So Yun

So Yun
Kisah David & Liora


__ADS_3

Pagi ini setelah semalam tertidur dirumah So Yun, David langsung berangkat menuju ke kantornya untuk memulai aktivitasnya kembali. Di kantor itu suasana hati David juga sedang bagus, sedari tadi senyuman terus mengembang dibibirnya tak pernah lepas. David membayangkan wajah cantik So Yun yang tertidur disebelahnya semalam hanya untuk merawatnya.


Secercah kebahagiaan ada dalam hati David dan sebuah harapan akan kembali menjadi keluarga utuh bersama So Yun menyeruak didalam hatinya. Sangat disayangkan David belum bisa menjelaskan semua permasalahan yang ada karena ada sebuah rahasia besar yang tidak bisa David ceritakan pada So Yun.


Saat tengah asik menikmati khayalannya itu, tiba-tiba tanpa permisi lagi Liora langsung masuk begitu pintu ruang kerjanya terbuka.


"Kak David, kakak nggak kenapa-kenapa kan? Kenapa kakak nggak pulang semalem? Aku khawatir banget sama kakak " kata Liora menghampiri David.


"Aku tidak apa-apa, semalam Ansel rewel jadi aku tidak bisa meninggalkannya. Lain kali ketuk pintu dulu sebelum kamu masuk " kata David dingin.


"Memangnya kenapa sih kak, aku kan tiap hari sama kakak terus lagi pula kita sudah lama tinggal berdua. Kenapa sampai sekarang kakak masih bersikap seperti ini padaku? " sahut Liora dengan memasang wajah memelas.


"Cukup Liora, aku sudah cukup sabar selama ini denganmu. Gara-gara kamu rumah tanggaku jadi hancur, kamu pikir aku bisa bahagia sementara aku sendiri jauh dari anakku hah? " kata David yang mulai kesal dengan ulah Liora.


"Tapi kakak janji akan selalu menjagaku lagi pula aku siap jika harus mengurus Ansel merawatnya seperti anakku sendiri " timpal Liora.


"Kamu pikir semudah itu, aku bukan orang jahat yang tega memisahkan anakku dari ibu kandungnya. Jangan berpikir terlalu jauh jika kamu masih ingin berada disini, dan ingat aku hanya menganggapmu sebagai seorang adik. Tidak lebih!! " kata David kemudian berlalu meninggalkan Liora sendirian diruangan itu.


Sementara Liora masih terdiam ditempat setelah mendengar perkataan David yang begitu menusuk dihatinya, kata-kata yang begitu tajam seperti duri yang menghujam kearah jantung.


"Kenapa sih selalu So Yun yang ada didalam hati David? Seberapa keras usahaku tetap saja aku tidak bisa mendapatkan hatinya. Aaaarrrggghhh sial " kata Liora pada dirinya sendiri.


Sungguh jahat hati Liora, ia begitu tega mendekati David. Dia sangat senang berbahagia diatas penderitaan wanita lain. Padahal segala macam cara telah Liora coba lakukan namun sampai saat ini David masih belum jatuh kedalam pelukannya.


Pernah suatu waktu Liora berinisiatif mencampur minuman David dengan obat rangsang, namun rencananya itu gagal karena minuman itu tumpah duluan sebelum David sempat meminumnya. Liora menghalalkan segala macam cara agar bisa selalu berdekatan dengan David. Bahkan saat ini Liora berpura-pura sakit parah agar mendapat perhatian dari David.


.

__ADS_1


.


.


Disisi lain David sedang berada diruang pribadinya yang masih terletak diarea kantor, tidak ada yang tahu selain asistennya. Didalam ruangan itu David sedang video call bersama Mama Mary yang sedang mengasuh Ansel. Hal itu David lakukan untuk menghilangkan rasa kesal yang menyeruak akibat ulah Liora tadi.


Setelah melihat Ansel kini suasana hatinya jauh sedikit lebih tenang. Dalam Video Call itu tampak tingkah lucu sang anak yang begitu menggemaskan, membuat David kembali bersemangat dan ingin segera menggendongnya. Rasanya belum puas semalam ia mengajak Ansel bermain.


