
Malam yang dingin itu seakan berubah menjadi malam panas yang terselimuti oleh gairah antar sepasang kekasih yang sudah saling mencintai.
So Yun tidur dengan sangat lelap dalam dekapan suami yang baru ia nikahi kemarin. Dan malam pertamanya bersama suami pun telah ia laksanakan.
Saat tengah asik menikmati lelapnya tidur dan indahnya mimpi, So yun terbangun oleh sinar matahari yang menerobos melalui kaca jendela. Ia mengerjap, memantapkan pandangannya sejenak. Setelah melihat jam barulah ia tersadar.
"APA? sudah jam 9? " pekik So Yun membuat David juga terbangun karena suaranya itu.
"Sayang....ada apa?" tanya David.
"Kita kesiangan, ini sudah jam 9 pagi dan kamu terlambat ke kantor" jawab So Yun panik.
"Kenapa kamu harus panik hmm, aku telat juga tidak akan ada yang memecatku.." jawab David sembari mendekap tubuh istrinya itu.
So Yun diam dan ada sedikit rasa canggung saat tubuhnya berada dalam dekapan David.
"Sayang, aku mau lagi.." goda David
"Ish apaan sih, kan semalem udah.. Masih kurang aja " jawab So Yun melepaskan dekapan suaminya.
David tersenyum nakal melihat ekspresi lucu istrinya saat itu, ia senang menggoda istrinya seperti itu apalagi jika ia ingat kejadian semalam. Pasti akan membuatnya tersenyum sendiri.
So Yun berlari menuju kamar mandi seakan takut dilahap lagi oleh suaminya itu.
Setelah selesai, mereka berdua langsung turun untuk sarapan pagi..
"Duh pengantin baru bangunnya kesiangan ya.." kata kakak So Yun.
"kakak ngapain sih disini, bukankah seharusnya ngantor?" tanya So Yun
"Ya ampun dek, apa kamu keasikan semalem ya sampe lupa kalau hari ini adalah hari minggu.." jawab kakaknya.
"Eh emang ini minggu ya?" tanya So Yun seperti orang bingung.
Kata-kata So Yun tersebut membuat semua orang tertawa, terlebih saat melihat ekspresi wajah So Yun yang begitu polos. Namun saat ia melihat David yang juga ikut tertawa, So Yun menatapnya dengan tatapan tajam.
"kamu juga tahi kalo hari ini hari minggu? " tanya So Yun pada suaminya itu.
David menganggkat kedua bahunya tanda tidak tahu, dan menghentikan tawanya.
Ih malu-maluin aja, masa aku bisa sampe lupa kalo hari ini minggu..
__ADS_1
"Sudah sudah, kalian sarapan dulu sana nanti lanjut ngobrol lagi " kata mama.
Akhirnya So yun dan David menuju ke ruang makan untuk sarapan, tapi lagi-lagi kakaknya yang jahil itu mengikuti mereka.
"Lho dek kok suaminya ngambil makanan sendiri sih, ambilin donk nih contoh kakak iparmu.." ledek kakaknya.
"Emang harus ya? Kan bisa ambil sendiri " kata So Yun.
"Dek sebagai seorang istri, kita wajib melayani suami kita mulai dari makanannya, pakaian kerjanya bahkan membantunya menyiapkan kebutuhan kerjanya.." jelas kakak iparnya itu.
"Tuh dek dengerin, layani suami itu bukan cuma dikasur.." kata kak Joon diiringi gelak tawa.
"Ish apaan sih kak, dah diem sono " kata So Yun yang langsung menyerobot piring David.
Tuh dengerin apa kata kakak...
Iya iya bawel juga nih lama-lama authornya.
Pagi itu untuk pertama kalinya So Yun melayani pria yang kini menjadi suaminya, karena sebelumnya ia tak pernah melayani pria lain selain ayahnya. Sungguh pengalaman yang baru baginya, meski sedikit malu dan agak canggung ia harus membiasakan ini setiap hari.
" Mumpung lagi libur nih, gimana kalau kita pergi piknik hari ini? Lumayan kan bisa ngabisin weekend bareng keluarga..." usul sang kakak.
