
So Yun Pov
"Selamat pagi anak Mama.. Uh udah ganteng ni ya mau kemana sayang " itu adalah kegiatanku setiap hari, mengajak anakku mengobrol meski dia belum bisa ngomong tapi tiap kali dia berceloteh bahasa bayi sungguh membuatku terhibur.
Setiap pagi aku selalu mengajak anakku berjemur diarea taman dekat rumah, berjemur adalah kegiatan rutin yang kami lakukan. Anakku kini sudah beusia 3 bulan, kami memberinya nama "Ansel Arian" yang artinya anak yang cerdas dan selalu mengerjakan pekerjaan dengan sempurna.
Saat tengah asik berjemur tiba-tiba ada suara seorang perempuan memanggilku, aku seperti mengenali suaranya.
" Yun!!! "
"Farah! " Aku menoleh kearah suara iti berasal dan ternyata dia adalah sahabatku.
"Yun gimana... kabarmu? " tanya Farah yang masih ngos-ngosan karena berlari kearahku.
"Aku baik, kamu mending minum dulu deh terus atur nafas! " jawabku.
"Wah lega sekali rasanya, eh ada ponakan tante ya disini.. Halo sayang uh lucunya...gemes aku jadinya " kata Farah setelah tadi minum dan mengatur nafasnya.
"Lho kok malah nyapa anakku duluan sih, kamu emang nggak kangen apa sama aku? " kataku cemberut.
"Dih ngapain kangen sama kamu dah bosen, aku kesini mau nemuin ponakan aku yang ganteng ini hihi " sahut Farah.
"Kok gitu, ya udah kamu nggak usah nengokin anak aku lah kalo kamu nggak kangen aku " candaku.
"Iya deh iya aku kngen sama kamu, kangen banget malah.. Sini sini peluk " kata Farah merentangkan tangannya dan memelukku.
Kami saling melepas rindu pada saat itu, karena waktu aku berada di Amerika kami tidak sempat bertemu dikarenakan Farah cuti dan pulang ke kampung halamannya. Kali ini dia nekat datang kerumahku, jadi terharu akunya..
"Yun, maaf ya aku kemarin nggak jenguk kamu waktu lahiran " kata Farah sedikit merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, aku bisa ngerti kok. Oh iya kamu kesini sendirian? " sahutku.
"Ya sendiri lah, emang mau sama siapa lagi " kata Farah.
"Yah kirain kamu bawa calon gitu.. Hahaha " kataku yang menggoda sahabatku itu.
Saat kami asik tertawa ria dan mengobrol, mamaku datang menghampiri kami.
"Lho ada tamu kok nggak disuruh masuk sih Yun? " kata mama.
"Tante.." kata Farah kemudian memeluk mamaku.
__ADS_1
"Iya nih tante, masa aku dibiarin panas-panasan di sini " lanjut Farah.
"Lebay dia tuh ma, orang dia aja baru dateng trus ngajakin ngobrol kok " kataku yang cemburu melihat Mamaku dipeluk oleh orang lain.
"Ya sudah ayo kita masuk dan ngobrol didalem, Yun bawa Ansel ke dalam udah mulai panas ini mataharinya " kata mama.
Kami pun masuk ke dalam rumah dan melanjutkan obrolan kami. Ya obrolan dua sahabat yang lama nggak ketemu. Tapi Farah lebih banyak ngobrol sama Mamaku karena aku masih sibuk menyusui anakku.
Setelah anakku tidur, aku membawa Ansel ke kamar. Dan Farah pun mengikutiku menidurkan Ansel. Dia memperhatikan setiap gerakan ku.
"Yun, kamu tiap hari sibuk gini ya? " sebuah pertanyaan meluncur dari mulut sahabatku itu.
"Ya gini lah, namanya juga udah jadi seorang ibu Rah " jawabku.
"Serepot itu ya jadi ibu rumah tangga? Sampe kamu nggak sempat dandan lagi? " tanya Farah lagi.
"Ya gimana mau dandan, anaknya aja kadang rewel jadi harus extra jagainnya " jawabku.
"Terus si David kemana? Ikut bantuin juga nggak? " tanyanya lagi.
