So Yun

So Yun
Hari Kelulusan.


__ADS_3

Hari ini adalah hari kelulusan, semua murid sudah berkumpul disekolah melihat pengumuman kelulusan. So Yun dan Justin pergi ke sekolah bersama. Mereka berdua melihat daftar nama siswa yang lulus di papan pengumuman.


" Hey Justin bagaimana? Apa kalian berdua lulus?" tiba-tiba seorang teman menghampiri.


" Ya lulus dong" Jawab Justin gembira


" Baguslah kalau begitu. Eh bagaimana kalo kita party malam ini? Sekaligus merayakan kelulusan ini? " Usul teman Justin.


" Sepertinya itu ide yang bagus! Dimana kita ngerayain nya? " tanya Justin


" Ditempat biasa, Bar kemarin. Disana tempatnya juga enak. " Jawab Temannya.


" Ya sudah kalau begitu nanti malam kita party, urusan booking tempat biar aku yang bayar. " kata Justin.


" So Yun kamu juga ikut kan? Rugi dong kalau Justin ikut kamu enggak? " tanya teman Justin kepada So y


Yun.


" Eh aku.." Jawab So Yun ragu.


" Ikut saja, anggaplah ini sebagai pesta perpisahan sekolah. Lagipula Justin yang sewa tempat " Kata temannya memotong pembicaraan.


" Baiklah aku ikut " Jawab Soo Yun setelah beberapa menit berpikir


" Ya sudah sampai ketemu nanti malam ya. Bye.." Teman Justin pergi.


Hari itu mereka berjanji untuk merayakan hari kelulusan di Bar tempat teman Justin ulang tahun kemarin. Sebelum pulang teman-teman mereka berkonfoi dijalan, sedangkan mereka berdua memilih untuk memesan sebuah kamar di penginapan.


Mereka sengaja tidak ikut konvoi karena ingin menghabiskan waktu berdua dan kembali melakukan *HS*. Tetapi kali ini So Yun tampak sedikit berbeda.


" Sayang kamu kenapa? Tidak seperti biasa? Kamu sakit? " tanya Justin.


" Enggak aku nggak apa-apa." jawab SobYun tidak bersemangat.


" Lalu kenapa kamu seperti tidak memiliki gairah hidup? " tanya Justin


" Aku cuma kepikiran setelah ini apakah kita masih bisa bersama-sama atau kita juga harus berpisah? " kata So Yun dengan wajah sendu.


" Kenapa kamu bilang seperti itu. Tentu saja aku akan terus bersama kamu. " Jawab Justin sambil memeluk.


" Aku hanya takut berpisah denganmu " kata So Yun dalam pelukan Justin.


" Ayolah sayang jangan berpikir seperti itu. Aku tidak akan kemana-mana, aku akan terus berada disisimu." kata Justin menenangkan So Yun.


" Aku lega mendengarnya " Jawab So Yun mengeratkan pelukan.


Setelah selesai mereka berdua pun pulang dan Justin mengantar So Yun. Mereka juga berjanji untuk menghadiri pesta nanti malam bersama.


Saat malam tiba, waktunya So Yun bersiap untuk pergi ke pesta namun kali ini dia bingung akan mengenakan baju yang mana. Mamanya yang melihat pun masuk ke kamarnya.


" Sayang, kenapa kamu berantakin lemari? Apa yang sedang kamu cari? " tanya mama yang melihat kamar penuh dengan pakaian.

__ADS_1


" Ini lho ma, aku mau ke pesta tapi bingung mau pakai gaun yang mana " jawab So Yun sambil memilih gaun.


" Oh begitu, ya sudah mama bantu pilihkan. Bagaimana kalau yang ini? " Ucap mama sambil menunjukkan sebuah gaun.


" Wah bagus ma, dari tadi aku cari yang cocok tapi nggak ada. Mama yang cari malah ketemu yang ini " jawab So Yun gembira.


" Kalau dicari pelan-pelan tentu saja ketemu" ucap mamanya.


" Kalau begitu aku bersiap dulu ma " kata So Yun


" Ya sudah sana " kata mamanya.


Gaun yang dipilihkan oleh mamanya benar-benar bagus, gaun yang simple tetapi terlihat anggun dan mewah.Sedangkan dilantai bawah Justin sudah duduk bersama papanya menunggu So Yun untuk pergi ke pesta.


" Nak Justin mau kemana kalian malam ini? " tanya papa So Yun.


" Teman disekolah mengadakan pesta untuk merayakan kelulusan om, kami berdua juga diundang" Jawab Justin.


" Oh begitu ya, hati-hati lho nanti dijalan soalnya ini sedang rawan kecelakaan. " kata papa So Yun.


" Iya om "


" Eh kamu sudah datang ? Sudah lama nunggu ya?" kata So Yun turun dari tangga.


" Cantik sekali anak papa, kamu ternyata sudah besar ya" kata papanya memuji.