"Ide yang bagus itu, menurut kalian gimana?" sahut papa.
Jadi ceritanya hari ini adalah piknik tanpa direncanakan....hehehe.
Mayan khan setelah sibuk seminggu penuh, hitung-hitung refreshing otak gitu..
"Udah siap semua?" tanya kakak.
"Udah nih.. Eh tunggu bentar kak, bi wati dan yang lain gak ikut?" tanya So Yun.
"Ya elah dek masa mau piknik harus bawa pelayan sih.." jawab kakak.
"Bukan gitu, tapi kan kita nggak pernah ajak mereka liburan bareng. Lagipula mereka udah bekerja keras lho buat keluarga kita.. Boleh kan pa? " kata So Yun.
"Iya iya boleh.. Makin salut papa sama kamu nak, disaat seperti ini masih mau mikirin orang lain.." jawab Jian.
David tersenyum melihat sikap istrinya yang masih perduli dengan pelayan-pelayannya dirumah. Ada sedikit rasa bangga melihat sikap So Yun yang begitu baik dan juga sangat menghargai orang lain..
Setelah semua sudah selesai dipersiapkan, akhirnya mereka sekeluarga pun berangkat piknik beserta para pelayan.
__ADS_1
Tapi kali ini nampak berbeda karena para asisten rumah tangga itu ikut hanya untuk liburan dan bukan untuk melayani mereka.
Salut ya pemirsah sama keluarga ini...
Mereka memutuskan untuk pergi ke villa keluarga mereka yang memang berhadapan langsung dengan bukit yang sangat indah. Disana udaranya tampak lebih segar dari udara yang ada di kota.
Akhir pekan ini mereka habiskan hanya untuk bersenang-senang bersama keluarga. Begitu juga David yang nampak sangat menikmati waktunya bersama istrinya itu..
Tidak ada lagi rasa kecanggungan, bagi mereka David bukanlah menantu melainkan sudah seperti anak sendiri..
"Dek kok disini sih, sana sana temenin suamimu sana.. Kakak mau berduaan dulu sama kak yuni.." usik kak Joon.
"Ya deh iya.. " kata So Yun berlalu menghampiri David.
"Kamu..kamu sudah makan?" sebuah pertanyaan muncul dimulut So Yun.
Duh kok aku malah nanya gitu sih..
"Belum, sebab istriku tidak mau melayaniku. Dari tadi dia sibuk sendiri.." jawab David sedikit menggoda istrinya itu.
"Ma-maaf... Kalo gitu kamu mau makan apa? Aku ambilin ya.." kata So Yun.
"Nggak usah, ayo ikut aku sebentar kita jalan-jalan dekat sini.." ajak David.
So Yun tak memberi penolakan, ia berjalan mengiringi langkah suaminya itu.
"Kenapa jalannya dibelakang, ayo kesini.." kata David berbalik kearah So Yun.
So Yun menurut dan maju berjalan disamping suaminya itu. Tapi tangan David seketika merangkul tubuh istrinya itu.
Mata So Yun membulat karena terkejut oleh tindakan David, namun ia tak dapat menolaknya. Dirasakannya sangat nyaman berjalan-jalan sambil didekap oleh pria yang akan menjadi pendampingnya seumur hidup.
Menikmati pemandangan yang indah, menghirup udara yang terasa begitu sejuk, membuat sepasang kekasih itu kini saling merangkul dan mengeratkan pelukannya.. Mereka terhenti disebuah pondok kayu dan duduk disana..
Lama saling terdiam menikmati pemandangan, kini David menangkup wajah cantik istrinya itu memandangi setiap lekukan indah diwajahnya..
"Aku mencintaimu.." kata David seraya mendekatkan wajah mereka.
So Yun memejamkan mata dan tak menolak apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu..
"Uhmm.. Sudah lepas... Malu nanti dilihat orang.." kata So Yun malu.
__ADS_1
" Tidak akan ada yang melihat.. Lagipula kamu istriku.." jawab David memeluk erat tubuh So Yun.