So Yun

So Yun
Malu


__ADS_3

"Kok kamu belum turun? Ngapain masih disini? " tanyaku sesaat setelah berganti pakaian.


"Aku menunggu istriku untuk turun.." jawabnya sambil tersenyum.


Kami berdua pun turun dan ikut bergabung bersama papa, kakek, mama, kakak, dan kakak iparku yang sedang asik mengobrol.


"Wah lihat tuh pengantin baru, kelihatannya seger bener.." celetuk kakakku.


"Kalian udah ganti baju? Buruan makan, pasti laper.." kata mama yang menoleh kearah kami.


"Oh iya kek, sepertinya tidak lama lagi kakek akan punya cicit lho.." kata kakakku.


"Benarkah? Wah syukurlah, jadi aku tidak perlu lama menunggu lagi hahaha." jawab kakek.


"Apaan sih kak " kataku.


Aku pun kesal karena ucapan kakakku itu yang membuatku merasa canggung sekaligus malu, namun tidak dengan David yang nampak santai dan senyum menanggapi perkataan kakakku itu.


Dih ni orang pake senyum lagi.. Nggak tahu apa ya kalo lagi diledekin..


"Santay aja lagi dek, lebih cepat malah lebih bagus. Iya kan kek? " canda kakak lagi.


Aku yang merasa sangat malu dan wajahku yang mulai memerah langsung bergegas pergi kembali ke kamar Karena tidak tahan dengan perkataan kakakku yang jahil itu.


.


.


Setibanya dikamar aku menggerutu sendiri, entah apa yang dipikirkan oleh kakakku sehingga dia berkata seperti itu.


Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur sambil memainkan ponselku, dan kulihat teman-temanku memposting foto bersamaku saat di acara pernikahan tadi. Akan tetapi sekarang aku lebih fokus melihat pada seorang pria yang berdiri di sebelahku di foto itu.


"Kalau dilihat-lihat sebenarnya dia tampan juga sih.." ucapku tanpa sadar tersenyum sendiri.


"Sepertinya barusan ada yang sedang memujiku.." kata David yang sedari tadi memperhatikan So Yun didekat pintu.


"Kamu..sejak kapan kamu berdiri disitu? " tanyaku yang sangat terkejut melihat kehadirannya.


"Sejak kamu memandangi fotoku." jawab David berjalan mendekat.


"Ngapai deket-deket? Sana sana jauh sana.." kataku sedikit canggung.


"Memangnya tidak boleh aku dekat dengan istiku sendiri?" kata David semakin dekat bahkan sangat dekat dan saat ini dia berada tepat di hadapanku.


"K-kamu mma-mau ngapain? " tanyaku gugup.


"Apalagi yang akan kulakukan jika berada dalam kamar bersama istriku.." jawab David hendak menciumku.


Dengan sigap aku menutup mulutnya dan menghindar..


"Jangan! A-aku belu siap." kataku pelan.


David tersenyum melihat tingkahku yang konyol ini, entahlah tapi yang pasti aku sangat gugup saat berhadapan langsung dengannya.


"Baiklah, ayo duduk sini! Aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin bicara padamu.." katanya sambik menepuk tepi ranjang.


Akupun duduk.


"Ada apa? " tanyaku.

__ADS_1


"Apa kau mencintaiku? "


.


Deg..


Muncul sebuah pertanyaan dari mulut David yang membuatku tak mampu menjawabnya..


.


"Hey jawab! " kata David meraih daguku untuk melihat kearahnya.


"Sebelum aku yang menjawab, aku akan bertanya hal penting padamu... Kamu tahu aku bukan seperti gadis lainnya, bahkan pengalaman pertamaku bukan untukmu, tapi kenapa kamu masih ingin menikahiku? Apa kau menikahiku hanya karena rasa kasihan terhadapku atas kejadian 2 tahun yang lalu? " kataku dengan banyak pertanyaan.


David tersenyum dan menatapku dalam lalu ia menjawab...


"Dengar, aku menikahimu karena aku tulus mencintaimu bukan karena aku merasa kasihan terhadapmu. Dan juga aku tidak peduli dengan masa lalumu, yang pasti masa sekarang dan masa depanmu ada bersamaku.." jawab David dengan penuh keseriusan.


*Duh sweet banget sih.. Kasih satu donk pria kayak begini..Aku mau..(Author)


*ih author ganggu aja deh.. Lagi adegan romantis nih..(So Yun)


*iya deh maaf.


.


.


.


