So Yun

So Yun
??


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya aku tiba dirumah orang tuaku. Mereka sangat senang terlebih mamaku. Namun kehadiran suamiku dipertanyakan oleh mereka.


"Mama.." kataku yang pada saat itu masuk kedalam rumah.


"So Yun, ya ampun kamu pulang nak? Mama nggak mimpi kan? " kata mamaku yang masih tak percaya dengan kehadiranku..


"Iya ma, ini aku..." jawabku.


"Nak David mana? Kok nggak kelihatan " pertanyaan yang sedari tadi ku hindari akhirnya muncul juga dari mulut mamaku.


"David... Dia tadi mengantarku tapi harus berangkat lagi ke Malaysia untuk perjalanan bisnis ma " segera aku mencari alasan untuk menutupi kejadian yang aku alami hari ini karena tak ingin mama tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Mama menyuruhku masuk untuk beristirahat, tak ada lagi pertanyaan mengenai David. Kini kulihat mama sedang bersemangat menantikan kelahiran cucu keduanya.


Maafkan aku ma, aku terpaksa berbohong pada mama kali ini.."


--------------------------------------------------------------------------


Hari berganti hari, bulan pun berganti kini usia kehamilanku semakin bertambah. Dan dia? Entahlah mungkin saat ini berpisah adalah pilhan terbaik bagi kami. Selama berbulan-bulan aku disini sama sekali tidak ada kabar kedatangannya untuk menjengukku, pernah sesekali ia menelpon tapi tak pernah ku jawab karena perasaanku masih begitu sakit dibuatnya.


Ya, egoku mungkin terlalu besar tapi yang namanya perasaan tak bisa kubohongi.


Siang itu aku mulai merasa sedikit sakit diperutku, tapi kupikir ini adalah rasa sakit biasa namun tidak. Rasa sakit itu tak hilang sama sekali, sampai akhirnya papa dan mama membawaku kerumah sakit.


Saat di perjalanan menuju rumah sakit, mama nampak menghubungi seseorang yaitu David Suamiku.


"Hallo nak David, ini So Yun kesakitan sekarang kami sedang menuju kerumah sakit. Sepertinya mau lahiran, kamu cepat dateng ya " kata mama.


"Iya ma, aku akan segera kesanà " terdengar sahutan dari telpon itu

__ADS_1


Saat sampai dirumah sakit aku langsung ditangani oleh dokter, namun kata dokter bayinya belum mau keluar. Tak lama kemudian mama bilang bahwa David sudah datang dan disuruh masuk menemaniku. Aku berpikir dia datang naik apa dari Amerika ke Cina? Kok cepet banget nyampenya..


Ah masa bodo lah ini udah mau lounching baby nya.


Setelah perjuangan yang sangat panjang, akhirnya seisi ruangan pun dipenuhi dengan suara tangis bayi. Membuatku bahagia sekaligus menangis haru. Apalagi saat dokter bilang anak kami laki-laki.


Ku lihat dia saat ini sedang menggendong anak yang baru saja aku lahirkan, wajah sumringah yang terpancar dari wajahnya itu sedikit membuat hati ini merasa senang. Akan tetapi aku juga tidak lupa akan kejadian beberapa bulan lalu. Rasanya masih permainan yang di dalam ingatan.


Semua proses telah terlewati, Sekarang aku sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Tapi saat semua sudah berkumpul papa mulai membuka pembicaraan.


"David, papa ingin tanya sama kamu! Kemana kamu selama beberapa bulan ini? Kenapa kamu tidak datang menjenguk So Yun? " tanya papa.


Aku diam seribu bahasa dan kulihat David sedang tertunduk saat itu.


"Aku minta maaf pa, karena kesibukanku aku jadi menelantarkan So Yun " jawab David.


Aku terkejut dengan penuturan papa barusan, entah dari mana beliau tahu ada wanita lain dalam hubungan kami.


