Bunda Arie memang tidak suka anaknya berhubungan dengan gadis itu, entah karena hasutan Tiya atau karena apa, tapi meskipun begitu Andara tidak bisa berbuat apa-apa untuk memisahkan mereka, karena dia tahu seperti apa anaknya itu.
"Arie, Bunda mau bicara sebentar sama kamu nak" ucap Bunda kepada putranya.
"Ada apa Bund?"
"Besok hari minggu kamu anterin Bunda ke suatu tempat ya, tidak ada penolakan," ucap Bunda.
'Bunda memang tidak bisa membuatmu putus dari dia nak, tapi Bunda harus berbuat sesuatu agar kamu bisa memutuskan Serli secepatnya. Batin Andara.
"Baiklah Bun, besok Arie anter Bunda, sekarang Arie pergi anterin Serli pulang dulu."
"baiklah sayang, hati-hati ya?"
"Permisi tante," pamit Serli tersenyum sambil menyalami tangan Andara.
Rencanaku pasti berhasil. Batin Tiya karena selalu bisa menghasut Tantenya agar tidak menyukai Serli.
****
Di kediaman Maya.
Dian sudah masuk ke kamar Maya, dia mengatakan kepada tante dan om nya ingin mengajak Maya untuk jalan-jalan dan akhirnya dia mendapatkan izin itu.
"Makasih banget ya Di, ahirnya gue bisa malmingan sama cowok gue," ucap Maya senang dan memeluk sepupunya tersebut
"Iya-iya, tapi kita gak boleh lewat dari jam sepuluh loh pulangnya!"
"Oke tenang aja, sekarang kita siap-siap, kita nanti makan malam diluar aja, gue akan traktir deh!"
"Gak usah Maya, nanti lo langsung pergi saja, gue mau ke taman dulu, mau lihat-lihat sana, keknya bagus deh kalau malam hari," ujar Dian tersenyum. Tentu dia tidak akan mengatakan akan pergi bersama Arie.
Setelah itu mereka pun bersiap-siap
Dian masuk ke kamar dan melihat ponselnya, ada chat masuk dari Arie.
[Nanti jam 7 aku jemput di taman deket rumah Maya ya,, jangan lupa loh]
[Iya, ini aku juga mau mandi dulu, terus dandan biar gak malu-maluin jalan sama kamu, hehe] emoticon tertawa terbahak.
[Kamu gak dandan aja sudah cantik kaya gitu, apalagi dandan, jadi pengen cepet ketemu]
[Hahaha, gombal lagi deh]
[Aku gak gombal kok beb, seriuss]
blussh
Pipi Dian merona melihat chat Arie yang memanggilnya Beb. Kenapa dia seneng banget ya?
[Ok deh, aku mandi dulu ya, sebaiknya kamu juga siap-siap]
[Asiapp, beb]
Jantung Dian berdetak dua kali lipat, Arie memanggilnya Beb, ahh mimpi apa Dian bisa mendapatkan perlakuan Arie yang istimewa itu.
Lagian Arie tuh gombal sekali ya?
Setelah mengahiri chatnya, ahirnya Dian masuk ke kamar mandi. 20 menit kemudian dia sudah selesai tidak lupa memakai baju yang pas ditubuhnya. Dian sedikit memakai make up tipis dan tak lupa sedikit pewarna bibir agar tidak terlihat pucat.
"PERFECT!"
***
Sedangkan di rumah Arie.
Sudah 3 kali Arie berganti pakaian. Akhirnya pilihan yang ke 4 yang dipilih. Sudah seperti anak gadis saja yang mau bertemu kekasih nya. Baru pertama kali ini dia bingung dengan penampilan nya, entah kenapa dia harus terlihat perfect dihadapan Dian, padahal biasanya dia cuek-cuek saja.
Setelah selesai menyisir rambutnya, tidak lupa dia menyemprotkan parfume ke seluruh tubuh.
Kemudian Arie mengambil kunci mobil, ponsel dan dompetnya. Waktu sudah menunjukan pukul setengah 7 malam. Dia tidak ingin Dian menunggunya. Ahirnya Arie masuk kemobil dan menacapkan gasnya. Cowok itu sungguh tidak sabar untuk ketemu sama Dian.
__ADS_1
Bersambung.