
Pagi itu kegiatan kantor berjalan seperti biasa, para karyawan mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Pada saat akan memasuki jam makan siang, Farah mengirim pesan teks pada Hensen.
(Siang ini ketemu di caffe biasa, ada hal yang akan aku bicarakan sama kamu ") Farah.
(Oke )
Jam makan siang pun akhirnya tiba, Farah sudah lebih dulu sampai menggunakan mobilnya disusul oleh Hensen yang juga mengendarai mobilnya sendiri.
"Hei, sudah lama nunggu? " sapa Hensen.
"Nggak kok, aku juga baru sampe "
Setelah mereka memesan makanan barulah Farah memulai pembicaraan mereka.
"Kamu mau bicara apa tadi di sms? " tanya Hensen.
"Ya aku mau bicarakan soal niat kamu yang mau serius sama aku kemarin "
"Baiklah, bicara saja aku akan mendengarkan " kata Hensen sambil tersenyum.
"Sepertinya aku nggak bisa terima kamu Hen " kata Farah.
"Ada apa? Kenapa kamu nggak bisa terima aku? Apa ada sesuatu yang salah dari aku? " tanya Hensen dengan rasa terkejutnya.
"Nggak kamu nggak salah kok Hen, cuma aku nya aja yang kurang pantas buat kamu " jawab Farah dengan senyum getir.
__ADS_1
"Ada apa Farah, kenapa kamu ngerasa nggak pantes sama aku? Aku yakin memilih kamu untuk jadi pendamping hidup aku Far " Hensen mencoba meyakinkan.
"Pokoknya aku nggak pantes buat kamu Hen, mending kamu cari perempuan lain !! " Farah sudah tidak sanggup menahan air matanya dan langsung pergi dari hadapan Hensen tanpa memakan makanannya.
Hensen yang melihat kepergian Farah langsung bergegas menyusulnya dan meninggalkan beberapa uang untuk membayar makanan yang telah terlanjur dipesan tadi.
Belum sempat Farah masuk ke dalam mobil, Hensen dengan cepat menarik tangannya dan memaksanya masuk ke dalam mobil milik Hensen.
Farah yang sedikit terkejut pun langsung meronta minta dilepaskan. Tapi Hensen tidak memperdulikannya dan melajukan mobil menuju apartemennya.
Sesampainya di apartemen miliknya, Hensen langsung menarik tangan Farah untuk masuk ke apartemennya.
"Lepasin tangan aku Hen, aku mau pulang " Farah berteriak dan terus meronta.
"Aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu kasih tau aku apa alasan kamu nggak nerima aku!! " kata Hensen.
"Sekarang kamu jujur sama aku Far? Apa alasanmu nolak lamaran aku? " tanya Hensen.
"Aku.. Aku nggak bisa dan aku juga nggak pantes sama kamu Hen.. " jawab Farah yang kini mulai bergetar.
"Ya tapi apa alasannya Far? Aku butuh kejelasan kamu!!! " bentak Hensen.
"Oke aku akan jujur sama kamu!! Aku sudah nggak perawan lagi dan pengalam pertamaku bukan untuk kamu.. Aku nggak mau mengecewakan kamu Hen " jawab Farah dengan nafas ngos-ngosan dan mulai menangis.
Hensen terdiam setelah mendengar jawaban dari Farah barusan, nafasnya seakan tercekat.
"Hiks hiks hiks.. Maafin aku Hensen, aku cinta sama kamu tapi aku nggak mau kamu kecewa dengan kondisi aku!! Hiks hiks hiks " lanjut Farah.
__ADS_1
Hensen mendekat dan duduk disamping Farah dan memegang bahunya.
"Farah dengarin aku.. Walaupun kamu udah nggak perawan lagi, aku siap nerima kamu apa adanya. Setiap manusia itu pasti ada kelebihan dan kekurangannya, aku siap melengkapi kekurangan kamu.. Jadi kamu jangan berpikir kalau aku nggak akan terima kamu dengan kondisi kamu yang seperti ini " kata Hensen.
"K-kamu yakin mau terima aku yang begini? " Farah bertanya dengan menfangkat kepalanya dan menatap Hensen mencari kejujuran didalam tatapannya.
"Aku serius Farah, aku sudah lama suka sama kamu dan aku harap kamu nggak akan nolak aku ya.. Kamu mau kan jadi istri aku? " sahut Hensen.
Sejenak berpikir dan Farah pun menganggukkan kepala pertanda mau.
Hensen yang melihat persetujuan dari wanita yang sudah lama dicintainya itu langsung memeluknya.
Hensen mengangkat wajah cantik Farah dan menangkupnya. ia sangat kagum dengan pesona kecantikan Farah dan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Farah.
Bibirnya menyentuh bibir tipis milik kekasihnya itu.
Tak berapa lama Farah pun membalas ciuman itu. Mereka saling memadu kasih dan menghabiskan waktu berdua di apartemen milik Hensen.
...*****...
Sementara di kantor David dan So Yun sedang makan siang bersama. So Yun membawakan makan siang untuk suami tercintanya itu.
"Sayang, farah kok nggak kelihatan ya? Biasanya dia selalu bawa bekal dan makan di kantor. Tapi hari ini tumben banget nggak kelihatan. " kata So Yun.
"Biarkan saja, tadi Hensen bilang mereka berdua akan kencan di restoran. Mungkin ini awal yang baik untuk mereka berdua " sahut David yang sedang asik menyantap makanannya.
"Ya semoga saja Hensen bisa meluluhkan hati sahabatku itu.. "
__ADS_1
"Semoga... Ayo cepat habiskan makanannya " kata David menyuapkan makanan.