So Yun

So Yun
Pulang Ke Amerika


__ADS_3

Hari ini rencananya David akan mengajak So Yun kembali ke Amerika tetapi mereka tidak akan menetap disana, mereka berdua hanya datang mengunjungi sang kakek yang sudah lama tak jumpa.


Semua persiapan telah diurus oleh David, sementara So Yun dia hanya tinggal duduk manis dan menunggu suaminya yang sudah sibuk sejak tadi pagi. Setelah semuanya beres mereka berangkat dan diantar kedua orang tua So Yun.


"Nak jaga kesehatan baik-baik disana ya, jangan lupa terus hubungi kami.." pesan mamanya ketika memeluk So Yun.


"Iya ma, aku kan pergi cuma sebentar.." sahut So Yun.


"Ya walaupun sebentar kalian harus bawa berita baik ya dari Amerika sana.. Usahakan bawa calon cucu buat mama dan papa.." kata kak Joon.


"Dih ni orang nggak bisa diem apa ya, ngomong kok ngelantur terus.." kata So Yun menimpali ucapan kakaknya yang jahil itu..


"Ma, Pa kami pamit dulu.. Kak aku izin bawa adikmu dulu ya.." kata David berpamitan.


"Iya hati-hati dijalan, jagain So Yun ya.." jawab mereka kompak melepas kepergian sibungsu dan suaminya itu.


Kini mereka telah menaiki pesawat dan akan terbang menuju ke Amerika, tempat dimana So Yun mengenyam perdidikan sebagai sarjana, dan tempat dimana ia pertama kali berjumpa dengan suaminya itu.


So Yun tampak antusias dengan kepergiannya kali ini karena selain akan mengunjungi kakek ia pun akan bertemu dengan sahabat baiknya juga. Karena setelah selesai acara pernikahan itu Farah langsung berangkat lagi ke Amerika karena pekerjaan katanya.


------------------------------------------------------------------------


"Hoam... Akhirnya sampai juga, melelahkan sekali " kata So Yun sambil meregangkan ototnya.


"Ayo kita cari tempat makan dulu, dari tadi kamu kan belum makan apapun " kata David.


So Yun mengangguk kemudian mereka pun mencari restaurant disekitar, tetapi karena kakek sudah menghubungi dan menyuruh mereka agar segera kembali ke rumah rencana ke restaurant pun gagal.


"Oh cucuku, akhirnya kalian sampai juga.." kata kakek menyambut kedatangan mereka.


"Kakek apa kabar? " tanya So Yun


"Kakek sehat, apalagi setelah kalian pulang kemari.." jawab kakek antusias.


" Cepat bawa barang nyonya muda kalian ke kamar " kata David memerintah asistennya.


"Ayo ayo kita makan dulu, kakek sudah siapkan makanan enak buat kalian.." kata kakek.


"Wah kakek tau aja kalo aku sudah lapar... Kalau begitu aku tidak akan sungkan.. Hahaha" kata So Yun.


Melihat keakraban antara kakek dan istrinya itu David merasa senang, yang dulunya ada tembok pemisah kini seakan hilang begitu saja. Keceriaan tergambar jelas pada kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya..

__ADS_1


--------------------------------------------------------------------------


Tok...tok...tok...


"Masuklah " kata David


"Kamu masih bekerja sampai larut begini.." tanya So Yun sambil membawakan susu hangat.


"Ada apa kamu datang kesini? Apakah istriku ini merindukanku? " goda David.


"Narsis banget sih kamu, aku kesini karena nggak bisa tidur. Didalam kamar rasanya bosan sekali, ini aku bawakan susu hangat untukmu..." jawab So Yun.


"Ssluuuurrrppp....ah... Duduk disini " kata David setelah meminum susu yang dibawa So Yun.


"Hey kenapa kamu tarik aku kesini" kata So Yun jatuh dalam pangkuan David.


"Aku hanya ingin ditemani istriku saja malam ini.. Tidak salah kan? " bisik David.


Wajah So Yun memerah seketika, ia malu mendengar perkataan David barusan. Malam yang mulai beranjak pagi membuat cuaca semakin terasa dingin..