David berpikir akan berkunjung ke rumah So Yun untuk bertemu dengan Ansel lagi, dengan langkah hati-hati ia pergi secara diam-diam agar Liora tidak mengetahui kepergiannya kali ini. Karena jika Liora sampai tahu pasti ia akan membuat seribu alasan untuk menahan David.


Drama kabur dari pandangan Liora pun sukses berkat bantuan sang Asisten, sekarang posisi David sedang dalam perjalanan. Tetapi saat di perjalanan ia melihat sebuah mobil yang ia kenali sedang mogok, dan benar itu adalah mobil So Yun.


David melihat So Yun sedang kebingungan untuk menghidupkan mobilnya, David menghampiri kearah So Yun untuk membantunya.


"Ada apa dengan mobilmu? " tanya David yang turun dari mobil menghampiri So Yun.


"Memangnya kamu mau kemana? " tanya David lagi


"Aku mau pulang kerumah, ada berkas yang ketinggalan dirumah. Tapi mobilku ternyata mogok disini " sahut So Yun.


"Ya sudah kamu ikut aku saja, kebetulan aku akan ke rumahmu menjenguk Ansel. Urusan mobil nanti aku akan panggil montir kesini " kata David menawarkan tumpangan.


So Yun ragu tapi ia sangat butuh karena sedang terburu-buru, dengan terpaksa ia menerima tumpangan ayah dari anaknya itu. Perasaan canggung sudah pasti ada apalagi kini dimobil mereka duduk berdampingan dibelakang. Sementara sopir hanya diam dan fokus menyetir.


Suasana mobil hening dan sangat sunyi, tidak ada satu mulut pun terbuka. Saat keheningan terjadi tiba-tiba....


Krucukkrucuk... Suara perut So Yu terdengar jelas dan membuat David terkejut kemudian tertawa dengan keras.

__ADS_1


"Ahahahahaha kamu laper ya? " tanya David yang masih tergelak.


"I-iya tadi pagi belum sempat sarapan.. Heheh " jawab So Yun merasa malu.


"Ya sudah kalau begitu kita makan saja dulu sebentar, kebetulan aku juga belum makan. Tapi perutku tidak bunyi hahaha " kata David meledek


"Ih apaan sih kamu ini, aku kan nggak tahu kalau perutku bakalan bunyi. Jangan ketawa kamu!! " kata So Yun dengan mulut cemberut.


"Oke oke aku minta maaf, habisnya ekspresi wajahmu sangat lucu saat sedang lapar. Aku jadi ingin melahap mu " bisik David.


"David!!! " teriak So Yun kemudian mendelik tajam kearah David yang masih tertawa itu.


Sebelum sampai kerumah mereka memutuskan untuk makan disebuah restoran, David tak tega memdengar suara perut So Yun yang bertalu-talu. Ditambah lagi wajah So Yun yang begitu menggemaskan ketika sedang marah seperti tadi.


Sunggu memori yang manis tetapi sangat disayangkan mereka bukan lagi suami istri seperti dulu.


"Kamu harus makan yang banyak supaya ASI kau juga cukup buat Ansel " kata David.


"Tahu apa kamu tentang Asi? Kamu itu laki-laki jangan suka ikut campur deh " kata So Yun menyantap makanannya dengan lahap.


"Ya sudah ayo makan dulu, aku ingin segera bermain dengan anakku. Dia pasti sudah menunggumu dirumah " kata David.


Dih ni orang tingkat pede-nya lumayan tinggi juga ya, perasaan baru semalem dia main sama Ansel masa udah mau ketemu lagi. Tapi baguslah kalau begitu, setidaknya dia masih punya waktu buat anaknya. Dari pada tidak sama sekali " gumam batin So Yun.


Selesai makan mereka langsung bergegas menuju rumah, So Yun yang sebenarnya tidak mengambil berkas tetapi dia hanya ingin bertemu Ansel juga.


*Kok bisa sama ya? (author)

__ADS_1


*Entahlah aku juga bingung(So Yun)


__ADS_2