
"Non, bagaimana ini? Dia semakin dekat " kata Bibi Zhu berbisik.
"Kita harus tenang bi, tetaplah berpura-pura tidak sadarkan diri " So Yun dan Bibi Zhu sepakat untuk berpura-pura pingsan.
Langkah pria tersebut semakin mendekat bahkan sekarang sudah berada dihadapan So Yun. Pria tersebut berjongkok untuk memegang dagu So Yun.
"Hidupkan lampunya!! " kata pria tersebut memerintahkan anak buahnya.
CLEK...
Lampu tersebut hidup tepat menyorot ke bagian wajah bibi Zhu dan So Yun sehingga membuat mata mereka merasa silau dan berusaha menghindar dari lampu sorot tersebut.
"Siapa kalian? Cepat lepaskan aku!! " teriak So Yun yang berusaha meronta.
"Apa kabar sayangku? Ups salah, mantan pacarku! " kata pria tersebut dengan penuh penekanan.
So Yun seperti mengenali suara itu, baginya suara yang baru saja ia dengar seperti tidak asing baginya.
"Siapa kamu? Apa tujuanmu menculikku seperti ini ha? " So Yun bertanya pada pria tersebut.
"Sstthhss, sayang apa kamu sudah tidak mengenali suaraku lagi? Padahal dulu kita sering menghabiskan waktu berdua? " Pria misterius tersebut berbicara masih membelakangi So Yun.
"Justin?? Kamu Justin? "
"Hahaha kamu baru mengenali aku sayang? Kenapa begitu cepat kamu lupa denganku!! " sosok pria misterius tersebut ternyata adalah Justin.
"Kenapa kamu menculikku? Apa sebenarnya yang kau inginkan ha? " tanya So Yun yang masih berusaha untuk melepas tali yang mengikatnya.
Justin tidak menjawab pertanyaan dari mulut So Yun namun ia menyuruh anak buahnya untuk memindahkan Bibi Zhu ke ruangan yang berbeda.
"Justin lepaskan aku! Kumohon!! Jangan bertingkah seperti anak kecil !!! " So Yun mencoba untuk memohon para sang mantan pacar yang sudah menyekapnya.
"Hahahaha lepaskan? Jangan mimpi!! Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu, siapapun tidak akan pernah bisa memilikimu!! " Justin kini berbicara seakan tubuhnya telah dirasuki oleh iblis.
__ADS_1
"Kamu gila Justin!! Aku sudah bersuami dan juga mempunyai anak, tolong lepaskan aku!! " sekali lagi So Yun memohon dengan isak tangis.
"Tidak akan pernah!! " tegas Justin.
*
*
*
Disisi lain para pelayan dan Tuan Richard sedang kebingungan dan bertanya-tanya kenapa So Yun dan Bi Zhu belum pulang juga padahal sudah 2 jam mereka pergi ke pusat perbelanjaan dan sampai sekarang tidak ada satupun yang muncul.
"Apa cucuku sudah pulang? " tanya Tuan Richard kepada para pelayan.
"Belum tuan, tadi nona So Yun mengajak Bibi Zhu pergi untuk belanja kebutuhan dapur dan sampai sekarang belum juga kembali " sahut Mei salah satu pelayan.
"Gawat jangan-jangan.... Kalian cepat asuh cicitku dulu, aku akan menelpon David sebentar " pikiran tuan Richard sudah tidak tenang karena cucu menantunya itu sudah pergi selama 2 jam dan belum juga kembali, akhirnya tuan Richard berusaha menghubungi David.
"Hallo kakek, ada apa? "
"Apa? Kemana dia pergi? " tanya David yang merasa khawatir.
"Tadi dia pamit untuk berbelanja bersama bibi Zhu tapi kata pelayan yang lain mereka sudah pergi dari 2 jam yang lalu dan belum juga kembali " jelas sang kakek.
"Baiklah, kakek tenang saja aku akan suruh orang untuk mencari keberadaan So Yun sekarang "
David merasa sangat khawatir mendengar hal tersebut, dengan segera ia menyuruh Hensen asisten sekaligus tangan kanannya untuk melacak keberadaan So Yun. Sementara ia akan pulang untuk bertanya secara jelas pada sang kakek.
