So Yun

So Yun
Sedikit Keraguan


__ADS_3

Setelah malam pertemuan yang penuh dengan drama itu berakhir, kini aku dan dia sering bertemu walaupun terkadang aku masih suka menghindarinya. Sedikit canggung sih, soalnya dulu aku pernah marah dan kecewa padanya tapi sekarang malah jadi calon suamiku... Hmm.


.


.


.


.


Setelah papaku memberi kami waktu 1 bulan untuk saling dekat dan mengenal satu sama lain akhirnya papa memutuskan hari pertunangan kami. Tetapi yang membuatku sangat gundah kali ini adalah tuan Richard tak lain adalah kakek David.


Apakah kali ini akan berakhir sama seperti kejadian tahun lalu? Semoga saja tidak ada hal memalukan yang akan terjadi kali ini.


.


.


.


Malam pertunanganku pun tiba, aku tengah bersiap dikamar sambil menunggu giliranku untuk keluar menemui para tamu. Dan kali ini juga sahabat baikku Farah pun ikut hadir.


" Duh ya ampun cantiknya... Sahabat siapa sih ini? " kata Farah menggodaku.


" Kamu apaan sih far, aku deg-deg'an ini. Jangan bercanda mulu dong" jawabku.


"Iya iya maaf hehehe... Oh iya Yun apakah kali ini kakek David sudah setuju? " tanya Farah.


"Entahlah aku juga ragu akan hal itu.."jawabku


"Kamu nggak tahu? Trus kalian bisa tunangan begini gimana ceritanya? " tanya Farah terkesiap.


Aku mengangkat kedua bahuku tanda tidak tahu, karena memang ini adalah hal yang sangat tiba-tiba.


Setelah selesai bersiap, seseorang datang memanggil kami untuk turun kebawah. Aku ditemani oleh Farah, tanganku tak lepas dari genggaman sahabatku itu karena aku benar-benar gugup.


"Hei tersenyumlah.. Para tamu sedang melihatmu " bisik Farah.


Dan benar saja semua tamu yang diundang terlihat sudah memenuhi kursi dan pembawa acara akan segera memulai acara pertunanganku malam ini.


" Para hadirin sekalian, mari Kita bersama-sama menyambut calon mempelai perempuan kita pada malam hari ini yaitu nona So Yun... Beri tepuk tangan.." ucap MC itu.


Prok..prok...prokk..( suara tepuk tangan)


Satu persatu acara telah dimulai kini tibalah saatnya untuk pemasangan sekaligus pertukaran cincin antara Aku dan David.

__ADS_1


Gugup sih, tapi semua rasa gugup itu kutepis agar tidak membuat orang tuaku malu dihadapan para tamu. Meski hati masih merasa tidak percaya akan hal yang terjadi tetapi ini tetaplah kenyataan.


Terlebih kulihat tuan Richard sedari tadi hanya diam tak bergeming dari tempatnya. Beliau memang hadir, tetapi kehadirannya membuatku bertanya-tanya apakah beliau merasa tidak senang akan hal ini.


Keraguanku kembali muncul ketika melihat wajah datar dari kakek David tersebut.


Ah mungkin hanya perasaanku saja..


"Baik para hadirin, tiba waktunya acara yang kita tunggu-tunggu yaitu bertukar cincin.. Kepada kedua calon mempelai dipersilahkan." kata MC tersebut.


Sesaat setelah MC itu berkata, David langsung menyematkan cincinnya dijari manisku. Aku pun begitu, namun alangkah terkejutnya aku pada saat selesai memasang cincin dijari David tiba-tiba sebuah kecupan darinya mendarat dikeningku.


" Sekarang kamu telah resmi menjadi milikku sayang.." bisik David ditelingaku yang membuatku tak mampu berkata apapun saat itu.


Setelah acara pertunangan itu selesai dan para tamu undangan telah bubar, Bi Wati mengatakan bahwa kakek David ingin berbicara secara pribadi denganku.


Ada apa ini, kenapa tuan Richard ingin bicara padaku,? Duh semoga saja kejadian waktu itu tidak terulang. Aku terus bergumam dalam hatiku.


" Permisi.." kataku sambil mengetuk pintu.


"Masuklah! " sahut tuan Rinchard.