"Ya biasa lah Rah, dia sibuk kadang sesekali juga dia gendong Ansel, " sahutku.
Aku mengernyit heran tak paham apa maksud dari perkataan Farah itu.
"Kan udah kubilang tadi aku nggak sempet dandan " kataku.
"Yun maaf, bukan aku sok mengajari. Tapi sebagai ibu rumah tangga juga kita harus dandan untuk suami kita biar dia nggak bosen liat kita. Coba kamu ngaca deh sekarang, liat penampilanmu ini rambut kusut, baju daster, muka kamu udah kusam.. Duh aku liatnya aja nggak tertarik, gimana David coba " kata Farah menarikku ke depan cermin.
Setelah mendengar ucapan Farah, aku sekilas memperhatikan tampilanku. Memang benar yang dikatakan Farah, sejak punya anak aku jarang berdandan bahkan tak sempat mengurus diri.
"Jadi aku harus gimana Rah? " tanyaku.
"Ya elah masih nanya, buruan mandi sana terus dandan yang cantik mumpung Ansel lagi tidur. " jawab Farah.
"Tapi nanti kalau dia bangun..."
"Udah sana mandi, nanti kalau Ansel bangun aku yang gendong "
Aku pun menuruti kata-kata sahabatku itu, didalam kamar mandi aku sempat berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Farah ada benarnya. Selama tiga bulan ini aku selalu sibuk dengan putraku, dan David jarang ku perhatikan. Apa dia akan bosan denganku jika aku tidak cantik lagi...
Ah sudahlah aku kebanyakan mikir.
__ADS_1
"Nah gitu kan cantik, kalau begini David nggak akan bosen liat kamu. Jaga anak harus tapi penampilan juga tetap dijaga! " Farah memberiku peringatan.
Kami pun lanjut mengobrol lagi berdua, Ansel masih lelap dengan tidurnya seakan paham jika ibunya sedang ada tamu.
.......
"Aku pamit dulu ya soalnya mau cek tempat tinggal aku dulu " kata Farah.
"Kenapa nggak nginep disini aja sih Rah? " kataku.
"Nggak ah aku nggak mau ngerepotin kamu lagi. Ini juga difasilitasi sama kantormu kok hehe " jawab Farah.
"Ah kamu ini udah kayak orang asing aja lagian juga ini rumah kamu juga jadi jangan sungkan " kataku lagi.
"Tenang aja nanti aku bakal sering main kesini kok, jadi kita bakalan sering ketemu gitu... Ya kan? " sahut Farah.
Setelah berpamitan sahabatku itu pun pergi menuju tempat ia akan tinggal selama dinas disini. Aku senang sih jika Farah ditugaskan disini jadi kami bisa sering ketemu nanti. Suamiku ini sepertinya tahu kalau aku butuh teman curhat.
.
.
.
Saat malam tiba, aku sedang menunggu David pulang dari kantor. Anakku sekarang sedang diajak main oleh Oma nya.
Kok dia belum pulang ya? Udah jam segini masa masih sibuk sih.." gumamku dalam hati.
Aku terus menunggunya hingga larut malam, sampai anakku sendiri sudah ditidurkan oleh mamaku. Ini sudah jam 11 malam tapi David masih belum pulang. Ada sedikit rasa cemas dan khawatir menyelimuti hatiku.
Tak berapa lama kemudian terdengar suara mobil dari depan dan ketukan pintu. Segera kubuka pintu tersebut dan kulihat itu adalah suamiku.
"Kamu belum tidur? " tanya David.
"Belum, aku sengaja nungguin kamu pulang " jawabku yang menyambut tas kerja dan membuka jas yang ia kenakan.
"Kamu mau makan dulu atau mandi? " tanyaku.
"Kamu kenapa berubah gini? biasanya tiap aku pulang kamu udah tidur? " tanya David yang langsung memelukku.
Aku terkejut saat dia tiba-tiba memelukku, apa yang terjadi setelah itu? Ya kalian bayangin sendiri lah ya apa yang terjadi saat suami istri berduaan.. Hehehe
__ADS_1