
Hari itu David, kakek bersama putranya sedang bermain diruang keluarga. So Yun yang baru turun dari lantai atas langsung ikut bergabung bersama mereka, Kakek dan David sudah menyiapkan sebuah kejutan untuknya tanpa diketahui oleh So Yun.
Hari ini So Yun tampil sangat cantik dan menawan dengan polesan make up yang tipis membuatnya sangat serasi dengan kulit putihnya itu.
"Ada apa? Ada yang aneh ya dari penampilanku hari ini? " tanya So Yun yang melihat David memandangnya dengan mulut yang menganga
"Nggak sayang, kamu cantik banget kok hari ini " puji David.
Kakek dan David terlihat saling menatap dan melempar pandangan seolah memberi kode, So Yun yang melihatnya pun tampak bingung dengan kedua pria dihadapanny itu.
"Bagaimana kalau hari ini kita pergi piknik? " kata tuan Richard memulai percakapan.
"Ide bagus, aku akan ajak kalian ke sebuah tempat yang sangat istimewa " sambung David.
"Benarkah, dimana itu? " tanya So Yun.
"Nanti kamu akan tahu sendiri, sekarang bersiaplah kita akan pergi sekarang juga " kata David.
Beberapa saat kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan So Yun masih belum mengetahui kemana tujuan mereka kali ini, tapi ditengah perjalanan David menyuruh So Yun untuk menutup matanya.
Sesampainya disebuah bangunan berbentuk resto, David segera menuntun tangan So Yung yang matanya masih tertutup dan tibalah mereka didepan pintu masuk. David segera membuka penutup mata yang digunakan So Yun lalu...
"Surprize..." kata orang-orang yang ada dihadapan So Yun.
So Yun terkejut bukan main, matanya mulai berkaca-kaca saat melihat tulisan yang ada namanya ditempel pada sebuah spanduk.
__ADS_1
"Selamat datang di restaurant milikmu sayang.." kata David.
Seketika So Yun mulai menangis haru dan memeluk tubuh suaminya itu dengan sangat erat, ia seakan tak percaya dengan yang ada dihadapannya itu.
"Selamat ya sayang, sekarang kamu bisa memulai bisnis kulinermu di resto ini " lanjut kakek.
"Terima kasih kek, terima kasih sayang.. Aku benar-benar nggak nyangka " sahut So Yun.
"Silahkan nona memotong pitanya sebagai bentuk peresmian pembukaan restoran ini " kata Hensen menyerahkan nampan yang ada gunting diatasnya.
Dengan tangan yang masih gemetar So Yun meraih gunting tersebut dan menggunting pita yang ada di depannya. Seketika suara tepuk tangan mulai mengiringi langkah mereka yang memasuki restiran tersebut.
Ya restora itu sengaja David beli untuk hadiah kepada istrinya yang memang hobi memasak, restoran itu ia beli dari pemiliknya yang sudah bangkrut. David merenovasi seluruh ruangannya agar terlihat lebih menarik dan membuat pengunjung nyaman jika mengunjungi tempat itu.
Semua telah David rencanakan dengan sangat mulus bahkan ia sudah merekrut beberapa karyawan untuk bekerja diresto milik istrinya itu.
So Yun langsung berkeliling melihat lihat area sekitar resto yang memang terlihat sangat mewah. Ia dibuat kagum oleh tampilan-tampilan yang ada disetiap sudut ruangan resto tersebut. Kendati demikian ia tak henti-hentinya mengucap syukur atas semua yang telah ia miliki sampai saat ini.
......*****......
Keesokan harinya, So Yun sangat bersemangat untuk datang ke restoran miliknya. David hanya tersenyum melihat kegirangan istrinya itu. So Yun juga akan membawa Ansel ke restonya agar ia bisa menjaga resto sekaligus anaknya. Awalnya David tidak setuju, tapi karena So Yun terus membujuknya akhirnya ia luluh juga.
Sebelum berangkat ke kantornya David akan mengantarkan So Yun terlebih dahulu, karena kebetulan mereka searah dan David juga tidak terlalu buru-buru pergi ke kantor. Mereka juga membawa pelayan untuk mengasuh anak mereka agar ada yang mengajaknya bermain.
Sesampainya di Resto, So Yun sangat berantusias bergabung dengan karyawannya di dapur. Beberapa dari mereka melarang tapi karena ia bersikeras jadi mereka tak ingin menentang bos mereka sendiri.
So Yun mengenakan baju kaos panjang berwarna putih dengan rambut yang dikuncir kepang dan polesan make up natural masih kelihatan cantik, meski begitu ia tak segan-segan membantu koki yang sedang memasak didapur.
__ADS_1
Bahkan ia juga tak malu untuk membantu mengupas bawang, bahkan ia sendiri yang meminta untuk membuat makanan untuk para pelanggannya. Karyawan yang menyaksikan bosnya itu sangat salut melihat keramahannya, sepertinya mereka akan betah bekerja di resto ini begitu pikirnya.
So Yun juga tak lupa mengabadikan setiap hasil masakannya dan mengunggahnya ke media sosial agar lebih banyak lagi peminat yang akan berkunjung ke restoran mereka.
Semua kegiatan ia lakukan dengan senang hati, tanpa ada rasa malu dan canggung bahkan ia juga memperlakukan para karyawannya bukan sebagai bawahan melainkan seperti seorang teman. Kadang mereka juga sesekali bercanda tawa dan membahas hal-hal lucu agar suasana tidak begitu tegang.
Walaupun ia disibukkan dengan peralatam memasak, So Yun juga tidak melupakan putranya. Ia bahkan menggendong Ansel dan mengajak putra kecilnya berkeliling diarea resto agar Ansel tidak merasa bosan. So Yun bahagia bisa memiliki kesibukan baru saat ini, apalagi kesibukannya ini sesuai dengan hobi nya yaitu memasak. Para pengunjung yang sudah menyantap makanan pun banyak dari mereka yang memuji rasa enak pada makanan yang mereka pesan, bahkan beberapa dari mereka minta dibungkus untuk dibawa pulang. Tentu hal itu membuat So Yun tambah bersemangat dan juga antusias.
"Nyonya, nggak nyangka ya pelanggan caffe kita hari ini sampai membeludak seperti ini " kata Okta salah satu karyawannya.
"Iya kita harus bersyukur, ini juga berkat kerja keras kalian. Jika kita terus mempertahankan caffe kita seperti ini aku yakin tiap hari kalian pasti bisa mendapat bonus " sahut So Yun.
"Benarkah nya? Wah kalau begitu kami akan bekerja lebih keras lagi dong " kata Okta.
"Dan satu lagi, tolong jangan panggil aku nyonya aku tidak terbiasa apalagi umur kita tidak jauh beda " kata So Yun.
"Jadi kita harus panggil apa nya? Kami tidak berani jika harus memanggil nama " jawab Okta.
"Terserah kalian saja, asal jangan nyonya. Karena kesannya seperti aku ini bos yang gimana gitu " kata So Yun tergelak.
"Baiklah kalau begitu izinkan kami panggil ibu saja ya Nya, eh ibu maksudnya hehe "
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan obrolan dan bahkan berfoto ria bersama para karyawan. Sungguh menjadi hiburan tersendiri bagi So Yun berada di antara para karyawannya. Tapi tetap saja David dari kejauhan memantau kegiatan istrinya itu melalui cctv yang tersambung di handphone nya.