Kini kedua pasangan itu saling menatap tanpa berkedip, David merangkul pinggul indah milik So Yun yang masih belum beranjak dari pangkuannya..


" So Yun, berikan aku seorang anak..." bisik David lagi.


" Ya kenapa tidak, kita harus mencoba hal yang baru bukan.." jawab David.


" Tapi ini....Umph..."


Belum tuntas perkataan itu dari mulut So Yun, tapi bibir tipisnya sudah langsung dilumat oleh David dengan penuh nafsu...


Kini ruangan yang biasa menjadi tempat David menyelesaikan pekerjaan, sudah berubah penampilannya menjadi seperti kapal pecah...


*Ganas juga nih David...wkwkwk


"Tunggu dulu, sebaiknya kita pindah kekamar kita disini kurang nyaman" kata So Yun menghentikan aksi David.


David tersenyum dan menuruti kata istrinya itu, kali ini dia menggendong tubuh istrinya menuju ke kamar mereka..


Saat berada dalam kamar, So Yun mencoba untuk melarikan diri namun tak bisa. David menahan tubuhnya.


"Sayang jangan menolak, aku ingin punya anak bersama kamu " bisik David lagi...

__ADS_1


"Uummph... huft..." desah So Yun yang menutupi mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.


" Tidak apa, tidak akan ada yang mendengarnya.." kata David melepas tangan So Yun dari mulutnya..


-----------------------------


Malam hangat itu telah mereka lalui dengan kesenangan yang sudah seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri hingga membuat mereka berdua tertidur lelap setelahnya..


"Wah tuan muda semalam ngamuk ya diruang kerjanya, berantakan sekali " kata seorang pelayang yang sedang membereskan ruang kerja David.


"Iya ya tidak biasanya tuan muda berantakan seperti ini, mungkin ada badai semalam.. hihi" kata pelayan satunya..


"Kalian kalau sedang bekerja jangan banyak ngerumpi, mau gaji kalian dipotong!!" kata kepala pelayan..


Dikamar, So Yun terbangun dan segera mandi untuk menyegarkan diri. Hari ini terasa lebih segar dari hari sebelumnya.. entah kenapa sejak menikah hari-harinya serasa sedikit berbeda..


Saat ini tugasnya hanya sebagai seorang istri yang fokus mengurus suami saja. Karena memang David belum menyuruhnya untuk kembali ke perusahaan.


Keinginan David hanya ingin segera memiliki seorang anak bersama So Yun. Tidak ingin membiarkan istrinya terlalu banyak aktivitas yang akan membuat kesehatannya memburuk.


Sungguh suami yang penuh perhatian, siapa pun pasti mengidam-idamkan suami yang seperti itu. So Yun merasa senang memiliki seorang suami seperti David. Dibalik sifatnya yang dingin, ada sifat kelembutan dan kehangatan yang ia berikan untuk orang disekitarnya. Terlebih istri yang dicintainya..


Meski terkadang ada sedikit rasa tak percaya akan menikah dengan manta bosnya yang dikenal sangat dingin itu. Kini semua serasa begitu nyata disetiap hari akan menatap wajah tampan sang suami..


Kebahagiaan yang ia dapatkan bukan hanya mendapat seorang suami yang mencintainya saja tetapi juga mampu menyayangi seluruh keluarganya. Mampu menerima segala kekurangan, dan kelebihan yang ada pada diri So Yun. Yang tak pernah menuntut apapun dari dirinya yang banyak sekali kekurangan..


Suamiku....


Aku bersyukur memilikimu, bersyukur bisa menjadi istrimu..


Sungguh aku mencintaimu tanpa ada satu keraguan pun dalam hatiku..


Aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan selalu ada bersamamu dalam keadaan apapun..


Aku bersedia menghabiskan sisa hidupku dan menua bersamamu...


Semoga kelak kita akan menjadi keluarga bahagia selamanya..


Mungkin inilah yang Tuhan janjikan untukku..


Kebahagiaan akan datang pada waktunya..

__ADS_1


î ļövè ýou Suamiku..


__ADS_2