"Maaf pa, tapi itu bukan siapa siapa. Liora sudah seperti adikku sendiri " jawaban mengejutkan datang dari mulut David.


"Sudah seperti adik berati dia bukan adik kamu! So Yun itu istri kamu, seharusnya kamu lebih mementingkan istrimu dari pada wanita lain! Papa kecewa sama kamu!!! " kata papaku yang diselimuti oleh kemarahan.


David, aku pikir kamu menyadari kesalahanmu setelah kepergianku. Tapi ternyata kamu masih sempat membela wanita itu didepan mama dan papa.." ucapku dalam hati.


"Sudah pa, tenangkan diri papa. Biar nak David dan So Yun selesaikan masalah mereka, kita tidak berhak ikut campur. Bagaimanapun mereka sudah berumah tangga " mama berusaha menenangkan emosi papa.


"Inget ya kalau masalah ini tidak bisa kamu jelaskan dengan baik, aku akan membawa So Yun untuk tinggal bersama kami dirumah selamanya! Camkan itu!! " kata papa.


Setelah berkata seperti itu orang tuaku meninggalkan kami dikamar bertiga. Ya bertiga bersama anakku.

__ADS_1


Lama kami berada dalam situasi keheningan, tapi tiba-tiba terdengar isak tangis yang berasal dari suamiku.


"Yun, maaf... Maafkan aku telah menyia-nyiakan kamu selama 4 bulan ini.. Aku sungguh laki-laki yang bodoh! Maafkan aku " kata maaf muncul dari mulut David.


"Sudahlah, aku sudah cukup tahu apa yang terpenting bagimu. Aku tidak pernah marah atau dendam, semua itu ada didiri kamu sendiri. Kamu yang harus memutuskannya " sahutku.


"Aku benar-benar minta maaf, aku janji akan merubah segalanya. Aku akan perbaiki semua kesalahanku, lagi pula saat itu kan kamu sendiri yang memutuskan untuk pergi " mengejutkan sekali kalimat terakhirnya.


"Ya aku memutuskan untuk pergi, tapi aku berharap kamu akan menahanku, mencariku. Tapi ternyata kamu sama sekali tidak melakukan apapun dan membiarkan wanita itu tetap tinggal bersamamu sampai saat ini " kataku yang tak mau kalah.


"Kamu... Kamu tahu soal itu? "


"Ya aku tahu meski aku tidak ada disana, tapi setiap hal yang kamu lakukan selalu aku ketahui." jawabku.


" Tapi walaupun Liora masih dirumah itu, aku tidak tinggal bersamanya. Aku ada disini sejak 2 bulan terakhir " kata David membela diri.


"Oh begitu kah? Artinya dua bulan sebelumnya kalian memang tinggal bersama dan hanya berdua.. Itu bagus " ketus ku.


David terdiam tak menjawab satu kata pun dari apa yang aku ucapkan tadi, bagiku itu adalah benar dan dia tidak membantah ucapanku itu. Soal apa yang mereka lakukan aku tak ingin tahu.


"Sudahlah aku tidak mau membahas wanita itu lagi, sekarang aku lelah mau istirahat " kataku menghentikan pembicaraan.


" biar aku bantu, sini aku gendong bayi kita " kata David menyambut anak kami.


Setelah menaruh anak kami ketempat tidurnya David membantuku berbaring, sifatnya yang seperti ini membuat ku sedikit terluluh. Tapi aku tak ingin menyerah padanya begitu saja, aku seorang wanita dan punya harga diri. Aku tidak mau luluh hanya karena sikap manisnya padaku.


Aku harus sedikit membuat dia mengerti betapa pentingnya menjaga perasaan pasangan. Permainan akan kita mulai setelah ini tanpa diketahui oleh David.


Dan teruntuk Liora, jangan harap kamu bisa hidup tenang dan merebut semua kebahagiaanku. Tunggu waktu yang tepat aku akan membuatmu pergi dari sisi suamiku dan menghilang selamanya dari rumah tangga kami.

__ADS_1


__ADS_2