So Yun

So Yun
Gabut


__ADS_3

" Yun bangun lah ini sudah pagi " teriak mama nya dari lantai bawah.


" Iya ma sebentar lagi " jawab So Yun yang masih tidur.


" Duh mama ini kan hari libur. Kenapa harus bangun pagi sekali " gumamnya dalam hati.


Hari ini kantor libur, jadi So Yun sengaja ingin bangun agak siang. Tetapi pagi-pagi mama nya sudah membangunkan. Sebenarnya ia masih ingin tidur tetapi karena mendengar suara teriakan dari mama nya ia hanya tiduran sambil main Hp di atas ranjang. So Yun melihat kabar berita yang ada di Hp nya itu. Betapa terkejutnya ia ketika membaca judul berita hari ini.


" Apa? Ini...Perusahaan X akan membuka kantor cabang di Cina? Ya ampun. Apakah berita ini benar. Tapi ini, desain ini aku seperti mengenalnya " Kata So Yun bicara pada dirinya sendiri.


Untuk memastikan kebenaran berita tersebut So Yun pun langsung menelpon sahabat karibnya di Amerika, Farah.


" Hallo.. Yunyun kenapa kamu baru telpon? Sombong sekali kamu tidak mau menelpon ku lagi sejak pulang" kata Farah mengomel di telpon.


" Itu tidak penting, aku mau menanyakan suatu hal padamu " jawab So Yun.


" Oh ya, apa itu? " tanya Farah penasaran.


" Barusan aku membaca berita bahwa Perusahaan milik David akan membuka cabang di Cina. Apa berita itu benar?" tanya So Yun


" Oh soal itu. Tentu saja benar" jawab Farah enteng.


" Kenapa dia ingin membuka cabang disini? " tanya So Yun.


" Soal itu aku mana tahu. Kamu tanya saja sendiri " jawab Farah meledek.


Mereka pun berbincang lama ditelpon karena sudah saling rindu. Banyak hal yang mereka berdua bicarakan di telpon. Kedua sahabat itu saling menanyakan pekerjaan masing-masing.


Sesaat setelah menelpon Farah, So Yun langsung mandi dan turun kebawah untuk sarapan.


" Kamu ini kok malas sekali bangun pagi. Kamu itu perempuan lho " kata mamanya yang sedang membereskan meja makan.


" Ma ini kan hari libur, sesekali tidak apa-apa ya.. Hehe" kata So Yun bercanda dengan mamanya itu.


" Ya sudah cepat lah sarapan " jawab mamanya.

__ADS_1


" Oh ya papa dan kakak kemana? " tanya So Yun.


" Papa ada janji bertemu klien hari ini. Sedangkan kakak mu pergi ke rumah calon kakak iparmu " jawab mamanya.


" Kakak ipar? Memang nya kakak sudah punya calon? " tanya So Yun.


" Tentu saja dia sudah punya. Setelah kakakmu baru kamu yang akan mencari pasangan " jawab mamanya.


" Kok aku. Pokoknya aku belum mau nikah sekarang. Aku masih mau bahagiain mama sama papa dulu " sahut So Yun yang seketika cemberut.


" Gadis bodoh, setelah kamu menikah kami berdua akan sangat bahagia." kata mamanya.


" Aku tidak mau ma, pokoknya nanti aku akan menikah dengan pria yang aku cintai.." kata So Yun ngambek.


" Memangnya sudah ada pria yang kamu cintai?" tanya mamanya menggoda.


" Belum sih..hehe " jawab So Yun sambil tertawa.


Setelah selesai sarapan So Yun kembali ke kamarnya. Ia pun masih membaca berita yang ia baca pagi tadi. So Yun masih belum percaya jika perusahaan tempat ia dulu bekerja akan membuka cabang di kotanya, tidak hanya itu gambar perusahaannya pun sangat mirip dengan desain yang pernah ia buat beberapa waktu lalu.


