
*Awass ada konten horornya ya guys.. Hehe*
"Dimana bibi Zhu? Apa dia baik-baik saja? " tanya So Yun setelah melepas pelukannya.
David menghela nafas berat, ia tampak tidak ingin memberitahu soal kondisi asisten rumah tangganya itu.
"Bibi Zhu baik, beliau sudah ditangani oleh dokter dan sekarang sedang beristirahat " jawab David tanpa menatap wajah So Yun.
"Kamu sedang tidak berbohong kan? " tanya So Yun ragu.
David terdiam, ia tahu jika So Yun mengetahui keadaan bibi Zhu dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri.
"Ya bibi Zhu baik-baik saja sayang.."
"Kamu bohong, aku tidak percaya jika belum melihat dengan mata kepalaku sendiri. Aku harus melihat keadaan bibi Zhu sekarang!! " So Yun bersikeras beranjak dari ranjang rumah sakit itu, David melarangnya namun gagal.
David membawa So Yun ke ruangan dimana bibi Zhu dirawat, dan benar dugaan David, So Yun sangat terkejut melihat kondisi bibi Zhu yang terbaring lemah didalam sana. Timbul rasa bersalah yang menyeruak dibenaknya.
Maafkan aku, Bi. Gara-gara aku bibi sampai harus menderita seperti ini. Jika bukan karena aku pasti bibi tidak akan mengalami kejadian tragis seperti ini " batinnya terus menggerutu sementara air matanya tak henti menetes membasahi pipinya.
"Sudah Yun, jangan menyalahkn dirimu seperti ini. Kita doakan saja semoga bibi Zhu lekas pulih. Ayo kita balik ke kamar lagi dan biarkan bibi Zhu istirahat " David mencoba membujuk So Yun dan mereka pun kembali ke ruang rawat So Yun.
.
.
...BEBERAPA HARI KEMUDIAN...
Hari ini dokter sudah menyatakan bahwa So Yun sudah bisa pulang, kondisi tubuhnya sudah pulih dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun So Yun meminta izin pada David untuk tetap merawat bibi Zhu selama beliau dalam masa pemulihan. Meskipun awalnya David menolak tapi So Yun berhasil meyakinkannya. Itu semua ia lakukan karena merasa berhutang nyawa pada sang asisten yang sudah seperti keluarganya sendiri itu.
"Bagaimana kondisi kesehatan istri saya dok? " tanya David setelah dokter memeriksa.
"Kondisi nyonya saat ini sudah pulih dan hari ini sudah diperbolehkan pulang. Saya akan menulis resep obatnya terlebih dahulu " jawab sang dokter.
"Setelah ini kamu harus istirahat, jangan melakukan aktivitas apapun dulu. Aku khawatir dengan keadaanmu " David berbicara sambil menciumi tangan So Yun.
"Aku sudah sembuh, dokter sendiri kan udah bilang barusan. Kamu nggak perlu khawatir lagi.." sahutnya.
"Sekali lagi aku minta maaf sayang, maaf "
__ADS_1
ribuan kata maaf terus diucapkan oleh David, mereka kembali berpelukan dan saling meminta maaf satu sama lain.
Setelah mengurus biaya administrasi dan menebus obat, David mengajak So Yun untuk pulang kerumah. Kebetulan juga istri kecilnya itu sudah sangat merindukan putra mereka.
"Bagaiman kabar Ansel selama aku tidak ada? " tanya So Yun memecah keheningan saat berad dalam mobil.
"Anak itu baik bahkan dia tidak rewel sama sekali. Mungkin dia tahu jika ibunya dalam bahaya " jawab David.
"Syukurlah kalau dia tidak rewel. Rindu sekali rasanya "
Saat mereka sampai di kediaman tuan Richard, disana mereka disamvut hangat oleh sang kakek yang menggendong cicitnya.
"Selamat datang kembali cucuku.."
"Kakek... " So Yun berhambur memeluk kakek mertuanya dan mengambil Ansel dari gendongannya.
