So Yun

So Yun
Pertemuan Kembali


__ADS_3

" Ma aku berangkat ya " kata So Yun berpamitan.


" Sudah selesai sarapannya? " tanya mamanya


" Sudah mah. Aku pergi dulu.. Dah.." So Yun berlalu.


So Yun pun pergi ke kantor membawa mobil, ia mengendarai mobil dengan santai. Ketika sedang asyik menyetir mobil tiba-tiba dia menerima pesan chat dari nomor yanh tidak dikenal yang isinya....


Nona, kita akan bertemu lagi. Entah dari siapa pesan itu berasal, So Yun kaget waktu membacanya dan ia langsung menelpon nomor tersebut tapi ketika ditelpon, nomor tersebut tidak aktif.


" Sial.. Siala yang berani mengirim pesan seperti ini " gumam So Yun dalam hati.


So Yun pun akhir nya tiba di kantor, dia pun langsung memulai kegiatannya seperti biasa. Sedang melakukan pekerjaan tiba-tiba papa nya menyuruh So Yun ke ruang kerja nya.


" Ada apa papa memanggilku?" tanya So Yun yang masuk ke ruang kerja papanya.


" Ada hal penting yang mau papa sampaikan ke kamu, hari ini klien yang kamu buatkan desain kemarin ingin bertemu denganmu " jawab papanya.


" Denganku saja? Bukankah papa juga ikut? " tanya So Yun.


" Tidak nak Papa tidak ikut, hari ini papa lupa kalau ada rapat penting. Jadi kamu saja yang menemuinya." jawab papanya.


" Baiklah papa rapat saja, hal ini biar aku yang urus" kata So Yun.


" Baguslah kalau begitu. Nanti jam makam siang kamu langsung ke Caffe Bunda dan bertemu klien kita disana " jawab papanya.


" Baik pa.."


Jam makan siang....


" Oh ya ampun aku hampir lupa kalau sekarang harus bertemu klien. Aku harus bergegas " gumam So Yun sambil terburu-buru membereskan pekerjaan.


Setelah membereskan mejanya So Yun langsung menuju ke Cafe Bunda untuk bertemu klien yang memesan desain kepadanya beberapa waktu lalu.


Tetapi siapa sangka klien tersebut adalah mantan presiden dirinya dulu sewaktu di Amerika.


Setibanya di Caffe, So Yun pun langsung duduk di meja yang sudah dipesan, Setelah menunggu beberapa menit tiba-tiba terdengar suara laki-laki dari belakang mengejutkannya.

__ADS_1


" Maaf membuatmu menunggu lama nona " Kata pria itu.


eh suara ini terdengar familiar sekali.. suara ini terdengar mirip.... gumam So Yun dalam hatinya.


" Nona.." ucap laki-laki itu mengagetkan So Yun.


" Eh iya pak, saya juga baru datang." jawab So Yun berdiri dan berbalik melihat pria itu.


Betapa terkejutnya ia ketika melihat pria yang ada di belakangnya itu adalah seorang presdir terkenal sekaligus mantan bosnya dulu di Amerika, yaitu David. So Yun sempat terpaku beberapa saat karena dirinya kaget membuat mukanya menjadi terlihat lucu.


" Kenapa menatap ku seperti itu? Ayo duduk " kata David.


" Oke baiklah pak langsung saja, saya akan menjelaskan tentang detail desain yang Bapak pesan di perusahaan kami....." kata So Yun duduk lalu menjelaskan desainnya.


David hanya tersenyum memandangi So Yun yang terus mengoceh dari tadi.


" Bagaimana pak? Apa ada kekurangan di dalam pembahasan saya?" tanya So Yun.


David masih memandangi wajah So Yun.


orang ini benar-benar, kenapa dia harus memandangiku seperti itu? gumamnya dalam hati.


" Maaf, saya datang kemari hanya untuk urusan pekerjaan. Jadi saya mohon Anda jangan berbicara seperti itu" tegas So Yun.


" Kenapa kamu jadi marah seperti itu? aku kan hanya sedang memujimu. Lagi pula aku sudah rindu denganmu," jawab David.


" David, diantara kita tidak pernah ada hubungan apa-apa dan juga tidak pernah ada rasa rindu di antara kamu dan aku jadi tolong berhenti bersikap seperti ini" kata So Yun menegaskan.