Saat David tiba dirumah, sang sopir yang tadi bertugas mengantar So Yun juga sampai dengan langkah tergontai sambil memegangi tengkuknya.
"Tuan muda... Tolong!! Nona " kata Sopir itu yang berusaha berdiri namun terjatuh dilantai.
"Ada apa? Apa yang terjadi pada Nona? Kenapa denganmu? " tanya David yang membantu sopir tersebut berdiri.
__ADS_1
"Tadi ada beberapa orang yang menculik Nona, saat saya berusaha mendekati mereka tiba-tiba ada yang menyuntikku dengan obat bius " jawab sang sopir.
"Bagaimana ciri-ciri pelaku? Apa kamu ingat? " tanya tuan Richard.
"Saya tidak tahu persis tuan, tapi yang pasti mereka mengenakan topeng untuk menutupi wajah mereka " jelas sang Sopir.
"Baiklah kalau begitu kamu istirahat saja dulu sampai kondisimu pulih, minta pelayan yang lain memberimu perawatan " perintah David.
"Baik tuan muda "
David semakin khawatir dan mulai berpikir, siapa yang berani menculik istri kesayangannya itu? Apa motifnya menculik So Yun? Dan juga siapa yang berani menabuh genderang perang padaku? Begitulah pikirnya.
"Hallo Hensen, katakan ada kabar apa? " tanya David saat menerima panggilan telepon dari sang Asisten.
"Bos, saya sudah berusaha melacak ponsel milik nona So Yun. Dan lokasi nona saat ini mengarah pada gedung tua terbengkalai yang ada disebelah Utara " jawab Hensen.
"Baiklah, kamu persiapkan anak buahmu dan kita harus segera kesana menyelamatkan So Yun!! "
"Baik Bos "
David kini sudah mulai terpancing oleh emosi, siapapun ya.g berani menculik So Yun tidak akan pernah bisa hidup dengan damai. Berani mengusik keluarganya sama saja dengan mencari mati. Sudah lama sekali David tidak pernah semarah ini, meski ekspresinya yang selalu berwajah dingin semua orang selalu segan padanya. Tapi kini ada orang yang membangunkan macan yang sudah lama tertidur, membuat David murka karena telah berani mengusiknya.
Hensen beserta geng mafia yang lainnya sudah bersiap menunggu perintah dari sang atasan. Ya memang David adalah ketua geng mafia paling ditakuti dikotanya, terlebih lagi kekuatan anak buahnya sangatlah hebat dan belum pernah ada yang mampu mengalahkannya. Sudah lama sekali anak buahnya itu tidak ia beri tugas, hanya ada beberapa saja yang bertugas mengawasi disekitar rumah mereka.
"Dengar baik-baik, istriiku saat ini sedang diculik oleh seseorang. Menurut lokasi yang dilacak oleh Hensen, dia berada disebuah gedung tua. Aku harap kalian tidak gegabah dalam menjalankan tugas kali ini karena aku sendiri belum tahu pasti siapa musuh kita kali ini. Kalian mengerti? " David menjelaskan tugas yang akan dikerjakan para anak buahnya itu.
"Siap, dimengerti tuan! " jawab mereka kompak.
"Bagus kalau begitu sekarang kalian persiapkan diri dan senjata kalian masing-masing. Kita akan berpencar dan mengepung gedung tersebut. Usahakan bermain cantik!! " lanjut David.
"Baik tuan "
Mereka kini tengah bersiap dan berangkay menuju ke lokasi yang berhasil dilacak tadi. Beruntungnya Gps yang ada diponsel So Yun selalu diaktifkannya dan memudahkan Hensen untuk melacak keberadaannya.
__ADS_1
"Yun, tunggu aku!! Aku pasti akan menyelamatkanmu " kata David lirih.
Jujur saja saat ini hatinya rapuh meski ia coba tutupi dengan wajah datarnya. David juga tidak mau gegabah dalam bertindak mengingat kelemahannya saat ini sedang berada ditangan penculik itu.