Bahkan ia ingat saat mereka berdua pernah merasakan kenikmatan cinta satu malam, saat terakhir kali David mencium So Yun dengan penuh kelembutan dan kehangatan. Rasanya ia ingin merasakan hal itu lagi. Tetapi ia sadar bahwa tidak akan mungkin bisa bersanding dengan mantan presdir nya itu.


Sejujurnya So Yun juga memendam perasaan nya terhadap David tapi semua itu ia kubur dalam-dalam karena terhalang oleh restu sang kakek.


So Yun harus rela merasakan sakitnya memendam perasaan sebelum ia terlalu jauh masuk ke dalam kehidupan David.


" ish apaan sih. kok aku jadi inget dia. Ngaak... Pokoknya nggak boleh sampe balik ke masa itu lagi"


Seketika ia tersadar dari bayang-bayang sang presdir itu.


" Huh gabut banget nih. Hari libur dirumah terus. Enak nya ngapain ya " pikirnya.


Tiba-tiba mama memanggil nya..


" Yunyun, mama mau pergi ke pusat perbelanjaan. Kamu mau ikut tidak? " tanya mamanya dari bawah.

__ADS_1


Wah sepertinya aku harus ikut mama deh daripada bosan dirumah. So Yun pun langsung bangun dan menghampiri mamanya yang sudah bersiap pergi.


" Ma aku ikut" kata So Yun yang langsung turun.


" Ya sudah ayo kita berangkat. Kamu yang bawa mobil nih " kata mamanya menyerahkan kunci mobil.


Ibu dan anak itu pun langsung menaiki mobil menuju pusat perbelanjaan. So Yun mengemudikan mobil dengan perlahan, beberapa menit kemudian mereka sampai di pusat perbelanjaan itu.


" Wah ternyata hari libur sangat ramai ya ma, aku sudah lama tidak pergi kesini " kata So Yun melihat sekitar.


" Makanya mama ajak kamu, sejak kamu pulang kamu belum pernah pergi shopping dengan mama lagi " jawab mamanya.


" Ya sudah ma ayo kita masuk " ajak So Yun


Mereka berdua pun masuk ke pusat perbelanjaan itu, mama nya melihat-lihat perhiasan untuk diberikan kepada anak gadis semata wayang nya itu, sementara So Yun memilih beberapa baju untuk pergi ngantor. Setelah selesai memilih dan membeli beberapa barang. Mereka pergi ke restaurant untuk makan sekaligus mencicipi menu terbaru disana.


" Mama beli apa aja tadi? " tanya So Yun.


" Ini mama belikan beberapa perhiasan buat kamu dan juga kakak iparmu." jawab mamanya.


" Buat aku? kenapa mama membelinya untuk aku?" tanya So Yun.


" Kamu ini gimana? Kamu tuh perempuan, jadi kamu harus tampil cantik dengan beberapa perhiasan. Lagi pula sebentar lagi kakakmu akan menikah. Kamu harus dandan cantik dihari itu." jawab mamanya.


" Tapi mama juga kan tahu kalau aku tidak suka tampil mencolok" kata So Yun.


" Mama tahu itu, makanya mama memilih perhiasan yang modelnya simpel tapi elegan " jawab mamanya.


" Mama emang paling bisa ya. Haha" kata So Yun sambim melahap makanannya.


Mereka pun menikmati makanan di restaurant itu. Kegabutan So Yun di hari libur terbayarkan oleh mama yang mengajaknya pergi berbelanja, sesekali mereka berdua mengobrol sambil bercanda. Sehingga membuat suasana sangat begitu gembira.


So Yun sangat senang melihat tawa di muka mamanya itu. Baginya kebahagiaan mama nya tetaplah lebih penting dari apa pun didunia ini. Tetapi yang membuatnya sedikit sebel adalah di suruh memilih calon pasangan dan menikah. Hanya hal itu saja yang sampai saat ini belum So Yun setujui.


Karena So Yun masih ingin membangun karirnya dan menata masa depan nya menjadi lebih cerah.

__ADS_1


__ADS_2