
Happy Reading.
Sehari kemudian.
Adam menatap Axelo dengan tatapan tajam, seakan bisa langsung menusuk retina mata siapa saja yang melihatnya. Tentu saja hal itu membuat Axelo langsung takut.
"Aku tidak pernah mengajarkan anakku menjadi seseorang yang brengsek seperti ini!"
Glek!
Axelo menelan salivanya kasar, dia begitu takut menghadapi kemarahan Ayahnya itu. Sungguh Adam benar-benar menakutkan jika tengah marah.
Mati aku! batin Axelo.
"Yah, tolong dengarkan penjelasan ku!"
"Apa benar yang di katakan oleh Andara?" Tanya Adam dingin masih menatap tajam.
Axelo merasa seperti di interogasi oleh kepolisian karena sudah melakukan tindakan asusila. Padahal dia tidak melakukan apapun, hanya memeluk Andara saat tidur saja.
"Ayah, aku tidak, hanya memeluk Dara, tidak lebih," jawab Axelo menunduk.
BRAAKK!
Adam memukul meja kerjanya dengan keras, sampai semua orang ikut terkejut.
Tidak ada yang berani menatap Adam yang sudah menunjukkan Aura kemarahannya.
Arsya dan Axelo hanya bisa menunduk tidak berani menatap ke arah Ayahnya.
"AXEL!"
"Tapi beneran masih segel kok yah, sumpah! aku hanya memeluknya dan juga....!"
"Dan juga apa!!"
__ADS_1
"Dan juga....!" Axel sangat takut kali ini.
Dia sedang di interogasi oleh Ayahnya sendiri karena aduan dari Andara. Padahal niatnya mengatakan hal itu agar mereka dinikahkan cepat. Tapi kenapa dia malah mendapatkan kemarahan dari Ayahnya.
'Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini! padahal aku juga menjaga Andara dan hanya memeluknya, niat karena temu kangen malah jadi dimarahi,' batin Axelo.
Dia merasa begitu ceroboh karena tidur dengan memeluk Andara, padahal Andara saja sudah mewanti-wanti dan tidak mau tidur dengannya satu ranjang. Ah, Axelo terlaku menyepelekan Andara, dia memang wanita terhormat. Dan tidak bisa disentuh sembarangan.
"Cepat jawab Axelo! Atau aku akan memanggil orang tua Andara!!" Axel bisa mendengarkan suara Ayah Adam yang begitu menekannya.
"Aku mencium bibirnya dan menyentuh susunya!" jawab Axelo cepat. Kalau Andara dengar pasti Axel langsung di hadiahi pukulan.
'Oh, ayolah, aku hanya khilaf!'
"Astaga!!" Arsya sampai menggelengkan kepalanya mendengar Axelo yang mengatakan hal itu secara terang-terangan.
Adam begitu marah ketika mengetahui kelakuan putranya yang sangat keterlaluan. Pria paruh baya itu menahan kuat segala emosi yang ada di dadanya saat ini. Jangan sampai dia memukuli Axelo, meskipun sejak perangai putra keduanya yang memacari kakak iparnya itu dia ketahui, Adam sudah sangat ingin memukuli nya tapi dia tahan karena masih menghargai Arsya.
"Ayah, jangan lepas kontrol, tahan emosimu," Arsya kali ini menahan bahu Adam dan menyuruhnya untuk duduk kembali ke kursinya.
Adam menarik nafas dalam-dalam kemudian di hembusan. Dia lakukan berulang kali sampai emosinya stabil.
Axelo langsung menatap Ayahnya tidak percaya, hanya gara-gara itu, dia harus berpisah dari Andara. Axelo menggelengkan kepalanya cepat, dia tidak bisa kalau harus berpisah dari Andara, Axelo benar-benar mencintai wanita itu.