" Kenapa? Apa kamu sebegitu bencinya padaku? " tanya David.


" Aku sama sekali tidak benci denganmu. Tetapi hari ini kita bertemu hanya untuk membahas tentang proyek pekerjaan saja jadi jangan berbicara tentang hal lain" kata So Yun.


" Kalau Aku ingin membahas hal lain Memangnya kenapa? " tanya David.


" Terserah kamu saja aku sudah selesai, dokumen ini aku berikan padamu Dan tolong dibaca Jika ada yang kurang beritahukan saja padaku. Aku permisi dulu" kata So Yun sambil berdiri.


" Tunggu! kamu tidak boleh pergi! " kata David menghentikan So Yun.

__ADS_1


" Kenapa aku tidak boleh pergi lagi pula kita sudah selesai! " Kata So Yun berbalik memandang David kesal.


" Duduk lah aku hanya ingin makan bersama mu, tidak ada yang lain. Anggap saja ini sebagai reuni antara mantan karyawan dan bos " kata David menunjuk kursi.


" Okey aku hanya punya waktu 15 menit, setelah itu biarkan aku pergi " jawab So Yun yang langsung duduk.


" Yun kenapa kamu tidak kembali ke Amerika? " tanya David pada So Yun yang sedang asyik menikmati makanannya.


" Kenapa aku harus kembali kesana? Disini adalah tempat tinggalku, aku disana hanya untuk kuliah dan mencari pengalaman. Seumur hidupku akan ku habiskan disini " jawab So Yun sambil mengunyah makanan.


" Lalu apa kamu tidak ingin tahu alasan ku membuka kantor cabang disini?" tanya David lagi.


" Aku tidak se-kepo itu, itu kan hal yang wajar jika kamu membuka kantor cabang disini. Perusahaan mu juga perusahaan yang besar. Jadi wajar saja kan " kata So Yun berterus terang.


" Baiklah jika memang begitu. Nanti pada acara peresmian gedung baruku kamu harus datang. Aku mengundangmu secara khusus." Kata David


" Gedung nya saja belum dibangun kok sudah ngundang ke acara peresmian. Pastikan dulu gedung itu berdiri kokoh. " ketus So Yun.


" Gedung itu akan ku selesaikan dengan cepat. Jika semua sudah selesai, berjanjilah untuk datang." kata David meraih tangan So Yun


Karena menyadari bahwa David ingin memegang tangannya So Yun pun langsung menarik tangannya dan berkata


" Ya jika aku tidak sibuk aku akan datang. Sekarang aku sudah selesai makan, dan semua dokumen sudah di tanganmu. Kalau begitu aku pergi dulu " kata So Yun.


" Buru-buru sekali kamu mau pergi kemana? " tanya David.


" Mau balik ke kantor lah, aku masih banyak pekerjaan di kantor. Kan aku sudah menuruti permintaanmu. Sekarang waktunya untuk pergi" jawab So Yun beranjak dari tempat duduknya.


" So Yun.. Kenapa kamu masih bersikap begini pada ku? Kesalahan terbesar apa yang sudah ku lakukan padamu? " Tanya David sambil mendekati So Yun.


" Aku memang seperti ini. Tidak usah bicara seperti itu. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun." jawab So Yun memalingkan muka.


" Lalu kenapa kamu terus menghindari aku dan pergi dari sisiku? Bukankah aku sudah pernah mengatakan bahwa aku mencintaimu " kata David.


" Sudahlah David, lupakan tentang perasaanmu itu terhadap ku. Lupakan semua yang pernah terjadi diantara kita. Aku bukan orang yang tepat untuk mendampingimu " jawab So Yun dengan wajah sendu.


" Tidak Yun, aku hanya mencintaimu dan selamanya tidak akan pernah bersedia untuk melupakanmu " kata David langsung memeluk So Yun.

__ADS_1


Hati So Yun sebenarnya sakit mengucapkan itu, mulut dan hatinya berkata lain. Tetapi ia masih ingat betul bahwa kakek David menentang keras jika mereka berdua memiliki hubungan. Itulah alasan kenapa So Yun selalu menghindar dari David.


__ADS_2