"Sayang ibu merindukanmu.. Kamu tidak nakal kan selama ibu tidak ada.. Cup cup cup..",So Yun tak henti-hentinya mencium putranya itu meluapkan rasa rindunya beberapa hari ini.
"Kamu cuma kangen sama Ansel nih? Nggak kangen aku? " seloroh David.
"Kamu kan udah tiap hari lihat aku, masa nggak puas-puas sih " Soo Yun terkekeh melihat kecemburuan David pada anaknya.
"Sayang aku kangen..." David memeluk sang istri dengan sangat erat dan berulang kali menciuminya.
So Yun membalikkan badannya dan menatap pria yang seakan tak ibgin lepas darinya, kemudian ia menangkup wajah tampan itu.
"Aku minta maaf atas sikapku kemarin-kemarin.. Aku terlalu cemburu hingga aku tidak mau lagi mendengar penjelasanmu.." So Yun berkata dengan penuh penyesalan.
"Ya sayang, aku juga minta maaf padamu telah membuatmu jadi salah paham.. Kita mulai semua dari awal ya.. Kamu mau kan? "
"Ya aku mau..."
Dengan besar hati So Yun menerima permintaan maaf dari David, walau semarah apapun ia masih harus memikirkan anak mereka yang butuh sosok ayahnya.
"Sayang..."
"Hmm.."
"Sini tatap aku!!! "
__ADS_1
So Yun menatap wajah David yang juga balik menatapnya dengan lekat.
David mendekatkan wajahnya dan mulai ******* bi*ir So Yun dengan lembut. So Yun terkesiap, sedikit terkejut dengan perlakuan David. Pikirannya ingin menolak tapi tubuhnya berkata tidak, tanpa ia sadari kini dia sudah membalas c***** itu.
David merengkuh tubuh So Yun dan memperdalam ciumannya. C****n yang semula lembut kini telah menjadi panas yang penuh hasrat. Kini David beralih menci*m lehernya dan menc*mbu setiap inci disekitar pundaknya.
Sementara tangannya bergerilya melepaskan pengait b* dibalik bajunya itu.
Sebelum melanjutkan aksinya, David menggendong So Yun ke kamar mereka agar lebih leluasa. Meletakkan tubuhnya secara perlahan dan memulai aksinya.
Tangannya terus menjamah dua bukit besar milik So Yun sambil terus menc**mnya.
Kini bibirnya beralih ke area senstifnya. Mengecup, memberi sentuhan serta memberi tanda kepemilikannya disitu. C**buan itu berhasil membuat So Yun mengerang dan menikmati permainannya.
Mendengar erangan So Yun malah membuat David bersemangat untuk melanjutkan aksinya.
Kini ia beralih disela kedua kaki So Yun, menatap sebentar di area itu lalu kembali memainkannya. Tangan So Yun meremas dan menjambak rambut David memberi kode agar memperdalam.
David mulai membuka pakaiannya, nampak tubuh six pack dan bagian tubuh yang sudah mengeras disitu.
Tanpa basa-basi ia memasukkan miliknya dengan sekali hentakan dan mereka sudah bersatu.
"Aakkhhpp " suara So Yun terdengar jelas dan merdu dari mulutnya.
Mereka berpacu dengan irama perlahan, menikmati setiap gerakannya. Entah sudah berapa kali So Yun mencapai puncak dibuat melayang ke udara, tubuhnya mulai lemas namun masih ingin melanjutkan permainan itu, sudah berkali-kali mereka berganti gaya. Saat David sudah mencapai puncaknya ia mulai memacu gerakan dengan cepat dan keduanya mengerang bersamaan.
"Terima kasih sayang...Cup.. "
David mengecup kening So Yun yang sudah tertidur karena kelelahan. Ia pun ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk So Yun dari belakang. Mereka berdua tertidur pulas setelah berolahraga yang membuat sekujur tubuh basah oleh keringat.
*
*
*
Hai Hai Hai...
Jangan lupa tinggalin like, komen, dan Vote dari kalian ya guys..
__ADS_1
Happy Reading..😊😊