
Keesokan harinya aku bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan diri. Rencananya aku akan mulai pergi ke kantor setelah sekian lama aku cuti dan mengurus anakku dirumah. Tapi kali ini aku harus bisa berpisah beberapa jam dengan anakku sampai nanti tujuanku tercapai.
Ansel juga sudah bangun seakan tahu jika mamanya akan sibuk mulai hari ini. Sebelum pergi aku menyusui anakku terlebih dahulu dan memandikannya lalu membuatnya tertidur. Kali ini aku harus merepotkan mama dan Bi Wati untuk menjaga Ansel.
"Nak kamu yakin mau kembali ke kantor hari ini? " tanya papa.
"Iya pa aku yakin. Lagi pula sudah lama aku meninggalkan pekerjaanku. Sudah rindu rasanya " jawabku.
Papa memang belum tahu soal kejadian kemarin, jika beliau tahu pasti beliau akan merasa bersalah dan akan sakit lagi. Aku tidak ingin membuat papa khawatir.
"Ma aku titip Ansel ya..." kataku pamit.
"Iya nak hati-hati dijalan. Dan hadapi semua dengan ikhlas " pesan mama.
"Sayang, mama peri ke kantor dulu ya.. Kamu jangan nakal sama Oma ya.." kataku yang memeluk dan mencium Ansel Putraku
Setelah berpamitan aku segera masuk ke mobil dan menuju ke kantor. Kali ini aku bukan lagi bekerja sebagai desainer melainkan sebagai Manager.
Aku meminta posisi ini pada papa yang dulu sempat ku tolak. Posisi ini juga berguna untukku ke depannya.
Saat sedang asik bekerja dering ponselku berbunyi, tidak ada nama pada nomor yang menelponku. Tapi karena nomer itu berulang kali menelpon akhirnya ku jawab juga.
"Hallo.." kataku.
"Sombong sekali tidak mau angkat telponku. Aku ingin bicara denganmu. Kita akan bertemu di cafe, alamatnya sudah aku share " terdengar suara perempuan di telepon tersebut namun belum sempat ku jawab telepon sudah terputus.
Orang aneh, belum kujawab tapi sudah dimatikan begitu saja telponnya. Aku tidak akan pergi kemanapun.
Tapi saat aku kembali fokus dengan komputerku, sebuah pesan masuk diponselku.
Jika ingin tahu hubungan gelap suamimu, maka cepat datang kesini sekarang sebelum semua terlambat. Begitulah isi pesan teks tersebut membuatku menghentikan seluruh kegiatanku.
__ADS_1
Setelah beepikir dengan matang aku memutuskan untuk pergi menuju alamat yang sudah wanita itu kirim.
Saat sampai dicafe tersebut aku tidak tahu harus bertanya pada siapa dan memutuskan duduk dibangku yang menghadap ke arah jendela langsung.
"Ehem... Sangat tepat waktu ya, sepertinya kamu beneran ingin tahu tentang suamimu.. " kata seorang perempuan yang datang lalu duduk di depanku.
"Liora? Jadi kamu yang menghubungiku tadi? Aku tidak punya waktu bicara denganmu! " kataku berdiri hendak pergi dari tempat itu.
"Tunggu dulu, ada hal yang ingin aku sampaikan padamu! " kata Liora menghentikanku.
"Ada apa? Cepat katakan! Aku sudah tidak punya waktu lagi " sahutku.
"Suamimu saat ini lebih nyaman berada di apartemen milikku, bahkan setiap hari dia menginap disana. Dan kamu tahu nggak kalau semalam dia mabuk berat sampai tak sadarkan diri..." ucapa Liora.
"Apa katamu? " tanyaku yang mulai emosi mendengar penuturan Liora tersebut.
"Ya aku sudah bilang tadi, beberapa hari ini David berada di apartemenku dan kami tinggal bersama " kata Liora menyombongkan dirinya.