" Iih papa ini, memang selama ini aku anak kecil apa " kata So Yun dengan bibir mengerucut.


" Kalau begitu kami pamit dulu ya om, tante " lanjut Justin berpamitan pada orang tua So Yun.


" Jagain adekku bener-bener jangan sampe lecet! " sahut kakak So Yun yang sedang sibuk lanjutin pekerjaannya.


" Siap bang. Aku pasti akan menjaga nya." jawab Justi dengan penuh tanggung jawab.


Mereka pun pergi setelah berpamitan, malam ini sepertinya pesta akan begitu ramai dan meriah.


Saat dipesta.....


" Hei lihat itu Justin" kata Rido teman Justin


" Wah cantik sekali So Yun " kata Reka dekat So Yun.


" Hei lihat itu! Cantik sekali ya dia "


" Pantas saja Justin tidak pernah putus dengannya "


Bisik teman-teman mereka.


Malam itu So Yun kembali menjadi sorotan, dengan balutan dress berwarna hijau dan rambut yang sedikit di cat


Tampak begitu cantik sampai semua mata tak satupun mengalihkan pandangannya. Dan seperti biasa, ada saja yang iri melihat penampilan So Yun.

__ADS_1


Orang-orang yang iri kepadanya adalah Youra. Sekali ini dia juga merencanakan hal buruk untuk menjebak So Yun.


Tapi sekarang keadaannya berbeda, So Yun tidak sepolos kemarin. Ia tahu bahwa akan dijebak oleh Youra sehingga ia sengaja menukar minumannya.


Ketika Youra memberi minum kepada So Yun ternyata minuman yang diminum Youra adalah yang diperuntukkan untuk So Yun. Dia telah menukar minuman tersebut saat Youra lengah.


Selang beberapa menit kemudian efek obat itu mulai muncul, Youra mulai merasa gerah, tubuhnya merasakan panas. Sama seperti yang pernah dirasakan So Yun. Tetapi kali ini efeknya berbeda, Youra jadi menggila.


Dia tiba-tiba berjoged diatas panggung dan melakukan gerakan -gerakan eksotis. Semua orang bersorak melihat nya. Dan banyak laki-laki hidung belang mendekatinya dan berjoged bersama Youra.


" Hey lihat lah itu Youra, ternyata dia lebih bersemangat hari ini" ucap salah satu teman laki-laki Justin.


" Sayang apa kamu tahu tentang hal ini?" bisik Justin.


" Haha tentu saja, dia ingin menjebakku lagi, lalu minuman itu ku tukar saat dia lengah" Jawab So Yun tertawa melihat tingkah musuhnya itu.


" Kamu sudah mulai pintar sekarang ya " kata Justin memuji bidadari cantiknya itu.


" Haha nikmati saja pertunjukannya " kata So Yun


Suasana terasa semakin panas saat Youra berjoget sambil membuka sedikit bajunya. Semua orang yang ada di situ pun bersorak ramai melihat aksinya.


Teman satu geng Youra hanya bisa diam dan mereka tidak bisa menghentikan aksinya tersebut karena saat itu dia telah dalam pengaruh obat yang seharusnya diberikan untuk So Yun.


" Bagaimana ini dia bertingkah seperti itu? " kata Sisi teman satu geng Youra


" Cepat hentikan dia" Ucap teman Youra.


Lalu mereka juga naik keatas panggung bermaksud untuk menarik Youra agar tidak melanjutkan aksinya itu.


" Youra ayo cepat sadarlah, kamu dilihat banyak orang" Bisik salah satu temannya.


" Hei ayo kalian ikut berjoged, ini sangat asik " jawab Youra sambil terus berjoged.


" Tidak Youra hentikan " kata Sisi menarik tangan Youra.


" Aaa aku tidak mau berhenti, disini banyak laki-laki tampan yang bisa memuaskan aku". ucap Youra yang sedang mabuk.


" Sadarlah Youra kamu sedang mabuk." kata teman satunya lagi.


" Ah sudahlah kalian mengacau, aku mau joged lagi " kata Youra mendorong temannya itu.


Teman-teman Youra pun diusirnya, kali ini dia semakin menggila dan Youra menarik tangan Justin untuk berjoged. So Yun yang melihatnya pun terkejut dan langsung buru-buru menyusul. Tetapi Justin mencoba untuk menghentikan Youra dan membawanya ke kamar pada saat itu dan didampingi oleh So Yun.


Youra yang masih mabuk terus merintih dan kepanasan, akhirnya Justin menyuruh teman nya untuk membantu Youra.


Kali ini So Yun merasa senang karena melihat orang yang berniat jahat kepadanya malah menjadi seperti itu. Senjata makan tuan begitulah istilahnya.


Malam semakin larut mereka berdua juga mabuk dan memutuskan untuk tidak pulang. Justin pun tidak mungkin mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Dan mereka pun menginap dihotel di dekat Bar tersebut.


Youra

__ADS_1



__ADS_2