Aku pun masuk dengan rasa keraguan yang sedari tadi menyelimutiku.


"Ehm.. Maaf tuan, apakah anda memanggil saya?" tanyaku sedikit gugup.


Hah? Ada apa ini kok tiba-tiba jadi begitu ramah..


"Maafkan atas sikap kakek padamu waktu itu ya nak, kakek harap kamu tidak ambil hati dengan perkataan kakek waktu itu " katanya lagi.


"Sudahlah kakek, aku sudah melupakan kejadian itu. Lagi pula aku paham kenapa kakek bersikap seperti itu padaku kemarin " jawabku sambil melempar senyum.


" Tidak salah cucuku memilihmu menjadi menantu, ternyata kamu memang benar-benar gadis yang baik. Kakek harap kamu bisa mencintai David dan menjaganya setelah aku.." kata kakek Richard.


"Jangan berkata seperti itu kakek, aku pasti akan menjadi cucu menantu yang baik untuk kakek.." jawabku.


Setelah beberapa menit kamipun menjadi begitu akrab, entah apa yang membuat keadaan begitu cepat berubah. Tapi yang pasti saat ini tuan Richard telah menerimaku sebagai cucu menantunya..


Uuuhh kayaknya David bakalan kehilangan kasih sayang tuh dari kakek. Hehehe


Setelah lama berbincang didalam kamar kakek, kami memutuskan untuk turun kebawah dan bergabung bersama yang lain. Tak disangka ternyata ada yang sedari tadi menunggu kami didepan pintu.


" Kalian? " tanya David keheranan melihat kami mengobrol diselingi gelak tawa.


"Kamu ngapain disini? Nguping ya? " kata kakek.

__ADS_1


"Ng-nggak kok, tapi ini.. "


"Memangnya kenapa? Apakah aku tidak boleh berbicara dengan cucu menantuku " kata kakek.


David menggaruk-garuk kepalanya, seakan masih tidak percaya jika kakeknya cepat sekali akrab denganku.


#Wah So Yun, kamu pake jurus apaan? (author)


#Hus.. Sembarangan deh ah kamu thor..(So Yun)


Kami pun turun kebawah dan disana nampak orang tuaku tengah berbincang dengan kakakku. Mungkin mereka masih membahas acara tadi.


" Kalian dari mana saja? Ayo sini duduk! " kata mamaku.


" Tuan Richard, anda dari tadi belum makan apapun, sebaiknya makan saja dulu.." kata papaku.


" Kenapa kalian begitu kaku padaku? Apa aku terlihat sebegitu menyeramkan? Panggil saja aku ayah.." jawab kakek diselingi gelak tawa.


Suasana rumah kini berubah, kakek yang baru datang hari ini sudah langsung akrab dengan orang tuaku bahkan mereka melupakan hubungan antar besan.


Malah sudah seperti keluarga sendiri sih kalau diperhatikan..


#Ciyye..ciyyee..(Author)


#Apaan sih thor, jangan aneh deh(So Yun)


Melihat papa, mama, dan kakek tengah asyik berbincang, David mengajakku ke teras. Katanya sih ada sesuatu yang ingin dia katakan. Kami pun sekarang sudah berada diteras.


"Bagaimana kamu dan kakek bisa langsung akrab?" tanya David.


"Itu sih terjadi secara tiba-tiba, ternyata kakek orangnya asyik juga tidak seperti cucunya.. Upsz " jawabku.


"Jadi menurutmu aku kurang asik begitu? " tanya David seketika menoleh kearahku.


" Nggak.. Bukan itu maksudku.." jawabku gugup.


Duh aku keceplosan lagi..kacau nih.


" Akan aku tunjukkan betapa asiknya diriku ini.." kata David lalu mendekatkan wajahnya kearahku.


Dengan sigap aku mendorongnya hingga ia jatuh terduduk dikursi..


" Aaww.." pekiknya


" Duh maaf.. Aku kedalam dulu ya.." kataku yang sudah merasa sangat gugup dan pergi meninggalkan David yang masih merasa kesakitan.

__ADS_1


#Dih jahat banget nih kamu..(Author)


#Salahnya sendirilah, ngapain deket-deket aku(So Yun)


__ADS_2