"Hahaha pintar sekali, kamu sangat pintar menebaknya. Dan juga semalam kami menghabiskan waktu hanya berdua saja.." kata Liora sambil melintir ujung rambutnya.
"Oh begitu, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Kita lihat saja nanti siapa yang bertahan dan siapa yang akan ditinggalkan oleh David. Dan satu hal yang perlu kamu ingat, dia adalah ayah dari putraku! Camkan itu !! " tegasku.
Setelah berbicara seperti itu pada Liora aku langsung bergegas pergi meninggalkan dia disana. Aku tak mau terjadi keributan jika aku tidak bisa mengontrol emosiku lagi. Ternyata dugaanku selama ini benar, David sudah dibutakan oleh sikap Liora yang pura-pura lemah itu.
Walau bagaimanapun juga aku tidak akan membiarkan suamiku terus terbodohi oleh wanita licik itu.
"So Yun " David memanggilku diparkiran saat aku hendak menaiki mobilku.
"Kamu disini juga? Oh iya aku tahu, pasti kamu mau menemui mantan tunanganmu itu kan? Itu dia ada didalam " ucapku sambil tersenyum.
"Tidak Yun, kamu jangan bicara seperti itu " kata David menyangkal.
__ADS_1
"Sudah ya aku sangat sibuk dan harus kembali ke kantor. Lebih baik kamu cepat masuk kedalam! Kasihan wanita lemah itu jika dibiarkan menunggu terlalu lama " kataku lalu menaiki mobil dan meninggalkan David sendirian.
Author Pov
Sementara diparkiran itu David masih diam ditempat memandangi mobil yang dikendarai oleh So Yun.
"Kak David! " teriak Liora.
"Kakak kenapa tidak masuk? Klien kita sudah menunggu didalam lho " kata Liora menghampiri David.
"Iya ayo kita masuk. " jawab David.
Mereka berdua pun masuk ke dalam caffe tersebut, tujuan mereka kemari hanya untuk bertemu klien namu Liora dengan licik menyeting seolah David datang ke caffe tersebut untuk bertemu dengannya dan membuat hati So Yun semakin panas.
"Jadi gimana ini pak? Pak David? " kata Tuan Heru yang melihat David bengong.
"Ehem.. Maaf pak Heru sepertinya atasan saya sedang banyak pikiran jadi tidak terlalu fokus hari ini " kata Liora.
"Ya sudah kalau memang lagi ada masalah sebaiknya selesaikan saja dulu! Jangan bawa bawa urusan pribadi dengan urusan perusahaan " kata tuan Heru yang kesal dan meninggalkan David serta Liora.
"Kak Davi kenapa? Dari tadi kok melamun terus? " tanya Liora.
"Tidak apa-apa aku hanya sedang memikirkan masalahku dengan So Yun. Sepertinya dia masih marah padaku " jawab David.
"Sudah kak jangan terlalu dipikirkan, perempuan kalau sedang marah memang suka begitu. Aku paham kok dengan perasaan kakak ipar.. Ini semua gara-gara aku " kata Liora memasang wajah polos merasa bersalah.
"Tidak kamu sama sekali tidak bersalah dalam hal ini, So Yun hanya belum mengerti keadaan yang sebenarnya.. Kamu Jangan menyalahkan dirimu sendiri " kata David mengelus kepala Liora.
"Nggak kak, semua memang gara-gara aku. Karena aku kakak jadi pisah rumah dengan kakak ipar. Coba saja kondisi kesehatanku tidak lemah mungkin rumah tangga kakak tidak akan seperti ini " kata Liora lagi.
Namun wajah memelas dan polos Liora lagi-lagi mampu mengelabui David dan membuatnya merasa tidak tega. Saat David mencoba menghiburnya dan mengelus kepalanya sebagai seorang kakak justru dimanfaatkan oleh Liora yang ternyata diam-diam menyuruh orang yang untuk memfoto mereka secara diam-diam. Foto tersebut akan ia jadikan serangan untuk So Yun kedepannya.
__ADS_1