"Tidak Ayah, Axel mohon,, tolong jangan pisahkan kami! kumohon, aku berjanji tak akan berani melakukan hal itu lagi, aku akan menghormati Andara, aku akan menahan diri sebelum kami halal, aku sangat mencintai Dara, yah, please!" Mohon Axelo memelas dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ini juga untuk kebaikan kalian berdua, aku sangat paham bagaimana gejolak jiwa muda yang mulai tumbuh di hati dan pikiran kalian, jadi sepertinya kamu harus menjaga jarak pertemuan antara kamu dan Dara," Adam langsung bangkit dari duduknya yang pergi dari ruangan itu.
"Aku senang kamu bertanggung jawab dan kamu benar-benar tulus terhadap Andara, Ayah akan merestui hubungan kalian," sungguh diluar dugaan, ternyata Ayah Adam malah merestui hubungan Axelo dan Andara.
Sepertinya ujian Axelo kali ini berhasil, Adam tidak akan memisahkan mereka. Adam memang hanya ingin menguji seberapa besar kegigihan Axelo dengan Andara karena Adam tidak suka dengan kelakuan Axel yang mempermainkan wanita.
Adam hanya ingin melihat sebrengsek apakah putranya itu, tapi Axel lulus ujian karena memang Axelo benar-benar tidak akan pernah merusak Andara karena pria itu begitu tulus mencintainya. Kalau ada yang tahu jika dulu dia pernah minta tidur dengan Laura tanpa memikirkan bagaimana wanita itu, semuanya hanya obsesinya belaka.
Karena jika kita benar-benar mencinta, akan menjaga sepenuh hati wanita yang kita cintai dan tidak akan pernah mau merusaknya. Bagi Axelo, Andara adalah perhiasan yang patut dijaga.
__ADS_1
Sebenarnya, awalnya Papa Adam dan Arsya begitu marah mengetahui berita tersebut, sang Ayah pun ingin melihat seberapa jauh keberanian Axel bisa menjaga Andara.
Tapi setelah dia meyakini bahwa Axelo memang tidak akan pernah merusak Andara, membuat Ayah adam dah Arsya merasa lega.
****
Andara ingin tertawa ketika Axel menceritakan semua kejadian setelah pertemuan nya dengan sang Ayah kemarin. "Jadi? Kamu dimarahi sama Pak Adam?"
"Huh, mereka terlalu mendramatisir, dikira aku melakukan apa-apa sama kamu, hampir aja kita dipisahin lagi, kamu juga sih yank, kenapa pake ngomong sama Ayah seperti itu, kan jatohnya aku seperti udah ngapa-ngapain kamu," rajuk Axelo.
"Ya nggak apa-apa, aku kan juga lagi nguji kamu, gimana tindakan kamu kalau sudah seperti ini, main peluk-peluk segala! Aku nggak mau ya cuma dijadikan mainan!"
"Astaghfirullah, sayang, tentu saja aku nggak akan melakukan itu, yakin deh dan percaya sama aku kalau cinta ku ini tulus," Axelo memegang tangan Andara, menggenggam nya lembut sambil menatap wajah cantik Andara.
"Iya-iya, aku percaya kok!" jawab Andara malu-malu. Wajahnya sudah bersemu merah hanya karena di tatap seperti itu oleh Axelo.
"Jadi, kita nikah besok ya? Semuanya sudah siap, tinggal kita yang belum siap dah harus segera mempersiapkan diri," ujar Axelo.
Andara mengalihkan pandangannya, dia harus segera menata hatinya agar dia siap untuk melepaskan masa lajangnya dengan pria yang tepat yaitu Axelo.
'Mudah-mudahan ini adalah keputusan yang tepat, mas Axel adalah jodoh yang engkau kirimkan ya Allah!'
"Baiklah mas, kali ini aku benar-benar siap nikah sama kamu!" Jawab Andara penuh dengan kemantapan.
Akhirnya perjuangan Axelo tidak sia-sia, dia sudah menemukan wanita yang tepat dan tidak akan pernah membiarkan Andara pergi.
*****
"Saya terima nikah dan kawinnya Andara Soetomo binti Bapak Bagus Soetomo dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 1 triliun rupiah di bayar tunai!"
"Bagaimana saksi? Sah?"
"Sah!"
"Sah!"
__ADS_1
"Alhamdulillah!"
Bersambung.