Jawaban David barusan membuatku tak mampu lagi untuk berkata apapun, aku sedikit terharu mendengar jawaban dari mulutnya. Entah kenapa hatiku merasakan ada kehangatan tersendiri yang terpancar dalam diri David.


"Itu.."


"Tak apa, jika kamu belum mencintaiku akan kubuat kamu mencintaiku secara perlahan..Cup." kata David yang mendaratkan sebuah kecupan dikeningku.


Terima kasih, terima kasih karena telah menerimaku, masa laluku, dan bersedia mencintaiku.. Aku berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu... Suamiku...


Disaat kami berdua sedang menikmati kehangatan pelukan masing-masing, terdengar suara berisik didepan pintu yang membuat kami sedikit terganggu.


David mengendurkan pelukannya dan melepasku.


"Ada apa? " tanyaku yang melihatnya menatap kearah pintu.


"Ssssstttt.. Sepertinya ada yang sedang menguping kita dibalik pintu." bisiknya.


Aku ikut menoleh kearah pintu dan kami berjalan pelan menuju pintu untuk memastikan ada apa. Benar saja, itu suara kakak dan kakek sedang menguping didepan pintu.


Melihat mereka berdua yang begitu kepo, akhirnya David memberi kode padaku untuk mengerjai mereka. Aku pun setuju. Hahahaha.


"Aaaww.." pekikku karena dicubit oleh David.


Gila ni orang ya, niat ngerjain orang tapi kok sakit banget dia nyubitnya..


Kami tertawa perlahan, disana terdengar mereka sangat antusias menguping. Disaat yang bersamaan kami akhirnya membuka pintu dan.....


.


Gubrakkk..

__ADS_1


.


.


Dua orang yang asik menguping itu terjatuh dihadapan kami.


"Hahahahahahaha.." aku tertawa bersama David tapi suara ketawaku paling kencang.


"Aduh kakek kalian ngapain sih didepan pintu, kalau mau masuk ya masuk aja..Hahaha" kataku yang masih cekikikan.


"Ini nih si Joon katanya mau ajak kakek kekamar, tapi nggak taunya malah kamar kalian.." jawab kakek sambil menggosok pinggangnya.


"Kalian kenapa nggak bilang kalau mau buka pintu sih? " kata kakakku meringis.


"Yeee siapa suruh kalian nguntit dibalik pintu.." jawabku yang masih tak henti tertawa.


"Kalian tahu? Eh maksudnya, kita nggak nguntit tapi kita mau kekamar kakek.. Iya kan kek? " kata kakak.


"Alesan aja nih kakak, udah jelas kalian nguping. Kualat kan jadinya.. Hahahaha " kataku


"Sudah sudah, ayo kek bangun.." kata David membantu kakek berdiri.


Aku sempat menghentikan tawaku dan ikut membantu kakek berdiri, tapi saat kakakku hendak berdiri tiba-tiba dia terpeleset dan jatuh kembali. Membuatku kembali tertawa melihatnya..


"Ahahahahahahaha.. Ya ampun kak, lantainya nggak salah apa-apa. Kenapa kakak tindihin lagi hahaha" kataku sambil tertawa keras.


"Dih dasar adik kurang ajar ya, bukannya nolongin malah ngetawain.." jawab kakakku yang masih terduduk dilantai.


"Hei David, jangan ketawa aja, cepat tolongin!" kata kakakku memerintah David.


David berusaha menahan tawa dan membantu kakak berdiri, sementara aku masih tertawa melihat ekspresi lucu diwajah kakak saat itu.


Dan kakek, meski pinggulnya sakit beliau juga ikut tertawa melihat tingkah konyol kakak.


Ya ampun kakak ada-ada saja....


"Udah udah lepasin, nggak usah pegang lagi!" kata kakak mengibaskan tangan David.


"Ngambek nih ceritanya ya..hahaha " kataku meledek.


"Uuuuhh kamu inii ya adik macam apa yang tega sama kakaknya sendiri hah " kata kakak mencubitku gemas.


"Aduh aduh sakit kak.." pekikku kesakitan.


Malam itu berakhir dengan kejadian konyol yang dibuat oleh kakak tanpa ada kejadian lain.. Haha


————————————————————————————–—


Hallo para Readers tercinta..


Maaf ya cover sama judul aku ganti, soalnya ada sedikit perubahan. Heheh


Semoga kalian suka ya..


Oh iya jangan lupa bantu likenya ya.. Suport terus biar author tambah semangat nulisnya..


Salam manis dariku..


🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2